• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Hak Tetangga

    Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin


    Tetangga adalah orang yang tinggal dekat rumahmu, baginya terdapat hak yang banyak. Jika dia sanak saudaramu dan muslim maka baginya ada tiga hak: Hak tetangga, hak kekerabatan dan hak Islam. Adapun jika dia termasuk sanak saudara tapi non muslim maka baginya ada dua hak: hak tetangga dan hak kekerabatan. Sedangkan jika bukan sanak saudara dan juga non muslim maka baginya satu hak: hak tetangga.

    Allah Ta’ala berfirman,

    وِبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَـناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَمَى وَالْمَسَكِيْنَ وَالْجَارِ ذِيْ الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ

    "Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh." (An Nisaa’: 36)

    Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

    مَازَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِاْلجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

    "Jibril selalu mewasiatkan kepadaku tentang tetangga hingga aku mengira bahwa tetangga dapat saling mewariskan." (Muttafaq alaih) [1]

    Di antara hak-hak tetangga terhadap tetangganya adalah berlaku baik kepadanya semampu dia, baik berupa harta, kehormatan dan manfaat, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

    خَيْرُ الْجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

    "Sebaik-baik tetangga disisi Allah adalah yang paling baik terhadap tetangganya."(Riwayat Turmuzi dan dia berkata haditsnya hasan gharib). [2]

    beliau Shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

    مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ

    "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berlaku baik terhadap tetangganya." (Riwayat Muslim) [3]

    Dan nabi Shallallahu’alaihi wasallam juga bersabda,

    إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيْرَانَكَ

    "Jika engkau memasak masakan berkuah maka perbanyaklah kuahnya dan bagilah tetanggamu."(Riwayat Muslim) [4]

    Termasuk berbuat baik terhadap tetangga adalah memberikan hadiah kepadanya dalam peristiwa-peristiwa tertentu, karena hadiah dapat mendatangkan rasa cinta dan menghapus permusuhan.

    Termasuk hak tetangga atas tetangganya adalah menahan perkataannya dan perbuatannya dari perbuatan yang menyakitinya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

    وَاللهِ لاَ يُؤْمِنْ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنْ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنْ قَالُوا مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارَهُ بَوَائِقَهُ

    "Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman”. Mereka bertanya, “Siapa yaa Rasulullah?“, Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya “ [5]

    Dalam riwayat yang lain,

    وَفيِ رِوَايَةٍ – لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارَهُ بَوَائِقَهُ

    “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya (Riwayat Bukhori) [6]

    Pada zaman sekarang banyak orang yang tidak memperhatikan hak tetangga sehingga tetangganya tidak aman dari keburukannya. Seringkali tampak di antara mereka terjadi percekcokan dan sengketa serta pelecehan terhadap hak-haknya, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Semua itu bertentangan dengan apa yang diperintahkan Allah ta’ala dan Rasul-Nya dan dapat menyebabkan perpecahan serta ketidak harmonisan di kalangan muslimin dan hilangnya penghormatan di antara mereka satu sama lain.

    [Dinukil dari kitab: حقوق دعت إليها الفطرة وقررتها الشريعة, Edisi Indonesia Hak-Hak yang Sesuai Dengan Fitrah dan Dikuatkan oleh Syariat, Karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin]

     

    _____________
    Takhrij hadits

    [1] أخرجه البخاري كتاب الأدب باب الوصاة بالجار (6014- 6015) ومسلم كتاب البر والصلة والآداب باب الوصية بالجار والإحسان إليه (2624-2625) .

    [2] أخرجه الترمذى كتاب البر والصلة ، باب ما جاء في حق الجوار (1944)  وأحمد ( 2/167) وعبد بن عبد الحميد ( 342) والبخاري في الأدب المفرد (115) وابن خزيمة (2539) وقال الترمذي حديث حسن غريب وصححه الألباني  في صحيح الجامع (رقم 3270) .

    [3] أخرجه البخاري كتاب الأدب باب من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره (6019) ومسلم كتاب الإيمان باب الحث على إكرام الجار والضيف  ولزوم الصمت (48) .

    [4] أخرجه مسلم كتاب البر والصلة والآداب باب الوصية بالجار والإحسان إليه (2625) (142) .

    [5] أخرجه البخاري  كتاب الأدب باب إثم من لا يأمن جاره بوائقه (6016).

    [6] أخرجه مسلم كتاب الإيمان ، باب تحريم إيذاء الجار (46).

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 653,737 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.