Asy Syaikh Abdurrahman bin Hasan At Tamimi
Di antara bid’ah yang paling buruk ialah bid’ah Rafidhah yang membangun masjid-masjid di atas kuburan ahli bait1. Merekalah orang pertama yang mengada-adakannya dan menyembahnya, sebagaimana Jahmiyyah mengada-adakan penyimpangan dalam nama dan sifat Allah yang juga merupakan bid’ah terburuk.
Setelah itu muncullah bid’ah filsafat -yang merupakan bid’ah terbesar- dengan sebab Ibnu Sina2 dan Al Farabi3. Semisal dengannya adalah bid’ah para penganut wihdatul wujud yang diada-adakan oleh Al Hallaj yang kemudian dibunuh karena aqidahnya itu. Namun bid’ah ini kemudian diteruskan oleh Ibnu ‘Arabi dan Ibnu Sab’in4.
Di antara sarana yang akan mengantarkan kepada kesyirikan adalah sengaja pergi ke kuburan untuk berdoa di sana dengan mengharapkan pengabulan doa.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu berkata, "Itu adalah bid’ah dan bukan pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala berdasarkan kesepakatan para imam."
[Dinukil dari kitab Mulakhkhash Minhajus Sunnah, Edisi Indonesia Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah, Penulis Asy Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab, Penerbit Pustaka Ar Rayyan, Hal. 155]
__________
Footnote:
1 Lihat kitab Al Istighatsah fir Raad ‘alal Bakri, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu.
2 Dia adalah Al Hasan bin Abdillah bin Sina, Abu ‘Ali pimpinan yang paling dimuliakan dalam filsafat. Dia dilahirkan tahun 370 H di salah satu kampung Bukhara. Dia dan ayahnya termasuk juru dakwah pemerintah yang berideologi Qaramithah Bathiniyyah. Dia mempunya banyak tulisan, di antaranya Asy Syifa dan Al Isyarat. Dia wafat tahun 428 H. Lihat Lisanul ‘Arab (2/291-293) dan Al A’lam (2/241-244).
3 Dia adalah Abu Nashr Muhammad bin Muhammad bin Tharkhan bin Auzlagh Al Farabi. Dia dilahirkan pada tahun 260 H, dikenal sebagai guru kedua, wafat tahun 339 H. Lihat Al Wafi bil Wafiyat (106-113), Al Bidayah wan Nihayah (11/224), dan Al A’lam (7/242-243).
4 Dia adalah Abu Muhammad Abdul Haq bin Ibrahim bin Muhammad bin Nashr, dikenal dengan Ibnu Sab’in. Dia dilahirkan tahun 613 H dan wafat tahun 669 H. Lihat Lisanul Mizan (3/392) dan Al A’lam (4/51).
Filed under: Aqidah Ahlus Sunnah, Firqah Hizbiyah, Matikan Bid'ah, shufi, sufi, Sufisme Tasawuf, Tauhid Prioritas Utama, Urgensi Dakwah















