• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Al Qaradhowi: Wujudkan Kerjasama Antara Hizbiyyah Dengan Yahudi

    Al-Qaradhawi Mengajak Kerjasama Islam dan Yahudi

    Oleh: Tim dakwatuna.com

    dakwatuna.com – Doha, Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Musliminin Dunia mengadakan pertemuan dengan tiga orang ٌRobi Yahudi Italia di rumahnya Doha, Qatar.

    Beliau menegaskan pentingnya kerja sama di antara penganut dua agama “Islam dan Yahudi” dalam bingkai kebersamaan dan manfaat yang lebih besar.

    Beliau menjelaskan, sedikitnya ada empat (4) hal yang urgen dan mendesak, di mana kedua pemeluk agama ini bisa saling bekerja sama, yaitu:

    Pertama, Iman kepada Allah Yang Esa dan menentang atheisme.
    Kedua, Menentang gaya hidup permissive, bebas-serba boleh, menyimpang dan nikah se-jenis.
    Ketiga, Memperjuangkan keadilan bagi seluruh umat manusia
    Keempat, Memerangi kedzaliman

    Al-Qaradhawi menguatkan, bahwa tidak ada kendala sama sekali antara kuam muslimin dan pemeluk agama Yahudi, sebagai agama samawai (langit).

    Beliau juga menambahkan kesediaannya untuk menghadiri setiap pertemuan, seminar, muktamar yang diikuti oleh tokoh-tokoh Yahudi yang bukan bagian dari Zinonisme, di mana mereka justeru menentang keras berdirinya negara “Israil”.

    Beliau menjelaskan, bahwa permusuhan umat Islam ditujukan Kepada gerakan Zionisme Internasional yang memusuhi dan ingin menguasai dunia, bukan ditujukan kepada umat Yahudi.

    Beliau mengisyaratkan bahwa orang Yahudi yang taat dengan agama mereka dan kepada Kitab Taurat yang belum menyimpang, mereka itu dekat sekali dengan umat Islam. Di mana pemeluk kedua agama bersepakat dalam banyak hal, terkait dengan syi’ar-syi’ar, hukum-hukum yang masih ada dari millah -agama- Ibrahim alaihissalam, seperti khitan, menyembelih dengan cara halal, dan pengharaman memakan daging babi.

    Ketiga Robi Yahudi itu menamakan dirinya “Yahudi Rabbani” dan mempresentasikan gerakan “Yahudi menentang Zionisme”. Dalam pertemuan itu mereka mengalungkan Kertas bertuliskan, “Saya Yahudi, Bukan Zionis”. Mereka datang ke Qatar atas undangan stasiun TV “Al Jazira”. (qn//ut)

    Sumber:

    http://www.dakwatuna.com/2008/al-qaradhawi-mengajak-kerjasama-islam-dan-yahudi/

    _________
    Catatan Admin Blog Sunniy Salafy: Semua ini bersumber dari slogan Firqah Ikhwanul Muslimin yang memiliki prinsip yang terus didendangkan oleh para tokoh dan pengikut-pengikutnya yaitu prinsip: “Nata’awanu fii mattafaqna ‘alaihi wa ya’zhuru ba’dhuna ba’dhan fii mahtalafna fiihi" (Kita saling tolong menolong dalam apa yang kita sepakati dan kita saling toleransi sebagian kita terhadap sebagian yang lain dalam apa yang kita berbeda).

    Baca bantahan atas prinsip ini:
    Bahaya Prinsip Toleransi Ikhwanul Muslimin
    Toleransi Para Ekstrimis

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 653,737 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.