Asy Syaikh Anas Ahmad Karzun
Kebanyakan yang menjadikan penuntut ilmu berpaling (sehingga terhalang dari ilmu) adalah permasalahan-permasalahan yang membuat dia musykilah (samar) atau kebingungan, maka ketika itu wajib baginya untuk menanyakannya kepada ulama dengan meminta bimbingan, beradab terhadap mereka, dan tawadhu’ di depan mereka.
Allah Ta’ala berfirman,
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui." (An Nahl: 43)
Dan telah datang riwayat di dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu’anhu, bahwa seorang laki-laki terluka ketika safar kemudian dia mimpi basah. Maka dikatakan kepadanya: "Kami tidak mendapati keringanan untukmu." Kemudian dia mandi, lalu meninggal. Ketika dikabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
"Mereka telah membunuhnya, semoga Allah membunuh mereka (sebagai teguran yang keras kepada mereka -pent). Tidakkah mereka bertanya jika mereka tidak tahu, karena sesungguhnya obatnya al ‘ay (kebodohan) adalah bertanya."1 Al ‘Ay adalah kurangnya pemahaman.
Dari ‘Aisyah radhiallahu‘anha, beliau berkata,
نعم النساء نساء الأنصار لم يمنعهن الحياء أن يتفقهن في الدين
"Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, rasa malu tidak menghalangi mereka untuk mendalami perkara agama mereka."2
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, "Tambahannya ilmu adalah dengan mencarinya, sedangkan untuk mendapatkan ilmu adalah dengan bertanya."3
Dikatakan kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, "Dengan apa engkau mendapatkan ilmu?" Beliau menjawab, "Dengan lisan yang sering bertanya dan hati yang cerdas."4
Dari Ibnu Syihab, beliau berkata, "Ilmu itu perbendaharaan-perbendaharaan, dan kunci-kuncinya adalah bertanya."5
Dan berkata seorang penyair,
Jika engkau berada di suatu daerah dalam keadaan bodoh
dan sedang mencari ilmu, maka bertanyalah.
Karena bertanya adalah obat dari kebodohan
Sebagaimana dikatakan pada permisalan yang pertama.6
[Diterjemahkan dari kitab Aadaabu Thaalibil 'Ilmi, karya Doktor Anas Ahmad Karzun, halaman 77-78. Disampaikan oleh Al Ustadz Abu Rasyid di Bandung]
__________
Footnote:
1 Diriwayatkan oleh Abu Dawud di Ath Thohaaroh no. 336 dan Ibnu Majah no. 572, dan ini hadits yang hasan (lihat Jaami’ul Ushuul 7/263))
2 Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam Kitabul ‘Ilmi bab Al Hayaa fil ‘Ilmi (1/41)
3 Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi (1/87)
4 Ta’liimul Muta’allim karya Az Zarnuji halaman 106
5 Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi (1/89)
6 Ibid (1/88)
Filed under: Ilmu dan Ulama















