Aden: Seorang pemimpin Maroko militan tewas ketika tentara Yaman membom kota selatan Zinjibar, tempat gerilyawan telah mengambil kesempatan dari kerusuhan di negara itu untuk menantang militer, media melaporkan pada hari Selasa.

Addul-Ghaffour Hashem Al-Zayati, seorang pemimpin militan yang dikenal sebagai Abu Mughira, tewas bersama dengan beberapa teman pada hari Senin, harian Yaman AKHBAR AL YAUM melaporkan dengan mengutip kata penduduk.
Tentara juga menemukan mayat seorang dokter Pakistan dan seorang pria Yaman, baik yang tampaknya dibunuh oleh militan, ketika pindah ke daerah itu, kata surat kabar itu.
Khawarij yang dicurigai terkait dengan Al-Qaeda telah memerangi tentara Yaman di beberapa daerah selatan sejak pemberontakan rakyat terhadap Presiden Ali Abdullah Saleh mulai tahun ini.
Bulan protes terhadap 33 tahun kekuasaan Saleh telah memperlemah kontrol pemerintah pusat atas beberapa petak wilayah, mengkhawatirkan tetangga Arab Saudi dan negara-negara lain.
arabNews
Filed under: Al Qaeda, Bom, Bom Bunuh Diri, INFO SUNNIY, Jihad Fii Sabilillah, Kafir, Khawarij, Peledakan, Pengeboman, Syahid, Teroris, Terorisme, Timur Tengah, Yaman
















tad coba buka isnad.net ustad ustad yang ustad paparkan banyak yang kena tahdzir dari darul dammaj yaman bagaimana
tanggapan ustad
. . . Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tidak memperbolehkan keluar dari para pemimpin hanya karena disebabkan kezaliman dan kefasikannya saja, tapi masih berhukum dengan syariat Allah. . .
Maka Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tidak memperbolehkan keluar dari para pemimpin hanya karena disebabkan kezaliman dan kefasikannya saja –karena kefajiran dan kezaliman tidak berarti mereka menyia-nyiakan agama-, tapi masih berhukum dengan syariat Allah. Karena Salafush Shalih tidak mengenal suatu keamiran (kepemimpinan) yang tidak menjaga agama, maka ini menurut pandangan mereka tidak disebut keamiran. Akan tetapi yang dinamakan keamiran itu adalah yang menegakkan agama. Kemudian setelah itu terjadi keamiran yang baik atau keamiran yang fajir. Imam Ali radliyallahu ‘anhu berkata, “Manusia harus memiliki pemimpin, yang baik maupun jahat.” Mereka berkata, “Wahai Amirul Mukminin, yang baik kami telah tahu, tapi bagaimana dengan yang jahat?” Beliau menjawab, “(Dengannya) hudud bisa ditegakkan, jalan-jalan menjadi aman, musuh bisa diperangi, dan fa’i bisa dibagi.” (Dari Kitab Minhajus Sunnah, Ibnu Taimiyah: I/146, dinukil dari Al-Wajiz, Abdullah bin Abdul Hamid al-Atsari: 194-195)
@all :mengenai manhaj Imam Samudra kita harus menilai berdasarkan dhohir dari apa yg dia lakukan dan apa yg dia katakan. karena kita tidak mungkin bisa membca hati-hati manusia. Saya katakan, bisa jadi perbuatan tersebut direkayasa oleh orang kufar. Tapi berdasarkan fakta yang ada, maka terlihat bahwa dia mengakui perbuatan tersebut dan meyakini bahwa pengeboman tersebut adalah dalam rangka Jihad. beberapa waktu yg lalu saya juga melihat berita di http://www.arrahmah.com, disitu diberitakan bahwa Al-qaeda membiaya gerakan jihad di Indonesia. sayang sekali setelah saya cari berita tersebut tidak ada. saya yakin akhi abu syamil mengenal media arrahmah. com, karena media ini termasuk media yg mengusung propaganda khawarij dan Al-Qaeda. Membaca tulisan dari akhi Abu Syamil bahwa dia mengutus seseorang di pemakaman imam Samudera dan dari kejauhan mencium bau wangi kemudian orang ini menyimpulkan bahwa bau wangi tersebut dari jenazah Imam Samudera. jujur saya tidk tersenyum sinis terhadap statemen tersebut (dalam diskusi ini pun saya berusaha untuk tidak sinis terhadap perkataan siapapun karena ini adalah forum diskusi jadi enjoy aja). saya hanya berpendapat, konyol sekali dalil yg akhi Abu Syamil kemukakan dan sangat janggal. bagaimana mungkin orang diutus dari kejauhan bisa mencium bau wangi sedang orang yg dekat dari jenazah tidak menciumnya (ini kesimpulan dari ana berdasarkan statemen yg akhi abu Syamil tuliskan, karena tidak mungkin, bila orang yg disuruh tersebut melihat orang yg deket dari jenazah mencium bau wangi kemudian hal ini tdk disampaikan ke akhi Abu Syamil). kedua : kalau toh semua yg menghadiri jenazah tersebut meyakini bahwa bau wangi tersebut berasal dari jenazah, maka itu tidak menjadikan halalnya apa yg dilakukan dan diyakini oleh Imam Samudera (ingat, kita harus melihat berdasarkan dhohir apa yg diakui dan dikatakan oleh Imam Samudera). Bisa jadi, Imam Samudera memang orang sholeh dan melakukan kedzolimin tersebut berdasarkan tekanan dari pihak kufar atau pihak lain sehingga melakukan tersebut dengan terpaksa. tapi sekali lagi kita harus memahami bahwa kita tidak dituntut untuk melihat hati-hati manusia, kita hanya melihat dhohir perbuatan dan perkataan manusia tersebut. Dan dhohir yg kita lihat adalah Imam Samudera meyakini melakukan perbuatan tersebut dan bangga dengan perbuatan tersebut. dan sudah menjadi tugas bagi para ustadz dan penuntut ilmu untuk membantah keyakinan batil tersebut. wallahu ‘alam
Mengenai manhaj Imam Samudra kita harus menilai berdasarkan dhohir dari apa yg dia lakukan dan apa yg dia katakan. karena kita tidak mungkin bisa membaca hati-hati manusia
Alhamdulillah akhi, jika antum juga berpendapat menilai berdasarkan zhair yang ada. Sebab ada sebagian yang tidak berpendapat seperti itu (selama hatinya tidak menghalalkan). Ana setuju, bagaimana kita bisa membaca hati seseorang ? Tapi jangan disatu sisi antum melihat zhairnya saja, tapi didalam masalah yang lain antum justru beralasan selama hatinya tidak menghalalkan
Jujur saya tidk tersenyum sinis terhadap statemen tersebut (dalam diskusi ini pun saya berusaha untuk tidak sinis terhadap perkataan siapapun karena ini adalah forum diskusi jadi enjoy aja)
Alhamdulillah, kita sama2 tersenyum didalam menanggapi permasalahan ini.Tidak seperti pengalaman ana yang sudah2
Bagaimana mungkin orang diutus dari kejauhan bisa mencium bau wangi sedang orang yg dekat dari jenazah tidak menciumnya (ini kesimpulan dari ana berdasarkan statemen yg akhi abu Syamil tuliskan, karena tidak mungkin, bila orang yg disuruh tersebut melihat orang yg deket dari jenazah mencium bau wangi kemudian hal ini tdk disampaikan ke akhi Abu Syamil)
Tentu saja kesimpulan itu kurang tepat.Lihat perkataan ana
Menurut pengakuan org yang ana utus tersebut, beliau agak jauh dari jenazah Imam Samudra. Akan tetapi beliau mencium wewangian yang belum pernah dia rasakan selama ini.Dia berani bersumpah bahwa apa yang dikatakannya adalah benar
Darimana kalimat ana yg mengisyaratkan bahwa org yang didekat jenazah tidak mencium bau tersebut ?
kedua : kalau toh semua yg menghadiri jenazah tersebut meyakini bahwa bau wangi tersebut berasal dari jenazah, maka itu tidak menjadikan halalnya apa yg dilakukan dan diyakini oleh Imam Samudera (ingat, kita harus melihat berdasarkan dhohir apa yg diakui dan dikatakan oleh Imam Samudera). Bisa jadi, Imam Samudera memang orang sholeh dan melakukan kedzolimin tersebut berdasarkan tekanan dari pihak kufar atau pihak lain sehingga melakukan tersebut dengan terpaksa
Dari kalimat antum, membuktikan bahwa antum hanya menduga2 saja akhi. Antum tidak tahu persis masalah sesungguhnya yang terjadi.Bahkan ana yakin, antum pun tidak pernah tabayyun dengan Imam Samudra.Makanya seperti ana bilang, YANG MERASAKAN TENTU BERBEDA DENGAN YANG HANYA MENDENGARKAN
Adapun masalah pemboman, seperti yang sudah ana bilang, bahwa ana sependapat dengan Syaikh ‘Athiyalloh.
Maka kami berlepas diri dari pekerjaan apapun sejenis ini (membunuh muslim tanpa alasan yang benar), yang dilakukan oleh pihak apapun dan di tempat manapun. Sama saja (oleh) kelompok jahat yang dinisbatkan pada musuh, korporasi keamanan kafir bayaran semoga Alloh menghinakan mereka, ataupun yang dinisbatkan pada kaum muslimiin dan pada mujaahidiin, sedangkan kelompok-kelompok itu menggampangkan dan menyepelekan
Adapun apakah operasi yang dilakukan Imam Samudra adalah yang termasuk menggampangkan atau tidak, Wallahu ‘alam. Ana tidak mengetahui persis.Makanya ana lebih memilih tawakuf didalam permasalahan ini.
Klo secara Logika (afwan, ana kutip kata2 akhi Abdullah) bagaimana mungkin Imam Samudra yang katanya menurut antum yang berasal dari berita Arrahmah hanya menargetkan org muslim yang tidak berdosa ? Apalagi ada unsur Alqaedanya disitu. Untuk Operasi sekelas Alqaeda, maka targetnya pun minimal perwira2 CIA yang ada di Indonesia yang saat ini banyak menyamar untuk menutupi identitasnya yang asli.Yang pasti, adanya kerjasama intelligent Indonesia dengan intelligent Amerika bukanlah suatu Informasi yang samar lagi. Hal ini sudah sedemikian jelas bagaikan siang dengan malam. Hanya org2 yg tertutup hatinya sajalah yang berusaha pura2 tidak tahu mengenai masalah ini (Meskipun ada juga org yg benar2 tidak mengetahui permasalahan tersebut)
Baarakallahu fiikum
@ Abu Syamil
Menurut antum, lebih jahat mana pemimpin NKRI skr ini dengan Al Hajjaj bin Yusuf yaa?
Apakah dulu para salafushshaleh (masih ada sahabat nabi lho pd masa itu) mencontohkan untuk memberontak serta menumpahkan darah kaum muslimin?
Siapa SALAF antum yg antum jadikan rujukan dalam melegitimasi kegiatan-kegiatan yg telah dilakukan oleh Imam Samudera alias Hambali alias Kudama? Oya afwan, kunyah Imam Samudra siapa ya? kan lebih nyunnah untuk berkunyah daripada menggunakan nama alias yg gak jelas bin fiktif.
MEstinya bila antum menganggap ada kesalahan pada kegiatan Imam Samudra, sampaikan dong kesalahannya kepada umat sehingga dapat menyelamatkan kaum muslimin dari kekeliruan pemahamannya.
Oya apakah Ust Ba’asyir pernah MENULIS risalah untuk membantah hal tsb? kayaknya belum pernah ya, CMIIW
Senasib sepenanggungan….
allahul musta’an
Menurut antum, lebih jahat mana pemimpin NKRI skr ini dengan Al Hajjaj bin Yusuf yaa?
Selalu saja dalil yang seperti ini diutarakan. Sekalian saja, apakah pemimpin2 kita saat ini sama dengan Fir’aun ?
Apakah dulu para salafushshaleh (masih ada sahabat nabi lho pd masa itu) mencontohkan untuk memberontak serta menumpahkan darah kaum muslimin?
Coba antum sebutkan juga, jaman shalafushshaleh yang mana yang tidak berhukum dengan hukum Allah ?. Jangan mengutarakan yang satu tetapi kemudian menyembunyikan yang lain
Siapa SALAF antum yg antum jadikan rujukan dalam melegitimasi kegiatan-kegiatan yg telah dilakukan oleh Imam Samudera alias Hambali alias Kudama?
Antum bertutur kata seolah antum tahu secara persis kegiatan2 Imam Samudra
Oya apakah Ust Ba’asyir pernah MENULIS risalah untuk membantah hal tsb? kayaknya belum pernah ya
Ust Ba’asyir tentunya lebih berpengalaman dibandingkan dengan antum dalam permasalahan tersebut.Yang pasti beliau termasuk yg tidak menyetujui pemboman2 diwilayah bukan perang
Pertanyaan2 ana kok belum dijawab ?
@abu syamil:bagaimana anta bisa tawakuf pada kebatilan dan kemungkaran yg diyakini oleh imam Samudera. jelas sekali dalam perkataan dan penulisannya Imam Samudera meyakini dan membenarkan pengeboman tersebut. itulah yang kita nilai dan itulah yang kita bantah. Apakah anta tawakuf karena semanhaj dengan dia?atau anta tawakuf karena membenarkan perbuatan mereka. atau anta tawakuf karena bingung harus berkomentar apa?kita harus jelas dalam bermanhaj, kalau memang imam samudera itu salah, maka kita harus salahkan. alasannya, al-qaeda menyerang intelijen CIA yang menyamar di Indonesia. lah, lihat kenyataannya akhi. korban dari pengeboman tidak cuma orang kafir tapi juga kaum muslimin dan kalau anta juga meyakini bahwa bolehnya melakukan pembunuhan terhadap orang kafir di negeri muslim yang aman dan tidak sedang dalam peperangan maka rusaklah manhaj anta. jelas sekali ancaman rosulullah terhadap orang yg menggangu kafir dzimmi. kecuali kalau anta menganggap negeri ini kafir jadi bisa seenaknya melakukan pembunuhan dan pemberontakan. anta harus jelas bersikap, mana yg anta anggap muslim dan mana yang anta anggap kafir karena kejelasan sikap adalah kejelasan manhaj. apakah pak SBY kafir?apakah para menteri dan kaum msulimin yang bekerja di pemerintahan adalh kafir?.tolong jawab pertanyaan ini agar kita jelas dengan siapa kita berdiskusi. Sikap ana jelas dalam menyikapi ini, pak SBY adalh muslim karena dia sholat, zakat, puasa, berhaji dan tidak nampak kekafiran yg nyata dalam dirinya kecuali subhat dalam kepemimpinannya yang sekarang dia emban, demikian juga sikap saya jelas terhadap para pengurus negara ini yang sebagiannya adalah muslim.
mengenai jenazah Imam samudera, jelas semua itu dari informasi dari yang anta tulis. jelas tertulis bahwa orang yang anta utus agak jauh dari jenazah. saya ulangi “AGAK JAUH”. . berarti kesimpulannya ada orang/banyak orang yang lebih dekat dari jenazah. sekarang pertanyaannya: kenapa orang yang anta utus itu tidak menyampaikan bahwa orang-orang yang deket dari jenazah tersebut juga merasakan bau yang sama dengan dirinya??. atau jangan-jangan dirinya saja yang merasakan baunya??saya ga salahkan kalau bilang itu janggal?silahkan dijawab.pada intinya saya tidak meyakini kesalehan seseorang dilihat dari bau wewangian saja tanpa melihat akidah dan amaliahnya. kita do’akan saja semoga Allah SWT mengampuni Imam Samudera.
anta lucu dan protes kenapa ahlussunnah sikapnya beda dalam meyikapi pemimpin yang dholim dan menyikapi khawarij/orang yang terpengaruh dengan khawarij. ya jelas beda lah, pada intinya sikap kita haruslah pada dhohir yang ada. dzohir yang ada adalah pemimpin indonesia saat ini adalah orang islam. masuknya mereka dalam pemerintahan demokrasi bukanlah alasan mereka dikafirkan. sedangkan menyikapi orang-orang yang melakukan takfir terhadap pemimpin kaum muslimin jelas beda juga. jelas pada diri-diri mereka harus diperinci apakah mereka hanya ikut-ikutan?atau terhalangnya pemahaman yang benar dlm hal ini dll. oleh karena bantahan kita adalah sesuai dengan kadarnya. ketika Imam Samudera berhujjah dengan kata-katanya maka dibantah dengan kata-kata pula, ketika Imam Samudera berhujjah dengan Bukunya maka dibantah pula dengan buku.
Para Ulama telah menjelaskan mengenai penghalang-penghalang kekafiran. dan salah satu penghalang kekafiran tersebut adalah kejahilan. ketika seseorang berkata-kata dengan perkataan kekufuran maka tidak serta merta kita kafirkan. itulah indahnya agama islam, memudahkan seseorang masuk islam dan mempersulit seseorang keluar dari islam. Jadi jangan disamakan antara sikap seorang muslim yang jatuh dalam kekufuran dengan dakwah khawarij yang menyesatkan. Kita sepakat bukan bahwa kaum yang bermudahan melakukan pengkafiran kaum muslimin adalh KHAWARIJ.sepakatkah?
anta lucu dan protes
Sepertinya tidak ada kalimat ana yang bermaksud demikian
mengenai jenazah Imam samudera, jelas semua itu dari informasi dari yang anta tulis. jelas tertulis bahwa orang yang anta utus agak jauh dari jenazah. saya ulangi “AGAK JAUH”. . berarti kesimpulannya ada orang/banyak orang yang lebih dekat dari jenazah. sekarang pertanyaannya: kenapa orang yang anta utus itu tidak menyampaikan bahwa orang-orang yang deket dari jenazah tersebut juga merasakan bau yang sama dengan dirinya??. atau jangan-jangan dirinya saja yang merasakan baunya??saya ga salahkan kalau bilang itu janggal?silahkan dijawab
Bagimana mungkin seorang yeng hanya mendengarkan lebih mengetahui dari pada orang yang merasakan ? Klo ana ceritain semuanya, seperti yang sahabat ana utarakan dan yang seperti ana alami dalam proses istikharah ana, jadi panjang ceritanya akhi. Bisa 2 hari 2 malam baru selesai. Sekali lagi ana bilang, YANG MERASAKAN TENTU BERBEDA DENGAN YANG HANYA MENDENGARKAN
Apakah antum berpendapat bahwa org2 CIA itu adalah kafir dzimmi ? Klo yang ana tahu Pengertian Kafir Dzimmi adalah orang kafir yang memilih masuk dalam perlindungan kaum Muslimin dengan membayar jizyah.Atau antum juga berpendapat, yang perang kan org afghan lawan org Amerika, Org irak lawan Amerika. Lalu mau dibawa kemana dalil sesungguhnya setiap muslim adalah bersaudara ? Klo yg satu sakit, maka yang lain akan merasakan sakit. Trus bagaimana klo ribuan bahkan jutaan kaum muslimin dibantai ? Coba antum renungkan, seandainya khalifah Umar hidup pada jaman ini, maka apa yang akan beliau lakukan ?Apakah antum akan tenggelamkan juga ‘Aqidah Al Wala Wal Bara’ sebagaimana yang telah dilakukan oleh Pemimpin2 kaum muslimin saat ini ? Padahal selama ini ini antum membicarakan masalah pondasi ahlussunnah, Aqidah Ahlussunnah dan Manhaj Ahlussunnah ?Apakah Al Wala Wal Bara’ sudah dikeluarkan dari pondasi aqidah Ahlussunnah ? Coba antum renungkan kembali tentang Nawaqidul Iman dimana salah satunya adalah ber wala terhadap org kafir ? Atau antum juga akan memberi dalih selama hatinya tidak menghalalkan ? Trus bagaimana kita melihat hati seseorang ?
Marilah terlebih dahulu kita harus mengerti apa ketetapan (hukum) yang harus dikeluarkan dari negara Amerika yang kafir ini, khususnya ketetapan tentang peperangan yang mereka lakukan, maka itu tidak bisa ditetapkan kecuali setelah menampilkan gambaran secara umum atau dengan menampilkan beberapa masalah sebelum menetapkan majlis mereka yang kafir ini, atau majlis yang semisal dengan itu secara tingkatannya yang ada pada perwakilan mereka di parlement. Oleh karena itu orang Amerika manasaja yang menyuarakan perang maka dia adalah Muharib (orang yang berperang), atau minimalnya ia adalah pembantu.
Harus diketahui bahwa menghukumi –permasalahan – yang berhubungan antara orang muslim dengan orang kafir itu dengan kitab Allah dan sunnah nabi-Nya shollallahu ‘alaihi wasallam, dan bukan diserahkan pada politik dan kemaslahatan indifidu.
Permasalahan ini telah dijelaskan di dalam kitab yang mulia dan keterangannya sangatlah jelas sekali, dikarenakan keurgensiannya dan kebesaran madhorotnya.
Jikalau kita mengembalikan urusan ini kepada Al Qur’an sungguh kita akan mengerti dengan secara yakin bahwasanya di dalamnya tidak kita dapatkan keraguan sedikitpun dan tidak ada seorang yang terpedaya dalam masalah ini.
Ayat-ayat yang membahas masalah ini sangatlah banyak sekali, berpusat pada dua urusan, yaitu masalah Wala’ – loyalitas – dan Baro’ – permusuhan -, karena itu merupakan pondasi dasar dalam syari’ah dan para ulama baik salaf maupun kholaf telah sepakat atas masalah itu. Allah Ta’ala berfirman menerangkan ancaman memberikan wala’ kepada orang kafir serta condong kepada mereka :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَآءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
” H ai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim “. (QS. Al Maidah : 5:51)
Dan Allah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَآءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; ….. “ (QS. Al Mumtahanah : 1).
Allah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لاَ يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّوا مَاعَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ
” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi “. (QS. Ali Imron : 3:118)
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءَآؤُا مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِ وَحْدَهُ
“ Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:”Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja “. (QS. Al Mumtahanah : 60:4)
Dan Allah berfirman :
لاَّتَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخَرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ
“ Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka…. “. (QS.Al Mujadilah 58:22)
Dan firman Allah :
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّأ تَعْبُدُونَ {26} إِلاَّ الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهدِينِ
“ Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya:”Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah “. Tetapi (aku menyembah Rabb) Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku”. (QS. Az Zuhruf : 43:27)
Allah berfirman :
قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ {24}
“ Katakanlah:”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik “. (QS.At Taubah : 9:24)
Ayat-ayat ini dan juga puluhan ayat-ayat yang lainnya semuanya adalah nash yang shorih (jelas) di dalam menerangkan wajibnya mengadakan permusuhan dan kebencian serta berlepas diri dari orang-orang kafir.
Jikalau sikap ini telah tertancap, maka ketahuilah bahwa Amerika adalah negara kafir yang memusuhi Islam dan kaum muslimin.
Sungguh kesombongan dan perbuatan kesemena-menaan Amerika telah mereka tampakkan di berbagai kawasan kaum muslimin, seperti yang mereka lakukan di Sudan, Irak, Afghanistan, Palestina, Libiya dan selainnya. Dan Amerika memberikan bantuan kepada kekuatan kafir lainnya, seperti Ingris, Rusia dan selainnya.
Sebagaimana yang dilakukan Amerika dengan mengobok-obok orang-orang Palestina dari negerinya sendiri dan memberikan pertolongan kepada saudaranya Israil -. Dan memberikan dukungan kepada negara Yahudi yang keji dengan seluruh yang mereka punya, dari mulai bantuan harta benda, senjata dan informasi. Bagaimana Amerika telah melakuakan perbuatan-perbuatan seperti ini dan tidak kita sebut Amerika sebagai musuh Islam dan yang memerangi Islam ?
Sesungguhnya yang memprihatinkan adalah bahwa kebanyakan saudara-saudara kita telah terbuai dengan bersikap memberikan kasih sayangnya dan sikap lemah lembuatnya – kepada Amerika – dan mereka lupa serta saling melupakan perbuatan – bejat – yang dilakukan oleh negara kafir ini, dari membunuh, memusnahkan dan membuat kerusakan di berbagai daerah Islam
Semoga Alloh merahmati Ibnul Jauzi, ketika beliau naik ke mimbar dan berkhutbah di hadapan manusia, mendorong mereka untuk berjihad dan melindungi wilayah Islam serta melindungi kaum muslimin dari serangan orang-orang kafir, setelah melihat manusia pada tidak mau untuk berperang, beliau berkata:
“Wahai manusia, mengapakah kalian lupakan agama kalian?
Mengapakah kalian menanggalkan harga diri kalian?
Mengapa kalian tidak mau menolong agama Alloh sehingga Allohpun tidak menolong kalian?
Kalian kira harga diri (‘izzah) itu milik orang musyrik, padahal Alloh telah jadikan harga diri itu milik Alloh, rosul-Nya dan orang-orang beriman.
Celaka kalian! Tidak pedih dan terlukakah hati kalian melihat musuh Alloh dan musuh kalian menyerang tanah air kalian yang telah disuburkan oleh bapak-bapak kalian dengan darah. Musuh menghina dan memperbudak kalian padahal kalian dulu adalah para penguasa dunia. Tidakkah hati kalian bergetar dan emosi kalian meledak menyaksikan saudara-saudara kalian dikepung dan disiksa dengan berbagai siksaan oleh musuh?
Hanya makan minum dan bernikmat-nikmat dengan kelezatan hidup sajakah kalian, sementara saudara-saudaramu di sana berselimutkan jilatan api, bergelut dengan kobarannya dan tidur di atas bara?
Wahai manusia!
Sungguh perang suci telah dimulai, penyeru jihad telah memanggil, pintu-pintu langit telah terbuka. Jika kalian tidak mau menjadi pasukan berkuda dalam perang, bukalah jalan untuk kaum wanita agar mereka bisa berperang; pergi saja kalian dan ambillah kerikil dan celak mata…wahai wanita-wanita bersurban dan berjenggot!
Jika tidak, pergilah mengambil kuda-kuda, inilah dia tali kekangnya untuk kalian…
Wahai manusia, tahukah kalian dari apa tali kendali dan kekang ini dibuat? Kaum wanita telah memintalnya dari rambut mereka karena mereka tidak lagi punya apa-apa selain itu. Demi Alloh, ini adalah gelungan rambut wanita-wanita pingitan yang belum pernah tersentuh oleh sinar matahari karena mereka sangat menjaga dan melindunginya; mereka terpaksa memotongnya karena zaman bercinta sudah selesai dan babak perang suci telah dimulai, babak baru perang di jalan Alloh.
Jika kalian masih tidak sanggup mengendalikan kuda, ambil saja tali kekang ini dan jadikanlah sebagai kucir dan gelung rambut kalian, sebab tali kekang itu terbuat dari rambut wanita, sungguh berarti tidak ada lagi perasaan dalam diri kalian.”
Setelah itu, Ibnul Jauzi melempar tali kekang itu dari atas mimbar di hadapan khalayak ramai seraya berteriak lantang:
“Bergeraklah wahai tiang-tiang masjid, retaklah wahai bebatuan, dan terbakarlah wahai hati, sungguh hati ini sakit dan terbakar, para lelaki telah menanggalkan kejantanan mereka.”
Ya Alloh, sesungguhnya Amerika telah datang dengan pasukan berkuda dan pejalan kakinya, menentang Alloh dan rosul-Nya, Ya Alloh, lindungilah esok hari, Ya Alloh, lindungilah esok hari.
Ya Alloh, sebagaimana Engkau telah cerai beraikan kerajaan Kaisar, maka cerai beraikanlah kerajaan Obama.
Ya Alloh, kacau balaukanlah persatuan mereka, pecah belahlah kesatuan mereka, dan jadikanlah mereka sebagai ghonimah bagi kaum muslimin
Yaa Alloh sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar Engkau kokohkan kaki para mujahidin di setiap tempat, terutama di Palestina, Irak, Kasymir, Chechnya dan Afghanistan.
Yaa Alloh, tepatkanlah bidikan mereka, ikatlah hati-hati mereka, satukanlah mereka, dan berikanlah mereka bantuan dari sisiMu, dan tolonglah mereka dalam menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka karena sesungguhnya tidak ada penolong bagi mereka kecuali Engkau.
Wahai Dzat Yang Maha Kuat, wahai Dzat Yang Maha Perkasa.
Yaa Alloh, bimbinglah umat ini menuju jalan yang benar, yang dapat memuliakan orang-orang yang taat kepadaMu dan menghinakan orang yang bermaksiat kepadaMu dan menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar.
Dan akhir seruan kami adalah, segala puji bagi Alloh Robb semesta alam, sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada penutup para nabi dan para rosul
Baarakallahu fiikum….
@ Abu Syamil
Afwan akh, ana bukanlah orang yg suka menyembunyikan sesuatu guna mendukung pendapat hawa nafsu…
Manusia sekejam AlHajjaj bin Yusuf antum anggap termasuk pemimpin berhukum dengan hukum Allah? Maha Suci Allah atas dakwaan tsb.
Membunuh kaum muslimin, menyiksa, mengambil hartanya antum anggap telah berhukum dengan hukum Allah? betapa anehnya pemahaman antum dalam memahami istilah “berhukum dengan hukum Allah.”
Justru disini terlihat ‘rasa senasib sepenanggungan’ antara antum dengan Imam Samudra alias Kudama alias Hambali bila mencermati tanggapan-tanggapan antum.
Oya, afwan nie, antum punya kendaraan bermotor (mobil/motor) kan? Mestinya punya SIM dong. Kira-kira berfoto untuk SIM itu termasuk berhukum dengan hukum Allah ndak yaaa?
Allahul Musta’an
Akhi, antum ternyata tidak memahami yang ana maksud. Mungkin antum perlu membaca sekaligus memahami apa yang ana tulis dari awal hingga akhir.
Sekali lagi ana utarakan
YANG HANYA MENDENGARKAN TENTU SAJA BERBEDA DENGAN ORANG2 YANG JELAS MERASAKAN
Wahai manusia!
Sungguh perang suci telah dimulai, penyeru jihad telah memanggil, pintu-pintu langit telah terbuka. Jika kalian tidak mau menjadi pasukan berkuda dalam perang, bukalah jalan untuk kaum wanita agar mereka bisa berperang; pergi saja kalian dan ambillah kerikil dan celak mata…WAHAI WANITA WANITA BERSURBAN DAN BERJENGGOT!
Jika tidak, pergilah mengambil kuda-kuda, inilah dia tali kekangnya untuk kalian…
….
Jika kalian masih tidak sanggup mengendalikan kuda, ambil saja tali kekang ini dan jadikanlah sebagai kucir dan gelung rambut kalian, sebab tali kekang itu terbuat dari rambut wanita, sungguh berarti tidak ada lagi perasaan dalam diri kalian.”
@ Akhi abdullah
syaikh yahiya alhajjouri telah memanggil salah satu komandan al qaida di abbyan dan meminta untuk membawa pasukan sebanyak banyak ,dan sang syaikh memarahi para muridnya yang memanggil khawarij terhadap al qaida karena sedang menghadapi musuh yang nyata yaitu syiah houti gbagaiman paendapat akhi abdullah
@ akhi abdullah
semoga kebahagian antum dengan terbunuhnya seoprang alqaida diiringi dengan kesedihan atas terbunuhnya muslim di palestina atau afghanistan
Salah satu fungsi aqidah adalah untuk mengikat manusia. Mengikat antara satu orang dengan yang lainnya. Orang yang berbeda nasab, suku, bangsa, ras maupun warna kulit menjadi satu kesatuan yang kuat dalam bingkai aqidah. Yang mengikat mereka bukan tali yang kasat mata, tetapi keyakinan dan aturan yang telah disepakati kebenarannya oleh mereka. Inilah makna filosofis dari “aqidah,” yang secara harfiah diartikan dengan “ikatan.”
Agar ikatan itu terjaga dengan baik, tidak longgar bagi seseorang atau sekelompok dan tidak mencekik bagi yang lainnya, harus ada aturan yang bijak. Kehormatan seorang akan terlindungi dengan kebijakan aturan ini, juga kezhaliman pada sesama akan dihindari. Kaidah ini berlaku bagi beragam aqidah yang mengikat umat manusia.
Pun demikian dengan aqidah Islam. Ia mengikat antar satu Muslim dengan Muslim lainnya. Dengan aturan bijak dan adil, yang dikenal dengan istilah ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah akan mengatur kehidupan dan tata cara interaksi seorang Muslim dengan Muslim lainnya juga dengan non Muslim.
Dalam kajian aqidah, ukhuwah Islamiyah memiliki ciri khas yang istimewa. Ciri itu diistilahkan dengan “al-wala’ wal baro.” Intinya, “mencintai seseorang atau sesuatu karena Allah dan membencinya karena Allah juga, bukan atas dasar nafsu belaka.”
Pemahaman yang benar tentang cinta dan benci sangat penting bagi Muslim. Semua interaksi harus berawal dari cinta dan benci yang benar. Karena cintalah ukhuwah Islamiyah ada, karena cinta pula seseorang akan memberikan loyalitasnya.
Ibnu Taimiyah rhm berkata, “Dasar loyalitas adalah kecintaan, sebagaimana permusuhan berawal dari kebencian. Rasa saling mencintai menghendaki kedekatan dan kebersamaan. Sebaliknya rasa saling benci menuntut untuk saling menjauh dan berbeda.” (Qa’idatul Mahabbah, hlm. 387)
Satu Tubuh
Sungguh ikatan ukhuwah yang sangat indah. Memang begitulah seharusnya ikatan yang terjadi antar sesama Muslim. Rasulullah saw bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى ”
“Permisalah seorang mukmin dalam kasih sayang, saling mencintainya dan kedekatannya seperti tubuh yang satu. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit, maka seluruh anggotanya ikut merasakan demam dan tidak nyaman.” (HR. Muslim)
Ada kisah menarik yang terjadi pada zaman sahabat. Abdurrahman bin Auf ra menuturkan, “Dulu ketika kami muhajirin tiba di Madinah, Rasulullah saw mempersaudarakan kami dengan saudara-saudara kami Anshor. Aku dipersaudarakan dengan Sa’d bin Rabi. Ia berkata kepadaku, ‘Aku adalah orang kaya, maka setengah hartaku akan aku berikan kepadamu. Juga, aku memiliki dua orang istri, lihatlah kedua istriku, pilih yang engkau sukai, ia akan kuceraikan, jika sudah selesai massa ‘iddahnya silahkan nikahi dia.’ Aku sampaikan kepadanya, ‘Maaf, aku tidak usah diperlakukan seperti itu, cukup tunjukkan kepadaku di mana pasar berada.’”
Kesempurnaan Iman
Bahkan kecintaaan dalam bingkai Islam adalah tingakatan iman yang paling tinggi. Rasulullah saw bersabda,
أَوْثَقُ عُرَى اْلإِيْمَانِ : اَلْمُوَالَاةُ فِيْ اللهِ وَالْمُعَادَاةُ فِي اللهِ , وَالْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِيْ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Tingkatan iman yang paling tinggi adalah loyalitas karena Allah dan permusuhan karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah Swt.” (Shohihul Jami’: 2539)
Hadits ini dipahami dengan baik oleh sahabat Muhayyishah. Suatu kali ia diminta oleh Rasulullah saw untuk mengeksekusi seorang gembong Yahudi Ka’ab bin Asyraf. Beliaupun membunuhnya, padahal Ka’ab teman dagangnya dan dulu semasa jahiliyah sangat baik kepada Muhayyishah sekeluarga.
Setelah pembunuhan itu, saudaranya bernama Huwaishah –saat itu belum masuk Islam- memukul dan mencelanya. Muhayyishah menjawab dengan kalimat yang diabadikan dalam sejarah Islam. “Demi Allah, yang memerintahkanku untuk membunuhnya adalah seseorang –yaitu Rasulullah saw- yang jika beliau memerintahkan aku agar memenggalmu niscaya akan aku penggal lehermu.”
Huwaishah kagum dengan keimanan saudaranya ini, “Sungguh dien (agama) yang engkau yakini sangat menakjubkan.” Setelah itu, ia menyatakan keislamannya.
Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda,
مَنْ أَحَبَّ فِيْ اللهِ وَأَبْغَضَ فِي اللهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ ؛ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ اْلِإيْمَانُ
“Barangsiapa yang mencintai dan membenci (sesuatu) karena Allah, memberi dan menahan karena Allah, sungguh imannya telah sempurna.” (HR. Ahmad dan Hakim)
Syaikh DR. Al-Lathif menyimpulkan setelah menukil hadits ini dalam al-Hubb Fillah, “Cinta dan benci karena Allah bukan perkara iman biasa, namun ia adalah iman yang terkuat dan ikatan iman yang sangat erat.”
Syarat Amal
Ternyata ukhuwah Islamiyah dan wala’ kepada Muslimin bukan sekedar penyempurna iman, tetapi lebih tinggi dari itu adalah syarat diterimanya amal seorang Muslim. Nabi Muhammad Saw menegaskan hal ini dalam beberapa hadits. Diantaranya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Hakim, lalu dishahihkan oleh Syaikh Albani.
كُلُّ مُسْلِمٍ عَلَى مُسْلِمٍ حَرَامٌ أَخَوَانِ نَصِيْرَانِ ، لَا يَقْبَلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ مُشْرِكٍ بَعْدَ مَا أَسْلَمَ عَمَلاً أَوْ يُفَارِقَ اْلمُشْرِكِيْنَ إِلَى الْمُسْلِمِيْنَ
“Muslim satu dengan yang lainnya haram (untuk saling menzhalimi), mereka adalah dua saudara yang saling tolong menolong. Allah tidak akan menerima amal apapun dari seorang musyrik yang masuk Islam, kecuali setelah ia memisahkan diri dari orang-orang musyrik kemudian bergabung dengan Muslimin.”
“Saudaraku,” jelas Syaikh DR. Al-Lathif, “perhatikan hadits ini dengan seksama. Sungguh Rasulullah saw telah menjadikan cinta dan benci karena Allah sebagai syarat diterimanya amal. Kandungan hadits ini jelas, yaitu harus memusuhi orang-orang kafir yang nota benenya adalah musuh Allah.” (al-Hubb Fillah, 5)
Cinta dan benci karena Allah adalah tuntutan ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah menuntut Muslim untuk menyematkan cintanya hanya kepada sesama Muslim, dan menghajatkan Muslim untuk berlepas diri, bahkan menempa permusuhan terhadap orang-orang kafir. Karena mereka adalah musuh Allah.
فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ
“Maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah: 98)
Tak Menzhalimi
Wala’ atau ukhuwah Islamiyah mengharamkan seorang Muslim menzhalimi Muslim lainnya. Kezhaliman dalam bentuk apapun, termasuk tidak menghina atau menghinakannya. Haram menumpahkan darah seorang Muslim kecuali dibenarkan syari’at. Pun tidak layak seorang Muslim diremehkan oleh saudaranya. Apalagi kezhaliman dalam hartanya, dengan mencuri atau mengambil hartanya tanpa hak.
Rasulullah saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dan Ahmad,
« لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا. الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ. التَّقْوَى هَا هُنَا ». وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ « بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ »
“Kalian tidak boleh saling dengki dan saling menipu, jangan saling membenci, saling membelakangi, membeli/menjual barang yang hendak dibeli/dijual oleh saudaranya. Jadilah hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya; ia tidak boleh menzhalimi saudaranya Muslim, tidak menghinakannya, juga tidak meremehkannya. Taqwa itu ada di sini –beliau menunjuk ke dadanya sebanyak tiga kali- cukuplah seseorang dianggap buruk jika ia menghina saudara Muslimnya. Harta, darah dan kehormatan seorang Muslim adalah haram bagi Muslim lainnya.”
Tak Mengkhianati
Ukhuwah Islamiyah juga mengharamkan seorang Muslim membiarkan saudaranya tertawan musuh, ia wajib membebaskannya. Karena mereka adalah salah satu tubuh walau berbeda nasab, ras dan perbedaaan lainnya. Inilah ikatan aqidah agung yang mengajarkan seseorang untuk berakhlak kepada sesamanya.
Rasulullah saw mengingatkan hak ukhuwah Islamiyah ini dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari
عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه : عن النبي صلى الله عليه و سلم قال ( أَطْعِمُوْا اْلجَائِعَ وَعُوْدُوْا اْلمَرِيْضَ وَفُكُّوْا الْعَانِيَ )
Dari Abu Musa al-Asy’ari ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Berikan makan orang-orang yang kelaparan, kunjungilah (saudaramu) yang sakit dan bebaskan para tawanan.”
Sudah barang tentu, dosa besar akan menimpa seorang Muslim yang sampai hati menyerahkan saudaranya kepada musuh. Bahkan bisa saja mengeluarkan ia dari aqidah yang agung ini, murtad dari Islam. Baik dengan turut serta memerangi dan menangkap seorang Muslim, apalagi jika yang ditangkap adalah seseorang yang menghabiskan waktunya untuk menegakkan Islam. Atau dengan membocorkan rahasia saudara Muslimnya kepada musuh Islam, mungkin dengan memata-matainya.
Dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari, Rasulullah saw bersabda,
أالْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak boleh menzhalimi saudaranya, tidak boleh menyerahkannya kepada musuh. Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memnuhi kebutuhannya. Dan barangsiapa yang melepaskan seorang Muslim dari satu kesempitan hidup, niscaya Allah akan melepaskan satu kesempitan dari sekian kesempitan yang menimpanya di hari kiamat. Barangsiapa yang berusaha menutup aib (rahasia) seorang Muslim di dunia, maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.”
Hari ini banyak umat Islam yang secara suka rela bahu membahu dengan orang-orang kafir untuk menyakiti kaum Muslimin. Ada yang tergabung dalam LSM-LSM, yayasan dan individu yang mendapat order untuk meneliti dan mencari tahu rahasia seorang Muslim atau jama’ah-jama’ah umat Islam yang kemudian ditukar dengan uang. Mereka bekerja sesuai pesanan sponsor.
Allah mengecam tindakan ini, menvonis pelakunya dengan dosa yang sangat besar.
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 58)
Setelah memaparkan hadits-hadits yang mengharamkan menyakiti Muslim, Ibnu Rajab al-Hambali, seorang ulama hadits terkemuka, berkata, “Semua nash-nash yang kami kemukakan mengharamkan menyakiti seorang Muslim dalam bentuk apapun, seperti perkataan maupun perbuatan yang tidak diperkenankan oleh syari’at.” (Jami’ul Ulum, 422)
Imam al-Alusi menegaskan keharaman ini saat menafsirkan surat Al-Ahzab diatas. Beliau menegaskan, diharamkan atas seorang dengan alasan apapun menyakiti Muslim lainnya. Kecuali ada alasan syar’i yang membenarkannya.
Sebagai seorang Muslim yang terikat dalam satu aqidah tentunya tidak layak menyebarkan aib, kelemahan atau memata-matai Muslim lainnya. Apalagi menjadikan perbuatan ini profesi. Hari ini kebijakan salib internasional dalam memerangi umat Islam dan Islam sangat terbantu dengan adanya sebagian yayasan atau LSM yang memata-matai umat Islam. Juga para da’i serta ustadz yang “ikhlas” mensukseskan program salib ini.
Memang bekerja sama dengan orang-orang kafir, terutama Amerika dan sekutunya, sangat menggiurkan bagi umat Islam yang lemah imannya dan rabun aqidahnya. Gelontoran dana akan didapatkan, jaminan keamanan dan kemudahan birokrasi disediakan. Namun itu semua akan beroleh cap murtad dan nasib buruk di akhirat
@all : sebagaimana yang ana utarakan sebelumnya bahwa berbeda hukumnya antara kondisi aman dan kondisi berperang. masalahnya adalah Al-Qaeda dan para pengikutnya melakukan peperangan tidak hanya pada medan atau negara yang berperang saja. melainkan juga pada negara yang aman dalam bentuk pengeboman di negara-negara muslim. akhi Abu Syamil ngeles dan berbaik sangka pada orang-orang yang melakukan pengeboman seperti Imam Samudera bahwa pengeboman tersebut dilakukan untuk membunuh anggota CIA. pada kenyataannya orang yang terbunuh tersebut sebagiannya adalah kaum muslimin. Silahkan saja akhi Abu Syamil mengajak kaum muslimin untuk berperang dimedan perang seperti di Palestina, Chechnya, Irak dll. tapi jangan sampai mereka membunuhi kaum muslimin yang tidak sepaham dengan dirinya seperti yang mereka lakukan di Yaman dengan memberontak ke pemerintah ataupun Afghanistan yang sekarang pemerintahannya adalah kaum muslimin. mungkin akhi Abu Syamil berpendapat bahwa pemerintahannya merupakan pemerintahannya boneka buatan Amerika. tapi sekali lagi tidak halal darah kaum muslimin ditumpahkan hanya karena ingin mengejar kekuasaan ataupun karena tidak sepaham dengan dirinya. anta terlalu berzu’uzhon kalau setiap pemerintahan kaum muslimin yang bekerjasama dengan orang kafir selalu memusuhi umat islam dan kaum muslimin. yang mereka musuhi adalah orang-orang islam yang ekstrim yg suka mengkafirkan dan pengeboman, sedangkan dakwah yang disertai dengan hikmah dan mau’idzotil hasanah mereka terima dengan baik. satu hal yang harus diingat, mereka adalah kaum muslimin. mungkin perbedaan dengan kita adalah mereka belum mendapatkan hidayah sehingga dapat mengamalkan islam ini dengan kaffah. cobalah tengok diri-diri kita yang tadinya awam dan jahil seperti kebanyakan kaum muslimin yang lain kemudian Allah azza wa jalla memberikan hidayah kepada kita untuk mempelajari Assunnah ini. Kebanyakan kaum muslimin baik pemimpin dan rakyatnya adalah jahil terhadap agama ini, oleh karena itu nasehatilah mereka dengan baik, do’akan mereka,dan penuhi hak-haknya. alhamdulillah saat ini sebagian da’i-da’i Salafiyyin pernah memberikan ceramah di markas-markas kepolisian, kementrian dll. semoga gema dakwah kembali kepada Al-qur’an dan Assunnah terus menerus bergema di negeri kita ini.
@akhi Sugiyanto: ana dukung anta untuk berperang di palestina melawan yahudi, di Irak melawan Amerika dan Syi’ah, di Yaman melawan Syi’ah, di Chechnya melawan rusia, di Afghanistan melawan Amerika. kesedihan mereka adalah kesedihan kami, penderitaan mereka adalah penderitaan kami. Semoga Allah SWT memenangkan kaum muslimin dan mengangkat penderitaan mereka.
Abu Syamil ngeles dan berbaik sangka
sekali lagi mohon baca dan pahami dulu tulisan ana dari awal hingga akhir.
Ana ngga bermaksud ngeles seperti yang antum maksud,tapi ana memilih tawakuf karena ana tidak mengetahui persoalan secara jelas dan pasti dari operasi imam Samudra tersebut. Dan ana tidak berani menghukumi sesuatu yang ana belum secara pasti mengetahuinya.
Silahkan klo antum merasa sudah mengetahui secara detail tentang operasi imam Samudra tersebut (afwan,klo yang ana baca dari tulisan antum, ana rasa antum tidak begitu mengetahui dengan pasti tentang apa yang dilakukan Imam Samudra)
secara logika (afwan ana kutip kata2nya akhi abdullah lagi)
Klo menurut antum jika memang benar target imam samudra adalah sipil yang tak berdosa itu, maka seharusnya imam samudra tidak perlu minta maaf. Karena operasinya sesuai target.
Tetapi antum juga kemudian tidak bisa langsung menghukumi manhaj seseorang yang berbeda pendapat dengan antum, terlebih kemantapan hati itu didapatkan dari sebuah proses istikharahnya yang panjang
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS. 17:36)
Bismillah,
Mau ikutan diskusi.
Satu perkara mendasar yang menjadikan khawarij memerangi pemerintah, baik di indonesia maupun negara lain adl karena menganggap pemerintahnya telah kafir. Hanya ini.
Ketika pemerintah berhukum dengan selain hukum Allah atau bekerja sama dengan orang kafir, maka mereka semua dihukumi kafir. Ini aqidah mereka.
Adapun aqidah ahlussunnah, bahwa sesiapa yang melakukan perkara2 yang bisa mengeluarkan seseorang dari keislaman, belum tentu mereka dihukumi kafir. Inilah perbedaan antara ahlussunnah dengan khawarij.
Mereka belum dihukumi kafir sampai adanya 4 perkara:
1. Ditegakkan hujjah pada mereka. (berilah mereka nasihat bahwa mereka melakukan perbuatan kekufuran)
2. Mereka dalam keadaan sadar (berakal, bukan ngelindur)
3. Melakukan dengan kemaua mereka, bukan terpaksa/dipaksa
Jika itu semua telah lewat, maka barula kita menghukumi mereka kafir dan memerangi mereka jika kita siap dan memiliki kekuatan untuk melawan mereka.
Afwan akhi,
Klo antum merasa bahwa org2 yang dituduh khawarij ini tidak mengtahui kaidah ini, maka sedikit ana tuliskan tanya jawab dengan Syaikh Abu Abdirrahman ‘Athiyatullah Al-Libiy –hafizhohulloh- yang berjudul
أَجْوِبَةٌ فِي حُكْمِ النَّفِيرِ وَشَرْطِ المُتَصَدِّي لِلتَّكْفِيرِ
Pertanyaan:
Ada beberapa syarat dan penghalang yang diberikan ulama untuk menerapkan takfir mu’ayyan, apakah syarat-syarat ini harus terpenuhi dan ketiadaan penghalang-penghalangnya dengan menanyakannya langsung kepada yang bersangkutan atau cukup dengan melihat kondisinya secara umum? Misalnya di negeri dua tanah suci ada orang-orang yang melecehkan agama di siaran televisi. Mereka sudah belajar tauhid dan tahu bahwa melecehkan agama merupakan kekafiran. Saya kira mereka tahu hukumnya. Apakah mereka dihukumi berdasarkan kondisi umum mereka atau harus mengetahuinya dengan tatsabbut (tabayyun/klarifikasi)?
Jawab:
[Orang tertentu tidak boleh dihukumi kafir kecuali kita tahu adanya syarat-syarat berlakunya hukum kafir kepadanya dan tidak ada penghalang-penghalangnya. Ini diketahui oleh para ulama. Kalau orang awam dan orang yang tidak berilmu, mereka dilarang tenggelam membahas pengkafiran seseorang yang pengkafiran terhadap mereka perlu ijtihad dan istidlal. Karena itu pekerjaan para ulama. Adapun orang awam yang tidak berilmu berkewajiban mengatakan: “Saya tidak tahu, bertanyalah kepada para ulama.” Di samping ia wajib beriman secara global kepada Allah Ta’ala, dien-Nya, para rasul-Nya, … dst dan kufur (ingkar) secara global kepada thaghut. Memang ada kekafiran orang-orang kafir yang sama-sama diketahui orang awam dan ulama, seperti kekafiran orang-orang kafir asli yang mereka sama sekali tidak mengaku Islam. dan seperti orang yang terang-terangan murtad yang mengumumkan diri keluar dari Islam dan pindah darinya, wal ‘iyyaadzubillaah, dan yang semacamnya. Termasuk juga, orang yang mencela Allah Ta’ala, Rasul-Nya, dan dien-Nya; dan orang yang memperolok-olok (melecehkan) Allah Ta’ala, dien-Nya, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya, namun dengan syarat, celaan dan pelecehannya sangat jelas tidak diperselisihkan. Adapun kalau masih multi interpretasi, dari sisi masih diperselisihkan apakah itu termasuk celaan dan pelecehan ataukah bukan, maka itu tugas para ulama. Secara global, berhati-hati dalam masalah ini sangat penting, bahkan wajib. Kalau tidak, maka manusia akan binasa. Kami memohon kepada Allah keselamatan dan al-‘afiyah (dilindungi dari segala yang tidak kita sukai). Masalah ini adalah masalah berbahaya yang para ulama takut dan meperingatkan agar tidak tenggelam membahasnya tanpa ada alasan yang benar atau tanpa ada faktor pendorong yang kuat. Atas dasar penjelasan tersebut, orang-orang yang Anda tanyakan, mereka ada di negeri dua tanah suci dan memperolok-olok agama di acara serial televisi, maka jawabannya dikembalikan kepada ulama yang mengetahui kondisi mereka. Hanya di tangan Allahlah segala taufik dan semoga Allah membalas Anda kebaikan dan memberi Anda taufik kepada setiap kebaikan dan kepada jihad di jalan-Nya di atas petunjuk dan takwa dari Allah. Semoga Allah mengokohkan saya dan Anda di atas jalan yang lurus. Semoga Allah memberi rizki kepada saya dan kepada Anda mati syahid di jalan-Nya dalam keadaan menyambutnya bukan lari darinya, serta dalam keadaan yakin, jujur, dan bersih.
Walhamdulillaahi rabbil ‘alamin. Wa shallallahu ‘ala Muhammad wa Aalihi wa shahbihi ajma’in.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ikutan diskusi lagi:
Yaa salaam…. nas’alullaha salamatan ‘afiyah. Maka seharusnya khawarij membaca risalah ini, penjelasan dari ulama mereka, Syaikh Abu Abdirrahman ‘Athiyatullah Al-Libiy –hafizhohulloh- bahwa mereka jangan mengkafirkan begitu saja pemerintah dan rakyat Indonesia, yaman, afghanistan, dll…..
Kenapa mereka menyerang negara2 tsb, bahkan antum nda tahu masalahnya dan alasan mereka. namun kenapa antum masih membela mereka.
na’am ana dan antum, kita semua, sama-sama ndak mengetahui alasan khawarij tersebut. Maka seharusnya jika demikian kita melihat secara zhahir dari perbuatan mereka karena hanya Allah Ta’ala yang mengetahui isi hati mereka, akhi.
Ini hanya sekedar pengulangan dari apa yang pernah ana sampaikan ke antum di mushalla PT. SNS Cikarang.
Adapun secara zhahir, yang nampak adl mereka menarih kebencian terhadap orang-orang kafir dan yang bersama mereka. Jika yg bersama org kafir tsb adl muslim maka akan mereka bantai juga. Kafir mu’ayyan mereka terapkan, akhi.
Oia, tgl 8 besok main ke rumah ana. Informasi majelis sudah ana pasang tuh di paling atas, scroll dah ke atas.
Akhi, jika antum menganggap bahwa org2 yg antum tuduh khawarij memiliki alasan yang kurang jelas maka pendapat antum ini kurang tepat. Usamah bin Laden didalam tulisannya yang berjudul Aqsaamul Ilmi Alladzi Huwa Fardhu ‘Ain , Taujihat Minhajiyah dan didalam tulisannya yang lain telah menjelaskan kenapa beliau mengambil jalan ini.Coba antum baca tulisan2 beliau, maka antum akan mengerti kenapa kemudian beliau mengambil jalan tersebut.Baca Juga tulisan syaikh Hamud Aluqla (Guru dari Syaikh Fauzan Al Fauzan ) yang berjudul Al-Qaul al-Mukhtar Fi Hukmi al-Isti’anah bi al-Kuffar
Tetapi ketika kemudian beliau mengambil jalan ini, ada sebagian yang mengatakan bahwa Usamah Takfiri, ada juga yang mengatakan bahwa Usamah Bin Laden adalah perusak (Fatwa ini berdasarkan wawancara dengan Majalah al-Buhuts al-Islamiyyah dan Harian al-Muslimun dengan Syaikh Bin Baz).
Lihat http://salafiantiteroris.blogspot.com/2011/10/fatwa-ulama-ahlussunnah-tentang-usamah.html
Akan tetapi kemudian permasalahan ini ditanyakan langsung kepada Syaikh Ibrahim Al Jibrin
Pertanyaan :
“Apakah benar Usamah Bin Ladin termasuk orang yang melakukan kerusakan di muka bumi sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Bin Baz dalam salah satu fatwa beliau ?”
Jawaban Syaikh Abdullah Al Jibrin
” Syaikh bin Baz tidak pernah mengatakan seperti itu tetapi itu hanya ucapan yang disandarkan kepada beliau (seolah-olah beliau mengatakannya). Syaikh bin Baz tidak mungkin mengatakan seperti itu dan tidak ada seorang muslim pun yg pantas menyatakan seperti ini..!!! Usamah bin Laden adalah seorang yang berjihad di jalan Allah sejak dahulu dan ia telah memberikan kesungguhannya jihadnya di Afghanistan. Semoga Allah Melimpahkan taufiq kepadanya, Menolongnya dan Memenangkan Islam dengannya. Ia sampai hari ini masih terus berjihad.
Adapun ia mengkafirkan (para penguasa negeri-negeri muslim), itu adalah bagian dari ijtihadnya, di mana ia mengkafirkan sebagian negara yang telah ia perhatikan secara seksama dan ia mendapatkan banyak hal (yang berkaitan dengan kekufuran itu). Namun demikian tidak bisa serta merta karena (ijtihadnya) ini kemudian ia disebut sebagai orang yang melakukan kerusakan di muka bumi atau berbagai sebutan semisal itu”
Lebih lengkapnya silahkan klik link ini :
Terlepas dari fatwa yang Pro maupun yang kontra, seharusnya yang perlu kita dalami adalah apakah memang benar bahwa Pemimpin2 kaum muslimin telah melakukan wala’ terhadap Amerika atau tidak.Setelah itu, barulah kemudian bisa kita ambil kesimpulan kebenaran berada dipihak yang mana.
Adapun adanya Inteligen yang masuk kedalam kelompok ini untuk menjelekkan citra org2 tersebut, maka ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipungkiri.Sebagaimana telah dijelaskan oleh Abu Dujanah Alkhurosani seorang Inteligen Arab yang disusupkan kedalam Imarah Islam Afghanistan yang akhirnya kemudian atas idzin Allah berbalik mendukung Mujahidin. Oleh karena itu Syaikh ‘Athiyatulloh (Mentor Alqaida) didalam muhadarohnya yang berjudul تعظيم حرمة دماء المسلمين mengatakan
Kami jelaskan bahwa kami terikat oleh Syari’ah (Undang-undang) Robb kami Yang maha perkasa lagi mulia Yang mengharamkan membunuh jiwa kecuali dengan (alasan) yang benar, sejahat apapun dan selalim apapun musuh, juga seberapapun banyak kebencian dan permusuhan yang telah terakumulasi dalam perang. Sesungguhnya diin (agama) Alloh –Yang maha perkasa lagi tinggi- lebih berharga dan lebih tinggi. Dan sungguh kesuksesan dengan keridhoan dan kemuliaan Alloh, lebih mulia dan lebih tinggi dari seluruh tujuan.
Maka kami berlepas diri dari pekerjaan apapun sejenis ini (membunuh muslim tanpa alasan yang benar), yang dilakukan oleh pihak apapun dan di tempat manapun. Sama saja (oleh) kelompok jahat yang dinisbatkan pada musuh, korporasi keamanan kafir bayaran semoga Alloh menghinakan mereka, ataupun yang dinisbatkan pada kaum muslimiin dan pada mujaahidiin, sedangkan kelompok-kelompok itu menggampangkan dan menyepelekan.
……..
Biarlah dunia ini lenyap, kita lenyap, organisasi-organisasi, jama’ah-jama’ah dan proyek-proyek kita juga lenyap, sedangkan darah seorang muslim tidak tertumpah di tangan kita tanpa (alasan) yang benar. Sesungguhnya ini adalah masalah yang krusial lagi sangat jelas
Oia, tgl 8 besok main ke rumah ana. Informasi majelis sudah ana pasang tuh di paling atas, scroll dah ke atas
Insya Allah, klo ana tidak ada halangan ana main ke rumah antum. Sudah lama juga kita tidak berjumpa akhi.Kangen sekali rasanya hati ini.Sekalian akhi, jika antum punya referensi untuk belajar tilawah. Tahun ini ana sedang Fokus untuk belajar Tilawah secara lebih mendalam lagi
Afwan kalau ana menyebut mereka khawarij. Rupanya ana salah.
Mujahidin Al Qaeda memiliki ijtihad bahwa pemerintah Yaman, Afghanistan, Saudi Adl pemerintah yang kafir. Demikian pula mujahidin di Indonenesia memiliki ijtihad beranggapan pemerintah Indonesia kafir.
Begitu bukan?
systemya pemerintah bathil/kufur/tapi orangnya tidak bisa langsung dihukumi kafir mungkin begitu juragan juragan semua>>>tapi kalau ridlho bisa juga menjuadi pembatal keislaman>>>githu kali ya
assalamualikum, wr.
takfir.. takfir.. khowarij.. khowarij.. forum ini seperti forum debat antara yg merasa bermanhaj salafus sholleh dan antara yang dibilang khowarij.. ente semua pada debat sementara muslim di abuja nigeria tidak dibolehkan memakai jilbab. kita disini enak bisa debat, makan roti, daging, minum teh, tidur nyenyak, datang taklim, dan debat lagi sementara saudara saudara kita pada dibantai di palestin, di yaman drone amerika asik bantai muslim disana,, di checnya muslimah diperkosa ramai ramai tentara rusia dan kita hanya bisa membaca lalu debat dan berkata, kamu khowarij, kamu murjiah. ente semua kan tau bahwa ente semua aka dimintai pertanggungan jawaban didepan Alloh atas terpenggalnya tiap – tiap leher kaum muslilin maka takutlah kalian, dan untuk para orang orang yang katanta alim dan peduli dengan ummat, yang dekat dengan penguasa saudi, tolong sampaikan, kenbapa mereka diam saja selama 54 tahun muslim palestina dibantai dan diperkosa, mereka diam saja ketika orang muslim di iraq dibvantai, padahal mereka melihat dan mendengar. wahai yg berkata tuhan kami hanyalah Alloh, takutlah kalian akan hisab Alloh pada diri kalian masing masing. dan jangan kita merasa diri kita suci, Alloh lah yang maha tau sedang kalian tidak tau. bukankah kalian sehat dan kuat, kenapa kalian tidak berani datang dan berjihad membela saudar saudara kalian, apakah kalian lebih buta dari umi maktum yg syahid insya Alloh di perang qodisiyah.
maka apakah kalian tidak berpikir, bahwa dihari itu tiap tiap diri sibuk dengan urusannya masing masing.
hamba Alloh yang faqir dan fajir.
Abdulloh bin ibnu jufri
@ abdulloh bin ibnu jufri
Bukan debat kang, kita berusaha mencari kebenaran. Apakah akang tahu kondisi hati-hati kami yg antum tuduhkan sebagai ‘diam saja’??
Masalah Saudi, coba cek contoh beberapa kebaikan KSA bagi kaum muslimin disini
http://haulasyiah.wordpress.com/2009/01/19/antara-saudi-dan-iran/
Yang harus antum ingat, TUJUAN YG BAIK tidak menuntut untuk MENGHALALKAN SEGALA CARA untuk meraihnya. Kabeh onok ilmune kang. Jgn kayak Kudama abis ngebom kabur dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan kaum muslimin.
Antum gak usah jauh-jauh lihat palestina, tuh di daerah CIlacap sana banyak pemurtadan. Kelompok antum ada gak yg berdakwah kesana?? Jgn kayak orang main layangan pakai sarung, yg dilihat yg diatas, namun sarung terbuka dan aurat nampak tdk diperhatikan.
Allahul Musta’an
Akhi Abdullah,
Mungkin yang dimaksud oleh abdulloh bin ibnu jufri sebagimana yang dikatakan oleh akhi heran.Bahwa kita hanya melihat dhohir yang ada saja. Adapun masalah hati, siapa yang tahu.
Salah satu kekeliruan yang sering kali ana dengar, terutama dari tokoh2 JIL ketika membahas tentang Palestina adalah mereka selalu mengatakan buat apa ngurusin Palestina. Wong di Indonesia saja masalah juga sudah sangat banyak. Sedikit mirip pendapat mereka dengan pendapat antum yg membenturkan permasalahan Palestina dengan kasus Pemurtadan di Cilacap.Antum berkata, Jangan kaya orang main layangan pakai sarung, yg dilihat yang diatas, namun sarung terbuka dan aurat nampak tidak diperhatikan
Jika dilihat secara sekilas, pendapat antum memang benar akhi. Tetapi jika kemudian dibenturkan terhadap permasalahan Palestina, maka hal ini perlu dikaji ulang kembali. Jika pendapat ini dibiarkan terus berkembang maka suatu saat akan muncul opini buat apa ngurusin Palestina, urusin aja yang di Indonesia dulu. Trus berkembang lagi menjadi buat apa ngurusin Indonesia, urusin aja di daerah sekitar dulu. Trus berkembang lagi menjadi buat apa ngurusin org lain, urusin aja keluarga dulu. Akhirnya setiap muslim sibuk dengan dirinya masing2 dan melupakan saudaranya yang sedang mengalami penindasan. Lalu akan dibawa kemana ayat2 dan Hadits2 tentang persaudaraan org2 beriman?
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Rasulullah SAW bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (Muttafaqun ‘Alaih dari al-Nu’man bin Basyir)
Dari Abu Musa radliyallaahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Orang mukmin dengan mukmin lainnya laksana satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling menguatkan.” Lalu beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam lalu beliau menautkan antar jari-jemarinya. (Muttafaq ‘alaih)
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ
“Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya (tidak peduli padanya), menghinanya.” (HR. Muslim)
لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حتَّى يُحِبَّ لأَخيهِ ما يُحِبُّ لِنَفسه
“Tidaklah beriman salah seorang kalian sehingga ia mencintai untuk saudaranya sebagaimana apa saja yang ia sukai untuk dirinya sendiri (yakni kebaikan).” (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu)
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya.”
Permasalahan Palestina adalah permasalahan kaum muslimin.Seseorang yang masih mempunyai iman didalam dirinya, tentu saat ini tidak bisa tidur dengan nyenyak jika mengingat saat ini banyak saudara seiman mereka yang mengalami kedzhaliman baik di Palestin, Afghan, Kaukasus, Irak, Thailand, Filipina dan diberbagai belahan bumi lainnya.Jika saudara2 mereka mengalami kepedihan maka mereka pun akan merasakan kepedihan yang sama. Jika mereka bersedih karena anak dan istri mereka terbunuh maka seharusnya kitapun turut merasakan kepedihan yang sama sebagai konsekwensi didalam mengamalkan hadits
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (Muttafaqun ‘Alaih dari al-Nu’man bin Basyir)
@Abu Syamil
Na’am, terus permasalahan yg terjadi di negeri antum ini seperti yg ana utarakan sebelumnya bgm? dibiarkan saja? Atau sudah dianggap bukan bagian dari kaum muslimin lagi sehingga tidak mendapat perhatian kelompok antum?
Alih-alih didakwahi malah dibom.
Allahul Musta’an
Akhi Abdullah,
terus permasalahan yg terjadi di negeri antum ini seperti yg ana utarakan sebelumnya bgm? dibiarkan saja? Atau sudah dianggap bukan bagian dari kaum muslimin lagi sehingga tidak mendapat perhatian kelompok antum?
Ya tentu saja tidak dibiarkan begitu saja akhi.Mereka masih bagian dari kita.Sebagai seorang muslim, yang Insya Allah telah memahami kewajiban membantu Palestina, hendaknya kita pun mampu berbuat tawazun (seimbang) dalam berkontribusi membangun bangsa kita. Kewajiban membantu sesama Muslim di Palestina tidak lantas membuat kita lupa akan kewajiban kita terhadap Muslim di negara kita.
Yang antum maksud, kelompok ana yang mana akhi? Apakah antum yakin ana punya kelompok ?