• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Tidak Benar Bahwa Ma’had Darul Hadits Dammaj Meminta Bantuan Al Qaeda Untuk Memerangi Raafidhi Syi’ah

    Disampaikan melalui surat elektronik dari Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy, Atas nama tholabatul ilmi di Dammaj. Surat yang ditulis di Dammaj 8 Muharrom 1433H ttg beredarnya kabar di akhir-akhir ini bahwasanya Darul Hadits Salafiyyah di Dammaj minta bantuan pada teroris Al Qoidah untuk memerangi Syi’ah yang telah menyerang markaz, maka celaan itu bukanlah pada tempatnya, berdasarkan beberapa sisi:

    1.Kalaupun benar bahwasanya Asy Syaikh Al Muhaddits Yahya bin Ali Al Hajuriy hafizhahullah minta bantuan pada mereka, maka tidaklah hal itu salah, karena minta bantuan pada orang fasiq ataupun kafir untuk menghadapi keganasan orang kafir yang lain (yang lebih kafir dan lebih berbahaya dsb) adalah boleh berdasarkan syariat dan fatwa para ulama Sunnah.


    2.Kalaupun benar bahwasanya Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy minta bantuan pada mereka, maka tidaklah hal itu salah, karena minta bantuan pada selain Alloh pada saat terpaksa demi mempertahankan hidup yang telah sangat terancam adalah diperbolehkan, dengan syarat hamba Alloh yang dimintai tolong itu masih hidup, hadir, dan punya kemampuan.

    3.Kalaupun benar bahwasanya Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy minta bantuan pada mereka, maka tidaklah hal itu salah, jika berdasarkan ijtihad dan ketajaman pandangan beliau bahwasanya kemaslahatannya lebih besar daripada mafsadahnya.

    4.Pertempuran ini, sebagaimana fatwa para ulama, merupakan pertempuran antara Islam dan kufur, bukan semata-mata antara Ahlussunnah dengan Ahlul bid’ah. Makanya yang bangkit untuk menghadang kejahatan Rofidhoh bukanlah Ahlussunnah saja. Banyak hizbiyyun di Yaman telah menyatakan bahwasanya jika Dammaj sampai dikuasai Rofidhoh, pastilah seluruh propinsi So’dah akan dikuasai mereka. Jika itu terjadi, dalam waktu yang dekat mereka akan menguasai seluruh Yaman, sebagaimana dalam rencana rahasia mereka yang telah tersingkap. Yang demikian itu dikarenakan Rofidhoh juga tersebar di berbagai propinsi di Yaman, seperti di Dzammar, Roda’, Hajjah dan yang lainnya. Jika So’dah berhasil mereka kuasai, yang lainpun akan bangkit semangatnya. Oleh karena itulah makanya para hizbiyyun pada bulan ini juga memfatwakan wajibnya jihad memerangi Rofidhoh, bukan karena permintaan dari Darul Hadits Dammaj.

    5.Para ulama yang memfatwakan jihad melawan Rofidhoh, pandangan mereka lebih tajam, hati nurani mereka lebih peka, dan rasa kasih sayang mereka lebih besar Justru peperangan ini adalah perang antara Islam dan kekufuran. Makanya yang diseru untuk bangkit adalah seluruh Muslimin secara umum, sebagaimana Kholifah Harun Ar Rosyid dulunya menyeru seluruh lapisan Muslimin untuk bersatu memerangi Nashoro yang sedang menyerang perbatasan wilayah Muslimin.

    6.Contoh yang lain adalah: seruan Amirul Mukminin Al Mu’tashim billah seluruh lapisan Muslimin untuk berangkat memerangi Romawi yang menyerang perbatasan, hingga berbuntut penaklukan benteng Ammoriyyah yang terkenal itu yang menyebabkan Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah memuji dan memaafkan Al Mu’tashim.

    7.Contoh yang lain adalah: seruan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah kepada raja Mesir dan pasukannya, dan seluruh lapisan Muslimin di Syam untuk bangkit memerangi pengepungan tartar.

    8.Sengaja ana tidak menampilkan pemakaian Rosululloh shallallahu’alaihi wasallam Abdulloh bin ‘uroiqith sebagai penunjuk jalan ke Madinah karena diperselisihkan, apakah dia pada waktu itu telah masuk Islam ataukah belum. Akan tetapi contoh-contoh di atas merupakan pemahaman salaf yang tepat.

    9.Telah lewat penjelasan tentang bolehnya minta bantuan pada orang kafir untuk menghadapi orang kafir yang lain. Maka bagaimana jika yang dimintai bantuan tadi adalah orang yang masih muslim?

    10.Jika minta bantuan orang yang masih Muslim untuk memerangi orang Nashoro saja boleh ketika keadaan mengharuskan demikian, maka bagaimana dengan meminta bantuan Muslim untuk memerangi orang-orang yang lebih kafir daripada Nashoro? Syaikhul Islam rahimahullah dan yang lainnya telah menetapkan dengan dalil-dalil bahwasanya Rofidhoh lebih kafir daripada yahudi dan Nashoro

    11.Itu tadi jika Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy meminta bantuan pada Al Qoidah. Kenyataannya adalah bahwasanya beliau sama sekali tidak minta bantuan pada mereka. Merekalah yang bangkit untuk memerangi Rofidhoh tanpa beliau meminta.

    12.Hampir setiap tahun di wilayah selatan terjadi perang antara Al Qoidah dengan Rofidhoh. Sama-sama rebutan kekuasaan. Bukan karena Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy meminta bantuan pada Al Qoidah.

    13.Sebagian orang-orang Al Qoidah dulunya adalah murid Al Imam Al Wadi’iy. Manakala Usamah bin Ladin datang dan menawarkan bantuan bersyarat, beliaupun menolaknya. Akan tetapi beberapa murid beliau tergiur besarnya gaji sehingga meninggalkan beliau dan bergabung dengan dengan Al Qoidah. Al Imam Al Wadi’iy rahimahullah menghukumi mereka semua sebagai mubtadi’ah. Hanya saja manakala Rofidhoh dengan amat kejam menyerang Dammaj yang sehari-harinya cuma sibuk dengan ilmu dan dakwah, tergeraklah hati para mantan murid tadi untuk membela bekas tempat belajar mereka yang dulu. Asy Syaikh Yahya sudah mengumumkan berlepas diri dari mereka, dan bahwasanya orang-orang Al Qoidah tidak boleh menempel Ahlussunnah. Hanya saja sudut pandang kita di sini adalah: masih ada di kalangan Ahlul bida’ yang punya rohmat pada bekas tempat dia belajar yang dulu.

    14.Ada anggapan bahwa salah satu pemimpin pasukan penyelamatan yang datang dari luar adalah anggota Al Qoidah. Ini tidak benar! Beliau telah bertobat dari Al Qoidah sekian lama sebelum Rofidhoh mengganggu Dammaj. Dan beliau telah mengumumkan tobatnya itu sekian lama. Saat Rofidhoh menyerang Dammaj bangkitlah beliau membuktikan kecintaannya pada Sunnah dan salafiyyah walaupun harus mengorbankan nyawa.

    والحمد لله رب العالمين.

    Dammaj, 8 Muharrom 1433H
    Atas nama tholabatul ilmi,
    Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy

    37 Tanggapan

    1. Hanya ada satu kata..lawan kekufuran, dan tetap mantap diatas al mahaj salafus sholeih..Barokallahu fikum

      • bismillaah.afwan ini abu saif mufti jombang bukan?yang prnah ngisi di mesjid ashabul hadits cianjur?ana abu aisyah bandung yang nomor hp nya ini=081312517255.barokallooh fiikum

    2. maap sumber dari mana tuh ? apa abu fairuz kirim ke email anda ? bisa forward ?

    3. Abu Fairuz berkata : 1. Kalaupun benar bahwasanya Asy Syaikh Al Muhaddit Yahya bin Ali Al Hajuriy hafizhaullah minta bantuan pada mereka (maksudnya Al Qaeda) maka tidaklah hal itu salah karena minta bantuan pada orang fasiq ataupun kafir untuk menghadapi keganasan orang kafir lain (yang lebih kafir dan lebih berbahaya dsb) adalah boleh berdasarkan syariat dan fatwa para ulama sunnah.

      si Fairuz atau lebih tepatnya kita katakan si firuz berbahaya ini, entah paham atau tidak -sadar atau tidak, telah memvonis Mujahidin Al Qaeda sebagai orang fasiq yang kafir (simak kata …untuk menghadapi keganasan orang kafir (yang lebih kafir…), artinya Syi’ah lebih kafir dari Al Qaeda. Naudzubillah…begitu ya wahai firuz lakantullah alaihim.

      Semoga si Firuz ini hanya penyusup yang bertujuan untuk memecah belah ahlu Sunnah. Namun jika benar dari Darul Hadist Dammaj, maka kami katakan kepada Firuz dkk, takutlah kepada Allah, syariat yang suci dan fatwa para ulama ahlu sunnah bukan untuk menjustifikasi pernyataan kalian yang tidak pada tempatnya dan nyeleneh itu. Dan kami berharap itu pendapat pribadi yang akan ditangung sendiri akibatnya oleh sifiruz laknatullah. Tetapi kalau ini adalah manhaj Darul Hadist Dammaj yang diwakili oleh si Firuz yang sangat berbahaya ini, naudzubillah mereka adalah manusia yang tidak tahu diri, dalam kondisi menghadapi bencana demikian, masih juga menyempatkan diri mengeluarkan pernyataan celaan dan takfir mengikuti hawa nafsunya. Artinya celaan dan cercaan adalah Manhaj dakwah mereka sekaligus menjadi karakter dan hobby dai-dainya yang sulit dirubah. Wallahu ‘alam

      • Setuju dengan Akhi Abu Abdillah, semoga si Firuz disembelih lidahnya melalui tangan orang-orang syi’ah biar mereka berhenti mencela mujahidin sebagai khowarij, takfiriy, anjing-anjing neraka serta cela-celaan buruk lainnya, sementara kalau mereka dikatakan datangkan bukti/dalil bahwa kalian bukan Murji’ah, mereka lalu comot dalil -sana-sini atas nama syaikh fulan, kemudian dipotong-potong, dicocok cocokkan, dibumbui hawa nafsu, lalu ditambahi celaan. Jadi jika ana jadi pemimpin AQAP ana tidak akan memberikan bantuan dalam bentuk apapun. Biarkan saja mereka ini tewas mengenaskan entah terjangan peluru syiah, kehausan, kelaparan, kekurangan darah dll, Faktanya kemana Salafi Murji’ah yang lain ? mana bantuan mereka kepada rekan se sekte mereka ?, kemana penguasa arab yang dikalaim sebagai Ulil amri oleh para salafi Murji’ah ? mudah-mudahankhalifah mereka tidak sedang menyaksikan pembantaian salafi Yamaniy di layar kaca bersama kawannya si amriki Laknatullah.

      • waduh, jangan tidak boleh begitu, biarkan saja mereka. karena pencela jihad selalu ada pada setiap zaman. semoga Allah memenangkan kaum sunni dan mengahcurkan syiah.Alqaeda walaupun dicela begitu, tetap akan menolong saudara muslim di dammaj termasuk darul hadits. jadi mereka dapat pahala, tetapi abu fairuz dapat dosa -na’udzubillaahi mkindzalik

      • Abu Abdillah Al Makassariy…….bertakwah k pd allah dngn sebenar2 takwa….sngt jelas yg katakn oleh abu fairus bahya al qaedah org2 fasik bkn kafir,,,,,,,,apa yg sebut oleh abu fairuz mirip dngn ta’wil aulawiah….antm perhatikn …!minta bantuan pada orang fasiq ataupun kafir untuk menghadapi keganasan orang kafir lain (yang lebih kafir dan lebih berbahaya dsb) adalah boleh berdasarkan syariat dan fatwa para ulama sunnah…..ini suatu kebenar…….! lantas atm katakn abu fairuz mengatakn al qedah itu fasik dn kafir……dr mn antm meyimpulkan seperti itu…..?sementara yg d maksud abu fairuz boleh minta bantuan pada orang fasiq ataupun kafir untuk menghadapi keganasan orang kafir lain (yang lebih kafir dan lebih berbahaya dsb) adalah boleh berdasarkan syariat dan fatwa para ulama sunnah,di sini dia haya memberi penjelan boleh hal tersebut berdasar fatwa ulama sunnah,,TANPA dia mengartikan bahwa al qaedah itu kafir,,sebagai mn yg antm katakn………cobalah antm jeli lagi dlm memahami dn cobalah untk iklas dlm berbicara,jangn mendahulukan al ahwa…….sy tdk kenal abu fairuz,tp dngn ini sy bisa pahami dngn jelas apa maksud di dlm perkatan ini……klu anm sorg ahlusunnah ya akhi…….semstiya yg ada,antm itu memperbaiki kesalah saudaramu seiman,bukan mencela,menambah kerusakn,membuat kerusakn yg lbh besar lg……tindakan yg harus antm lakukan dngn hal itu adalah NASEHATI DIA DNGN HIKMAH wahai al ahk Abu Abdillah Al Makassariy…..krn apa yg antm lakukan haya akn menambah perpecahan dn perselihan,dn mematikan hati…….INAGAT….!MENJADI SEBABLAH DLM KEBAIKAN DN JANGN MENJADI SEBAB DLM KEBURUKAN…..klu anmt tau sudaramu seiman salah mk nasehati dia dngn hikmah(dngn dalail yg jelas),bkn mencela dia dn mengkucilkan dia……..rasullah bersadba…org yg baik itu bkn org tdk puya kesalahn,tp org yg baik itu org yg ketika salah dia bertobat………..dn kita katakn alqaedah,adlah kelompok yg terlalu gampang mngtakfirin org muslim,,apa yg terjadi d indonesia sd cukub bukti krn kaki tangn al qaedah,,ngebob,buat teror,,,yg mudorotya lbh besar untk kaum muslimin dr pd maslahatya……walllahualam bisowab…..semoga allah memberi petunjuk untk kt semua,dn satukan hati2 kaum muslimin d atas sunnah…dn semoga allah melaknat org2 syiah rofidho dn hancurkan mrk………

    4. Kalao tidak punya ilmu dan tidak tau kondisi.. berilmulah dulu sebelum berkata yah .. biar tidak jadi fitnah…..

    5. surat ini dicopast dari http://isnad.net/ , sekali lagi berilmulah baru berkata hai semuanya yang ada disini biar gak saling fitnah…. daripada cuma pake ra’yu pribadi.. mending pada ke Yaman aja biar tau kondisinya yah buat akhi AAAM dan MWHDN…..

      • ya aba muhammad, janganlah merasa dirimu lebih berilmu dari pada kami. salah satu sifat kalian adalah congkak sombong. merasa diri lebih tahu. tidak tau terima kasih. sungguh orang congkak. lihat Alqaeda, ketika kalian dikepung oleh Syaih, mereka masih menganggap kalian masih saudara mereka yang wajib dibantu. tapi kalian ketika mereka diserang oleh AS kalian membiarkan saja. sungguh apa ini yang disebut memelihara tali persaudaraan.

    6. abu fairus payah…gak konsisten…jare tasawul haram…lho kok…

    7. lha apa g pd baca poin no 9 dan 10?kok g dipahami dulu sdh menghujat dan melaknat?dan lbh ridho sdrnya disembelih syiah????

    8. gmn ya,yang saya tahu mas2 dari salafi melarang jihad tanpa ada perintah dari penguasa. lha yang di dammaj itu sudah izin kepada pemeritah yaman,belum?

      Dan mas2 dari AQAP itu kan baik dah mau nolong meski gak diminta(kalau memang betul gak meminta bantuan) kok masih dianggap fasiq atau kafir.

      • Berikut ini adalah teks pertanyaan akhuna Abdurrahman Al Umaysan (thalib asal Yaman yg studi di Jami’ah Islamiyyah) thd Syaikhuna Al Abbad:

        قد سألت شيخنا العلامة عبدالمحسن العباد البدر – حفظه الله – ظهر يوم الثلاثاء الموافق 4 من شهر الله المحرم هـ1433 في مسجده عن الجهاد في دماج وماذا تنصحوننا أن نفعل وكذلك أهل اليمن – إذ إن شيخنا متتبع لأخبارهم منذ فرض عليهم الحصار-؟

        Saya bertanya kepada syaikhuna Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al ‘Abbad -hafizhahullah- pada hari Selasa siang, tggl 4/1/1433 H di mesjid beliau; tentang jihad di Dammaj dan apa yang antum nasehatkan supaya kami dan warga Yaman lakukan, mengingat engkau -wahai Syaikh- selalu mengikuti berita mereka sejak pengepungan dimulai?

        فأجاب شيخنا متألما: لا شك أن ما يحصل في دماج من قتال هو جهاد في سبيل الله فمن استطاع من أهل اليمن أن يقاتلهم فليفعل لكن لابد من استئذان الأبوين وأنا أقول مناوشة الرافضة من جوانب متعددة هو الأولى، لأن الوصول لدماج والقتال معهم صعب لأنهم محاصرون من كل جانب

        Maka Syaikh menjawab dengan nada sedih: Tidak diragukan bahwa perang yang terjadi di Dammaj adalah JIHAD FI SABILILLAH. Siapa pun dari warga Yaman yang bisa memerangi mereka, hendaklah turut serta, namun harus minta izin terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya. Menurutku, menyerang kaum rafidhah dari banyak sisi lebih diutamakan, mengingat sulitnya untuk masuk ke Dammaj dan sulitnya berperang bersama mereka (ikhwan kita -pent), karena mereka dikepung dari seluruh penjuru.

        ختم الشيخ بقوله: الله يدمر الرافضة الله يدمرهم

        Syaikh lantas menutup jawabannya dengan mengatakan: Semoga Allah menghancurkan kaum Rafidhah… semoga Allah menghancurkan mereka !

        —————————————–

        Keterangan:

        Jawaban Syaikh di atas menunjukkan bahwa jihad bagi selain warga Dammaj sifatnya fardhu kifayah dan statusnya sebagai jihad thalabi (offensif), karenanya beliau mensyaratkan harus izin orang tua terlebih dahulu, dan mensyaratkan bagi ‘yg mampu melakukannya’. Adapun izin pemerintah/waliyyul amri maka tidak perlu dipertanyakan sebab pemerintah Yaman sendiri telah berulang kali terlibat perang dengan kaum Syi’ah Hutsiyiin selama tujuh tahun belakangan… sehingga izin mereka secara implisit (dhimni) telah terwujud sejak dahulu.

        Posted: 1 Desember 2011 in fatwa, fikih, fiqih, siyasah syar’iyyah

        http://basweidan.wordpress.com/2011/12/01/fatwa-syaikh-al-allamah-abdul-muhsin-al-abbad-ttg-jihad-di-dammaj/comment-page-1/#comment-3741

    9. assalaamu ‘alaikum, wahai saudaraku yang berada bersama kami mendukung mujahidin alqaeda dan lainnya, sudahlah tidak usah gelisah dari perkataan Abu fairuz tersebut. karena celaan yang menghina mujahiddin tersebut tiada gunanya bagi mujahidin. sungguh moncong senjata yang saling berhadapan disana bukan adu mulut. bila Mujahidin Imarah Islamiyyah (AQAP) diberikan kemenangan oleh Allah Ta’alla, mau tidak mau Abu fairuz bila masih tinggal disana harus patuh dengan mereka. karena mereka adalah penguasa. jadi bukan lagi taat kepada si Syiah rafidhah Ali Abdullah Shaleh.

      Mujahiddin Poso

    10. bismillahirrahmanirrahim..segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala yang menghamparkan bumi dan meninggikan langit tanpa tiang.salawat dan salam kita kepada Baginda Nabi Sallallahu ‘alaihi Wasallam, kepada keluarga beliau dan para sahabah ra.Wa ba’du.saya sampaikan kepada anda akhi yang menganggap dirinya salafi dan bermanhaj salaf. bukankah tanda-tanda khawarij sebagaimana yang disebutkan dalam hadist adalah dekat dengan dengan orang-orang kafir? adakah bukti anda melihat para mujahidin dekat dengan orang-orang kafir? takutlah anda kepada Allah atas apa yang ada ucapkan wahai akhi..masihkah kalian menyatakan ketaatan kepada penguasa jika keluarga kalian yang dizholimi, disiksa dipenjarakan dan dibunuh hanya karena mengatakan yang Haq? bukanlah mata yang buta wahai akhi.tapi hati…hati..hati…

      • ya ahki……yg lebih parah dn rusak itu pemikiran……pemikiran yg ada pd alqaedah itu pemikiran takfirin……mudah mengkafirkn kaum muslimin dn menhalalkn darah mrk,dn suka membuat kerukan,toror d negri2 kaum muslimin…….apa blm jelas terorya alqaedah d saudi..? jg d indonesia..?teror bom yg mrk lakukan lbh besar maslahatya dr manfaatya,,,…apa itu blm cukup bukti…?mk mari kita bersatu i atas ALQURAN DN SUNNAH DNGN PEMAHAMAN PARASABAT RASULLAH.dn ulama2 yg mengikuti mrk,,,,,,,bkn d atas pemahan alqaedah……itulah persatuan yg maksud dlm ayat allah……

    11. wahai para ikhwah…wahai para pemegang sunnah..wahai para hamba Allah, semoga Allah memberikan hidayah taufiq…

      dengarlah sabda nabi,pahami dengan kepekatan yang dalam:
      “fal yaqul khairan aw liyasmut”

      aku,dan juga saudara2 ku melihat perpecahan maka hati ku gundah manakah yang benar di dalam agama islama ini?aku percaya atas apa yang dikabarkan lewat para sahabat,tabi’in serta tabiuttabi’in dan para pengikut manhaj salafunassholeh…akan tetapi setelah melihat percakapan di atas sungguh sangat menyayangkan sekali.

      maka sudah tidak wajar apabila ada seorang muallaf, langsung kafir seketika,kenapa dia kafir?karena dia melihat perpecahan begitu tajam di tangan para pemeluk agam islam?

      sadarlah wahai kaum muslim pemegang sunnah
      “al muslim akhul muslim”

      cobalah tiru sifat nabi shallallohu alaihi wa sallam di dalam menyikapi perpecahan…!

      akhil qiram,akhil mahbub, ambillah sesuatu setelah yakin,(sholat istikharah)
      sekali lagi bersatu untuk agama islam ini

    12. wahai seluruh kaum muslimiin kita semua saudara, salafy, AQAP adalah muslim, kita sedang di timpa cobaan, apakah kita bisa bertindak benar dalam menghadapi cobaan? jangan saling mencela, satukanlah hati2 kita, melawan syi’ah rafidhoh yg jelas2 kekufurannya (mencela sahabat al-qur’an yg mereka yakini tdk sama dgn alqur’an kita). kalau ada kekeliruan abu fairuz dalam pengetikan, mungkin karena sedang terburu2(karena sedang kacau disana), mohon di ma’afkan. abu fairuz tidak mengatakan fasiq atau kafir kepada AQAP, maksudnya meminta bantuan kpd orang fasik atau kafir untuk memerangi org yg lebih kafir adalah boleh, apalagi meminta bantuan kpd sesama muslim(AQAP), maka boleh sekali, abu fairuz hanya menjelaskan suatu hukum. mohon baca keseluruhan uraiannya sampai akhir. mohon jangan salah memahaminya, sekali lagi mohon difahami dengan cermat secara keseluruhan, hati2 syaithon membisikan kesesatan kpd hati kita shg kita berpecah belah. semoga Alloh ta’ala selalu menjaga lidah kita dari ke-terpleset-an lidah kita, karena sangat berbahaya, dan berbaik sangkalah terhadap saudara kita(sesama muslim)

    13. islam nanti kata Baginda Nabiyullah Muhammad saw…mendekati akhir jaman seperti hidangan diatas meja makan….sahabat bertanya apa jumlah kami sedikit waktu itu ya Rasul!…tidak justru jumlah kalian pada saat itu banyak…banyak tapi centang perenang…banyak tapi mudah diadu domba dan terpecahbelah….

      lihat umat islam sekarang wahai saudaraku!!! lihatlah….buka mata dan hati kalian….

      dibelahan bumi lain segolongan pemuda berjihad membela negara, agama dan kehormatannya dikatakan khawarij…dikatakan munafik

      tapi yang mengatakan tak jauh lebih buruk dari yang dikatakan…mereka yang mengatakan seperti itu malah merelakan negaranya , agamanya dan kehormatannya di injak2…apa ini termasuk golongan yang benar…apa ini termasuk ulama dan golongan kanan yang di Alquran dijamin surga nantinya…

      golongan yang takut perang, tapi cinta dunia…golongan yang tidak merasa terhina agamanya terinjak-injak…inikah golongan yang benar itu…golongan yang melihat saudaranya ditempat lain tanah airnya, agamanya, harga dirinya direnggut dia diam saja…tidak menolong malah menghina dan terkadang mengkafirkan …inikah golongan yang benar….???

      jangan mengklaim sebagai seorang salaf…mengaku pengikut Rasul sejati…tapi amalan jauh menyimpang dari nabi kecuali sedikit..itu pun dilakukan bukan dasar ikhlas karena Allah…

      jihad akan tetap ada selama islam dinodai dan ingin dihancurkan ..karena ini adalah pembelaan….bukan hanya diam..dan terkadang berceloteh..jihad itu yang benar adalah melawan hawa nafsu bukan perang mengangkat senjata…

      itu definisi kecil makna jihad tapi jihad sebenarnya adalah mengangkat senjata dan berkorban jiwa dan harta jika kita di dholimi…

      bisakah kalian mengatakan jihad adalah menahan hawa nafsu..jika malapetaka itu menimpa kalian dan negeri kalian…anak2 kalian diperkosa, istri kalian dijadikan korban seksual..rumah kalian dibakar, agama kalian dinodai dan seluruh harta kalian dirampas dengan keji dan penuh kelicikan…masihkah kalian bisa mengatakan jihad yang sebenarnya itu adalah melawan hawa nafsu…bisakah???????????

      kita terlalu pintar dalam berpendapat, berfatwa, pintar mengklaim, memfitnah, dan merasa paling benar…padahal perkataan, perbuatan dan amalan kita penuh hawa nafsu dan jauh dari Alquran dan Assunah…inikah islam yang benar itu ?????

      mereka yang mengatakan kalau islam diperangi kita harus diam saja dan jangan berjihad..jihad itu adalah melawan nafsu sendiri…ini adalah orang2 yang kata nabi terkena penyakit al wahn …yaitu penyakit cinta dunia dan takut mati…takut perang,….padahal mereka lupa mereka lahir tak membawa apa2 dan kelak matipun sebatang kara….

      berfikirlah…wahai saudaraku….

    14. lihat contoh dari ulama sekarang…

      jika berjuang demi Allah dan Rasullnya dan mempunyai murid banyak…tapi ketika muridnya keluar dari golongannya tapi tidak keluar dari kebenaran Alquran dan hadis…dicap…difatwa bahkan dikatakan kaum dan golongan khawarij…

      apa ulama tersebut yakin hanya dia saja yang benar..dan ajarannya saja yang benar…dan muridnya tidak boleh keluar dari golongannya…

      seharusnya dia sebagai orang berilmu dan orang tua mengikhlaskan kehilangan murid … dan mendoakan kepada simurid tersebut agar senantiasa dijalan kebenaran dan mendapat seorang guru yang lebih baik dari dia…bukan menjelekkannya…kecuali kalau mereka keluar dari Islam, keluar dari konsep Alquran dan hadis..baru dikatakan khawarij….

      tapi selama muridnya keluar dan ikut golongan tertentu tetapi tetap dalam kebenaran …yah tidak salah

      • adil…ulama yg d maksud ulama yg mn….?sementara allah perintahkan kt untk kembali k pd ulama(org yg berilmu dlm agama)…apakah antm mau menjadi pencala ulama…? khawarits itu bkn org kafir,,,tp mrk org yg memberontak kpd pemerintah yg muslim,,,yg keluar dr jamahya kaum muslimin……….dn org2 yg m,engikuti alquran dn assunah tp tdk tdk pemahamn parasahab mk mrk bknlah al-jamah……sebagai mn yg d tafsirkn kata jamah oleh seorg sahabt,,yaitu al-jamah yaitu apa2 yg rasulallah berada d atasya dn org2 yg mengikuti walaupun sorg diri d ujung dunia tp mengikuti apa yg dtng dr rasullah,apa yg dtng dr sahabaty,dn org2 yg mengikuti mrk ,mk dialah al jama’ah……klu org yg keluar dr islam,itu bkn khawarit tp KAFIR…….antm liat abdullah bin sabah ketika mengkritik rasullah…ya rasullah km tdk adil……..lantas abubakar berdiri ingin menebas leherya,,tp rasullah melarang dn mengatakn sungguh akan keluar pengikutya d akhir jaman yaitu org2 yg suka memberotk k pd pemerintah muslim(khawaris)…..dn perlu antm ketahui khawaris asal kata dr khoroja yg antiya keluar….mrk d katakn khawarits krn mrk keluar memberontak kpd pemerintah muslim,membuat kekacauwan k pd pemerinta muslim,dengn teoror…

    15. anda mengaku pembela kebenaran…tapi anda tidak jauh dari mereka didalam hati anda banyak rasa nafsu bergemuruh…semua yang tidak berkenan dihati anda …anda hapus /.

      anda bukan penyampai kebenaran…tapi hanya copy pasti dari sebuah link…dari sebuah pendapat…dan fatwa mereka yang bukan benar2 pencinta Allah dan Rasulnya….

      Allah maha tau…apa yang didepan , samping , belakang anda….dan dia maha keras siksanya….bertaubatlah…..

      • ya akhi….? apakah antm tau apa2 yg ada dlm hati2 kaum muslimin…?apakah antm yg mempuyai pengetahuan ttng apa2 yg ada dlm hati2 kaum muslimin..?? bertobatlah k pd allah dn sesungguhya apa yg ada dlm hati seorg hamba haya allah dn org tersebut yg tau…….kita sebagi manusia sd cukum kita menilai org itu dr zohiriahya,tnpa menghukumi apa yg ada dlm hatiya…..wallahualam bisowab…

    16. sampai detik ini banyak sekali umat islam yang terjebak dengan fatwa2 ulama…apa ini salah tidak selama ulama yang mengeluarkan fatwa tersebut ucapan, perbuatan dan pemikirannya dilandasi dan berdasarkan Al-Quran dan Hadis Nabi saw.

      yang ditakutkan dan terjadi sekarang…banyak ulama pendusta, mengeluarkan fatwa berdasar nafsu dan ego nya…karenanya sebagai pengikut dan pelajar … dan kritislah terhadap ilmu yang diajarkan oleh ulama/guru kita…sharinglah semua ilmu yang kita dapat dengan l-Quran dan Hadis Nabi saw. jika jauh menyimpang ajaran tersebut kita patut menjauhi ulama tersebut. inilah ciri ulama sesat yang berjuang bukan karena Allah dan Rasulnya…

      wahai saudaraku jika kalian mendengar suatu berita…janganlah terburu buru terpengaruh dan menjadi korban berita tersebut…tabayunlah …cek dahulu berita itu benar atau rekayasa…

      buat saudaraku yang masih terikat dengan golongan baik merasa dirinya NU, Muhammadiya dan sebagainya…perlu diketahui NU, Muhammadiyah hanya organisasi bukan suatu agama…

      begitu pula dengan saudarakau yang mengaku saya orang salaf ….saya wahabi …dan sebagainya…ketahuilah siapun mereka selama dia islam dan mengamalkan apa yang rasul ajarkan …ingat apa yang rasul ajarkan dan rasul amalkan….tanpa ditambahin oleh fatwa2 ulama…mereka disebut salaf…artinya mengikuti orang2 terdahulu…siapa generasi yang terbaik salaf…mereka adalah Rasul kita yang mulia, para sahabat beliau dan para tabiin…
      jadi siapapun anda, partai anda, golongan anda, suku anda dan negara anda jika pengamalan ibadah anda seperti Rasul dan para sahabat nabi dan para tabiin…mereka disebut salaf….

      jadi penyebutan salaf bukan dari pribadi atau deklarasi …kami orang salaf…tidak salaf dinilai dan dilihat dari pengamalan amalanya…percuma mengaku salaf …percuma mengaku pengikut wahabi tapi amal ibadahnya jauh dari yang Rasul Ajarkan…

      jelasnya…salaf bukan milik suatu golongan dan bukan suatu kelompok…salaf berhubungan dengan amalan yang masih suci mengikut para generasi terbaik islam masa lalu…Rasul, sahabat dan tabiin….

      jangan mengaku salaf,,,,jika amal ibadah, pemikiran dan perbuatan jauh dari yang Rasul ajarkan,
      tidak ada orang yang mengaku dirinya salaf..ini perlu dipertanyakan ..salaf adalah sebutan untuk amal dan perbuatannya…bukan pengakuan lisan saja atau nama suatu golongan….

      kita memang sedih melihat umat islam sekarang…ditambah lagi munculnya para ulama yang mudah berfatwa tapi tanpa ilmu…asal tujuannya baik lalu diikuti…ingatlah bukankah sesuatu yang baik belum tentu benar…contoh beberapa ajaran dari ulama2 yang jaman rasul tidak ada….

      memperbolehkan musik…mengadakan maulid, selamatan 1 hari hingga 40 hari, membaca quran dikuburan, dan lain2…memang tujuannya baik dan semua yang berhubungan dengan islam…tapi ini tidak Rasul ajarkan….

      jika ingin menjadi seorang salaf…kerjakan ajaran Rasulullah dengan murni…semurni-murninya dan jangan mudah berdebat atau berpecah belah hanya karena masalah khilafiyah (hal2 yang furu)…selama dia sama syahadatnya dengan kita, menjalankan rukun islam dan rukun iman,dan tidak memerangi umat islam…dia saudara kita…masalah khilafiyah jangan di jadikan sebab berpecah belah…

      ingat jangan fanatik terhadap ulama,,,mereka manusia yang juga bisa salah dan ilmunya terbatas…ikutilah Alquran dan hadis Nabi…

      wassalam…

    17. LIHAT INDONESIA SAUDARAKU,KETIKA D LANDA TEROR YG PELAKUYA DR KAUM MUSLIMIN YG JAHIL DLM MASALAH AGAMA,YG TDK KURANG PEMAHAN DLM MASALAH JIHAT,,,,,APA DAMPAK TERJADI,BAHKAN KAUM MUSLIMIN YG CELA,ORG2 YG MENGAMALKN SUNNAH D INDENTIKN DNGN TEROISME,BAHKAN BOM2 YG TERJADI KEBAYAKN DARA KAUM MUSLIMIN YG MENETES,ORG2 KAFIR YG ADA D INDONESIA PUN BKN KAFIR HARBI YG HARUS D PERANGI………SEMUA INI KRN KESALAHN DLM MEMAHAMI JIHAD YG D PAHAMI OLEH OSAMA BIN LADEN DNGN AL QAEDA…………ADAPUN SEPERTI D YAMAN MK ITU SESUA DNGN PEMAHAN YG BENAR MEMERANGI ORG KAFIR YG MEMEARANGI KAUM MUSLIMIN YG PEPERANGN YG YATA………JD APA YG D LAKUKAN OSAMA BIN LADEN DNGN ALKAEDA SD BENAR PD KEADAN D DAMAJ,,,,,,TTP DIA TETAP MENGANUN PAHAM KHAWARID YG MEMERANGI KAUM MUSLIMIN YG TDK SEPAHM DNGN PAHAM KHAWARITS,YG MEMUKUL RATAKAN SEMUA ORG KAFIR BISA D PERANGI BAHKAN D NEGRI MUSLIM YG AMAN……YG ORG2 KAFIR TERSEBUT BUKAN KAFIR HARBI……..MAKA KITA SEBAGAI AHLUSUNNAH HARUS MELURUSKN PEMAHAMAN INI DN MEMEPRINGATI KAUM MUSLIMIN DR PEMIKIRAN INI DN MENJAUHI PEMIMPIN2NYA,,DN MENASEHATI MRK……….ADAPUN SEPERTI D YAMAN SD SESUI DNGN APA YG MRK LAKUKAN,MEMBANTU KAUM MUSLIMIN……..APA YG YG D SAMPAIKN OLEH ABU FAIZ ITU SUATU KEBENARAN DNGN DALIL YG JELAS,,,,,,,,SEMENTARA KALIAN…? KRITIKAN YG KALIAN SMPAI TDK ILMIA,,,,YG ADA HAYA HASAD,DENGKI,MENCACI MAKI AIB SAUDARA MUSLIM,MENCARI2 KESALAH TDK ADA FAEDAHYA,,,,,,,,KALAUPAN HAL INI D KETAHUI OLEH ORG MUNAFIK MK MRK AKAN MEMANFATKAN MOMEN INI UNTK MENJAUHKAN KAUM MUSLIMIN,,,,,,…..BERTOBATLAH K PD ALLAH DN COBA UNTK LEBIH ILMIA DLM MEMAHI DALIL………….COBA BACALAH KITA BAINANASEHA WA TAYIR TULISAN SYEK IBRAHIM ARROHAILI,(PERBEDAAN ANTARA NASEHAN DN CELAAN)

    18. Terlepas dari Pro dan Kontra,Ana mendoakan Syaikh yahya Hajuri dan teman2 sekalian di Dammaj diberikan kemenangan melawan Syaih Rafidah.Yang Jelas,buat yang mengatakan saat ini tidak ada Jihad maka ini adalah pendapat yang batil.Kalau yang di Dammaj saja boleh dibilang jihad,maka kita semuanya harusnya sepakat bahwa Jihad di Afghan,Palestin,Irak,Kaukasus,Somalia,Filipina dan di negara2 muslim lainnya yang sedang dijajah adalah jihad yang syar’i.Adapun masalah Ulul Amri, Para pemimpin Islam yang wajib ditegakkan kaum muslimin adalah pemimpin yang menegakkan Al-Qur’an dan Sunnah, dan menerapkan syariat Islam dalam mengatur rakyatnya. Yang karena itulah mereka mendapatkan hak besar untuk didengar dan ditaati rakyatnya, di mana rakyat tidak boleh menentang dengan senjata dan memberontak terhadapnya, walaupun dia itu banyak berbuat maksiat, zalim, dan fasik selain kekufuran. (Lihat: Al-Wajiz: Intisari aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Abdullah bin Abdul Hamid al-Atsari: 192-193)
      Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Engkau dengarkan dan taati pemimpinmu, walaupun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, maka dengarkan dan taatilah.” (HR. Muslim no. 1847)
      Dalam sabdanya yang lain, “Siapa yang benci kepada suatu (tindakan) pemimpinnya, maka hendaknya ia bersabar. Karena sesungguhnya tiada seorangpun dari manusia yang keluar sejengkal saja dari pemimpinnya kemudian ia mati dalam keadaan demikian melainkan ia mati dalam keadaan jahiliyah.” (HR. Muslim no.1894)
      Dalam riwayat Muslim lainnya (no. 1855), “Dan jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang tidak kalian sukai, maka bencilah perbuatannya (saja), dan janganlah keluar dari ketaatan kepadanya.”
      Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Orang yang memberontak kepada pemimpin pasti menimbulkan kerusakan yang lebih besar daripada kebaikan akibat perbuatannya.” (Minhajus Sunnah, dinukil dari catatan kaki al-Wajiz: 194)
      Kemudian beliau mengatakan, “Adapun pemimpin yang tidak mengindahkan syariat Allah Ta’ala dan tidak berhukum dengannya, bahkan berhukum dengan selainnya, maka dia telah keluar dari cakupan ketaatan kaum muslimin. Yakni tidak ada lagi kewajiban untuk taat kepadanya.” (Minhajus Sunnah: I/146, dinukil dari Al-Wajiz: 194)
      Kenapa Pemimpin Seperti Itu Tidak Wajib Lagi Mendapatkan Ketaatan Dari Kaum Muslimin? Hal tersebut karena dia telah menyia-nyiakan maksud tujuan kepemimpinannya yang untuk itulah dia diangkat dan mempunyai hak untuk didengar ucapannya dan ditaati perintahnya serta tidak boleh keluar dari pemerintahan yang sah. Karena seorang penguasa tidak berhak mendapatkan itu semua melainkan karena dia mengerjakan urusan-urusan kaum muslimin, menjaga agama dan menyebarkannya, menegakkan hukum dan memperkokoh tempat yang dikhawatirkan mendapat serangan musuh, menumpas orang yang menentang Islam setelah didakwahi, memberikan loyalitasnya kepada kaum muslimin dan memusuhi musuh-musuh agama. Jika dia tidak menjaga agama atau tidak melaksanakan urusan kaum muslimin, maka berarti hilanglah hak kepemimpinannya, dan wajib bagi rakyat –melalui Ahlul Halli Wal ‘Aqdi berhak melakukan penilaian dalam masalah tersebut- untuk menurunkan jabatannya dan mengangkat orang lain yang mampu merealisasikan tujuan pemerintahan.
      Maka Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tidak memperbolehkan keluar dari para pemimpin hanya karena disebabkan kezaliman dan kefasikannya saja –karena kefajiran dan kezaliman tidak berarti mereka menyia-nyiakan agama-, tapi masih berhukum dengan syariat Allah. Karena Salafush Shalih tidak mengenal suatu keamiran (kepemimpinan) yang tidak menjaga agama, maka ini menurut pandangan mereka tidak disebut keamiran. Akan tetapi yang dinamakan keamiran itu adalah yang menegakkan agama. Kemudian setelah itu terjadi keamiran yang baik atau keamiran yang fajir. Imam Ali radliyallahu ‘anhu berkata, “Manusia harus memiliki pemimpin, yang baik maupun jahat.” Mereka berkata, “Wahai Amirul Mukminin, yang baik kami telah tahu, tapi bagaimana dengan yang jahat?” Beliau menjawab, “(Dengannya) hudud bisa ditegakkan, jalan-jalan menjadi aman, musuh bisa diperangi, dan fa’i bisa dibagi.” (Dari Kitab Minhajus Sunnah, Ibnu Taimiyah: I/146, dinukil dari Al-Wajiz, Abdullah bin Abdul Hamid al-Atsari: 194-195)
      Jihad Tanpa Intruksi Amirul Mukminin Tidak Haram
      Konsep jihad yang tidak boleh ditegakkan kecuali dengan keberadaan amirul mukminin atau imam besar kaum muslimin adalah konsep jihad kaum Syi’ah. Dalam prinsip ajaran Syi’ah, tidak wajib shalat Jum’at dan tidak boleh ditegakkan jihad kecuali dengan adanya Imam. Dan sampai sekarang imam mereka yang ditunggu-tunggu kedatangannya tak juga keluar-keluar. Dan ini merugikan perjuangan Syi’ah sendiri. Maka berijtihadlah beberapa ulama dari mereka yang kemudian lahirlah konsep wilayatul faqih, sosok ulama yang memiliki wewenang sebagaimana wewenangnya imam. Sehingga dengan keputusannya, jihad boleh ditegakkan.
      Tersebut dalam Tahdzib Kitab Mashari’ al-’Usyaq Fi Fadhail al-Jihad, milik Imam Ahmad bin Ibrahim bin al-Nahhas al-Dimasyqi al-Dimyathi (Syahid tahun 814 H), pada pasal “Fiima Laa Budda li Al-Mujahid min Ma’rifatihi min al-ahkam” (Hukum-hukum yang wajib diketahui oleh mujahid),

      “Jihad tanpa izin Imam atau wakilnya adalah makruh (dibenci), tetapi tidak sampai haram. Dan dikecualikan beberapa kondisi berikut dari kemakruhannya: . . .
      Kedua, Apabila imam meniadakan jihad, lalu dia dan pasukannya sibuk mengurusi dunia, yang merupakan fenomena di era ini dan di beberapa negeri, maka tidak dimakruhkan berjihad tanpa izin imam. Karena imam meniadakan jihad, sementara mujahidin menegakkan kewajiban yang ditiadakan.”

      Ketiga, Apabila orang yg ingin berjhad tidak mampu meminta izin, karena ia tahu jika meminta izin maka tidak akan diizinkan.(Mughni al-Muhtaj: 4/330)
      Ibnu Qudamah berkata,
      “Sesungguhnya tidak adanya imam tidak diakhirkan jihad, karena kemashlahatan jihad akan hilang dengan mengakhirkannya. Jika diperoleh ghanimah maka pemiliknya membaginya sesuai dengan ketentuan hukum syar’i.” (al-Mughni: 10/374)

    19. MEMBUNUH ORANG KAFIR YANG TIDAK MEMERANGI UMAT ISLAM ITU TIDAK DIBENARKAN…KECUALI YANG MEMBANTU MEMERANGI UMAT ISLAM BAIK SECARA FISIK, MATERI DAN PEMIKIRAN…

      SEKARANG AMATLAH SUSAH MEMBEDAKAN ORANG KAFIR YANG MEMERANGI ISLAM DENGAN YANG TIDAK MEMERANGI…KARENA CARA MEMERANGI MEREKA MEMAKAI CARA LICIK DAN TERENCANA…SIFAT KEMUNAFIKAN MEREKA ITU LEBIH BERBAHAYA DARI PADA DAMPAK FISIK YANG DITIMBULKAN MEREKA…

      BUAT AL-QAIDAH, TALIBAN, AL SHABAB, AQAP DAN MUJAHIDIN2 DISELURUH DUNIA. SEMOGA ALLAH MERAHMATI KALIAN..YANG HANYA ALLAH DAN ANTUM2 SEKALIAN YANG TAU ISI DAN SUCINYA NIAT KALIAN….MAJU TERUS…

      LEBIH BAIK BERBUAT DAN MENGAMALKAN APA YANG TELAH DIPELAJARI…DARI PADA HANYA PINTAR MENCACI, MENCELA, MENFITNAH, TAPI TIDAK PERNAH BERBUAT…ISLAM SEKARANG DIINJAK2 OLEH MEREKA ORANG2 KAFIR DISELURUH DUNIA BAIK LANGSUNG2 DAN TIDAK LANGSUNG…

      DAN INI TIDAK BISA DILAWAN HANYA DENGAN PEMIKIRAN…BELAJAR-BELAJAR DAN BELAJAR…SAMPAI KAPAN …???? SAMPAI KITA SEMUA HABIS KEMUDIAN BARU MENYADARI BAHWA KITA BODOH…

      RASUL PUN MELAWAN DENGAN JIHAD KETIKA BELIAU DAN UMAT ISLAM DIPERANGI…KEMANA SINGA2 ALLAH ABAD INI…SEMUA HANYA BERLINDUNG DAN HANYA MELIHAT SAUDARA2 MEREKA DIBELAHAN DUNIA YANG LAIN DITINDAS, DIHANCURKAN DAN DIANIAYA….

      KALIAN HANYA MELIHAT, HANYA BERDALIL… KALIAN TERLALU BANGGA DENGAN FATWA2 ULAMA…TAPI KALIAN TIDAK PERNAH BERAMAL, TIDAK PERNAH BERJUANG SEPENUH HATI DIJALAN ALLAH…KALIAN MASIH SAYANG DUNIA….

      LIHATLAH KETIKA SAUDARA KITA DI DAMAJ DIBANTAI…KEMANA KALIAN????KEMANA????

      LIHAT SAUDARA KITA MUJAHIDIN AQAP (AL-QAIDAH) YANG KALIAN CAP KHAWARIJ,,, TAPI LEBIH MEMILIKI HATI DAN KEBERANIAN DARI PADA KALIAN YANG HANYA BISA MENONTON,,,DAN MENONTON..

      KALIAN LEBIH SAYANG FATWA2 ULAMA KALIAN DARI PADA PERSAUDARAAN…MEREKA AL-QAIDA DAN MUJAHIDIN2 LAINNYA…RELA BERKORBAN NYAWA TANPA PAMRIH,,,MESKIPUN MEREKA DAHULU DIHINA TAPI MEREKA TETAP DATANG DAN MENOLONG KARENA MEREKA CINTA ALLAH DAN RASULNYA ..MEREKA CINTA SAUDARANYA…

      YANG MASIH MEMBANGGA-BANGGAKAN GOLONGANNYA…DAN MERASA 1000% BENAR DENGAN ULAMANYA MASING2…KALIAN HANYA MENIMBULKAN PERPECAHAN DAN PERMUSUHAN…

      ALLAH YANG MAHA MELIHAT DAN MENDENGAR MENGETAHUI ISI HATI SETIAP HAMBA2NYA DAN KEBENARAN HANYA MILIK NYA…ILLA YAUMIL QIYAMAH

      ALLAHU AKBAR….

    20. sabar…sabar saudaraku !!!

      memang hanya jihad yang bisa melawan mereka yang anti dialog dan diplomasi…jika pedang sudah di tepi leher…tak guna 1000 perkataan…

      tapi semua jangan didasari hawa nafsu tapi semua harus karena Allah dan keikhlasan membela Agama Allah bukan dendam…kalau dasarnya dendam…apalah bedanya kita dengan mereka.

      yah memang sulit menyatukan pemikiran umat islam…tapi bukan berarti tidak mungkin…semua sesuai dengan Sunatullah…bahwa buat islam sendiri nanti akan terpecah menjadi 73 golongan…semua mengaku paling benar… padahal kebenaran tidak memilih tapi ditemukan dan menjadi pakaian…benar kata antum kebenaran hanya milik Allah…

      tapi sekarang amat sedikit yang mencari kebenaran…semua hanya sibuk mencari pembenaran….

      semoga tidak harus menunggu hamba Allah yang mulia Imam Mahdi islam juga bisa disatukan dalam satu barisan…bersabarlah saudaraku-bersabarlah…tidak ada satu helai daun yang kering di hutan yang lebat tanpa Allah mengetahui dan mengijinkannya…Subhanallah…

      buat para pemimpinku semoga Allah senantiasa memberi petunjuk dan kekuatan menutu jalan yang benar…

      memang sangat disayangkan dan amat menyedihkan…para pemimpin islam khususnya dunia Arab…mereka seolah2 tidak melihat pembantaian saudara kita di Damaj…Arab saudi khususnya tidak berani mengeluarkan kecaman maupun pertolongan…padahal lebih dekat posisinya, begitu juga dengan yaman… semoga mereka tidak membantu bukan karena terlena dengan jabatan dan kedudukan nikmat yang telah dimilikinya…kalau dengan mereka yang bukan muslim mereka mesra tapi kalau dengan saudara seiman mereka lupa..

      kita berperasangka baik saja…semoga mereka akan membantu baik secara langsung maupun secara tidak langsung …amiin

      bersatulah saudaraku..waktunya sudah teramat dekat…perbaiki amal, niat dan kata kita…jangan sampai mentari muncul di ufuk barat baru kita sadar…sadar dan bersabarlah…bersatulah peganglah Alquran dan As-sunnah erat2 meskipun habis telapak tangan dan lengan kita terbakar menggenggamnya….

      dah cukup kan sampai disini perdebatan kita…yuk kita sama2 intropeksi diri…dan sama2 satukan niat, hati dan langkah kita…

      Wa’alaikum salam Warahmatullahi Wabarakatuh

    21. Begitu memprihatinkan,jika melihat kondisi seperti sekarang ini.Padahal musuh kita,Amerika laknatullah saat ini telah membantai saudara-saudara kita diberbagai dunia.Tetapi sampai saat ini kita masih saling hujat satu sama lain.
      Di antara pondasi Ahli Sunah Wal Jama’ah adalah komitmen dengan apa yang telah ditempuh para sahabat dan menjadikan mereka panutan setelah Rasulullah saw. Mereka adalah manusia terbaik setelah nabinya. Sehingga wajar jika Rasul saw bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah masa-ku, kemudian generasi yang datang sesudahnya, kemudian generasi yang datang sesudahnya… (HR. Bukhari).
      Juga wajar jika Allah telah ridha kepada mereka, sebagaimana dalam firman-Nya: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (At Taubah: 100).
      Belum lagi jika kita mengkaji pernyataan para ulama baik dari kalangan sahabat maupun generasi-generasi berikutnya. Maka kita akan mendapatkan betapa agungnya ungkapan mereka dalam memuji sahabat. Ibnu Mas’ud berkata: “Barang siapa yang ingin mengambil contoh maka ambillah dari orang yang sudah meninggal. Karena orang yang masih hidup belum tentu aman dari fitnah. Mereka (yang harus dicontoh) adalah para sahabat Rasulullah saw…”.(atsar ini dinukil dari Minhajus Sunnah, 2/77).
      Imran bin Hussein berkata: “Ambilah agama kalian dari kami (para sahabat). Demi Allah, jika kalian tidak melakukannya pasti akan tersesat.”
      Dengan demikian, kalangan Ahli Sunnah sangat memuliakan sahabat. Hal ini berbeda dengan kalangan Ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu. Mereka jauh dari sahabat, mencela dan bahkan menghujat sahabat. Sikap mereka hanya semakin menjauhkan diri mereka dari kebenaran dan mengakibatkan mereka semakin tersesat. Sungguh benar apa yang dinyatakan Imran bin Hussein!.
      Imam Syafi’i berkata: “Mereka (para sahabat) berada di atas kita baik dari segi ilmu, fikih, agama maupun hidayah. Pendapat mereka untuk kita jauh lebih baik dari pada pendapat kita untuk diri kita sendiri.” (I’lamul Muwaqqi’in, 1/80).
      Dalam mengomentari pernyataan Imam Syafi’i, Ibnul Qayyim berkata: “Salah seorang dari mereka mengemukakan pendapat kemudian turun Al Qur’an dalam rangka menyetujui pendapatnya. …Bagaimana tidak, pendapat mereka bersumber dari hati yang penuh dengan cahaya, iman, hikmah, ilmu, wawasan, dan pemahaman tentang Allah, Rasul serta nasihat bagi umat. Hati mereka selalu dekat dengan hati Nabi, di antara keduanya tidak ada perantara. Mereka mengambil ilmu dan iman dari lentera kenabian…”. (untuk lebih lengkapnya silahkan lihat I’lamul Muwaqqi’in, 1/81,82).
      Para sahabat telah meninggalkan ‘kekayaan’ yang sangat berharga bagi generasi sesudahnya baik berupa perkataan maupun sikap dalam masalah akidah, fikih, akhlaq dan dakwah.
      Umar bin Khattab
      Beliau berkata: “Jika bukan karena tiga hal, aku ingin segera bertemu dengan Allah: Jika bukan karena berjalan di jalan Allah (jihad), atau bukan karena aku meletakan jidatku di atas tanah sambil bersujud (shalat), atau duduk bersama sekelompok orang yang sedang memetik perkataan yang baik sebagaimana dipetiknya buah yang baik (menuntut ilmu).” (Ibnu Abi Syaibah, Al Mushannaf , 13/272).
      Dalam mengomentari pernyataan Umar radhiallahu ‘anhu, Ibnu Taimiyah berkata: “Pernyataan Umar merupakan pernyataan yang sangat sempurna dan integral. Beliau merupakan sosok yang mendapat ilham. Setiap kalimat dari pernyataannya mengumpulkan banyak ilmu seperti tiga hal yang disebutkan tadi. Beliau menyebut jihad, shalat dan ilmu. Sudah merupakan kesepakatan ulama bahwa ketiga hal tersebut merupakan amalan yang paling utama. Ahmad bin Hambal berkata: “Sebaik-baik amalan yang dipersembahkan seorang hamba adalah jihad”. Imam Syafi’i berkata: “Sebaik-baik amalan yang dipersembahkan seorang hamba adalah shalat”. Sementara Abu Hanifah dan Malik berpendapat: “ilmu”.
      Setelah diteliti bahwa setiap dari ketiga hal tersebut saling berkaitan dengan yang lainnya. Dalam satu kondisi bisa jadi yang ini lebih utama dan dalam kondisi lain yang ini justru lebih utama. Sebagaimana Nabi saw dan para khalifahnya melakukan yang ini (jihad), kadang mereka melakukan ini (shalat) dan kadang yang ini (ilmu). Keutamaan amalan itu tergantung pada tempat, kondisi dan maslahatnya. Sementara Umar telah mengumpulkan itu semuannya.” (Minhajus Sunnah, 6/75).
      Dengan demikian, di tempat tertentu dan dalam kondisi tertentu jihad bisa menjadi lebih utama. Kalangan yang negrinya terjajah oleh kaum kuffar, mereka tidak mempunyai kesempatan untuk menuntut ilmu karena kondisinya serba terancam. Maka bagi mereka jihad defensif adalah lebih utama dari yang lainnya. Hal ini seperti yang terjadi di Iraq, Palestina, Checnya dan negara lainnya yang terjajah.
      Kemudian apakah mereka yang berjihad di sana mengharuskan meminta fatwa kepada ulama yang ada di luar negaranya? Permasalahan ini pernah di jawab oleh Prof. DR. Muhamad bin Abdullah bin Ali Al Wuhaibi (Mantan Ketua Jurusan Tsaqofah Islam Universitas Malik Su’ud). Beliau mengatakan, “Bukan suatu keharusan meminta fatwa kepada ulama luar. Karena yang lebih paham dengan kondisi yang ada di negaranya adalah mereka, penduduk negeri tersebut.”
      Maka wajar jika dalam suatu kesempatan, ketika Rasulullah ditanya amalan apakah yang paling utama? Maka beliau pun menjawab: “Jihad”. Dalam kesempatan lain beliau menjawab: “Shalat tepat waktu.” Begitu pula dengan sikap Ibnu ‘Uyainah yang lebih memilih mengajarkan Al Qur’an dari pada berjihad mengangkat pedang. [*]
      Ketika seseorang bertanya kepada rasulullah saw, “Tunjukanlah kepadaku amal yang setara dengan jihad? Beliau menjawab: “Aku tidak menemukan”. Kemudian beliau bersabda: “Apakah kamu sanggup, jika seorang mujahid pergi (ke medan perang), bahwa kamu masuk ke masjidmu lalu kamu mengerjakan shalat malam tanpa henti dan berpuasa tanpa berbuka? Orang tersebut menjawab, “Siapakah yang sanggup melakukan hal itu? (HR. Nasa’i dan semakna dengan hadits ini adalah yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim).
      Namun dalam kondisi tertentu dan di tempat tertentu menuntut ilmu dan mengajarkannya adalah lebih utama, sebagaimana pernyataan Ibnu ‘Uyainah. Hal ini pun pernah diutarakan oleh DR. Muhamad Al Wuhabi, “Bisa jadi di negara tertentu justru menuntut ilmu dan mengajarkannya adalah lebih utama. Maka tidak semua orang alim harus pergi berjihad sementara di negaranya banyak kebodohan, kesesatan, kemusrikan dan ia pun sangat dibutuhkan di negaranya”.
      Bagi kalangan yang belum diberi kesempatan untuk berjihad, maka tidak ada salahnya jika merenungkan pernyataan Sekjen Asosiasi Fuqaha Amerika Prof. DR. Salah Shawi. Beliau menjelaskan beberapa tahapan yang harus dilakukan, di antaranya:
      Pertama: Mempersiapkan keyakinan dan keimanan secara benar (salah satunya dengan menuntut ilmu). Ini artinya pentingnya mendidik mereka menjadi sosok yang paham Islam. Menghidupkan ilmu syar’i secara benar dan memperbaharui syi’ar dan syariat Islam. Karena pada saat ini umat mewarisi pemahaman yang keliru seputar ajaran Islam. Kebodohan seperti inilah yang mengakibatkan kita mengenyam kesengsaraan dan penderitaan.
      Kedua: Persiapan dalam menyatukan suara dan barisan (dengan berdakwah). Sebagaimana firman Allah:” Janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”. QS. Al Anfal: 8
      Bukan rahasia lagi apa yang diderita umat saat ini, yang mana kalangan pergerakan Islam masa kini berselisih, berpecah dan gontok-gontokan.
      Ketiga: Persiapan kekuatan (I’dad Quwwah).
      Dalam permasalahan ini, anda bisa memahami bagaimana jerih payah para dai, murobbi dan muslih. Ini sebenarnya merupakan salah satu mata rantai dalam rangka menghidupkan umat dan bagian dari pada persiapan dalam rangka menegakan jihad. Jika ada yang belum mengetahui makna ini maka bisa jadi dikarenakan kelalaiannya atau salahnya pemahaman.” (Kumpulan Fatwa Shalah Shawi).
      Benarlah komentar Ibnu Taimiyah, “Keutamaan amalan itu tergantung pada tempat, kondisi dan maslahatnya. Sementara Umar telah mengumpulkan semuannya.” (Minhajus Sunnah, 6/75).
      Dengan demikian, sudah selayaknya masing-masing kelompok untuk menahan diri dan mengenal tugasnya masing-masing. Yang diberi peluang untuk berjihad tidak melabel para penuntut ilmu dan ulamanya dengan qooiduun (orang yang duduk-duduk saja). Begitu pula sebaliknya para penuntut ilmu tidak memberikan label kepada para mujahid dengan khawarij, teroris, mati konyol dan berbagai label negatif lainnya.
      Ketika Ibnu Mubarak mendengarkan seseorang melakukan ghibah terhadap saudaranya, beliau bertanya: “Pernahkah kamu memerangi orang-orang Romawi? Dia menjawab:”Tidak.” Pernahkah kamu memerangi orang-orang Persia? Dia menjawab: “Tidak”. Beliau berkata: “Telah selamat dari ucapanmu orang-orang Romawi dan Persia. Sementara saudaramu tidak selamat dari lisanmu.”

    22. Begitu besarnya kebencian kaum salapi terhadap mujahidin, mereka bahkan berani memukuli -dengan mengeroyok- orang orang yang mereka juluki anjing2 neraka didalam masjid ketika hendak sholat. muka mereka penuh dengan hawa kebencian, tak mengenal adab dan sopan santun. Menjadi antek dan spionase thoghut untuk memata matai para pejuang syari`ah. membela Amerika dan zionis, bahkan mereka tak segan untuk menembak/membunuh orang2 yang mereka juluki anjing2 neraka. a`udzubillaahi min dzaalik.

    23. buat saudaraku abu syamil … subhanallah perkataan yang anda kutip benar2 arif dan bijaksana…

      memang tidaklah keluar dari lisan seorang paham ilmu Allah kecuali nasehat kepada jalan kebenaran … (jalan menuju Allah dan Rasulnya)

      saya setuju … umat Islam ini adalah umat yang besar dan banyak cara untuk memuliakan dan menjaga eksistensi agama ini untuk generasi kita dimasa mendatang…

      ada yang mengamalkan ilmunya dengan membela agamanya yang diperangi oleh orang kafir dengan jihad…ada yang dengan menuntut ilmu yang haq dan mengamalkannya…ada yang dengan cara menyedekahkan seluruh maupun sebagaian hartanya yang halal di Jalan Allah…semua itu tidak salah dan semua disesuaikan tempatnya…

      jika Agama di injak2 secara fisik, umat islam dianiaya dan dibunuh…dan jika diplomasi hanya kebohongan..maka jihad pilihan utama. namun jika keadaan aman dan tidak terjadi perang menuntut ilmu Allah dan bersiap siaga ini adalah pilihan yang tepat…begitu juga jika kita mampu dalam ekonomi kita juga bisa jihad dengan harta kita untuk menyelamatkan saudara kita dari kekufuran karena kemiskinannya agar saudara kita tidak murtad hanya karena lapar…

      semua tidak salah jika ditempatkan ditempat yang benar, karena semua umat islam mempunyai tugas masing2 yang sama2 penting dan mendukung…tapi semua harus didasari karena Iman dan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya…(Ikhlas karena Allah)

      islam ini indah hanya orang yang belajar islam setengah2 atau belajar covernya saja maka terlihat susah dan menyusahkan, bahkan orang kafir menilai islam agama pengekangan dan kejam, hahaha… karenanya teruslah belajar-belajar dan diamalkan…istiqomah yah!

      ibarat nya jangan makan sambil mikirin cuci piring..ntar tidak makan2 dan makan tidak terasa nikmat…hehehe …

      damailah saudara2ku…kita tau siapa musuh sebenarnya…

      …..Allahu akbar…gara2 ngasih komentar…telur saya gosong..hehehe…gak apa2 yang penting bukan iman yang gosong
      hehehe

      Wassalam…

    24. udah ditolong malah nuduh macem… dasar murjiah!!!

    25. jihad itu nggak boleh kalu nggak ada perintah dari ulil amri/ presiden di yaman….. wah itukan pemahaman khowarij…… piye toh??????

    26. ngapain jihad lawan syi’ah,,, kita itu harus sabar… dakwah sama penguasa… jihad lawan syi’ah itu gak ada selama pemerintah tidak memerintahkan,,,,, piye toh kok malah menyelisihi pemerintah????

    27. silakan berpecah belah, biar yahudi , syiah n nashrani (ksatria templar) bertepuk tangan

    Tinggalkan Balasan

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 654,516 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.