Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali
Bagian 9
T a m m a t
Apa yang engkau inginkan setelah keterangan ini? Apa gunanya keterarangan ini bagi kaum muslimin di hari-hari ini? Datang para da’i kejelekan dan para da’i pembawa fitnah berupaya menyimpangkan tauhid dan dalil-dalilnya. Demi Allah! Mereka berupaya menyimpangkan. Menurut pandangan mereka, tauhid memecah belah ummat. Mereka nyatakan dengan lisan, baik tersirat maupun tersurat: “Apabila kita menyeru kepada Tauhid, siapa yang akan datang mendatangi kami? Kami ingin sampai ke kursi, apabila kami mengatakan: Tauhid, Tauhid, maka manusia lari dari kami, sehingga kami tidak sampai (ke kursi kekuasaan). Kami ingin mempersatukan manusia. Orang Rafidhah saudara kami, orang Nashrani saudara kami, Khurafy Qubury saudara kami, dan seluruhnya saudara kami, hingga kami cepat sampai ke kursi. Baiklah, mereka sampai, lalu apa yang mereka perbuat? Persatuan agama dan muktamar persatuan agama-agama dan selainnya. Ini cukup bagi kalian.
Bahwasanya tatkala jamaah-jamaah yang menyeru kepada kursi-kursi ini hendak menampakkan apa yang diharapkan oleh manusia, mereka tidak memberimu penerapan syariah, tidak pula aqidah, namun justru membangun gereja-gereja, kuburan-kuburan, dan mendeklarasikan muktamar penyatuan agama. Para politikus itu berkumpul, tiap bangsa dan negeri ikut serta dalam muktamar persatuan agama-agama. Ini menunjukkan bahwa dakwah-dakwah ini rusak dan jelek dasarnya, misi dan visinya. Apabila mereka telah mnecapai yang diinginkan, maka berputarlah punggung-punggung mereka dari syiar-syiar Islam yang dulu mereka serukan.
Permisalan-permisalan ini bisa disaksikan dan dirasakan. Demi Allah, pemuda-pemuda tauhid di kalangan kita tidak mengingkari perkara-perkara ini, karena apa? Karena sudah dirubah akal dan pikiran mereka. Aku tidak mendengar pengingkaran mereka terhadap arogansi para politikus ini. Berulang kali permainan semacam ini terjadi di beberapa negeri. Namun engkau tidak mendengar pengingkaran dari para politikus yang masih ada sedikit kebenaran pada agama dan interaksi mereka terhadap seruan-seruan politik semacam ini walaupun menyeru kepada persatuan agama-agama, pembangunan gereja-gereja, dan kuburan-kuburan. Walaupun dan walaupun. Inilah pelajaran. Seorang yang jujur dan ikhlas dalam agamanya, apabila dia tertipu kemudian jelas baginya ternyata orang tersebut mengajak kepada kehancuran, dia akanmneghindarinya dan akan berjalan diatas jalan islam. Adapun kalau engkau terus mengikutinya, menutupi aib-aibnya, dan membela (kesalahan-kesalahannya), ini adalah kesalahan.
Dakwah-dakwah yang semacam ini, bukan dakwah para nabi –ia (dakwah para nabi) mengatakan: “Tauhid didahulukan.” Tapi dia mengatakan: “Politik terlebih dahulu. Ekonomi, tasawwuf dan khurafat terlebih dahulu.” Hal ini tidak ada nilainya. Dari dakwah-dakwah ini, kaum muslimin hanya mendapatkan kematian, kehancuran dan kesia-siaan. Kehidupan yang baik dan bahagia di dunia maupun di akherat terletak pada tauhid, di atas makna La ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Jika demikian Allah akan menolong, memuliakan dan memberikan kewibawaan kepada kita masih juga melanjutkan jalan yang digariskan para penyeleweng, para kuburiyyun dan khurafiyun, maka demi Allah kita hanya menunggu dari Allah kerendahan dan kehinaan.
وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
“Barangsiapa yang direndahkan oleh Allah, maka tidak ada yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki.” (Al Hajj: 18)
Penutup
Aku mencukupkan sampai disini, aku meminta kepada Allah tabaraka wa ta’ala untuk mempersiapkan para dai yang jujur dan ikhlas sehingga memuliakan dakwah para nabi dan menyeru kepadanya, mengorbankan jiwa dan raga, yang mahal maupun yang murah untuk meninggikan kalimat La ilaha illallah, dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kaum muslimin dengan adanya mereka, mengangkat keadaan kaum muslimin dan mengembalikannya ke jaman keemasannya, yang Allah memuliakan, mengangkat serta menjadikan mereka sebagai pimpinan-pimpinan ummat dan sebagai sebaik-baik ummat yang dikeluarkan bagi manusia, tidaklah mereka mendapatkan kecuali dengan memurnikan Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah, beramar ma’ruf nahi munkar dan beriman kepada Allah Azza wajalla. Aku memohon kepada Allah Subhanahu wata’ala agar menjadikan kami dan kalian termasuk mereka. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para shahabatnya.
TAMMAT
[Disalin dari kitab At Tauhid Awwalan, edisi Indonesia Memulai Dakwah Dengan Tauhid: Solusi Tepat Memperbaiki Ummat, oleh Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali, penerbit Darul Ilmi, penerjemah Zuhair Syarif, judul oleh Admin Blog Sunniy Salafy]
Sumber: Ebook CHM kompilasi oleh akhuna fillah Abu Bakrah Ahmad Al Makassari :: http://ashthy.wordpress.com/2007/11/18/memulai-dakwah-dengan-tauhid-solusi-tepat-memperbaiki-ummat/
Filed under: Tauhid Prioritas Utama, Urgensi Dakwah















