Asy Syaikh Abdurrahman bin Hasan At Tamimi
Alangkah indah ucapan seseorang [1]:
Manusia dalam hal ini ada tiga kelompok
Tidak ada lagi yang keempat untuk selama-lamanya
Kelompok pertama musyrik terhadap Ilah-nya
Bila beribadah kepadanya, dia juga beribadah kepada Ilah yang lain
Inilah, sedangkan kelompok kedua adalah kelompok pembangkang
Bila beribadah, maka dia beribadah kepada selain Ar Rahman
Dia membangkang terhadap Rabb dan beribadah kepada yang selain-Nya
Karena kesyirikan dan penolakan bahwa Allah mempunyai dua kaki
Inilah, dan kelompok yang ketiga
Merekalah manusia yang murni
Dia beribadah kepada Ilah yang haq tanpa beribadah kepada
Sesuatu selain-Nya di alam semesta
Dia beribadah kepada-Nya dalam keadaan mengharap dan takut
Dan dalam seluruh keadaan, rahasia maupun terang-terangan
Saya katakan: Musibah yang ditimbulkan oleh dua kelompok pertama telah merajalela. Mereka memenuhi bumi dengan kesyirikan, ta’thil (penolakan terhadap nama dan sifat Allah), dan ta’wil. Keterasingan Islam pun semakin menjadi, hal yang ma’ruf berbalik menjadi mungkar, yang mungkar menjadi ma’ruf. Bid’ah menjadi sunnah, dan sunnah menjadi bid’ah. Anak kecil tumbuh menjadi dewasa dalam kondisi ini. begitu pula orang dewasa menjadi tua dalam kondisi ini.
Sampai akhirnya Allah Azza wajalla menampakkan cahaya Islam dan iman dengan dakwah seseorang di abad ke-12, yaitu Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab [2]. Beliau menampilkan kitab-kitab Ahlus Sunnah dan menyebarkannya setelah sebelumnya ditinggalkan manusia. Sehingga ilmu pun kembali memancarkan cahaya terangnya setelah tadinya tersembunyi. Segala puji hanyalah bagi Allah atas kemenangan al haq dan terbedakannya al haq dari kebatilan.
Tidak ada yang sanggup membedakan antara bid’ah dengan sunnah selain orang yang Allah Ta’ala karuniakan kepadanya semangat mencari al haq dengan penuh kesungguhan, mencari kitab-kitab ahlus sunnah, serta memahami dengan baik dall-dalil Al Quran, As Sunnah, dan pemahaman salafush shalih.
[Dinukil dari kitab Mulakhkhash Minhajus Sunnah, Edisi Indonesia Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah, Penulis Asy Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab, Penerbit Pustaka Ar Rayyan, Hal. 153-154. Judul oleh Admin Blog Sunniy Salafy]
____________
Footnote:
[1] Al Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam kitab Al Kafiyah Asy Syafiyah
[2] Lihat biografinya dalam kitab ‘Inayah Al ‘Ulama’ bi Kitabit Tauhid
Catatan admin blog Sunniy Salafy: Silahkan download biografi beliau: Ebook Syaikh Muhamad bin Abdul Wahab.chm
|
Judul |
Deskripsi |
Download |
|---|---|---|
|
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Dakwah Menuju Kemurnian Islam |
Syaikh berdakwah untuk menuju kemurnian Islam. Tantangan dakwah tauhid memanggilnya melihat kondisi umat ahir zaman yang jauh dari agama yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. |
60 KB |
Filed under: Firqah Hizbiyah, Matikan Bid'ah, shufi, sufi, Sufisme Tasawuf, Tauhid Prioritas Utama















