Kumpulan Syair Penggugah Jiwa (Bagian 14)

Berikut kami tampilkan syair-syair penggugah jiwa yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

(Bagian 14)

64. PERKARA YANG MENCUKUPI

Dikatakan dalam sebuah syair:

مَنْ أَرَادَ وَلِيًّا فاللهُ يَكْفِيْهِ
وَمَنْ أَرَادَ قُدْوَةً فَالرَّسُوْلُ يَكْفِيْهِ
وَمَنْ أَرَادَ هُدًى فَالْقُرْآنُ يَكْفِيْهِ
وَمَنْ أَرَادَ مَوْعِظَةً فَالْمَوْتُ يَكْفِيْهِ
وَمَنْ لاَ يَكْفِيْهِ ذَلِكَ فَالنَّارُ يَكْفِيْهِ

Barangsiapa yang menginginkan pelindung, maka Allah cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan teladan, maka Rasulullah cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan pedoman hidup, maka al-Qur’an cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan peringatan maka kematian cukup baginya.
Dan barangsiapa tidak cukup dengan semua itu, maka neraka cukup baginya.

65. ADUHAI… DIRI INI TIDAK SEBAIK YANG MEREKA SANGKA

Ya Allah! Janganlah engkau menghukum aku dengan sebab apa yang mereka katakan,
dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka,
serta ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui.

66. BURUKNYA ILMU KALAM (MANTIQ)

Imam Syafi’i berkata dalam sebauh syair:
Barangsiapa yang bermantiq, maka dia akan jadi zindiq (sesat)”.

Beliau juga berkata: “Hukumanku bagi ahlul kalam adalah dipukul dengan pelepah korma dan sandal, dikelilingkan ke kampung-kampung dan diumumkan di hadapan manusia: “Inilah balasan bagi orang-orang yang meninggalkan kitab dan sunnah dan berpaling pada ilmu kalam””. (Syarh al-Aqidatul ath-Thahawiyah, hal. 72)

67. SIFAT QANAAH (CUKUP DENGAN RIZKI DARI ALLAH)

Dan di antara syair yang Al Imam Al Barbahari Rahimahullah ucapkan:

Barang siapa yang qanaah (merasa cukup) dengan bekalnya
Niscaya dia akan menjadi kaya dan hidup dengan penuh ketentraman
Aduhai, betapa indahnya sikap qanaah.

Betapa banyak orang yang rendah terangkat karenanya
Jiwa seorang pemuda akan menjadi sempit apabila merasa butuh
Andai saja ia mau mencari kemuliaan dengan Rabb-nya niscaya akan menjadi lapang.

[Dari Kitab Irsyaadus Saari ila Taudhihi Syarhis Sunnah lil Imam Al Barbahari, Edisi Indonesia Penjelasan Syarhus Sunnah Imam Al Barbahari Meniti Sunnah di Tengah Badai Fitnah oleh Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi]

Seorang penyair pernah berkata:

Sungguh kekayaan itu adalah kaya akan jiwa
Meski tanpa berbalut baju tanpa beralas kaki
Orang tiada puas meski lebih dari sederhana
Namun bila hati menerima, sebagian sajapun mencukupi.

68. MEMINTA DAN BERDOA HANYA KEPADA ALLAH

Sebagian salaf (generasi terdahulu) melihat seseorang yang mengeluhkan kekurangan dan kebutuhannya kepada orang lain. Maka dia (salaf) berkata, “wahai orang ini, Demi Allah, engkau hanyalah mengadukan (Dzat) Yang merahmatimu kepada orang yang tidak merahmatimu.”

Tentang hal ini, dikatakan dalam syair,

وَإِذاَ شَكَوْتَ إِلَى ابْنِ آدَمَ إِنَّماَ تَشْكُو الرَّحِيْمَ إِلَى الَّذِي لاَ يَرْحَمُ

Jika engkau mengeluh kepada anak adam, sesungguhnya kau keluhkan Ar Rahiim (Allah Yang Maha Penyayang) kepada yang tidak menyayangi.

[Al Fawa`id karya Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullah, hal. 85, cet. Darul Aqidah]

69. INDAHNYA PAKAIAN TAKWA

Ada sebuah syair berbunyi:

ذا المرء لم يلبس ثياب من التقى تقلب عريانا وإن كان كاسيا
وخير لباس المرء طاعة ربه ولا خير فيمن كان لله عاصيا

Orang yang tak mengenakan baju ketakwaan
Menjadi telanjang meskipun ia berpakaian
Sebaik-baik baju adalah taat kepada Tuhan
Dan yang membangkang-Nya sedikitpun tak punya kebaikan

70. SETIAP KEBAIKAN KARENA MENGIKUTI SALAF

Berkata seorang penyair :

Tirulah mereka, walaupun tidak dapat seperti mereka (para shahabat).
Sungguh meniru orang-orang mulia itu adalah suatu kemenangan.

Seorang penyair mengatakan:

كُلُّ خَيْرٍ فِي اتِّبَاعِ مَنْ سَلَفَ وَكُلُّ شَرٍّ فِي ابْتِدَاعِ مَنْ خَلَفَ

Setiap kebaikan itu karena mengikuti salaf,
dan setiap kejahatan itu karena kebid’ahan orang kemudian.

Abu ‘Amr Al-Auza’i rahimahullah mengatakan:

عَلَيْكَ بِآثَارِ مَنْ سَلَفَ وَإِنْ رَفَضَكَ النَّاسُ

“Hendaklah kamu mengikuti jalan-jalan pendahulumu yang shalih sekalipun orang-orang menolakmu (tidak menyukaimu).”

[Dari berbagai sumber]

Bersambung… insya Allah

 

About these ads

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Kata-Kata Mutiara, Syair
KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 389 pengikut lainnya.