• Kalender Hijriyah

    KALENDER HIJRIAH
  • Barokallahu fiikum


  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Al Fatawa 4/149)

  • Astaghfirullah..!! Mobil Esemka Jalani Ritual Kesyirikan Sebelum Tes Uji Emisi

    Sebelum diberangkatkan ke Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Tangerang, Walikota Solo, Joko Widodo menggelar upacara adat penyucian atau jemasan di Solo Techno Park. Dengan upacara ini diharapkan mobil yang sempat menjadi buah bibir di tanah air itu mendapat keselamatan dan terhindar dari halangan selama menjalani proses uji emisi.

    “Saya berharap momentum itu bisa terulang kembali dengan keberhasilan mobil Esemka sebagai modil dengan prinsipan dan brand Indonesia pertama yang dibuat oleh siswa-siswa SMK Solo,” kata Joko Widodo, di Solo, Kamis, 1 Rabiul Akhir 1433H / 23 Februari 2012.

    Jamasan dilakukan dengan adat tradisi Jawa dimana mobil Esemka dihiasi beraneka ragam rangkaian bunga, seperti bunga pandan, melati dan kantil. Tak hanya itu, di depan mobil itu juga disediakan sesajian berupa ingkung, beras gurih, sambel goreng, krupuk rambak, kedelai hitam, jajanan pasar dan buah-buahan hasil bumi. Bahkan, bejana air yang berisi kembang setaman untuk menjamasi mobil telah disiapkan.

    Proses jamasan diawali dengan pembacaan doa keselamatan yang dilakukan oleh tokoh agama dari enam keyakinan. Mereka satu per satu bergiliran untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kelancaran pelaksanaan uji emisi yang akan dilakukan di BTMP, Tangerang.

    Usai prosesi digelar, Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, menceritakan bahwa pemilik mobil pertama di Indonesia berasal dari Solo, yakni Sinuhun Susuhunan Pakubuwono X. Dia merupakan raja Keraton Surakarta, pada tahun 1894.

    Jokowi mengungkapkan bahwa proses pembuatan mobil Esemka merupakan perjuangan dan kerja keras yang sangat berat. “Hak itu tidak didapatkan dari mengemis atau meminta-minta. Tetapi mendapatkannya dengan perjuangan dan kerja keras untuk menghasilkan mobil tersebut,” tegasnya.

    Usai memberikan sambutan, Jokowi pun langsung men-jamasi mobil Kiat Esemka dengan mengambil air di bokor atau bejana yang didoakan. Secara berturut-turut proses penjamasan dilakukan oleh Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPRD Solo YF Sukasno, anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo dan Sukiyat.

    • VIVAnews

    9 Tanggapan

    1. ih serem jg ya.

    2. Astaghfirullahal’adzim…. syirik !
      Semoga Allah SWT memberikan hidayah dan petunjuk Nya.

    3. apa kita bisa buat ?

    4. owww. Sebelumnya Saya minta maaf, saya tidak setuju dgn opini media ini. Visi Islam itu rahmatan lil’alamin kan. ?! (mohon direnungkan) Walisongo dakwah tidak pernah meninggalkan nilai2 budaya orang jawa.

    5. Itu budaya bukan kesyirikan…
      Budaya dan adat istiadat (apalagi orang jawa) tidak akan ditinggalkan begitu saja, apapun maknanya doanya tetap ditujukan pada Tuhan, tujuannya hanya 1 mencari keselamatan serta kelancaran…

    6. saudaraku muslim sekalian..ritual ini namanya bid’ah bukan syirik karena ini adalah memohon keselamatan dengan cara yang tidak dituntunkan oleh syariat. Mohon keselamatan adalah jenis dari doa. Dan doa adalah ibadah. Sedangkan Ibadah harus dengan ikhlash kepada Allah dan ittiba’(sesuai tuntunan Rasulullah).
      Jika ritual ini memohon keselamatan kepada Allah dan selain-Nya maka itu syirik. dan jika permohonan itu ditujukan hanya kepada Allah namun dengan tata cara di atas ini, maka itu bid’ah. semoga lebih hati-hati dalam menghukumi sesuatu. hafizhakumullah.

      Jazakallahu khoiron. Sebagaimana dituliskan dalam kabar di atas bahwasanya ritual ini ada doa lintas agama, apa hukumnya?

      • bismillah..ini penyelisihan terhadap syariat Islam yang salah satunya menyeru kepada pembedaan amalan orang mukmin dan kafir. Terkait acara maka itu bid’ah. Adapun orang-orang muslim yang terlibat, jika terdapat keyakinan bahwa semua agama sama – sehingga berdoa bersama kepada “Tuhan” masing-masing dan “Tuhan” masing-masing akan mengabulkan doa mereka – maka ini kekufuran. apakah yang terlibat menjadi kafir? perlu diterapkan berbagai syarat untuknya. minimal mereka terjatuh dalam kebid’ahan. dan ini bukan bentuk toleransi dalam koridor syar’i. wallahu a’lam.

    7. kalau menurut saya itu kan cuma doa selamat
      kok sirik?
      tergantung dari yang menganggapi

    8. itu salah satu bentuk kemusrykan yang nyata-nyata. wah …mengherankan kalau masih ada orang yang berkata, membela, perbuatan yang jelas-jelas dibenci Alloh… kalau mereka kafir ga masalah. tapi kalau mereka ngaku muslim.. apa gak takut kekal di jahannam… ????

    Tinggalkan Balasan

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s

  • Pilih Kategori

  • Jumlah Klik

    • 657,183 hits .. sejak 3 Sya'ban 1428 H | 16 Agust 2007
  • Indeks Sunniy

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 294 pengikut lainnya.