Ebook | Peringatan HUT RI Antara Ketaatan dan Kemaksiatan

بسم الله

Ahlus Sunnah adalah taat kepada pemerintah, tidak memberontak, tidak ikut demonstrasi menurunkan pemerintah, mendukung segala himbauan pemerintah yang bersifat positif. Namun kita tidak akan ikut pada hal kemaksiatan, termasuk di dalamnya tidak ikut serta dalam acara 17 Agustus-an, menyumbang dana untuk peringatan 17 Agustus-an, ikut lomba 17 Agustus-an, mengibarkan bendera merah putih, dan lainnya yang berkaitan dengan bersenang-senang pada peringatan HUT RI.

Download ebook | http://jeda.co.nr


Semoga bermanfaat

20 Tanggapan

  1. Terima kasih mas atas penjelasannya. Senang sekali komentarnya dibuka. Saya ingin menjadi Salafy. bertahap ya mas.

  2. Pak, di perusahaan saya juga mengadakan acara ini dan saya ikut lomba. Sepertinya saya akan membatalkan lomba karena saya takut sama Allah, ternyata itu acara maksiat ya. Terima kasih pak.

  3. aha.. ahirnya dibuka komentarnya.. hhm, ebook yang bagus. sebenarnya saya awalnya mengira gak apa-apa ngikut wong kita cuma cari hadiah dan doorprize. Ternyata hal itu tidak syar’i ya.

    Saya baru ngeh, kalau saja, merayakan HUT RI itu boleh tentu yg lebih berhak adalah merayakan Maulid Nabi. ya tho?

    Jika maulid nabi saja bid’ah dan tidak syar’i, apalah lagi acara HUT RI. OK Terima kasih pak atas Ebooknya. Kita harus terus semangat menuntut ilmu.

  4. Bismillah,

    Teman-teman, bagaimana caranya mengelak untuk memberikan sumbangan RT. Tolong ada kata-kata yang bagus gak yang tidak menyakitkan mereka?

    Terima kasih atas pencerahannya.

  5. Yaa Abu Harun dan lainnya. JIka butuh bom untuk menghancurkan acara tersebut, hubungi saya.

  6. untuk Al Muhanadis
    Gak sampai dihancurkan kaleeee… Anda khawarij ya? Tolong jangan kaburkan saya tentang pemahaman Islam yang benar, saya masih belajar. Pergi dari sini !!

  7. @ Al Muhandis

    hati-hati apabila memiliki sikap berlebihan dalam menyikapi orang yang berbuat maksiat, bisa mengarah kepada sifat ……..

    untuk admin, ahsan postingannya tidak diloloskan

    jazakumullohu khoiron..

  8. Untuk Aisya

    Katakan saja, “maaf lain kali saja pak, ini sumbangan ndak memaksa tho?”

    Dilihat pula efek mashlahat dan mafsadatnya, jika dirasa gak memberi sumbangan akan membuat masyarakat lari dari dakwah anda, saya yakin anda tahu bgmn menyikapi org awam. Wallahu a’lam.

  9. Kantor ana juga ngadain acara 17-an, semua karyawan musti datang kalo gak datang di SP (Suat Peringatan). Gimana ustadz?

  10. syukron katsir atas infonya,ane ma istri lagi banyak belajar ilmu agama di atas manhajnya para sahabat,insya Alloh,mohon dukungannnya,

  11. @ Abu Ammar Yasin

    Jika bisa kasih alasan sebaiknya beri asalan misal sudah ada janji sama acara keluarga atau lainnya. namun jika tidak bisa maka sekedar setor muka aja. Sungguh tidaklah pantas seorang Sunniy Salafy ikut acara perlombaan dan campur baur (ikhtilath) seperti itu. Malu sama Allah, kang.

  12. Ini adalah hal yg baik di mana seorang Muslim yang baik tidak ikut ambil bagian dalam acara ini. Tidak seperti Surury yang ikut-ikutan bahkan menjadi panitia.

  13. @ Hasan Makmun
    Bentar…. bntar… perlu dirinci Sururynya. Kalau yg dimaksud Surury adalah orang-orang yang ngaji Salaf pada amsalah aqidah, tat cara sholat, ibadah, tidak syirik seperti yang sekarang banyak digandrungi oleh pemuda PKS, maka Ya, mereka amsih ikut-ikutan 17 Agustus-an. Mereka adalah Surury.

    Namun jika yang dimaksud Surury adalah “yang terkena fitnah Surury” karena mereka berteman dengan Ihya At Turats dan Al Sofwah seperti pemuda yang ngaji sama Yazid Jawas, Abdul Hakim Abdat, dan semsalnya, maka jawabnya dalah tidak. Mereka tidak ikut serta dalam 17 Agustus-an, karena ana dulu ngaji sama orang-orang ini cukup lama dan ana paham bahwa ketika ana ngaji sama mereka, ana ndak ikutan acara in karena kita paham hari raya dan bersenang-senang dalam Islam hanya ada 2 ‘id. Yaitu ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha.

    Barokallahu fiik.

  14. Yang repot itu anak-anak, mereka pasti minta ikutan lomba. Kalo kita larang mereka nanis krn melihat temen-temennya main semua.

    Ya Allah kuatkanlah kami di atas manhaj ini dan berilah keteguhan.

  15. Iya pak, pelan-pelan… doakan semoga saya bisa melangkah di atas ilmu.

  16. Assalamualaykum, telat neh mau komentar.
    Eh, kok adminnya ga ada siy, katanya mau diskusi? Afwan, perayaan 17-an memang hura-hura, tapi sepertinya lebih membuat huru-hara pada koment @ Al Muhandis di atas. Kenapa ya, masih aja ada orang berpemikiran khawarij dsini. Kenapa ga ikut amrozi atau imam samudra aja? Ke LAUT…

  17. 17-AN adalah kegiatan untuk bercampurnya kita dengan masyarakat bukan masalah ibadah, saya kira tidak ada larangan dalam agama. tapi kalau itu sudah menjadi ijtihad pengatur ya silahkan ditoati.

  18. Na’am. Kami tidak katakan bahwa peringatan 17-an adl bid’ah. Namun kami katakan bahwa itu adl acara maksiat. Di dalamnya sama sekali gak ada ijtihad. karena dalilnya jelas dari Al Quran dan As Sunnah, bukan ijtihad.

    Barokallahu fiik.

  19. interaksi bercampur dengan masyarakat (muamalah dengan mengindahkan tuntunan syar’i) waktunya bisa kapan saja tidak terbatas pada kegiatan 17-an,
    bukan negaranya yang di ingkari tetapi konsep aqidah yang mendasari perayaan tersebut yang tidak selaras dengan Al Quran dan Sunnah yang di hindari …
    sehingga kita menghindarinya dalam rangka ketaatan kepada Allah dengan mengikhlaskan niat untuk Allah semata, serta dengan cara yang ma’ruf … dengan tetap berusaha menghindari timbulnya kemungkaran lainnya yang lebih besar …

    allahu’alam

  20. Apakah kegiatan ini merupakan salah satu penyebab berantakannya bangsa ini (negara ini) disamping kemaksiatan yang lainnya. Allahulmustaan.

Tinggalkan Balasan