Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Perkataan penulis (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah): kholaiq, itu mencakup bangsa jin juga, karena mereka (bangsa jin) juga dibebani syari’at. Oleh karena itu orang kafir dari bangsa jin juga masuk neraka dengan dasar nash dan ijma’. Seperti firman Allah Subhanahu wata’ala,
قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ فِي النَّارِ
"Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu." (al A’raaf: 38)
Maka kaum mukminin dari bangsa jin juga akan masuk surga berdasar perkataan jumhur ulama dan ini adalah pendapat yang shahih, sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala,
| Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. | وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ |
| Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?, | فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ |
| kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. | ذَوَاتَا أَفْنَانٍ |
| Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? | فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ |
| Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. | فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ |
| Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? | فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ |
| Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. | فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ |
| Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? | فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ |
| Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat. | مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ |
| Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? | فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ |
| Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. | فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ |
(ar Rahmaan: 46-56)
Apaka hisab ini juga berlaku kepada binatang?
Adapun qishash maka binatang termasuk di dalamya (pada binatang juga ada qishash -pent). Karena yang demikian itu tsabit dari hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam,
"Bahwasanya akan diqishash hingga kambing Jalha (yakni yang tidak bertanduk) mengqishosh kambing Qorna (yakni yang memiliki tanduk)." (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)
Dan ini dalam masalah qishash, akan tetapi binatang tidak akan dihisab seperti hisabnya manusa mukallaf beserta konsekuensinya, karena binatang tidak akan mendapatkan pahala dan adzab.
[Dinukil dari kitab Syarah Aqidah Al Wasithiyah bab al iman bil yaumil akhir, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Edisi Indonesia Ada Apa Setelah Kematian? Menelusuri Kejadian-Kejadian Setelah Hari Kiamat, Penerjemah Abu Hafsh 'Umar Sarlam Al Atsary, Penerbit Pustaka Al Manshurah Poso, hal. 111-114]
Filed under: Aqidah Ahlus Sunnah, Syarah Aqidah Al Wasithiyah















