Abu Harun As Salafy
Menjelang pemilihan pengurus RT di mana aku tinggal, warga mulai disibukkan dengan dugaan-dugaan siapa yang akan menjadi pengurus RT. Aku sebenarnya tidak ambil peduli dengan hal itu karena aku toh hanya warga biasa. Beberapa hari kemudian aku didatangi oleh seorang pemuda yang aku tahu dia cukup aktif di kemasyarakatan untuk meminta bantuan kepadaku mengumpulkan warga dalam pemilihan pengurus RT.
Dengan dibantu beberapa warga akupun mengumpulkan warga yang masuk ke dalam wilayah RT-ku dan aku melobi seorang warga untuk bersedia kediamannya yang cukup luas dijadikan tempat berkumpul.
Tiba saatnya sesi pemilihan, tidak ada yang bersedia untuk menjadi ketua RT, tidak yang tua, tidak yang muda, tidak yang sudah menikah, maupun yang masih bujangan, tidak ada yang bersedia. Seketika itu juga pandangan mereka tertuju ke arahku dan menawarkan aku untuk menjadi ketua RT. Aku tanya, "lho..lho.. kenapa saya" Alasannya cukup singkat, "karena… yaaa.. gitu deh"
Akupun menerima alasan itu. Namun aku berkata dalam hati, "Salafiyyin koq menjadi ketua RT.. kira-kira apa kata ikhwah yaa". Wilayah aku yang pimpin berjumlah 80 KK. Dalam jumlah itu aku belum melihat ada Hizbiy di sana, tidak ada juga Ahlul Bid’ah di sana. Wargaku terbagi menjadi dua, yakni golongan muslim yang awam dan golongan Nashrani.
Aku pun mulai belajar bagaimana cara para shahabat mengatur rakyatnya dan sering-seringlah aku berkonsultasi dengan asatidzah dan ikhwah tentang mengelola warga kemasyarakatan. Aku akan berusaha sekuat mungkin dan mencari celah-celah agar aku tidak melakukan perkara-perkara yang melanggar syariat. Bagiku tidak ada kata "darurat" di sini yang sering didendangkan Ikhwanul Muslim yang melegalkan demokrasi dan selalu selalu dan selalu melanggar syariat dengan alasan darurat.
Dalam benakku aku sudah berpikir-pikir kira2 apa saja yang bakal aku temui dalam pelanggaran syariat dan aku sudah mencari-cari celah untuk mencari solusinya.
Di sisi lain aku masih bersyukur dan bangga dengan wargaku. Seawam-awamnya mereka, mereka masih ingin memberikan perwaliannya kepada orang-orang yang mereka anggap shalih dan berilmu.
Prioritas dalam tugasku ke depan adalah aku harus dekat kepada ulama. Jika di suatu hari memang aku harus melangggar syariat, lebih baik aku mengundurkan diri !!
Tugas terberatku dan wargaku adalah menghambat laju kristenisasi yang mulai ngintip masuk ke wilayah RT tetangga, wal’iyadzbullah wa nasalullaha salamatan ‘afiyah, jangan sampai deh mereka beraksi di wilayahku. Makanya kami segera swadaya membangun musholla sebagai markaz masyarakat. Selama ini belum ada mushola di wilayahku, kami sholat di masjid jauh dan sebagian sholat di rumah (yg masih belum paham wajibnya sholat berjamaah di masjid).
Kemudian pekerjaan lain yang tidak kalah pentingnya adalah mendata setiap warga wilayahku dan menyisir warga yang selama ini gak ketahuan ternyata kumpul kebo, atau suka menginap lawan jenis yang bukan mahram ke dalam rumahnya. Ngeri kalau di lingkungan kita ada pelaku zina atau pelaku kesyirikan.
Perlu aku sampaikan kepada seluruh warga RT-ku, Agustus kita tidak ada acara tujuh belas-tujuh belasan yach, lebih baik uangnya kita salurkan untuk pembangunan musholla dan bikin portal keamanan.
Yaa Allah, tolonglah aku mengatur urusan kaum Muslimin. Bantulah aku dalam membantu urusan kaum Muslimin. Wahai Rabba, janganlah kami menjadi firnah bagi orang-orang kafir, janganlah kami menjadi fitnah bagi orang-orang yang zhalim, dari orang-orang fasiq. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu yang maha Tinggi dan maha Agung. Aamiin.
Tolong saran dan masukan dari ikhwah sekalian sangat aku harapkan dalam mengatur urusan sosial kemasyarakatan.
Filed under: Penegakan Khilafah, Potret Keluarga, Urgensi Dakwah
















antum nyari terjun ke pemilu
Jawab:
Ini ndak melalui pemilu akhi, wal’iyadzubillah.
Namun musyawarah warga, ndak melalui voting atau suara terbanyak, Laa. namun melalui musyawarah antar warga yang dinilai memiliki kapabilitas siapa saja lalu ditentukan siapa yang lebih layak dan dijelaskan kenapa ia layak. Sama sekali ndak ada unsur demokrasi di situ. Wallahu a’lam.
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saudaraku, yang dirahmati Allah, semoga Dakwah Salafiyah Ahlussunnah Wal Jama’ah semakin jaya istiqomah
>>> Kunjungi Situs kami http://www.albarrawy.wordpress.com
smg Alloh menolong urusan antum, krn udah terjadi, jdkan jabatan yg antum emban utk manfaat dunia & akhirat, krn bgmnpun antum akan berhubungan dg warga, shg ini dpt dijdkan sbg sarana utk mengenalkan Islam yg haq, & menjelaskan syirik, bi’dah serta khurafat yg msh ada di lingkungan antum scr khusus & scr umum yg mashur di masyarakat kita………
Bismillah,
Jadi teringat khutbah Abu Bakar As Shiddiq radhiyallahu Ta’ala ‘anhu:
“Wahai sekalian kaum muslimim. Sesungguhnya aku telah diangkat sebagai pemimpin kalian, sedangkan aku bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Jika aku bagus (benar keputusanku) maka dukunglah aku. Bila aku berbuat salah maka luruskanlah. Kejujuran adalah sebuah amanah, kedustaan adalah pengkhianatan.
Orang-orang yang lemah di antara kalian kuat di sisiku sampai aku menyampaikan kepadanya haknya insyaAllah. Sedangkan orang yang kuat di antara kalian adalah lemah di sisiku sampai aku mengambil hak (yang harus ia tunaikan) insyaAllah.
Suatu kaum tidaklah meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah akan menimpakan padanya kehinaan. Sedangkan kejelekan yang dibiarkan akan menyebabkan bencana kepada seluruh kaum.
Taatilah aku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. BIla aku bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatiku (dalam kemaksiatan itu).”
(dinukil dari: Tarikh Al Khulafa Ar Rasyidin, Sejarah Gemilang Generasi Terbaik Islam. Hikmah Ahlus Sunnah. 2007. Halaman 29)
Bismillah. Nasehat ana, antum jangan terima jabatan tsb -sekalipun pd dasarnya antm gk memintanya-. Karena dgn antm menerimanya, berarti antm sdh masuk dlm sebuah sistem kecil, yg sekalipun antum mampu untuk menghadelnya sendiri dg posisi2 antm sbg ketua RT. Namun perlu diingat, sistem kecil itu pasti “berhubungan” sistem lain yg lebih besar dan besar kemungkinan antm yg sbg ketua RT gak akan mampu menolak mudharat dr aturan2 kufr dr sistem yg lebih besar tsb. Kondisi antm saat ini sgt berbeda dg kondisi semisal Nabi Yusuf ‘alahissalam. Beliau diberi kewenangan mutlak oleh penguasa wkt itu untk membuat kebijakan atau aturan yg sesuai dg kehendak beliau -tentunya atas dasar wahyu dr Allah Ta’ala-. Sedangkan antm sbg ketua RT tdk seperti itu, antm di satu sisi masih terikat aturan2 yg berada di atas posisi antm sbg ketua RT. Dan ini bahaya bg diri antm sendiri jika seandainya Allah Ta’ala berkehendak. Mudah2an bisa dipahami. Afwan klo ada kata2 yg kurang enak. Wallahu’allam.
alhamdulillah akhi terpilih, untung ngga melalui votingggg.
Masya Allah,daripada meeting terus..mendingan g usah jd ketua RT aja.Semoga Allah memberikan kemudahan u.antum melepas jabatan itu.Barokallahu fiik
Salam kenal dari jember
[...] arif rohman al muntilani on Man AnaAbu Rofiif Ihsan on Man AnaAbu Rofiif Ihsan on Mohon Nasihat: Aku pun Terpilih Menjadi Ketua RTabu dzulkifli on Komentar | [...]
Ana sepakat dengan abu hamzah. Salafy bukan kelompok eksklusif yg cuma ingin berinteraksi dengan yg semanhaj. Ulama2 salafy berbaur dengan komunitasnya (contoh: Syaikh Muqbil hidup di tengah2 komunitas syiah, kenapa beliau tidak pindah ke Saudi saja misalnya). Tentunya ada batasan2 syar’i yg tidak boleh kita terabas hanya karena kebanyakan orang menginginkannya.
Mengenai meeting, antum bisa usul bahwa agendanya hrs jelas dan waktunya dibatasi.
Ana pernah di posisi spt antum sbg pengurus musholla umum. Setiap tahun mereka mengadakan maulid. Pas kepengurusan ana, ana tolak dgn alasan2 syar’i, dan berlepas diri saat mereka tetap bersikeras utk melaksanakannya. Alhamdulillah, tahun2 berikutnya tidak dilakukan lagi peringatan maulid krn semakin byk yg paham kebid’ahannya.
kenapa harus mundur?banyak pengalaman seru lho,banyak tantangan dan asyik,apalagi tak ada gajinya ini yang bikin seru dan kebanyakan orang tak mau,seminggu yang lalu akupun terpilih jadi ketua rt,gak masalah dan banyak ide ide kreatif yang bisa di terapkan….
Assaalamualaikum,
Mohon maaf sebelumnya, sy hanya mau tanya (mudah2an saya salah) :
1.kenapa kelompok ini terkesan memusuhi dan memisahkan dengan kelompok Islam lainnya,
2. Kenapa ya umat islam ini mesti terpecah2 dan saling bermusuhan.
3. Bolehkah kita berlagak sombong ilmu dan yakin bahwa hanya kelompok kitalah yang pasti benar.
Wassaalam,
Berli