• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Penafsiran Yang Menyimpang Dalam Memaknai Laa Ilaaha Illallah

    Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali

    Bagian 3

    La ilaha illallah menurut pengertian mereka adalah La Hakima illallah (Tidak ada hakim kecuali Allah). Perkara yang paling khusus dari kekhususan Uluhiyyah (menurut mereka) adalah tidak ada hakim kecuali Allah. Tafsir semodel ini akan membuatmu memandang kesyrikan di depanmu seakan engkau tidak melihat apa-apa. Syirik yang diperangi para Rasul akan dianggap sepele. Tafsir seperti ini adalah penyimpangan terhadap makna La ilaha illallah.

    Kemudian dalam rangka tipu daya, mereka membagi tauhid menjadi empat (Tauhid Rububiyyah, Asma wa Sifat, Uluhiyyah, ditambah satu dengan Tauhid Hakimiyyah). Setelah beberapa hari berjalan, mereka menyelundupkan makna-makna yang mendasar terhadap La ilaha ilallah berupa tauhid Hakimiyyah. Pahamilah tipudaya-tipudaya politik!

    La ilaha illallah maknanya adalah La ma’buda bihaqqin illallah (Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah). Apa saja ibadah itu? (Diantaranya ialah) sholat, puasa, zakat, haji, menyembelih kurban, nadzar, tawakkal, pengharapan, cinta, takut (dari adzab Allah). Ini semua hanya dipersembahkan kehadirat Allah. Tidak boleh diperuntukkan kepada selain-Nya.

    Adapun tidak ada hakim kecuali Allah, maka ini tidak masuk ke dalam makna la ilaha illallah selama-lamanya. Karena makna La ilaha illallah adalah tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah. ‘Abid dan ma’bud, Allah sebagai ma’bud (Yang diibadahi), sedangkan para mahluk adalah ‘abid (yang beribadah).

    Ibadah adalah perbuatan para mahluk. Pahamilah ini!! Ibadah adalah perbuatan para mahluk untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dia ruku’, sujud, tunduk, menangis, bertawakkal, mengharap dan takut. Ini semua adalah sifat-sifat dan perbuatan para mahluk, bukan sifat Al Kholiq (Pencipta), Allah Maha Tinggi dari yang demikian itu. Maka jika kita mengatatakan: tidak ada hakim kecuali Allah, berarti sama maknanya dengan: Tidak ada yang menyembah kecuali Allah (La ‘abida illallah). Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari yang demikian itu. Pahamilah, ini adalah penafsiran yang bathil. Yang menjungkir balikkan kaum muslimin adalah tafsiran-tafsiran rusak terhadap La Ilaha Illallah. Demi Allah, kaum muslimin terjungkir balik dengan adanya tafsiran-tafsiran bathil dari kalangan ahlul kalam, filsafat dan selain mereka.

    Mereka mengatakan La ilaha Illallah maknanya adalah La Kholika Illallah, La Raziqa Illallah, La Muhyi Illallah La Mumita Illallah: “Tidak ada Yang menciptakan kecuali Allah, Tidak ada pemberi Rezeki kecuali Allah, Tidak ada yang menghidupkan kecuali Allah, Tidak ada Yang Mematikan kecuali Allah.” Engkau akan lihat (orang yang menafsirkan La Ilaha Illallah dengan tafsiran salah tadi) dia menyembah kuburan, menyembelih kurban, nadzar dan sujud kepadanya. Dia akan berdalih:

    “Wahai saudaraku, aku tidak menyembahnya. Aku tidak meyakini bahwa dia bisa menolak madhorot dan mendatangkan manfaat, karena yang menolak madhorot dan memberi manfaat adalah Allah. Aku tidak mengatakan bahwa ia Pencipta, karena aku yakin bahwa Pencipta adalah Allah.”

    Akan tetapi dia tidak paham bahwa perbuatan-perbuatan yang dia lakukan untuk taqarrub/ mendekatkan diri kepada orang-orang mati adalah ibadah. Amalan-amalan orang itu menafikan La Ilaha Illallah. Mereka memahami La Ilaha Illallah dengan pemahaman yang jelek, salah dan sangat jauh dari inti makna La Ilaha Illallah yang diemban oleh para Nabi. Sehingga mereka menyembelih dipersembahkan kepada selain Allah, nadzar dan istighotsah kepada selain Allah, serta mereka terjerumus di berbagai bentuk-bentuk kesyirikan, karena apa? Karena kebodohan mereka terhadap makna La Ilaha Illallah.

    Lalu ketika datang perpolitikan –di masa sekarang ini- digabungkanlah makna yang baru (yakni La Ilaha Illallah) kepada tafsiran-tafsiran yang rusak diatas, maka manusia bertambah binasa.

    Demi Allah, seandainya bukan karena sebab sisa-sisa kekuatan dakwah Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab dan manhaj Salafy –di negeri ini- niscaya sekarang engkau akan melihat penduduk negeri ini sujud kepada kuburan-kuburan. Akan tetapi inilah yang menjaga mereka. Namun sewaktu-waktu –jika tidak dipertahankan perkara ini- bisa berbahaya. Masalah ini bukan perkara remeh, sehingga kita dapat tidur, dan membiarkan orang-orang mempermainkan akal-akal para pemuda, lalu berbasa-basi serta mendiamkan mereka. Akan tetapi hendaknya kita memerangi dan memblokir penyelewengan politik ini yang digunakan untuk menghancurkan negeri ini, negeri tauhid.

    Muhammad bin Abdul Wahhab, saudara-saudaranya, putra-putranya dan pembelanya telah mengorbankan segala apa yang mereka punyai untuk memperbaiki makna La ilaha illallah. Maka datanglah politik jahiliyyah ini hendak menghapus pengorbanan besar ini dan ingin meletakkan penggantinya dengan makna-makna politis dari orang-orang yang tidak mengenal dakwah para nabi, bahkan memerangi, merendahkan kedudukannya dan memalingkan manusia dari dakwah para nabi ini. Karena memang para politikus adalah para khurafiyun (ahli khurafat) dan quburiyun (penyembah kuburan). Para politikus yang meletakkan perkara-perkara ini mayoritasnya adalah para qubury dan khurafy musuh-musuh dakwah Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab. Karena itulah mereka membuat aliran-aliran yang berbahaya untuk melenyapkan dakwah ini.

    Bersambung…

    [Disalin dari kitab At Tauhid Awwalan, edisi Indonesia Memulai Dakwah Dengan Tauhid: Solusi Tepat Memperbaiki Ummat, oleh Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali, penerbit Darul Ilmi, penerjemah Zuhair Syarif, judul oleh Admin Blog Sunniy Salafy]

    Sumber: Ebook CHM kompilasi oleh akhuna fillah Abu Bakrah Ahmad Al Makassari :: http://ashthy.wordpress.com/2007/11/18/memulai-dakwah-dengan-tauhid-solusi-tepat-memperbaiki-ummat/

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 653,737 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.