Wahhab bin Munabbih bin Kamil Al-Yamani Ash-Shan’ani, adalah seorang Tabi’i yang tsiqah. Riwayat Hidupnya disebutkan dalam Tahdzibut Tahdzib II : 166 dan Hilyatul Auliya IV : 23
Wahhab bin Munabbih berkata:
Jika kamu ingin melaksanakan ketaatan kepada Alloh Ta’ala, maka berusahalah agar dirimu benar-benar tulus dan berilmu tentang Alloh Ta’ala, sebab tidak akan diterima amalan yang dilakukan seseorang tanpa ketulusan. Dan ketulusan kepada Alloh Ta’ala itu juga tidak sempurna kecuali dengan keta’atan kepada-Nya. Ibarat buah yang baik, baunya harum dan rasanya lezat. Demikian pula permisalan untuk ketaatan kepada Alloh, Ketulusan adalah baunya, dan amal adalah rasanya.
Kemudian, hiasilah ketaatan kepada Alloh dengan Ilmu, kesabaran dan pemahaman. Setelah itu, Jauhkanlah dirimu dari perilaku orang-orang yang bodoh, paksalah ia (dirimu) mengikuti perilaku para ulama, biasakanlah ia melakukan perbuatan orang-orang penyabar, cegahlah ia dari perbuatan orang-orang yang celaka, haruskanlah ia mengikuti gaya hidup para fuqaha, serta jauhkan ia dari orang-orang jahat.
Jika kamu memiliki kelebihan maka bantulah orang lain dengan kelebihanmu tersebut. Orang yang bijak adalah orang yang mengumpulkan kelebihan-kelebihannya lalu menyalurkannya kepada orang lain yang kekurangan. Kemudian ia memandang kekurangan-kekurangan orang lain lalu ia memenuhinya, dan membimbingnya sehingga bisa memperbaiki dirinya.
Dikutip dari Kitab Min Washayas Salaf
Filed under: Potret Keluarga, Renungan Salaf, Urgensi Dakwah















