Jakarta – Ketegangan di Selat Hormuz di Teluk Arab antara negeri syi’ah Iran dengan negeri kafir Amerika Serikat mendapat perhatian khusus Presiden SBY. Presiden SBY akan menulis surat ke Sekjen PBB supaya ketegangan yang terjadi tidak berlanjut menjadi konflik terbuka.
“Saya menyiapkan surat untuk Sekjen PBB supaya bisa mengambil langkah-langkah semestinya,” kata Presiden SBY dalam rapat terbatas bidang Polkam di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (11 Shafar 1433H / 5 Jan’12).

Presiden mengatakan, konflik di Selat Hormuz bisa mengganggu perekonomian yang berkembang. Harga minyak bumi bisa membumbung tinggi dan menghambat laju perekonomian negara berkembang.
“Sekarang sudah bisa rasakan, harga minyak bumi terdongkrak naik. Padahal dari suplai dan demand tidak ada perubahan fundamantal. Jadi ini betul-betul khawatir terganggu suplainya. Kalau situasi ini berlanjut akan merugikan banyak negara terutama negara berkembang,” terang SBY yang mengenakan setelan jas gelap ini.
Oleh karena itu, lanjut SBY, Indonesia menyeru supaya semua pihak menahan diri. Indonesia berpendapat PBB bisa memainkan peranan penting, mencari solusi atas ketegangan ini.
“Dengan harapan penyelesaiannya dapat ditempuh damai. Tidak perlu harus eskalatif yang bisa mendorong ke penggunaan kekuatan militer. Ini yang diharapkan dari indonesia,” harapnya.
Selain membahas kondisi geopolitik internasional, rapat terbatas ini juga akan membahas perlindungan TKI di luar negeri.
(detiknews)
Filed under: Amerika Serikat, INFO SUNNIY, Iran, Presiden RI, Syi'ah, Yahudi















