• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Enggan Dievakuasi, Thullabul Ilmiy di Ma’had Darul Hadits Dammaj Siap Mati Syahid Usir Pemberontak Raafidhi Syi’ah Al Hautsi yang Ingin Kuasai Dammaj

    Ratusan santri di Pesantren Darul Hadits kota Dammaj, provinsi Sa’dah, Yaman, menolak untuk dievakuasi dan bertekad melawan para penyerang mereka. Dengan persenjataan yang tidak kalah banyak jumlahnya, mereka siap mati syahid melawan militan al-Houthi yang mengepung pesantren mereka.

    Hal ini disampaikan oleh para santri asal Indonesia kepada Wakil Duta Besar RI untuk Yaman, Agus Syarif Budiman, melalui sambungan telepon kemarin. Kepada VIVAnews, Kamis 1 Desember 2011, Agus mengatakan bahwa sekitar 140-145 santri Indonesia telah mantap pendiriannya untuk bertahan di pesantren tersebut.

    “Mereka bersikeras untuk tinggal, apalagi setelah syaikhnya mengeluarkan fatwa jihad untuk mempertahankan diri. Dengan mantap mereka bilang ‘Kami tidak akan keluar, kami membela agama Islam dari serangan musuh kafir’,” kata Agus.

    Salah satu santri yang diajak bicara oleh Agus adalah Abdurrahman Sukaya alias Abu Fairuz. Dia mengumpamakan perlawanan mereka terhadap militan al-Houthi dengan perlawanan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda atau Jepang. Perlawanan mereka, kata Abu Fairuz, juga merupakan bentuk loyalitas mereka terhadap pemerintah Yaman.

    “Kata saya ‘kalau begitu harusnya nurut dengan pemerintah Indonesia, untuk keluar’ dia bilang, ‘kami disini sedang berjuang’,” lanjut Agus lagi. Padahal, jika ingin keluar, KBRI di Sanaa menjamin keselamatan mereka.

    Pesantren Darul Hadits telah digempur kelompok militan al-Houthi yang menganut Syiah Zayidiyyah sejak Sabtu pekan lalu. KBRI mengatakan, sekitar 50 orang tewas, dua orang di antaranya adalah WNI.

    Kabar terbaru kemarin, pesantren tidak lagi dibombardir, tapi sniper al-Houthi masih tetap berjaga di atas bukit. Letak pesantren yang berada di lembah menjadikannya sasaran empuk tembakan.

    Agus mengatakan, para santri tidak melawan dengan tangan kosong. Entah dari mana, mereka memiliki persenjataan yang cukup banyak. Selain itu, pesantren dilaporkan juga telah meminta bantuan senjata kepada berbagai pihak.

    Agus menjelaskan bahwa pesantren Darul Hadits bukanlah pesantren militan, tapi salafi Wahhabi yang menggunakan pendekatan halus. Perlawanan mereka lakukan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh.

    “Kami bukan teroris, kami hanya membela agama kami,” kata Agus menirukan perkataan salah seorang santri dalam perbincangan kemarin. (umi)

    • VIVAnews

    15 Tanggapan

    1. Ya Rabb….berikanlah syahid bagi sodara kami kaum muslimin ϑi Dammaj

    2. Allahu akbar… ganyang syiah laknatullah!!!

    3. bismillah, dengan berharap pertolongan Allah, teruskan perjuangan jihad fisabilillah, hancurkan syiah rofidhoh laknatulloh……
      Ya Allah ….kukuhkan ,kuatkan, satukan hati para thulab ilmi,…..dan hancurkan syiah sampah mahluk buruk aqidah. hancurkan mereka……

    4. Assalamu alaikum. Kami serukan kepada saudara-Saudaraku para Mujahidin dimana saja, jangan hiraukan para Murji’ah ini, biarkan saja mereka terbantai dan tewas mengenaskan ditangan kaum sesat Syi’ah, karena mereka sama saja. Tetap fokuskan Jihad kalian melawan aliansi Salibis-Zionis. Lihatlah akhi fillah…mereka dalam keadaan terkepung dan banyak yang tewas, masih juga menyempatkan diri mencela Mujahidin sebagai teroris, mereka Ghulatul Murjiah ini tidak pantas mendapat bantuan dalam bentuk apapun dari Mujahidin Al Qaedah, karena Mujahidin Al Qaedah dianggap musuh oleh mereka yang harus diberangus sampai akar-akarnya, sebagaimana pernyataan dan komentar syaikh-syaikh mereka dalam buku-buku yang mereka terbitkan. Syukran. Abu Abdillah Al Makassariy.

    5. masa’ melawan syiah aja udah kalangkabut….apalagi kalo melawan nashoro dan yahudi…..dulu thogut yaman ‘ali abdullah saleh yang beragama syiah kafir saja dijadikan ulil amri, semua presiden arab syiah aja mereka jadikan ulil amri….karena memang otak mereka itu kurang nangkap nash dan dalil jadinya kayak gini…..minta tolong donk sama thogut2 pujaan kalian itu yang lisan kalian selalu memuja mereka sedangkan kami yang membukakan bukti kekafiran mereka tidak luput dari hujatan dan caci maki lisan kalian…….inilah contoh salafi palsu yang mengada2, mengakui orang kafir sebagai ulil amri….dulu katanya jihad zaman sekarang hukumnya haram, sekarang kok udah berubah??? suka-suka kalian aja nampaknya hukum jihad ini.

    6. satu lagi,,,,,ulil amri kalian di indonesia menyuruh kalian pergi dari dammaj……patuh donk sama ulil amri…….keluar sana ntar kalian berdosa loh……………..dan kalo mati ga mati syahid….ntar kalian terkena syubhat khawarij karena zaman sekarang yang namanya jihad tidak ada…..mending kalian belajar aja….kalo dibantai ya………..pasrah dan tawakkal…..nah begitu nasib saudara kalian di iraq, afghan, somalia, iran, dibantai orang kafir gak ada fatwa wajibnya jihad…..yang ada wajibnya bersabar dan hijrah “lari” menyelamatkan diri….

    7. Siapa yang meminta bantuan Al Qaeda?….berita dari mana?…Apakah salafiyyuun sudah takut mati?…tidak wahai irhabiyyun…Kalaupun seluruh salafiyyun tertumpas habis oleh kuffar sekalipun..kami tidak pernah meminta bantuan irhabiyyun…Kami hanya menyandarkan diri kepada Allah Jalla wal ‘ala…Jangan mimpi wahai Irhabiyyun…kami cukup punya harga diri di hadapan Allah subhanallahu ta’ala

    8. Sabarlah wahai saudaraku…..sesungguhnya Allah bersama kalian
      inilah jalan menuju surga ….SYAHID …yang senantiasa kalian tunggu dan tidak semua orang menerima anugrah ini….majulah
      jangan perdulikan ucapan sinis saudara-saudara kita yang tak sepaham dan kita tetap berdoa semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita dan mereka….Allahu Akbar

    9. Terlepas dari siapa yang meminta dan siapa yang memberikan,ana rasa itu bukanlah persoalan penting yang perlu dibahas saat ini. Buat yang merasa mendukung Alqaeda,ambillah pelajaran dari perkataan Syaikh Ibrahim bin Sulaiman Al-Rubaish dalam risalahnya “nushrah li ikhwanina fi Damaj” (menolong saudara kita di Dammaj).Dimana beliau masih menggunakan bahasa2 yang santun dalam risalahnya.Beliau memanggil sebutan saudaraku terhadap Thalabul ‘ilmi di Dammaj. Tidak ada dalam perkataan beliau mengejek saudaranya yang sedang terkena musibah.Bahkan beliau memuji Daarul Hadits di Dammaj.Janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum menjadikan kalian tidak berlaku adil. Berlaku adillah,karena itu mendekati ketakwaan.Buat saudaraku yg merasa mendukung Daarul Hadits di Dammaj,musuh kita adalah sama Syiah Rafidhah.Sudah saatnya bersatu dalam menghancurkan Syiah Rafidhah.berikut ana kutip perkataan Syaikh Ibrahim bin Sulaiman Al-Rubaish dalam risalahnya “nushrah li ikhwanina fi Damaj” (menolong saudara kita di Dammaj).
      “Dan atas tragedi yang terjadi di Damaj, maka aku menyerukan kepada saudara-saudaraku dari kalangan Ahlussunnah dimanapun dan mengajak mereka untuk menolong saudara mereka dengan segala yang mereka mampu, karena sesungguhnya Allah telah berfirman: “jika mereka meminta bantuan kepadamu dalam Agama maka wajiblah bagi kalian menolong mereka”(Al-Anfaal:72),dan sesungguhnya kondisi ini termasuk yang menjadikan jihad menjadi fardhu ‘ain atas muslim yang mampu, karena menolak bahaya musuh yang menyerang negri kaum muslimin adalah termasuk kewajiban yang paling wajib”
      Beliau mengatakan bahwa ketidakpedulian untuk membantu mereka adalah pengkhianatan terhadap kaum muslimin yang merupakan dosa besar. Syaikh Al-Rubaish menyebutkan dalil dari Sunnah larangan untuk mengkhianati kaum muslimin
      “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnhya, ia tidak boleh menzaliminya dan mengkhianatinya”(HR Muslim No 2564)

    10. Tlg carikan informasi, apakah al qaeda sudah sampai di dammaj? ataukah itu hanya selentingan kabar tapi tidak ada aksi nyata, ataukah mereka ndak mau ke dammaj setelah syaikh ibrahim memfatwakan ke dammaj.

      Kalau beneran ke dammaj, salluuuut sama kalian, kalian tetap menolong meskipun dicaci maka salafy.

      Ditunggu kabarnya!

      • Kenapa harus berkata seperti itu wahai saudaraku,akhi Mustaqim.Bukankah iman itu Tasdiqu bi Qolbi,Wa ikrarun bil lisan wa ‘amalun bil arkan ?Dibenarkan didalam hati,diucapkan dengan Lisan kemudian diamalkan dengan Perbuatan ?Seorang yang berjalan diatas manhaj Ahlu sunnah wal jama’ah akan selalu berhati2 dalam bertutur kata,apakah ucapannya tersebut menyinggung perasaan orang lain atau tidak.Apakah kita sudah merasa jika kita menjadi pendukung Alqaeda maka kita sudah mendapatkan jaminan surga ?Apakah klo kita Pendukung Daarul Hadits di Dammaj kemudian otomatis surga sudah pasti didepan mata?Ingatlah wahai saudaraku,bahwa yang akan membawa kita ke surga adalah amal kita masing2 dan tentunya atas Ridha Allah yang Maha Kuasa.Seorang yang berjihad pun pada masa Rasulullah ada yang masuk neraka,meskipun para sahabat menduga bahwa dia akan masuk surga.Karena apa?Ana yakin antum sudah mendengar kisah ini.Kalau kita lihat sirah Nabawiyah,dahulu sahabat adalah orang2 yang ahli dalam bidang keilmuan dan ahli dalam medan jihad.Mereka adalah generasi yang Ahlul ilmi wa ahlul jihad. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan dalam kitab Majmu’ Fatawa juz 32 halaman 364 beliau membawakan ayat
        “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hadid: 25)
        ketika menerangkan ayat ini beliau katakan yang memperjuangkan Islam hanya dua kelompok, ahlul ‘ilmi wa ahlul jihad. Lihatlah Sofyan ats-Tsauri. Sofyan ats-Tsauri seorang ulama ahlul hadits yang dipuji oleh Imam Ahmad, dipuji oleh ulama-ulama, seorang ulama manta ulama Syi’ah. Saya harapkan ulama-ulama Syi’ah berubah seperti beliau yang kemudian menjadi mujahid besar, yang kalau tidur bantalnya itu basah bukan karena iler, basah karena menangis takut kepada Allah. Subhana Allah, luar biasa. Lihatlah kehidupan Sofyan ats-Tsauri, seorang ulama yang dikejar-kejar oleh penguasa karena ketegaran beliau membawa kebenaran, itulah Sofyan ats-Tsauri Rahimahullah.
        Lihatlah Abdullah bin Mubarak, seorang ulama besar, tabi’ut tabi’in, ahlul hadits, mujahid besar, pengusaha sukses yang mengatakan, “Saya berusaha untuk mencari uang untuk membiayai para da’i yang ada di lapangan itu, untuk membiayai mujahidin.” Mana pengusaha yang seperti itu? Usaha hanya untuk dirinya sendiri, dia jadi pengusaha besar tapi tidak untuk membela agama ini. Lihatlah Abdullah bin Mubarak, seorang ahli hadits, mujahid besar.

        Mudah2an dapat menjadi pelajaran buat pribadi ana sendiri dan teman2 sekalian

    11. Akhi Abu Syamil, piye kabare? baik kan, salam untuk keluarga.
      ——-
      Mungkin akh mustaqim maksudnya tanya, apakah al qaeda sudah sampai di Dammaj karena sampai sekarang ndak ada kabar kedatangannya. Gitu akhi.

      • Alhamdulillah,ana dan keluarga dalam kondisi baik2 saja akhi.Afwan klo ana baru mengunjungi blog antum.Dah lama ngga jumpa,kangen juga rasanya akhi.Buat akhi mustaqim,afwan ana sudah lancang mengomentari.Tapi klo menurut pendapat ana,saat ini bukanlah saat yang tepat untuk mempersoalkan kapan datangnya Alqaeda,trus siapa meminta bantuan siapa.Yang bisa kita lakukan saat ini haruslah melakukan sesuatu yang berguna buat saudara2 kita di Dammaj yang sedang menghadapi Syiah Rafidhah.Klo yang mampu dengan harta,silahkan berjihad dengan harta.Kalau yang mampu dengan jiwa,silahkan dengan jiwa.Kalau yang baru mampu sebatas doa,maka doakanlah saudara2 antum di Dammaj.Dan tentu saja,tidak hanya di Dammaj.Tapi diberbagi belahan negeri lainnya yang saat ini mengalami hal yang sama meskipun dengan musuh yang berbeda.Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah ibarat satu anggota tubuh.Jika yang satu sakit,maka yang lain akan merasakan sakit juga.Dan Persaudaraan muslim ini tidak hanya sebatas negara dan kelompok saja.Siapapun dia,jika dia adalah seorang muslim,maka dia adalah saudara kita.Coba bayangkan,klo kaum muslimin saat ini bisa merasakan sakit saudara2nya di belahan bumi lainnya.Maka setiap malam dia tidak akan lupa minimal memanjatkan do’a buat kaum muslimin yang sedang tertindas baik di indonesia maupun dibelahan bumi lainnya.

    12. masya Allah…. nampak sekali perbedaan lisan yg di jaga Allah(insya ALLAH AHLU SUNNAH) dengan lisan penuh benci (hawarij)

    Tinggalkan Balasan

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 654,516 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.