• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Senantiasa Ada Pertempuran Antara Dakwah Tauhid Dengan Praktik Khurafat dan Kesyirikan

    Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali

    Bagian 4

    Demi Allah! mereka (musuh-musuh dakwah tauhid) telah mengikat anak-anak negeri ini, dan telah mengerahkan kesungguhan serta makar yang tidak pernah mereka kerahkan sebelumnya diseluruh belahan dunia manapun. Engkau dapati anak-anak negeri ini menebarkan dakwah-dakwah ini ke seluruh alam dan mempersiapkan harta-harta untuk itu. Seandainya diperuntukkan di jalan Allah, niscaya akan berubah keadaan mayoritas para khurafiyin.

    Demi Allah, seandainya tidak ada perang makar ini, niscaya engkau akan melihat alam islami berbeda keadaannya dengan keadaan dimana mereka hidup sekarang ini, berupa kerendahan dan kelemahan. Karena menusia lebih dahulu mengenal dakwah Imam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab.

    Orang-orang sunny, Rafhidhah dan ahlud dholal lainnya telah membuat makar terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab. Daulah (pemerintahan) barat dan timur telah membuat makar terhadap dakwah Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab. Tidaklah mustahil, pada orang-orang yang memerangi negeri ini telah ada kesepakatan untuk memerangi dakwah ini. Kesepakatan politik Brithonia (ingris, ed.) Musuh besar dakwah tauhid ini. Di India dan Pakistan, mereka perangi dakwah ini lebih dari 100 tahun. Tidak pernah mereka memerangi dakwah manapun semisal perang yang dilancarkan kepada dakwah ini.

    Oleh karena itu engkau lihat, tokoh-tokoh dakwah politik tidak ada tempat bernaung kecuali di Ingris, saling membantu memerangi negeri tauhid ini. Ingris menaungi mereka karena prinsip-prinsip politik mereka ini dan mereka mentertawakan anak-anak kita dan memperdagangkan dakwah-dakwah penuh dosa yang memerangi dakwah tauhid. Aliran-aliran dan tipu daya ini nyaris menyirnakan dakwah tauhid.

    Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar kecuali Dia. Sungguh aku pernah berziarah ke Yaman 14 atau 14 tahun sebelum ini. Dinukilkan kepadaku dari salah seorang yang memerangi (dakwah ini) dia berkata:

    “Sungguh aku telah melumatkan dakwah salafiyyah di tempat yang paling dalam di dalam rumahnya.”

    Demikian mereka datang untuk melumatkan dakwah salafiyyah di dalam rumahnya, dan dia memandang bahwa mereka telah berhasil untuk melaksanakan target mereka.

    Wahai anak-anak tauhid! Jangan sampai orang-orang khurafy dan qubury mentertawakan kalian. Demi Allah seandainya mereka mengimani tauhid dan mengimani dakwah para nabi dan mengetahuinya dengan sebenar-benarnya, niscaya mereka tidak memulai (dalam dakwah) melainkan tauhid dan memulai memperbaiki penduduknya. Karena sangat banyak sekali dari para penduduk yang tenggelam dalam kesyirikan dan kebid’ahan, dan mereka saling menopang untuk menguatkan dan mengokohkan khurafat-khurafat ini.

    Pergilah ke Mesir, negeri cikal bakal dakwah Ikhwanul Muslimin. Pergilah bertepatan dengan hari raya Al Badawi, niscaya engkau akan lihat pimpinan-pimpinan Ikhwanul Muslimin ikut serta pada perayaan-perayaan syirik ini yang orang-orang yahudi sudah bosan dengan acara-acara itu. Pergilah ke Pakistan sumber dakwahnya Maududi, niscaya engkau akan lihat petaka dan berbagai bentuk kesyirikan dari kalangan pengagung berhala khurafiyin dan quburiyin dan selain mereka. Engkau tidak akan lihat dakwah Maududi menggerakkan orang yang diam untuk memberantas kekufuran dan kesyirikan ini. Dan ia hanya –Barakallahu fik- menyibukkan manusia dengan politik.

    Kemudian politik semacam ini membuat mereka saling berkoalisi dengan para komunis. Bersaudara dengan Rafidhah dan golongan-golongan syirik demi mencapai target-target politik mereka. Belum juga kita sadar, telah lewat di hadapan kita teriakan-teriakan, dakwah-dakwah dan peringatan-peringatan, namun hal itu tidak menambahn mayoritas kita melainkan kesombongan dan lari karena bangga dengan khurafat dan kebathilan yang dipunyai orang-orang ini.

    Bacalah tafsiran-tafsiran mereka terhadap Li ilaha illallah, dengan makna “Tidak ada pencipta, tidak ada pemberi rezeki, tidak ada yang wujud, tidak ada yang menerangkan dan tidak ada yang menetapkan dan menambahkan, tidak ada yang behukum kecuali Allah.” Sehingga bertambah jauhlah manusia dari mentauhidkan Allah dan dari dakwah para Nabi ‘alaihimushshalatu wassalam. Oleh sebab itulah mereka meremehkan tauhid dan setengah jam untuk mempelajari tauhid, 10 menit cukup untuk Tauhid. Semua ini memalingkan manusia dari Tauhid dan menganggap enteng bahkan merendahkannya. Permainan apa ini? Da’i besar yang menyeru kepada kesesatan dan penyelewengan politik ini mereka juluki da’i dakwah para nabi. Dan Allah mensucikan mereka (para nabi) dari sangkaan mereka. Sedangkan da’i tauhid mereka juluki para budak dan jasus (intel). Subhanallah! Para da’i Tauhid mereka juluki dengan pembantu dan jasus?!

    Tuduhan-tuduhan ini muncul dari para komunis dan sekuleris di negeri-negeri lain pada masa penjajahan Ingris dan mereka tularkan ke negeri-negeri tauhid sampai ke para Ulama Tauhid. Maka para Ulama Tauhid (menurut mereka) sebagai para Jasus (intel) dan para buruh. Dan pemerintahnya adalah kafir. Pemerintahan Islam yang menerapkan Kitabullah dan Sunnah Ar Rasul shallallahu’alaihi wa sallam mereka anggap kafir dan dibidik dari setiap tempat. Seandainya Saddam, Khumaini dan Musuh apapun datang untuk memerangi negeri ini, niscaya mereka berdiri disampingnya. Kenapa? Karena mereka bodoh tentang Tauhid, masakin (orang-orang yang perlu dikasihani)! Mereka tidak mengenal kedudukan Tauhid.

    Ya Akhi (wahai saudaraku)! Tauhid yang dipelajari di SD, SMP, SMA dan Universitasmu adalah nikmat yang agung. Ya Akhi, saat ini yang seperti itu (kecuali disini, ed.) tidak didapati di seluruh dunia dan juga penghormatan terhadap para Ulama Tauhid. Ya Akhi apa yang engkau inginkan? Ya akhi, demi Allah ada kesalahan-kesalahan penguasa negeri ini maka benarkanlah dengan lemah lembut.

    Adapun kalau engkau anggap mereka kafir lantas memerangi mereka. Sedangkan orang (ulama) yang menasehati mereka (para penguasa) dan berhubungan dengan mereka engkau anggap sebagai buruh dan intel. Ya Allah! Ini adalah kebinasaan demi Rabb langit. Demi Allah ini adalah tipu daya para musuh Allah. Mereka ambil anak-anak ingusan yang masih di gendongan para ibu mereka, kemudian menanamkan pemikiran-pemikiran jelek dan kotor yang meremehkan tauhid dan orang-orangnya. Demi Allah, sesungguhnya kami tahu bahwa mereka yang memerangi (negeri ini) mendatangkan seorang yang miskin (dunia dan akhiratnya) ini dari rusia, pertama kali yang mereka ajarkan kepadanya adalah mencela ulama dan mengkafirkan pemerintahan negeri ini. Dia (seorang miskin ini) datang dalam keadaan tidak mengetahui Tauhid, pokok-pokok Islam dan tidak pula cabang-cabangnya. Awal mula yang mereka ajarkan adalah menanamkan kebencian terhadap aqidah tauhid dan orang-orangnya. Semua ini tipudaya. Sekarang, siapakah yang memahami ucapan ini? Di sana ada orang-orang yang tidak memahami ucapan ini. Wahai saudara-saudaraku, pelajarilah dan perhatikanlah dakwah para nabi, pelajarilah Al Qur’an.

    Aku mencukupkan sekian dalam pembahasan tauhidul ibadah. Aku menginginkan kalian untuk membaca Al Qur’an. Al Qur’an penuh berisi pengagungan terhadap Allah ‘azza wa Jalla. Seluruh pengagungan ini membimbingmu untuk beribadah hanya kepada Allah, membimbingmu untuk mengerti makna La ilaha illallah dengan sebenar-benarnya sehingga engkau akan memuliakannya.

    Bersambung…

    [Disalin dari kitab At Tauhid Awwalan, edisi Indonesia Memulai Dakwah Dengan Tauhid: Solusi Tepat Memperbaiki Ummat, oleh Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali, penerbit Darul Ilmi, penerjemah Zuhair Syarif, judul oleh Admin Blog Sunniy Salafy]

    Sumber: Ebook CHM kompilasi oleh akhuna fillah Abu Bakrah Ahmad Al Makassari :: http://ashthy.wordpress.com/2007/11/18/memulai-dakwah-dengan-tauhid-solusi-tepat-memperbaiki-ummat/

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 653,737 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.