Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Kalau ada yang berkata: Mayit dikubur dalam lubang yang sempit, bagaimana bisa dilapangkan sejauh mata memandang?
Jawab:
Bahwasanya alam ghaib tidak bisa diqiyaskan dengan alam nyata, bahkan sesungguhnya kalau kita tetapkan bahwasanya seseorang mampu menggali lubang seluas sejauh mata memandang dan ditanam mayit di sana kemudian ditimbun tanah, maka orang yang tidak mengetahui lubang tersebut, apakah dia melihatnya ataukah tidak meihatnya? Tidak diragukan lagi niscaya dia melihatnya, padahal ini di alam nyata, akan tetapi dia tidak melihat luasnya demikian, tidak mengetahuinya kecuali orang yang menyaksikannya (sebelum ditimbun -pent)
[Dinukil dari kitab Syarah Aqidah Al Wasithiyah bab al iman bil yaumil akhir, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Edisi Indonesia Ada Apa Setelah Kematian? Menelusuri Kejadian-Kejadian Setelah Hari Kiamat, Penerjemah Abu Hafsh 'Umar Sarlam Al Atsary, Penerbit Pustaka Al Manshurah Poso, hal. 54]
Filed under: Aqidah Ahlus Sunnah, Syarah Aqidah Al Wasithiyah















