Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali
1. Toleransi Merupakan Penghapus Kesalahan
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
"Para Malaikat mengerumuni roh seorang lelaki dari umat sebelum kalian. Mereka bertanya : ‘Apakah engkau pernah berbuat kebajikan ?’ Ia menjawab : ‘Dulu aku menyuruh para pegawaiku untuk memberi tangguh orang yang kesulitan (dalam membayar hutang, -pent) dan mema’afkan orang yang mudah’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : ‘Ma’afkanlah dia" (Hadits Riwayat Bukhari 4/307 -Fath)
Beliau Shallallahu’alaihi wasallam juga menceritakan.
وعن أبي مسعود البدري رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: <حوسب رجل ممن كان قبلكم فلم يوجد له من الخير شيء إلا أنه كان يخالط الناس وكان موسراً، وكان يأمر غلمانه أن يتجاوزوا عن المعسر، قال اللَّه عز وجل: نحن أحق بذلك منه تجاوزوا عنه> رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Abu Mas’ud al-Badri Radhiallahu’anhu, katanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,"Ada seorang lelaki sebelum kalian dihisab ternyata tidak didapati baginya amalan kebajikan kecuali dia dulunya orang yang lapang (berkecukupan) dia biasa berhubungan dengan orang lain, dan dia menyuruh para pegawainya untuk mema’afkan orang yang kesulitan. Maka Allah Azza wa Jalla memerintahkan para malaikat-Nya: ‘Kita lebih berhak untuk itu dari dia, ma’afkanlah dia" (Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir : 3154)

Dalam riwayat lain beliau Shallallahu’alaihi wasallam mengisahkan.
"Sesungguhnya ada seorang lelaki sebelum kalian didatangi malaikat maut untuk mencabut nyawanya, malaikat tadi bertanya kepadanya : ‘Apakah engkau pernah mengamalkan kebajikan ? Jawabnya : ‘Saya tidak tahu’. Katanya : Lihat ! Jawabnya : ‘Aku tidak mengetahui sedikitpun (amalan baik) hanya saja saya dahulu berjual beli dan berhubungan dagang dengan masyarakat, maka aku memberi tangguh orang yang kesulitan dan mema’afkan orang yang lapang’. Allah-pun memasukkan ke dalam Surga" (Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir 2075)
2. Toleransi Merupakan Sebab Turunnya Rahmat Allah Subhanahu wata’ala
وعن جابر رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم قال: رحم اللَّه رجلاً سمحاً إذا باع وإذا اشترى وإذا اقتضى .رَوَاهُ البُخَارِيُّ
Dari Jabir Radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,"Mudah-mudahan Allah merahmati sorang lelaki yang toleran bila menjual, membeli dan menagih." (Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir 3489)
3. Toleransi Dapat Menyelamatkan (Pelakunya) Dari Kengerian Hari Kiamat
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
"Barangsiapa memberi tangguh orang yang kesulitan atau meletakkan hutangnya (dianggap lunas tanpa bayar, -pent) , maka Allah akan menyelamatkannya dari kengerian di hari kiamat" (Hadit Riwayat Muslim : 1563)
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberitakan.
"Barangsiapa memberi tangguh orang yang kesulitan atau meletakkannya, maka Allah akan menaunginya di hari kiamat pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya" (Hadits Riwayat Muslim 3006, Nukilan Hadits Jabir yang panjang)
4. Toleranasi Mengharamkan Pelakunya Dari Api Neraka
Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam
"Barangsiapa yang mempermudah, lemah lembut dan lunak (perangainya), maka Allah mengharamkan api neraka atasnya" (Shahih Jami’ Ash-Shaghir 6360)
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.
"Maukah kalian saya beritahu tentang orang yang diharamkan masuk neraka besok (di hari akhir) ? Yaitu orang yang lemah lembut, familiar dan mudah (toleran)" (Shahih Al-Jami’ 2606)
[Disalin dari kitab Samhatul Islam Fii Kitabi wa Sunnah, Edisi Indonesia Toleransi Islam Menurut Pandangan Al-Qur'an dan As-Sunnah, oleh Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali, penerbit Maktabah Salafy Press, hal. 39-42, penerjemah Abu Abdillah Muhammad Afifuddin As-Sidawi]
Filed under: Akhlak Salaf, Urgensi Dakwah















