Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H | Jadwal Sahur dan Berbuka Puasa Ramadhan 1432 H | 2011 Untuk Beberapa Wilayah Kota-Kota Besar di Indonesia

Bismillah,

Berikut kami lampirkan jadwal sahur dan berbuka puasa untuk beberapa wilayah kota-kota besar di Indonesia. Boleh untuk dicetak dan disebarluaskan. Semoga bermanfaat untuk kaum Muslimin.

Silahkan klik pada nama kota untuk download jadwal.

Ambon

Balikpapan

Banda Aceh

Bandarlampung

Bandung

Batam

Bengkulu

Bogor

Cirebon

Denpasar

Jambi

Jakarta

Malang

Mataram-NTB

Medan

Makassar

Palangkaraya

Palembang

Palopo

Pangkalpinang

Pekanbaru

Pontianak

Padang

Semarang

Serang-Banten

Surabaya

Samarinda

Tanjungpinang

Tangerang

Yogyakarta

About these ads

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Buka Puasa, Download, Ebook, Fiqih, Galeri, Gratis, INFO SUNNIY, Jadwal Imsakiyah, pdf, Puasa, Ramadhan, RISALAH SUNNIY, Sahur, Shaum
10 comments on “Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H | Jadwal Sahur dan Berbuka Puasa Ramadhan 1432 H | 2011 Untuk Beberapa Wilayah Kota-Kota Besar di Indonesia
  1. Surahman Via Outlook mengatakan:

    mohon bantuannya .. jazakumullah khoir

    1. Malang Kota
    2. Kasembon Kecamatan
    3. Gempol Kecamatan
    4. Pasuruan Kota
    5. Probolinggo Kota
    6. Lumajang kota
    7. Pasirian Kecamatan
    8. Jember Kota
    9. Bondowoso Kota
    10. Banyuwangi Kota
    11. Muncar Kecamatan

    Alhamdulillah, berikut jadwal imsakiyah untuk kota2 tersebut. Adapun wilayah kecamatan tinggal mengikuti kota terdekat.

    Malang Kota

    http://salafuna.files.wordpress.com/2011/07/jadwal-sahur-berbuka-1432h-malang.pdf

    Probolinggo Kota

    http://salafuna.files.wordpress.com/2011/07/jadwal-sahur-berbuka-1432h-probolinggo.pdf

    Banyuwangi Kota

    http://salafuna.files.wordpress.com/2011/07/jadwal-sahur-berbuka-1432h-banyuwangi.pdf

    Bondowoso Kota

    http://salafuna.files.wordpress.com/2011/07/jadwal-sahur-berbuka-1432h-bondowoso.pdf

    Jember Kota

    http://salafuna.files.wordpress.com/2011/07/jadwal-sahur-berbuka-1432h-jember.pdf

    Lumajang kota

    http://salafuna.files.wordpress.com/2011/07/jadwal-sahur-berbuka-1432h-lumajang.pdf

    Pasuruan Kota

    http://salafuna.files.wordpress.com/2011/07/jadwal-sahur-berbuka-1432h-pasuruan.pdf

  2. Iqbal Via Outlook mengatakan:

    Ok thanks mas…

    =

  3. Surahman Via Outlook mengatakan:

    medan ngk ada y?….

    Bismillah,

    Pengen bikin sich, Cuma waktu sholat versinya beda2 antara software yg satu dgn yg lainnya, antara situs yg satu dgn situs lainnya, takut salah kite.

    Sementara yg ana bikin itu sumbernya resmi dari situs kemenag.go.id. Di sana cuma tersedia waktu Jakarta dan sekitarnya.

    Dengerin adzan di radio ajah….

  4. KhoIrul Ma'arif Via Outlook mengatakan:

    Adzannya denger di radio rodja akhi….

  5. Vilia SofiaVia Outlook mengatakan:

    Terimakasih kang.., maaf klo jadwal imsak nya g ada ya…

    Bismillah,

    Batas akhir makan sahur adalah adzan Shubuh sebagaimana perkataan para ulama kita

    Ø Al Imam As-Syafi’iy
    “saya menganjurkan sahur diakhirkan selama tidak mendekati waktu yang ditakutkan telah terbit fajar, sebab (bila terbit fajar) saya menyukai sahur di stop pada saat itu…” (Al-Umm, 2/106 cet.1 Daarul Fikr tahun 1422 H/2002 M)

    Ø Al Imam Ahmad bin Hambal
    “menakjubkan diriku mengakhirkan sahur karena hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit …” , lalu beliau membawakan hadits Zaid di atas. (lihat Asy-Syarhul Kabir 4/220 cet. 1 Daarul Hadits Cairo tahun 1416 H/1996 M dan Al Mughni karya Ibnu Qudamah 4/251 cet. sama )

    Ø Al Imam Ibnu Hazm Al Andalusy wafat Th 456 H
    “Termasuk Sunnah menyegerakan buka puasa dan mengakhirkan sahur…” (lihat : Al Muhalla 6/240. cet. Daarul Afaq – Al Jadidah, Beirut tanpa tahun)

    Ø Al Imam Nawawy
    “di dalam hadits ini (hadits Zaid) ada anjuran mengakhirkan waktu sahur sampai waktu fajar. ” (Syarah Shohih Muslim, 7/180)
    Bahkan beliau menukilkan kesepakatan Madzhab Syafi’iy dan para ‘Ulama lain tentang hal ini : “madzhab kami dan yang lainnya dari kalangan para ‘Ulama telah sepakat bahwa sahur adalah Sunnah dan mengakhirkannya adalah lebih utama. ” (lihat : Al Majmu’ Syarhul Muhadzab 6/621 cet : 1 Daarul ihya’ ut turots al ‘araby Beirut th 1422 H/2001 M)

    Ø Al Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisy wafat th 630 H.
    “Yang terpilih adalah mengakhirkan sahur dan menyegerakan buka puasa” (Al-Mughni, 4/251)

    Ø Al Imam Ibnu Qudamah wafat th 682 H
    “dianjurkan menyegerakan buka puasa dan mengakhirkan sahur” (As-Syarhul Kabir, 4/219)

    Ø Imam Ibnu Katsir wafat 774 H
    “Dianjurkan mengakhirkan sahur hingga waktu terbitnya fajar” (lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/228 cet.10, Daarul Ma’rifah-Bairut tahun 1418 H/1997 M)

    Ø Al-Hafizh Ibnu Hajar wafat tahun 852 H.
    “Hadits ini (hadits Zaid) ada penjelasan tentang mengakhirkan sahur, sebab hal ini tersebut lebih mencapai maksud (puasa)” (Fathul Bari, 4/638)

    Ø Al Imam Syaukani wafat th 1255 H
    “Di sini ada dalil yang menunjukkan di syari’atkan mengakhirkan sahur dan telah lewat penjelasan Ibnu Abdil Barr, bahwa hadits yang mengakhirkan sahur adalah shohih lagi mutawatir. ” (lihat Nailul Author 4/303 cet. 4 Daarul Fikr, tanpa tahun).
    Dan beliau berpendapat bahwa hal ini adalah Sunnah, sebagaimana dalam kitab beliau (Ad-Darory Al-Mudliyah 1/379 Cet. 4, Maktabah Al-Irsyad-Shon’a-Yaman tahun 1421 H/2001M).

    Ø Al Imam Al ‘Allamah Muhammad bin Sholih Al Utsaimin wafat 1421 H/2001 M
    “Yang Sunnah adalah mengakhirkan sahur selama tidak khawatir terbit fajar, karena hal ini adalah perbuatan Nabi shallallahu’alaihi wasallam”
    (Lihat Majalis Syahri Romadlon hal 124 cet.1, Maktabah Al-Irsyad-Shon’a-Yaman tahun 1421 H/1996 M”).
    Periksa juga penjelasan beliau lebih panjang dalam karya besar beliau (As-Syarhul Mumti’ 3/80-81 cet. Daarul Atsar, Mesir, tanpa tahun)

    Ø Al Imam Al Alamah Muqbil bin Hadi wafat 1421 H/2001 M
    “Sahur lebih afdhol di akhirkan sampai menjelang fajar kira-kira 60 ayat …” (Ijabatus Sail hal 165 cet. 1 Daarul Hadits-Dammaj tahun 1416 H/1995 M)

    Ø Al Imam Syaikh Abdullah Aalu Bassam (murid Imam As Sa’dy, sezaman dengan Syaikh Al Utsaimin)
    “Hadits-hadits yang memerintahkan dan menganjurkan sahur, mengakhirkan waktunya, menyegerakan berbuka adalah mutawatir, sebagaimana yang dihikayatkan oleh At-Thohawy dan yang lainnya” (Taudlihul Ahkam 3/156 cet. Daarul Qiblah tanpa tahun).
    Dalam karya beliau yang lain Taisirul Allam ( 2/38 cet. 7 Daarul Fikr tahun 1407 H/1987 M). Tatkala menyebutkan hadits Zaid bin Tsabit di atas beliau menyebutkan faedahnya di antaranya : “Keutamaan mengakhirkan sahur hingga menjelang fajar”.

    Ø Al Imam ibnu Daqiq Al-Ied wafat 702 H
    “Dalam hadits ini (hadits Zaid) ada dalil yang menunjukkan anjuran mengakhirkan sahur dan mendekatkannya pada fajar”. (Ihkamul Ahkam 2/163 cet. 1 Daarul Kutub Al-Ilmiyah-Bairut tahun 1420 M/2000 M).

    Ø Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim Al Hilaly wafaqohumullah (murid ahli hadits zaman ini Al Imam Nasiruddin Al Albany)
    “Dianjurkan mengakhirkan sahur hingga menjelang fajar …” (Sifat Shoum An-Nabi hal : 46 cet. 5 Maktabah Islamiyah, tahun 1412 H).

    (Dari tulisan Al Ustadz Afifudin As Sidawi)

  6. Eko Puji Santoso Via Outlook mengatakan:

    Gmn ketika mulut msh terisi makanan, kemudian terdengar adzan shubuh ?
    Apakah boleh diteruskan menelan makanan tsb & minum secukupnya ?
    Ataukah menghentikan proses makan tsb dan memuntahkannya ?
    terkait dgn kata2 yg digaris bawah sbb :

    Ø Al Imam As-Syafi’iy
    “saya menganjurkan sahur diakhirkan selama tidak mendekati waktu yang ditakutkan telah terbit fajar, sebab (bila terbit fajar) saya menyukai sahur di stop pada saat itu…” (Al-Umm, 2/106 cet.1 Daarul Fikr tahun 1422 H/2002 M)

    Jazakallahukhair.

    Bismillah,

    Pertanyaan:
    Apabila seseorang sedang makan sahur kemudian muadzin mengumandangkan adzan apakah wajib baginya untuk membuang/mengeluarkan apa-apa yang ada di mulutnya ataukah memakannya?

    Jawab:
    Adapun yang ada di mulutnya maka tidak boleh untuk mengeluarkannya akan tetapi tidak boleh memakan sesuatu apapun setelahnya kecuali air berdasarkan hadits sunan Abu Dawud dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda, “Apabila muadzin telah mengumandangkan adzan, sedangkan bejana masih dalam tangan seseorang, maka hendaklah dia mengambil keperluan darinya.” Maka dengan hadits ini tidak mengapa seseorang untuk meminum apabila telah dikumandangkan adzan oleh muadzin dengan syarat air tersebut masih dipegang oleh tangannya.

    [Dinukil dari RISALAH RAMADHAN Kumpulan 44 Fatwa Asy Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’I, Penerjemah Ibnu Abi Yusuf, Penerbit Pustaka Ats-TsiQaatPress]

  7. Vilia Sofia Via Outlook mengatakan:

    Iya terima kasih bnyak atas penjelasannya.., mungkin selama ini bnyk yg menyangka klo imsak itu patokan untuk berhenti makan sahur,jd klopun masih makan sahur pas mnjelang adzan subuh suka merasa kesiangan.,pdhal sbnernya msih bisa…

  8. abdul latief mengatakan:

    Afwan ada yah jadwal ramadhan untuk daerah Halmahera Tengah. Jazaakallahu khairan

    Berikut kami lampirkan jadwal untuk wilayah Halmahera Tengah dan sekitarnya

    http://sunniy.files.wordpress.com/2011/08/jadwal-sahur-berbuka-1432h-weda-halmahera-tengah.pdf

    Wa Jazaakallahu khairan

  9. Ali mengatakan:

    Saya minta jadwal imsak untuk wilayah kecamatan besuki kab. situbondo

    Berikut kami lampirkan jadwal untuk wilayah Situbondo dan sekitarnya

    http://sunniy.files.wordpress.com/2011/08/jadwal-sahur-berbuka-1432h-situbondo.pdf

  10. MuhammaD FaisaL mengatakan:

    Assalamu’alaikum,,
    Jadwal Buka puasa Untuk daerah banjarmasin Ada gak???

    Wa’alaikumussalam warohmatullah. Berikut jadwal untuk wilayah Banjarmasing dan sekitarnya.

    http://sunniy.files.wordpress.com/2011/08/jadwal-sahur-berbuka-1432h-banjarmasin.pdf

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 393 pengikut lainnya.