• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Dan Meyakini Bahwasanya Allah Tabaroka wata’ala Telah Mengetahui Segala Sesuatu Yang Telah terjadi, Yang Belum Terjadi, dan Yang Sedang Terjadi

    Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta’ala:

    والإيمان بأن الله قد علم ما كان من أول الدهر وما لم يكن وما هو كائن أحصاه وعده عدا ومن قال إنه لا يعلم إلا ما كان وما هو كائن فقد كفر بالله العظيم

    Dan meyakini bahwasanya Allah Tabaroka wata’ala telah mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi sejak awal masa, demikian juga yang belum terjadi dan yang sedang terjadi. Allah Tabaroka wata’ala telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.

    Barangsiapa yang mengatakan bahwa Allah Tabaroka wata’ala tidak mengetahui sesuatu kecuali yang telah terjadi dan yang sedang terjadi maka dia telah kafir kepada Allah Yang Maha Agung.

    Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi

    Kalimat ini, yang nampak maknanya adalah bahwa Allah Tabaroka wata’ala tidak mengetahui segala sesuatu kejadian kecuali setelah terjadinya. Ini adalah ucapan Hisyam bin Hakam gembong kesesatan. Dengan jelas ia mengatakan bahwa Allah Tabaroka wata’ala tidak mengetahui hingga Allah Tabaroka wata’ala memunculkan ilmu untuk dirinya. ucapan ini jelas-jelas ucapan kekafiran. Silahkan lihat kitab Al Fishal karya Ibnu Hazm 5/40 tahqiq Muhammad dan rekan-rekannya [Dari tahqiq Muhammad bin Sa'id Al Qahthani].

    Aku (Syaikh Ahmad An Najmi) katakan: ucapan bahwa Allah tidak mengetahui sesuatu kecuali setelah terjadinya, ini adalah perkataan sebagian sekte Mu’tazilah dan ucapan ini adalah ucapan yang bathil. Dan barangsiapa yang meyakini hal itu maka dia telah kafir.

    Ilmu adalah sifat Allah Tabaroka wata’ala dan Allah Tabaroka wata’ala mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi, yang akan terjadi, dan yang sedang terjadi, kapan terjadi, dan bagaimana hal itu terjadi. Allah Tabaroka wata’ala menulis semua itu di Al Lauh Mahfuzh sebelum Allah Tabaroka wata’ala menciptakan langit dan bumi. Dengan demikian, barangsiapa yang mengingkari ilmu Allah Tabaroka wata’ala maka dia telah kafir, wajib baginya diminta untuk bertaubat, apabila bertaubat maka itu yang diinginkan dan apabila tidak maka dia dibunuh sebagai orang yang kafir dan murtad.

    Sebagian ulama salaf mengatakan, "Debatlah mereka dengan Al Ilmu [1], karena sesungguhnya apabila mereka mengingkari berarti mereka telah kafir" [2]. Wabillahit taufiq.

    [Dari Kitab Irsyaadus Saari ila Taudhihi Syarhis Sunnah lil Imam Al Barbahari, Edisi Indonesia Penjelasan Syarhus Sunnah Imam Al Barbahari Meniti Sunnah di Tengah Badai Fitnah oleh Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi, Penerbit Maktabah Al Ghuroba, hal 249-250]

     

    Footnote:

    [1] Yakni ilmu Allah Tabaroka wata’ala yang tidak lain sifat di antara sifat-sifat Allah Tabaroka wata’ala .

    [2] Silahan lihat kitab Ushul I’tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah (4/714) tahqiq Doktor Ahmad Sa’ad Hamdan cet. Dar At Thayyibah Riyadh 1402 H. Lihat pula kitab Jami’ul ‘Ulum wal Hikam (1/27) cetakan pertama Darul Ma’rifah Beirut tahun 1408 telah menceritakan kepada kami (Takhrij As Syaikh Ahmad bin Abdullah Al Hakami)

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 653,729 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.