• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam Tidak Diam dari Tauhid Sekalipun dalam Berjihad

    Syaikh Abdul Malik Ibnu Ahmad Ramadhani

    Sekelompok kaum mu’minin para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju perang Hunain. Sebagiannya dari mereka baru masuk Islam maka ketika mereka melihat kaum musyrikin menggantungkan senjata-senjatanya pada sebuah pohon yang disebut Dzaatu Anwaat, meminta barakah darinya –seperti banyak dilakukan orang-orang bodoh dari kaum muslimin pada hari ini, yang telah melupakan Allah kemudian bersandar pada makhluknya- maka berkatalah mereka yang lemah –di mana mereka baru meninggalkan kejahiliyahan dan kesyirikan– mereka berkata : "Wahai Rasulullah, buatkanlah bagi kami Dzaatu anwaat seperti mereka" (kaum musyrikin – pent).

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi salam menjawab:

    الله أكبر إنها السنن، قلتم والذي نفسي بيده كما قالت بنو أسرائيل لموسى]اجعل لنا إلها كما لهم ءالهة، قال إنكم قوم تجهلون[

    "Allahu akbar" –dalam satu riwayat, subhanallah– ini adalah sunan (cara-cara). Demi jiwaku yang ada di tanganNya sungguh kalian telah mengatakan, seperti perkataan kaumnya Musa kepadanya,

    اجْعَلْ لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ

    "Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)". (QS. Al-A'raf 138) Diriwayatkan oleh Ahmad dan shahih.

    Perhatikanlah betapa agungnya hadits ini di mana keadaan mereka yang baru keislamannya, tidak menghalangi Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam untuk mengingkari mereka dari satu kalimat yang akan menghantarkan pada kesyirikan. Keadaan mereka yang rapih berkelompok keluar dalam rangka memerangi kuffar (orang-orang kafir) tidak mencegah beliau untuk mendiamkan kesalah akidah yang ada pada mereka. Karena jika hal itu (mendiamkan –pent) dilakukan akan lenyaplah jihad itu dan akan menimpa sesuatu yang Allah lebih tahu tentangnya. Maka, tidak boleh selama-lamanya mendiamkan haq Allah untuk diibadahi ini satu syarat yang agung.

    Selama belum terrealisasikan tauhid pada umat ini dan selama bersikap diam dari orang-orang lemah dan lanjut usia bahkan dari kebanyakan orang yang berpendidikan yang bergantung dengan kebohongan tukang sihir atau berita dukun atau bergantung kepada angan-angan kosong di hadapan kuburan seorang yang sholih atau yang lainnya dari kesyirikan-kesyirikan yang sudah maklum pada hari ini. Maka tidak akan mungkin umat ini akan mendapatkan pertolongan atau menginginkan keberhasilan.

    Jika demikian kerasnya sikap Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan marahnya karena Allah terhadap orang-orang yang hanya sekedar minta sesuatu yang serupa dengan orang-orang yang menggantungkan senjata-senjatanya pada suatu pohon tanpa menyembahnya atau pun berdoa padanya. Maka bagaimana akan marahnya beliau terhadap orang-orang yang minta pertolongan pada penghuni kuburan atau yang membawa sebagian tanahnya supaya mendapatkan kemenangan?!

    Berkata Ibnul Qoyyim Rahimahulloh dalam Ighosatu lahfan (2/205), "Apabila menjadikan pohon untuk menggantungkan senjata dan berkumpul di sekitarnya adalah berarti telah menjadikan Ilah selain Allah, padahal mereka tidak beribadah padanya dan tidak pula meminta padanya, maka apa kiranya dengan orang-orang yang berkumpul di sekitar kuburan, berdoa di sana dan menyeru kepadanya?! Maka penisbatan apa bagi fitnah pohon kepada fitnah kuburan jika ahli syirik dan bid'ah mengetahuinya ?!"

    Aku berkata : (orang-orang) masih mengingat kepada yang tidak ikut keluar untuk memerangi Komunis, sehingga minta kelapangan pada Allah melalui penghuni kuburan, hanya kepada Allah-lah mengadu! Dan mereka masih mendengar orang-orang yang mengatakan : Janganlah memberatkan para mujahidin dengan pembicaraan tauhid dan peringatan dari syirik….!

    Lihatlah betapa jauhnya perbedaan antara da'wah mereka ini dan da'wah Rasul sholallahu 'alaihi wasallam tadi.

    [Dinukil dari kitab As Sabil ilal 'Izzi wal Tamkin, Edisi Indonesia Jalan Meraih Kemuliaan, Penerjemah Ustadz Abu Hamzah Yusuf As-Salafi, Penerbit Pustaka Ats-TsiQaatPress]

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 653,737 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.