Riyadh: Badai gurun deras melanda ibukota Saudi kemarin, semakin membuat kota tersebut benar-benar gelap setelah jam 4 sore karena melanda daerah tetangga.

“Kegelapan menyelimuti arteri utama ibukota seperti Qassim, Raja Fahd, Khurais dan jalan Makkah karena badai yang dimulai sekitar pukul 12 siang,” kata Benny M. Quiambao, kontraktor bangunan asal Filipina. Pengemudi melambat dan menyalakan lampu badai mereka karena jarak pandang turun menjadi nol, katanya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi dan Lingkungan (PME) telah memperingatkan bahwa badai gurun mendekati Riyadh dengan jarak pandang horizontal satu meter.
Direktur Jenderal Urusan Kesehatan di Riyadh, Dr Adnan bin Sulaiman Al-Abdulkarim, mengumumkan jam 3 sore kemarin bahwa rumah sakit di bawah Departemen Kesehatan siap mengatasi gangguan debu pada mata pasien.
Daerah lain seperti Qassim dan Salam juga terkena badai. “Badai gurun mulai pada pukul 8:30 di pagi hari di Qassim, diikuti oleh hujan sekitar 12:15 sore. Ini berhenti di sekitar 3:30 pm, “kata Arnold G. Pineda, tokoh masyarakat di Buraidah. Dia menambahkan bahwa pukul 5:30 pm hujan sudah berhenti tapi langit masih mendung.
Edmund Nieto, yang bekerja di STC di Salam, mengatakan tidak ada badai di daerah tersebut. “Namun, ada hujan sebentar-sebentar dan langit yang mendung sepanjang hari,” katanya.
Murad Al-Sagaf, direktur manufaktur di sebuah perusahaan Saudi di Buraidah, menambahkan bahwa di wilayah utara, terdapat mendung dengan hujan berselang.
(arabnews)
Filed under: Arab Saudi, INFO SUNNIY, Timur Tengah















