• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Sikap Para Shahabat dan Tabi’in Terhadap Ahli Bid’ah

    Syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkhali

    Ibnu Umar berkata mengenai pengikut Qadariyah: “Beritahukan kepada mereka bahwa aku berlepas diri dari mereka dan mereka berlepas diri dariku.”

    Abu Qilabah berkata: “Janganlah kamu duduk dengan ahli ahwa’ -atau ia berkata ahli membuat pertikaian- karena aku khawatir mereka akan menenggelamkanmu dalam kesesatan mereka, menampakkan kepadamu sebagian apa yang kamu ketahui.”

    Salah seorang dari ahli bid’ah berkata kepada Ayub As Sikhtiyani: “Wahai Abu Bakar! Aku bertanya kepadamu tentang sebuah kata?” Maka ia berpaling seraya berkata: “Meskipun kamu bertanya tentang setengah kata (aku tidak akan menjawabnya, penerj.) .” [1]

    Hal itu dilakukan karena Allah sebab sikap wala’ yang sebenarnya hanya karena Allah dan Islam.

    Seandainya para Ulama Sunnah bergaul dengan ahli bid’ah pada zaman sekarang ini, hal itu adalah pergaulan yang bersifat mengikat (mengisolir) niscaya bid’ah-bid’ah akan mati dalam sarangnya dan penerbit tidak bisa mencetak kitab-kitab mereka. Sebab tidak ada yang mendukung ahli bid’ah (semuanya ini berbahaya). Apa lagi jika kitab-kitab tersebut dicetak untuk membela mereka. Maka bid’ah-bid’ah tersebut membakar para pemuda Salaf seperti tikar yang berada di atas api!!

    Anda melihat bagaimana para shahabat, tabi’in dan para Imam Islam bersikap terhadap ahli bid’ah yang tidak sedikitpun melihat kebaikan mereka?!

    Yang demikian itu merupakan sikap tegas mereka dalam mencegah kebatilan serta menunjukkan pemahaman mereka terhadap tujuan-tujuan Islam di antaranya adalah: “Menghindari kerusakan lebih diutamakan daripada mengambil maslahat”.

    [Dinukil dari kitab Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah fi Naqdir Rijal wa Al Kutub wa Ath Thawaif, Edisi Indonesia Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah Dalam Mengkritik Tokoh, Kitab, dan Aliran, Penulis Syaikh Rabi' bin Hadi Umair al Madkhali]

    ____________
    Footnote:

    [1] Syarhus Sunnah karya Imam Al Baghawi Rahimahullah 1/227.

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 653,737 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.