• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Astaghfirullah!! Larung Sesaji ke Laut Sebagai Tradisi Syawalan di Demak Setiap Tahun

    DEMAK – Ribuan masyarakat Demak, Jawa Tengah, menggelar ritual Syawalan yakni melarung sesaji ke tengah laut. Warga percaya larungan sesaji akan mendatangkan berkah.

    Selain Idul Fitri, warga pesisir di Moro, Demak, mempunyai tradisi merayakan Syawalan. Tradisi ini rutin digelar tujuh hari setelah Idul Fitri, untuk tahun ini bertepatan dengan hari ini, Rabu (7/9/2011). Acara diawali dengan arak-arakan yang dikawal sembilan orang berpakaian adat jawa sebagai simbol Wali Songo.

    Nasi tumpeng yang dimasukkan dalam miniatur perahu ditandu oleh empat orang sebagai simbol empat cantrik yang berguru kepada Sunan Kalijogo. Nasi tumpeng dan aneka hasil laut kemudian dibawa ke atas perahu untuk dilarung ke tengah lautan.

    Berbagai kesenian tradisional turut mengiringi arak-arakan hingga tepi pantai. Bahkan ribuan warga yang menunggu prosesi larungan telah memadati area pantai sejak pagi tadi.

    Sebelum tumpeng dilarung, seorang sesepuh terlebih dulu memimpin doa agar para nelayan tetap dikaruniai rezeki melimpah.

    Iskandar Rohmat, seorang sesepuh desa setempat, mengatakan selain sebagai bentuk syukur, acara larung sesaji juga bertujuan untuk melestarikan budaya para leluhur.

    Untuk menjamin keamanan, dua regu Tim SAR Demak diterjunkan ke lokasi.

    (ton) | okeZone

    Satu Tanggapan

    1. Sangat disesalkan, ritual ini didukung sepenuhnya oleh pejabat pemerintah setempat melalui website resmi promo Jateng Yaah demikianlah bahwasanya belum sepenuhnya kaum Muslimin memahami tauhid dengan benar.

      Syawalan Morodemak

      Syawalan atau sedekah laut merupakan tradisi yang selalu dilakukan masyarakat pesisir setiap bulan Syawal atau tepatnya 7 hari setelah Idul Fitri. Kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah keselamatan dan hasil laut yang telah dilimpahkan.

      Melalui tradisi ini, masyarakat pesisir berharap tangkapan pada tahun-tahun mendatang terus membaik dan selalu diberkati keselamatan. Dikabupaten Demak, pelaksanaan tradisi syawalan dipusatkan di Pantai Morodemak, Kecamatan Bonang.

      Puncak kegiatan ini adalah larung sesaji oleh bupati yang didampingi muspida dan pemuka masyarakat setempat. Bupati melepas dan melarung sesaji berupa pucuk tumpeng yang telah dipotong. Pemotongan tumpeng dilakukan di atas perahu. Tradisi syawalan selalu dimeriahkan dengan pesta rakyat dan berbagai kegiatan hiburan, sebelum atau sesudah acara puncak.

      Prosesi sedekah laut masyarakat yang merupakan prosesi ritual tersebut diawali dengan berbagai rangkaian kesenian yang sangat memikat. Antara lain yakni pagelaran wayang kulit, rebana modern dengan tari zippin pesisiran, keramaian pasar malam tradisional, lomba perahu hias, lomba menangkap itik, lomba panjat pinang dan lomba memancing. Wsn

      promojateng

    Tinggalkan Balasan

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 654,070 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.