Inilah Mengapa Kematian Pangeran Nayif bin Abdul Aziz Al Saud Rahimahullah Disyukuri oleh Teroris Khawarij

Makkah – Pangeran Mahkota Naif yang juga sebagai Wizaratul Madkhaliyah As Su’udiyah (Menteri Dalam Negeri Saudi) telah selesai dimakamkan hari Ahad (27 Rajab 1433H / 17 Juni’12) lalu. Beliau rahimahullah memiliki andil dalam memimpin penumpasan sengit khawarij Al-Qaeda di Arab Saudi, kejahatan terorganisir dan perdagangan narkoba di tingkat lokal dan regional. Beliau merupakan prajurit dan negarawan yang luar biasa cemerlang. Taktik yang sukses, metode dan modul untuk memerangi teroris khawarij hari ini terangkat sebagai contoh oleh masyarakat internasional.

Pangeran Naif telah berjasa dalam upaya kontraterorisme internasional. Sebagai menteri dalam negeri, ia menjaga Kerajaan Saudi, efektif memimpin inisiatif anti-terorisme untuk membasmi Khawarij Al-Qaidah.

Lahir di Taif tahun 1353H / 1934, Pangeran Naif adalah sosok pribadi yang menjulang tinggi. Keterlibatannya dalam kehidupan politik Saudi selama hampir enam dekade penuh dengan kebijaksanaan dan kenegarawanan yang mengarahkan bangsa di jalan menuju perdamaian dan kemakmuran. Selama sekitar 37 tahun sebagai menteri dalam negeri, terutama bertugas untuk memastikan keselamatan dan keamanan untuk Kerajaan Saudi dan untuk wilayah secara keseluruhan sudah menjadi visi dalam dirinya sendiri.

Kehidupan publik-Nya dimulai sebagai gubernur Riyadh pada tahun 1372H / 1953, dan dia diangkat wakil menteri dalam negeri pada tahun 1390H / 1970, sebelum diangkat menteri dalam negeri. Bahkan, Pangeran Mahkota Naif yang paling dikenal dalam perannya sebagai menteri dalam negeri dan untuk menentukan tujuan keamanan strategis. Dia selalu berusaha untuk mencapai keamanan dan stabilitas nasional, dan memberikan kedamaian dan keamanan bagi warga negara dan penduduk Kerajaan Saudi Arabia.

Mengacu pada perannya sebagai menteri dalam negeri, laporan yang diterbitkan oleh kementerian itu mengatakan bahwa Mahkota Pangeran Naif berjuang “melawan semua alat kejahatan untuk menjamin keamanan masyarakat Saudi dan perkembangannya.”

Ia menambahkan, “Memastikan keamanan haji dan umrah, memperkuat hubungan keamanan dengan negara-negara tetangga Arab dan bekerja sama dengan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk termasuk di antara tujuan utama Pangeran Naif.”

“Memperkuat kerjasama keamanan dengan negara-negara Arab untuk melindungi harta benda budaya dan kemajuan, mendukung keamanan internal dan eksternal, pengendalian kejahatan, terorisme dan penyelundupan obat, dan pengembangan institusi keamanan Arab di atas agenda sang pangeran,” tambah laporan itu.

Tidak diragukan lagi, Pangeran Naif telah sangat sukses dalam memerangi teroris khawarij di Arab Saudi, memaksa organisasi teroris untuk praktis meninggalkan negara. Serangan teroris yang terjadi di Arab Saudi pada tahun 1424H / 2003 mungkin mewakili ujian terberat yang dihadapi oleh Pangeran Mahkota Naif sebagai menteri dalam negeri. Tapi, ia memenangkan pertempuran melawan segala rintangan.

Penanganan putra mahkota yang tenang dan dikumpulkan dari krisis dan keberhasilan berikutnya diraihnya dalam memerangi Al-Qaeda di Kerjaan Saudi dan negara-negara tetangga adalah sesuatu yang semua orang jelas ingat. Pangeran membangun kekuasaannya di Kerajaan meskipun bimbingan lebih luas untuk mencegah pertumbuhan militansi dan pemahaman khawarij di antara warga Saudi.

Dia menargetkan pendanaan khawarij khususnya, pembongkaran kelompok yang digunakan untuk mengumpulkan sumbangan bagi Osama bin Laden dan jaringan teroris khawarij, sementara juga berusaha untuk merehabilitasi warga negara Saudi yang terjebak dalam cengkeraman ghuluw dalam agama.

Untuk tujuan ini, penting untuk dicatat pendekatan visioner Pangeran Mahkota Naif, yang menyebabkan pembentukan Pangeran Mohammed bin Naif Pusat Konseling dan Perawatan (Program Munashahah). Pusat yang mencoba untuk merehabilitasi ideologi ghuluw dan aqidah mereka yang terbukti terkontaminasi khawarij terkait pelanggaran. Program ini diterapkan internasional dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura dan Indonesia.

Bahkan, taktik Pangeran Naif dalam “perang melawan teror” yang dipimpin para pemimpin politik dan pakar keamanan untuk memanggil badan-badan intelijen dan keamanan di seluruh dunia untuk mendapatkan faidah dari pengalaman kontraterorisme Saudi. Inti dari program ini adalah untuk mereformasi khawarij dan memastikan mereka kembali ke masyarakat Saudi dan memiliki pemahaman Islam yang benar. Program ini mempekerjakan instruksi keagamaan intensif dan pelajaran dalam akhlak selain menawarkan fasilitas yang luas untuk hiburan dan olahraga.

Setelah perdebatan yang ketat, ulama Islam dan ulama – banyak digunakan oleh universitas-universitas di Arab Saudi – didirikan program di bawah pengawasan Pangeran Naif. Program rehabilitasi Arab Saudi telah disalin oleh beberapa negara, khususnya Indonesia dan Singapura.

Pemimpin militan yang selamat atau tidak dipenjara sebagian besar melarikan diri ke Yaman, di mana mereka bergabung dengan militan Yaman dalam menghidupkan kembali Al Qaidatu fii Jaziratil Arabiyah (Al-Qaeda di Semenanjung Arab) pada saat itu. Namun, Pangeran Mahkota Naif tidak duduk diam, melainkan, ia mengambil peran utama dalam memerangi cabang di Yaman juga. Pada tahun 1430H / 2009, Al-Qaeda berusaha untuk membunuh putranya, Pangeran Muhammad, yang saat ini menteri dalam negeri dan wakil komandan operasi kontraterorisme.

Pangeran Naif selalu berhasil dalam menjaga dan memelihara keamanan dan stabilitas Arab Saudi, dan surmounting krisis banyak dalam proses. Selama lebih dari tiga dekade, ia melindungi keamanan nasional Kerajaan Arab saudi dan berdiri melawan semua orang yang mencoba untuk mengacaukan hal itu.

Menurut biografi yang diterbitkan oleh Departemen Dalam Negeri Saudi pada hari Ahad, Pangeran Naif, yang menjadi wakil perdana menteri kedua pada tanggal 30 Rabiul Awwal 1430H / 27 Maret 2009, menjabat sebagai wakil menteri dalam negeri sejak 1390H / 1970. Oleh karena itu, sepanjang itulah Pangeran Mahkota Naif bertanggung jawab atas keamanan untuk 42 tahun terakhir. Tidak hanya itu, ia juga memimpin Dewan Menteri Dalam Negeri Arab, di mana banyak penerapan proyek keamanan dan kesepakatan yang melayani keamanan bangsa Arab baru-baru ini disahkan.

Dia memiliki perbedaan untuk merumuskan kebijakan yang mengarah pada pengumuman Strategi Keamanan Arab di Baghdad pada tahun 1404H / 1984, Rencana Keamanan Arab menimbulkan Efek Terlebih Dahulu di Tunisia pada tahun 1405H / 1985, Konvensi Arab tentang Pemberantasan Teroris Khawarij yang ditandatangani oleh para menteri dalam negeri Arab dan menteri keadilan pada tahun 1419H / 1998, dan dalam merumuskan Draft Strategi Arab Melawan Perdagangan Gelap Narkotika dan Psikotropika. Dia juga ketua Arab Riyadh berbasis Naif University untuk Ilmu Keamanan pada saat kematiannya.

Usahanya menghasilkan perkembangan umum dari departemen keamanan, termasuk jenderal direktorat Pertahanan Sipil, Penjaga Perbatasan, Keamanan Publik, Investigasi, Paspor, dan Pengendalian Narkotika; Direktur Jenderal Pemasyarakatan, dan Pasukan Keamanan Khusus.

Dia juga berperan dalam membangun Departemen Keamanan Intelektual pada tahun 1428H / 2007 di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Dia memperpanjang dukungan khusus dalam membangun dan mendanai Prince Naif Chair for Intellectual Security di Riyadh yang berbasis di King Saud University tahun 1429H / 2008 selain mendanai Prince Naif Chair for National Unity Studies di Imam Mohammad Ibn Saud Islamic University tahun 1430H / 2009.

Selain itu, ia memberikan dorongan tambah dan dukungan keuangan untuk lusinan studi dan program penelitian tentang ghuluw dalam agama dan paham khawarij. Pangeran Mahkota Naif juga membentuk kelompok kerja dosen universitas untuk mengembangkan rencana strategis untuk keamanan intelektual Arab. Di tingkat internasional, dia mendukung upaya untuk memastikan perdamaian dan keamanan di Afghanistan serta untuk melaksanakan operasi bantuan untuk rakyat Afghanistan.

(arabNews)

About these ads

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Qaeda, Al Shabab, Arab Saudi, Bom, Bom Bunuh Diri, INFO SUNNIY, Jihad Fii Sabilillah, Kafir, Khawarij, Peledakan, Pengeboman, Syahid, Teroris, Terorisme, Timur Tengah
19 comments on “Inilah Mengapa Kematian Pangeran Nayif bin Abdul Aziz Al Saud Rahimahullah Disyukuri oleh Teroris Khawarij
  1. abdullah mengatakan:

    gajah di pelupuk mata tidak tampak eh malah semut seberang lautan tampak…..
    Jelas-jelas yg konflik di Palestine, mbok yang di bom itu israel, kenapa juga yg di Indonesia dan negara muslim lainnya ikut kena ‘getahnya’…….
    Allahul musta’an

  2. abu nafisoh mengatakan:

    AQAP Rilis Ceramah Menasehati Tentara Yaman Agar Berhenti Membela AS

    YAMAN.(voa-islam.com) – Forum Anshar Al-Mujahidin pada hari Kamis, 14 Juni 2012, mempublikasikan rilis dari media Al-Malahim (media Al-Qaidah semenanjung Arab) berupa rekaman ceramah “risalatun ilal ‘askar” (pesan untuk tentara rezim thoghut) oleh Syaikh Abu Zubair ‘Adil Al-‘Abbab. Ceramah yang berdurasi 16:25 menit ini berisi wasiat dan pesan yang ditujukan kepada tentara rezim San’a pada khususnya dan tentara Arab pada umumnya yang ikut memerangi syari’at Allah dan mujahidin dengan berdiri di barisan Amerika untuk kepentingannya.

    Berikut ini adalah cuplikan-cuplikan ceramah yang kami ambil dari rekaman tersebut dan merupakan poin yang penting (meskipun semua isinya adalah penting) untuk disampaikan:

    “Wahai tentara, sesungguhnya aku menyampaikan pesan kepadamu yang tulus, sebagai pemberi nasehat bagi urusanmu. Engkau berada dibarisan yang memerangi syari’at Allah dan penolongnya di Zanjibar, Waqar, Syuqrah, desa-desa Mahfad, Azan, Lowdar dan tempat lainnya”

    “Wahai tentara, sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk menjadi tentara-Nya, Ia berfirman:”Wahai orang-orang beriman jadilah kalian penolong Allah…”

    “Wahai tentara, apakah kau mengira orang yang berperang bersama Amerika dengan pasukan, pelatihan, administrasinya, pesawat tempur dan tanpa awak serta dengan kapal perang itu semua adalah bersama syari’at Allah atau syari’at Amerika yang memrangi syari’at Allah? Tanyakanlah pada dirimu terlebih dahulu sebelum kau mati maka merugilah engkau dunia Akhirat?”

    “Wahai tentara, sesungguhnya aku sangat mengetahui bahwa diantara kalian ada yang merasa sakit dengan penjajahan yahudi atas Palestina. Tetapi akan menjadi lebih buruk ketika engkau menjadi salah satu penyebab dalam hal itu. Inilah pemerintah Arab yang merupakan hasil dari rencana barat untuk melindungi Israel atas nama menghormati tetangga dan piagam hingga terealisasikan maksud mereka ”

    “Wahai tentara, sesungguhnya aku memberikan pesan padamu, aku ingin kau paham siapa itu Anshar Al-Syari’ah, mengapa mereka berperang dan apa tujuan mereka. Sesungguhnya Anshar Al-Syari’ah adalah suatu kaum yang berbai’at untuk menolong syari’at Allah yang telah ditinggalkan yang diperangi oleh pemerintah Arab yang sekuler melalui tentara militer mereka untuk kepentingan barat atau timur.dan dengan manhaj thoghut mereka seperti sekulerisme, yang hakikatnya itu adalah keluar dari Islam, mendirikan Negara ladiniyyah yang berhukum tanpa ada campur tangan Islam. Maka, ketika hal itu terjadi, Anshar Al-Syari’ah bangkit mengingatkan kaum muslimin atas kewajiban mereka berkaitan dengan agama mereka dan ummatnya yang terjajah dan mengingatkan mereka atas rencana barat dan timur untuk melenyapkan identitas Islam, mencuri kekayaannya dan terus menjajah negri kaum msulimin. Maka untuk hal itulah Anshar Al-Syari’ah keluar untuk mengajak kaum muslimin untuk menegakkan syari’at dan berperang membelanya”

    “Hakikat Amerika, Wahai tentara, tidaklah membela syari’at Allah dan hukum-Nya, tidak menjaganya dan tidak pula menjaga negri kaum muslimin”

    “Apakah perang bersama pemerintah sekuler adalah perang fi sabilillah ataukah perang di jalan thoghut dan berwala kepada syaithan? Kalau begitu kami memerangi kalian karena firman Allah “Maka perangilah wali syaithan, sesungguhnya tipu daya syaithan sangat lemah”

    “Dan di akhir, wahai tentara, kami berharap engakau mengerti apa-apa yang telah kami paparkan tentang jalan kalian yang tidak jelas dan tujuan Anshar Al-Syari’ah. Aku memohon kepada Allah agar memperlihatkan yang Haq itu Haq dan mengaruniakan kalian kekuatan untuk bisa mengikutinya. Dan memperlihatkan kalian yang bathil itu Bathil dan mengaruniakan kalian kekuatan untuk bias menjauhinya. Washallalllahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala azwajihi wa sallam”

    Mujahidin sangat menyayangkan mereka yang berperang membela kepentingan barat dan mempertaruhkan nyawa mereka dibawah panji demokrasi serta memerangi mujahidin yang berusaha menegakkan syari’at Allah. Maka dari itu mereka tidak bosan-bosannya memperingatkan tentara Negara Yaman dan juga kaum muslimin tentang hakikat peperangan yang terjadi agar mereka tidak merugi karena mereka telah salah jalan memilih perang melawan pengusung syari’at Allah.(usamah/ansar)

    • abdullah mengatakan:

      Tapi kalo di Indonesia, hubungan antara ‘AQAP’ ala Indonesia mesra banget yach dengan Ikhwani alias PKS…..
      sama-sama memecah belah umat dengan harakah hizby nya

  3. Abdul Hakim mengatakan:

    Ladang jihad hendaknya diperhatikan oleh para mujahid. Fenomena yang ada menunjukkan mrk ini takut dengan kafir amerika.

    Patek: Jihad di Pakistan & Afghanistan Saja, Jangan Teror Indonesia

    Jakarta – Terdakwa Bom Bali I, Umar Patek, menunjukkan rasa penyesalannya atas aksi terorisme yang pernah dilakukannya. Ia meminta aktivis muslim lain belajar dari pengalamannya dan tidak ikut-ikutan melakukan aksi teror di Indonesia. Bila mau jihad, sebaiknya di luar negeri saja.

    “Satu hal yang perlu saya sampaikan, saya ingin mengimbau kepada seluruh aktivis muslim untuk tidak melakukan aksi terorisme di Indonesia. Sebagaimana diketahui saya tidak setuju dengan Bom Bali I sejak awal perencanaan,” kata Umar Patek kepada wartawan usai sidang duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Jl Letjen S Parman, Jakarta, Kamis (17 Rajab 1433H / 7 Juni 2012).

    Umar Patek meminta semua aktivis Islam tidak melakukan ataupun merencakan kegiatan terorisme di Indonesia dan belajar dari pengalamannya.

    “Diharap aktivis muslim dapat mengambil hikmah. Saya sebelumnya seorang DPO, foto saya tersebar dimana-mana. Intinya janganlah melakukan unsur- unsur terorisme,” ujar Umar.

    Alih-alih melakukan tindak terorisme di Indonesia, Umar Patek meminta para aktivis muslim berjihad di negeri yang membutuhkan pertolongan seperti di Pakistan dan Afghanistan.

    “Sebaiknya jihad itu di luar negeri, seperti di Pakistan atau di Afghanistan dan di negeri lainnya yang lebih membutuhkan pertolongan,” imbuh Umar.

    (detikNews)

  4. abdullah mengatakan:

    Terus apa faedahnya? Jelas-jelas Umar Patek yang bicara demikian, artinya beliau mengakui kesalahan ‘jihad’nya di masa lalu. Kalau misalnya beliau tdk berpendapat demikian, tentu sikapnya akan seperti Imam Samudra yg tdk menunjukkan rasa penyesalan.
    Atau menurut antum kondisi seperti ini boleh taqiyyah ya…

    Satu lagi, antum menukil ucapan Imam Ahmad bin Hambal namun sayang antum tdk mengambil ibrah bgm dakwah beliau dalam menyikapi penguasa muslim yang memaksakan keyakinan al-qur’an adalah makhluk.

    Siapa sih salaf antum??

    Allahul Musta’an

  5. oktaf mengatakan:

    sama-sama. antum juga belum kenal sama ana bukan?ana tanya sedikit antumpun melebar ke topik lain, itulah yang ana tangkap dari tulisan-tulisan antum diatas dari awal artikel ini. kalau menurut keyakinan antum sendiri bagaimana?seorang muslim bukannya harus tegas dalam bersikap dan tidak mengambang. dari jawaban antum terlihat sekali mengambang bukan?afwan ana tidak akan coba melebar ke topik lain biar ana tentunya jauh lebih mengenal diri antum.

  6. Akbar setiawan Abu Dzaki mengatakan:

    Benar apa yang dikatakan admin blog sunniy salafy bahwa perumpamaan yang tepat bagi negara adl dengan keluarga, bukan dengan Bank. Ana melihat bahwa ini adl perumpamaan yang lebih mudah.

    Yang mudah-mudah saja kita ambil supaya ana dan antum paham dan lebih mudah dalam diskusi.

    Adapun antara keluarga dan negara merupakan perumpamaan yang tepat karena Keduanya sama2 memiliki kepala, wakil, aturan, dan anggota.

    Ketika sebuah negara yang mayoritasnya beragama islam namun belum menjalankan syariat islam secara sempurna (Sebagian syariat islam dijalankan dan sebagian lagi tidak dijalankan) antum katakan ini adl negara kafir?

    Bagaimana dengan keluarga yang anggota keluarganya beragama Islam namun blm menjalankan syariat islam dengan sempurna seperti suka menunda-nunda sholat, jilbabnya blm syar’i, masih merokok, puasa bolong-bolong, apakah antum katakan ini adl keluarga kafir?

    Tlg dijawab akhi, ana perhatikan antum itu tidak menjawab secara tegas, jawabannya mencle-mencle dan nda terarah. Ana ini orang awam yang ingin tahu tahu jawaban secara tegas. cukup jawab begini atau begitu karena dalilnya begini dan begitu. titik. Islam itu mudah dalam memahami.

  7. Akbar Setiawan mengatakan:

    Itu bukan gelar akhi, ana mengatakan bahwa antum itu ambivalen, yakni menerapkan standar ganda. Keluarga yang seperti itu antum katakan keluarga muslim tapi negara yang sepert itu antum katakan negara kafir. Ini contoh paling mudah. Kaifa hadza ?

    Pastinya antum sepakat bahwa kita hendaknya mendidik keluarga kita terlebih dahulu untuk menerapkan syariat islam, niscaya negara kita akan tegak daulah islam. Antum tahu nda siapakah yang mengatakan
    “Tegakkan Islam di Hati kalian, niscaya Islam akan tegak di bumi kalian.”
    Inilah sinkronisasi antara keluarga dan negara.

    Admin blog sunniy, tlg ini dimuat dalam kabar blog antum betapa khawarij selalu merongrong daulah islamiyah yang ditegakkan, nda tahu apa sih maunya mereka itu, selalu bikin rusuh, nda mendukung, nda menyokong.

    http://international.okezone.com/read/2012/07/11/413/661979/taliban-anggap-al-qaeda-seperti-wabah

  8. abukosim mengatakan:

    @abdilah:

    “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”.

    (QS. An Nisaa’ [4]: 59)

    Segala puji hanya bagi Allah Rabbul ‘Aalamiin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi dan Rasul yang paling agung Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para shahabatnya seluruhnya.

    Ikhwani fillah… kali ini kita akan meluruskan pemahaman yang ada di masyarakat berkenaan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ

    “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”. (QS. An Nisaa’ [4]: 59)

    Ayat ini adalah ayat yang sering kita dengar dan digunakan oleh banyak orang dalam rangka mewajibkan masyarakat untuk taat kepada pemerintah Republik Indonesia ini. Oleh karena itu perlu kiranya kita meninjau kembali atau meluruskan posisi ayat ini secara proporsional dalam kehidupan nyata di negeri ini. Mari kita pahami siapa orang-orang yang beriman dalam ayat tersebut dan kaitannya dengan realita Pemerintahan Republik Indonesia ini…

    Tinjauan ayat :

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا

    “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”. (QS. An Nisaa’ [4]: 59)

    “Hai orang-orang yang beriman”, ini adalah khithab (seruan) terhadap orang-orang yang beriman. “taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”, maksud ulil amri di sini adalah ulil amri dari kalangan kalian, yaitu pemimpin muslim atau pemimpin yang mu’min, itu adalah pengertian sederhananya.

    Jadi, pemimpin yang harus ditaati ─tentunya selain dalam maksiat─ adalah pemimpin muslim, karena Allah mengatakan “min kum” (dari kalangan kalian) setelah mengkhithabi “hai orang-orang yang beriman”.

    Orang yang beriman atau orang muslim yang berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma adalah orang yang beriman kepada Allah dan kafir kepada thaghut, berikut ini adalah penjabarannya.

    A. Dalil Dari Al Qur’an

    1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

    فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا

    “Barangsiapa kafir kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia telah berpegang teguh pada al ‘urwah al wutsqa”. (QS. Al Baqarah [2]: 256

  9. abukosim mengatakan:

    sambungan atas:Al ‘urwah al wutsqa adalah buhul tali yang amat kokoh, yaitu Laa ilaaha illallaah, artinya barangsiapa kafir kepada thaghut dan iman kepada Allah, maka dia itu adalah orang yang mengamalkan Laa ilaaha illallaah, orang yang sudah masuk Islam, karena pintu masuk Islam adalah dengan perealisasian Laa ilaaha illallaah sebagaimana ini adalah rukun Islam yang pertama.

    Orang tidak dikatakan beriman, kecuali jika dia beriman kepada Allah dan kafir kepada thaghut. Jika orang beriman kepada Allah tapi dia tidak kafir kepada thaghut, maka ia bukan orang yang beriman, ia bukan muslim… itu berdasarkan nash Al Qur’an. Maka dari itu Allah dalam ayat ini mendahulukan kafir kepada thaghut “Barangsiapa kafir kepada thaghut dan beriman kepada Allah” supaya tidak ada orang yang mengklaim behwa dirinya beriman kepada Allah padahal dia belum kafir kepada thaghut pada realita yang dia kerjakan.

    2. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Ali Imran [3]: 64 :

    قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلا نَعْبُدَ إِلا اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

    “Katakanlah (Muhammad): “Hai ahli kitab, marilah berpegang kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak ada yang kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: ”Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim”.

    Jadi, yang diserukan kepada ahli kitab adalah pengajakan untuk berkomitmen dengan Laa ilaaha illallaah, ibadah kepada Allah dan meninggalkan penyekutuan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di ujung ayat Allah menyatakan; “jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: ”Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim”, maksudnya jika mereka berpaling dan tidak mau meninggalkan para arbab itu, maka saksikanlah bahwa kami ini orang muslim dan kalian bukan orang muslim.

    Berdasarkan ayat itu kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang tidak merealisasikan apa yang dituntut oleh ayat ini, yaitu ibadah hanya kepada Allah, meninggalkan sikap penyekutuan sesuatu dengan-Nya dan meninggalkan sikap menjadikan selain Allah sebagai arbaab, maka orang yang tidak mau meninggalkan hal itu adalah bukan orang muslim.

    3. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

    فَإِذَا انْسَلَخَ الأشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

    “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhilah orang-orang musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah ditempat-tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang”. (QS. At Taubah [9]: 5)

    Taubat dari apa…? Taubat dari kemusyrikan dan segala kekafiran… Yang maksudnya adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk melakukan pembunuhan, pengepungan dan pengintaian apabila orang-orang itu sudah taubat dari segala kemusyrikan dan kekafiran, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, berarti orang muslim itu tidak boleh diganggu. Maka orang yang tidak taubat dari kemusyrikannya berarti dia itu bukan orang muslim.

    4. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

    فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ

    “Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudara kalian satu agama”. (QS. At Taubah [9]: 11)

    Jika mereka bertaubat (dari kemusyrikannya), maka mereka adalah saudara satu agama, maksudnya mereka itu orang-orang muslim, karena sesama muslim adalah saudara, sebagaimana dalam surat Al Hujurat [49]: 10 :

    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara”.

    Berarti jika sebaliknya, dia tidak mau meninggalkan kesyirikannya meskipun dia shalat, zakat, dan melakukan ibadah lainnya, maka dia bukan ikhwan fiddin (saudara satu agama) dan berarti dia bukan orang mu’min, karena ukhuwah imaniyyah itu tidak terlepas dengan dosa-dosa biasa, akan tetapi dengan kesyirikan dan kekufuran. Dan dalam surat Al Baqarah [2]: 178 dikatakan:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالأنْثَى بِالأنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ

    “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa memperoleh maaf dari saudaranya…”

    Dalam ayat ini, sang pembunuh dan keluarga yang dibunuh tetap dipersaudarakan. Membunuh sesama muslim adalah dosa besar, tapi tidak menjadikan seseorang keluar dari Islam selama dia tidak menghalalkannya.

    Demikianlah beberapa dalil tentang orang yang beriman dari Al Qur’an, sedangkan berikut ini adalah:

    B. Dalil Dari As Sunnah

    A. Dalam hadits Al Bukhariy dan Muslim Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilaah (yang haq) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, bila mereka melakukan hal itu, maka mereka terjaga darah dan hartanya dari saya, kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka adalah atas Allah”

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berhenti memerangi manusia sampai mereka komitmen dengan Laa ilaaha illallaah, iman kepada Allah dan kufur kepada thaghut serta mengakui risalah yang dibawa beliau kemudian membenarkannya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Ini sama dengan penjelasan sebelumnya.

    B. Dalam hadits Al Bukhariy dari Abu Malik Al Asyja’iy radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah, maka haramlah harta dan darahnya, sedang perhitungannya atas Allah ta’ala”.

    Seseorang dikatakan haram darah dan hartanya, dalam arti dia itu dikatakan muslim, bila komitmen dengan Laa ilaaha illallaah ─iman kepada Allah dan kafir kepada thaghut─, yaitu kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah, maka barulah dikatakan muslim mukmin.

  10. abukosim mengatakan:

    @abdilah:1. “Wahai Rasulullah, kami tidak bertanya kepadamu tentang ketaatan (terhadap penguasa) yang bertakwa. Yang kami tanyakan adalah ketaatan terhadap penguasa yang berbuat demikian dan demikian (ia sebutkan kejelekan-kejelekannya).” Maka Rasulullah bersabda: “Bertakwalah kalian kepada Allah, dengarlah dan taatilah (penguasa tersebut).” (HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam Kitab As-Sunnah, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Zhilalul Jannah Fitakhrijis Sunnah, 2/494, no. 1064),

    yg harus di ingat hadis ini yg harus ditaati yg ber tqwa..,walau pun banyak kejelekannya.. antum pasti tahu yg bertqwa.

    2. “Akan ada sepeninggalku nanti para imam/penguasa yang mereka itu tidak berpegang dengan petunjukku dan tidak mengikuti cara/jalanku. Dan akan ada di antara para penguasa tersebut orang-orang yang berhati setan namun berbadan manusia.” Hudzaifah berkata: “Apa yang kuperbuat bila aku mendapatinya?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya engkau mendengar dan menaati penguasa tersebut walaupun punggungmu dicambuk dan hartamu dirampas olehnya, maka dengarkanlah (perintahnya) dan taatilah (dia).” (HR. Muslim dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman, 3/1476, no. 1847),

    “tapi apakah hadist ini menunjukan tidak menerapkan syariat Islam,atu ber hukum islam? bagai mana hubungannya yg memakai DEMOKRASI dan semisalnya.. bukankah diantum pundemokrasi hal yg dilarang/haram??

    3. “Seburuk-buruk penguasa kalian adalah yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, kalian mencaci mereka dan mereka pun mencaci kalian.” Lalu dikatakan kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, bolehkah kami memerangi mereka dengan pedang (memberontak)?” Beliau bersabda: “Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Dan jika kalian melihat mereka mengerjakan perbuatan yang tidak kalian sukai, maka bencilah perbuatannya dan jangan mencabut/meninggalkan ketaatan (darinya).” (HR. Muslim, dari shahabat ‘Auf bin Malik, 3/1481, no. 1855)

    bagai mana dengan definisi solat yg ini(mendirikan) bukan mengerjakan…
    Dalam hadits Al Bukhariy dan Muslim Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilaah (yang haq) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, bila mereka melakukan hal itu, maka mereka terjaga darah dan hartanya dari saya, kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka adalah atas Allah”..

    Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

    فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ

    “Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudara kalian satu agama”. (QS. At Taubah [9]: 11)

    Jika mereka bertaubat (dari kemusyrikannya), maka mereka adalah saudara satu agama, maksudnya mereka itu orang-orang muslim, karena sesama muslim adalah saudara, sebagaimana dalam surat Al Hujurat [49]: 10 :

    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara”.

    Berarti jika sebaliknya, dia tidak mau meninggalkan kesyirikannya meskipun dia shalat, zakat, dan melakukan ibadah lainnya, maka dia bukan ikhwan fiddin (saudara satu agama) dan berarti dia bukan orang mu’min, karena ukhuwah imaniyyah itu tidak terlepas dengan dosa-dosa biasa, akan tetapi dengan kesyirikan dan kekufuran.

    walahu alam bisowab..

  11. abukosim mengatakan:

    @abdillah Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah mengatakan: “Ulama ijma’ (sepakat), bahwa orang yang memalingkan satu macam dari dua do’a kepada selain Allah, maka dia telah musyrik walaupun mengucapkan Laa ilaaha illallaah, dia shalat dan zakat serta mengaku muslim”. (Ibthalut Tandid Bikhtishar Syarh Kitab Tauhid, hal: 67)

    Do’a ada dua macam; yaitu do’a yang berupa permohonan yang biasa kita ketahui, dan do’a berupa ibadah seperti; shalat, shaum, zakat, haji, penyandaran hukum, dan lain-lain.

    Jadi, bila seseorang memalingkan satu macam ibadah saja kepada selain Allah, maka dia itu musyrik, meskipun mengucapkan kalimat tauhid, shalat, shaum, zakat dan mengaku sebagai seorang muslim
    sedangkan yg hadist td antum syadur itu semua terlepas dr kesyirikan…

  12. YAHYA mengatakan:

    HANYA ALLAH YANG MAHA BENAR, PUSING MIKIRIN KALIAN MENDINGAN SHOLAT DAN BERDOA SAJA DEH KEPADA ALLAH AGAR DIMASUKKAN SURGANYA MESKIPUN DENGAN AMALAN WAJIB SAJA

  13. joko mengatakan:

    Hampir puasa mas,…
    —————–
    Dalam riwayat Al-Bukhâry dan Muslim
    dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu,
    Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam
    bersabda,
    ﻭَﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﺟُﻨَّﺔٌ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡُ ﺻَﻮْﻡِ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﻓَﻼَ ﻳَﺮْﻓُﺚْ ﻭَﻻَ
    ﻳَﺴْﺨَﺐْ ﻓَﺈِﻥْ ﺳَﺎﺑَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ﺃَﻭْ ﻗَﺎﺗَﻠَﻪُ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻞْ ﺇِﻧِّﻲْ ﺍﻣْﺮُﺅٌ ﺻَﺎﺋِﻢٌ
    “… dan puasa adalah tameng. Bila salah
    seorang dari kalian berada pada hari
    puasa, janganlah ia berbuat sia-sia dan
    janganlah ia banyak mendebat. Kalau
    orang lain mencercanya atau
    memusuhinya, hendaknya ia berkata,
    ‘Saya sedang berpuasa.’.”

  14. Abu Yahya mengatakan:

    Abu Yahya
    Akhi ana Alhamdulillah punya video raja saudi :
    1. Mengatakan untuk mempersatukan agama Ibrahimiyyah dengan taurot, injil, dan Al-Quran.(Cuplikan)
    2. Konferensi Mekkah yang dipimpin langsung raja Abdullah usaha untuk mendekatkan sunni dan syi’ah dihadiri oleh Hasyemi Rafsanjani dan Syaikh Al-Azhar.(Cuplikan)
    3. Raja Abdullah menyelintir ayat Al-Quran yang dibacanya.
    4. Konferensi pluralism Madrid, Raja Abdullah bekerja sama dengan pemerintah Spanyol mengundang orang buddha, hindu, Kristen Ortodoks, Protestan, Katolik, Rabbi Yahudi dan orang 2 agama2 sedunia yang sepakat untuk membangun semangat pluralisme dunia. (lengkap durasi berjam-2)
    5. Penyambutan George Bush, Obama, Hillary Clinton di Istana negara saudi.
    Untuk ana sudah yakin dan mantap raja ini kafir murtad sampai rujuk dari apa 2 yang sudah dia lakukan. Karena kami menghukumi secara dzahir…
    Antum bisa download di forum jihad At-Taubah dan sebagian di You Tube
    Adapun tentang pangeran Nayif ini wallahua’lam…
    Tapi ana lebih percaya dengan para ikhwan 2 muwahidin dan mujahidin.

    Untuk ikhwan pemilk blog…
    Daulah Saudi terdahulu di zaman Syaikh Muhammad ibnu Abdul Wahab rahimahulloh dan Imam Ibnu Su’ud bersam para aimmah dakwah najed tidak sama dengan daulah saudi di akhir ini…
    Telah berlalu beberapa generasi…
    Hingga datang massa Raja Terakhir yang sekuler ini…
    Sungguh tauhid mulai dikikis sehingga hilanglah wala’ dan bara’…
    Banyak ulama-ulama yang jujur dan lurus dipenjara…
    Semoga Allah menyelamatkan Negeri Hijjaz dan sekitarnya dari fitnah orang ini…
    Semoga Allah menyelamatkan para muwahhidin dari fitnah ini…

    Adapun Indonesia sejak awal bukanlah negara Islam
    Itu diakui dari mulut-mulut pemimpin kita dan tokoh2 nasionalis dan sekuler diseluruh penjuru negeri

    Asasnya bukan tauhid tapi Pancasila
    Bukan Syari’at Islam hukumnya tetapi Demokrasi dengan UUD 45
    Antum mau tegakkan hukum hudud Islam di Indonesia antum bisa dipenjara…
    Merajam pezina antum malah bisa dihukum mati…

    Oleh karena itu kalau kita perhatikan Syaikh Muhammad ibnu Abdul Wahhab menjelaskan salah satu thoghut adalah penguasa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan…

    Berhukum dengan selain hukum Allah itu diperinci oleh para ulama kapan dikatakan kufur ashgar dan kapan kufur akbar…
    1. Apabila hakim dibawah naungan pengadilan syariat Islam kemudian tidak berhukum dengan hukum Allah karena jahil, mengikuti hawa nafsu dan maka dia itu kufrun duna kufrin… Sehingga dalil atsar Ibnu Abbas itu cocok sebagaimana kondisi kekhilafahan yang saat itu menggunakan pengadilan syariat Islam
    2. Adapun apabila sang penguasa itu membabat asas, dan seluruh syariat Islam kemudian mengganti dengan asas syirik dan undang2 orang2 kafir maka ini adalah kekafiran yang nyata…
    Belum lagi ditambah dengan kekufuran sistem demokrasi, nasionalisme, sekulerisme dan pluralisme.
    Lebih dari itu ajaran itu disebar di sekolah sejak kita SD sampai universitas. Dari ajaran PPKN sampai Filsafat.
    Akhi ini adalah kekufuran yang jelas lagi nyata bagi orang2 yang di dadanya memang mentauhidkan Allah dan memiliki bashirah..

    Sebagai kutipan berharga silakan perhatikan ayat 2 ini dan perkataan beberapa ulama berikut semoga Allah memudahkan anda untuk memahaminya :

    1.” Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu. Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” [QS. An Nisa’ :60].

    2.“ Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [QS. An Nisa’: 65].

    3.”Apakah hukum jahiliyah yang mereka cari. Dan siapakah yang lebih baik hukumnya dari Allah bagi kaum yang yakin ?” [QS. Al Maidah :50].

    4.” Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan (menetapkan undang-undang) untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” [QS. Asy Syura :21].

    5.” Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menpertuhankan) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” [QS. At Taubah : 31].

    6.”Dan janganlah kalian memakan hewan-hewan yang tidak disebutkan nama Allah saat menyembelihnya karena hal itu termasuk kefasiqan. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Jika kamu mentaati mereka tentulah kamu termasuk orang-orang musyrik.” [QS. Al An’am :121].

    7. “Dan tidak mengambil seorangpun sebagai sekutu Allah dalam menetapkan keputusan” [QS. Al Kahfi :26].

    Perkataan Ulama :

    1. Ibnu Katsir berkata dalam Al Bidayah wan Nihayah XIII/128 setelah menukil perkataan imam Al Juwaini tentang Alyasiq yang menjadi undang-undang bangsa Tatar :
    “Barang siapa meninggalkan syariat yang telah muhkam yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdullah penutup seluruh nabi dan berhukum kepada syariat-syariat lainnya yang telah mansukh (dihapus oleh Islam), maka ia telah kafir. Lantas bagaimana dengan orang yang berhukum kepada Alyasiq (undan2 tartar) dan mendahulukannya atas syariat Allah ? Siapa melakukan hal itu berarti telah kafir menurut ijma’ kaum muslimin.”

    2.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Sudah menjadi pengetahuan bersama dari dien kaum muslimin dan menjadi kesepakatan seluruh kaum muslimin bahwa orang yang memperbolehkan mengikuti selain dineul Islam atau mengikuti syariat (perundang-undangan) selain syariat nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam maka ia telah kafir seperti kafirnya orang yang beriman dengan sebagian Al kitab dan mengkafiri sebagian lainnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, ”Sesungguhnya orang-orang yang kafir dengan Allah dan para rasul-Nya dan bermaskud membeda-bedakan antara (keimanan) kepada Allah dan para rasul-Nya …” {QS. An Nisa’ :150}. [Majmu’ Fatawa XXVIII/524].
    Beliau juga mengatakan dalam Majmu’ Fatawa XXVIII/267, ”Manusia kapan saja menghalalkan hal yang telah disepakati keharamannya atau mengharamkan hal yang telah disepakati kehalalannya atau merubah syariat Allah yang telah disepakati maka ia kafir murtad berdasar kesepakatan ulama.”

    3.Abdul Qadir Audah mengatakan, ”Tidak ada perbedaan pendapat di antara para ulama mujtahidin, baik secara perkataan maupun keyakinan, bahwa tidak ada ketaatan atas makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Pencipta dan bahwasanya menghalalkan hal yang keharamannya telah disepakati seperti zina, minuman keras, membolehkan meniadakan hukum hudud, meniadakan hukum-hukum Islam dan menetapkan undang-undang yang tidak diizinkan Allah berarti telah kafir dan murtad, dan hukum keluar dari penguasa muslim yang murtad adalah wajib atas diri kaum muslimin.” [Al Islam wa Audha’una Al Qanuniyah hal. 60].

    4.Syaikh Muhammad bin Ibrahim dalam risalah beliau Tahkimul Qawanin, “ Sesungguhnya termasuk kafir akbar yang sudah nyata adalah memposisikan undang-undang positif yang terlaknat kepada posisi apa yang dibawa oleh ruhul amien (Jibril) kepada hati Muhammad supaya menjadi peringatan dengan bahasa arab yang jelas dalam menutuskan perkara di antara manusia dan mengembalikan perselisihan kepadanya, karena telah menentang firman Allah :

    فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ ذَلِكَ خَيْرُُ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

    ” …Maka jika kalian berselisih dalam suatu, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir…” [Risalatu Tahkimil Qawanin hal. 5].

    Beliau juga mengatakan dalam risalah yang sama,” Pengadilan-pengadilan tandingan ini sekarang ini banyak sekali terdapat di negara-negara Islam, terbuka dan bebas untuk siapa saja. Masyarakat bergantian saling berhukum kepadanya. Para hakim memutuskan perkara mereka dengan hukum yang menyelisihi hukum Al Qur’an dan As Sunah, dengan berpegangan kepada undang-undang positif tersebut. Bahkan para hakim ini mewajibkan dan mengharuskan masyarakat (untuk menyelesaikan segala kasus dengan undang-undang tersebut) serta mereka mengakui keabsahan undang-undang tersebut. Adakah kekufuran yang lebih besar dari hal ini ? Penentangan mana lagi terhadap Al Qura’an dan As Sunah yang lebih berat dari penentangan mereka seperti ini dan pembatal syahadat “ Muhammad adalah utusan Allah” mana lagi yang lebih besar dari hal ini ?” [Tahkimul Qawanien hal. 20-21].

    5.Syaikh Muhammad Amien Asy Syinqithi dalam Adhwaul Bayan IV/92 ketika menafsirkan firman Allah,” Dan tidak mengambil seorangpun sebagai sekutu Allah dalam menetapkan keputusan.” [QS. Al Kahfi :26] dan setelah menyebutkan beberapa ayat yang menunjukkan bahwa menetapkan undang-undang bagi selain Allah adalah kekafiran, beliau berkata,” Dengan nash-nash samawi yang kami sebutkan ini sangat jelas bahwa orang-orang yang mengikuti hukum-hukum positif yang ditetapkan oleh setan melalui lisan wali-wali-Nya, menyelisihi apa yang Allah syariatkan melalui lisan rasul-Nya. Tak ada seorangpun yang meragukan kekafiran dan kesyirikannya, kecuali orang-orang yang telah Allah hapuskan bashirahnya dan Allah padamkan cahaya wahyu atas diri mereka.”

    6.Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam risalah beliau “Naqdu Al Qaumiyah Al ‘Arabiyah “ (Kritik atas nasionalisme Arab) mengatakan,” Alasan keempat yang menegaskan batilnya seruan nasionalisme arab : seruan kepada nasionalisme arab dan bergabung di sekitar bendera nasionalisme arab pasti akan mengakibatkan masyarakat menolak hukum Al Qur’an. Sebabnya karena orang-orang nasionalis non muslim tidak akan pernah ridha bila Al Qur’an dijadikan undang-undang. Hal ini memaksa para pemimpin nasionalisme untuk menetapkan hukum-hukum positif yang menyelisihi hukum Al Qur’an . Hukum positif tersebut menyamakan kedudukan seluruh anggota masyarakat nasionalis di hadapan hukum. Hal ini telah sering ditegaskan oleh mereka. Ini adalah kerusakan yang besar, kekafiran yang nyata dan jelas-jelas murtad.” [Majmu’ Fatawa wa Maqolat Mutanawi’ah lisyaikh Ibni Baz I/309].

    7.1- Syaikh ‘Allamah Ahmad Muhammad Syakir dalam Umdatu Tafsir IV/156-158 mengomentari atsar Ibnu Abbas dengan perkataan beliau,” Atsar-atsar dari Ibnu Abbas dan lainnya ini dipermainkan oleh orang-orang yang membuat kesesatan pada masa kita ini, dari kalangan ulama dan orang-orang yang berani memperalat agama. Mereka menjadikan atsar-atsar ini sebagai udzur atau pembolehan bagi hukum-hukum positif yang diterapkan di negeri-negeri Islam. Ada juga atsar Ibnu Mijlaz tentang perdebatan beliau dengan kaum Khawarij Ibadhiyah tentang perbuatan para penguasa dzalim yang menetapkan vonis dalam beberapa kasus dengan vonis yang bertentangan dengan syariah, dikarenakan hawa nafsu atau tidak mengetahui hukum kasus tersebut.

    Ini cuplikan dari beberapa risalah yang saya punya berkaitan dengan ini.

    Maka sungguh bagi kita wajib untuk mengkafirkan pemerintah ini…
    Karena mengkafirkan thaghut adalah termasuk dari bagian syahadat yang paling utama. Tidak akan sempurna tauhid tanpanya…

    Dan kita wajib bersama-sama menegakkan dawah tauhid ini dengan tegas membantah para pancasilais, JIL, para nasionalis, sekularis,pluralis, nasakom Bung Karno dan ideologi bathil lainnya serta orang2 hindu, buddha, kristen, dan konghuchu itu…

    Dan ibunya adalah pancasila :
    Selama Pancasila bercokol maka berbagai macam kesyirikan, kekafiran, kemurtadan, dan kristenisasi tetap ada di negeri kita ini…

    Kita wajib menyelamatkan keluarga dan saudara-saudara kita semuslim dari syubhat-syubhat mereka yang rapuh…

    Dalam masalah kekakafiran kita hanya mengkafirkan orang yang memang melakukan pembatal yang nyata (kufur/syirik akbar) baik ucapan dan perbuatan selama mereka dengan sengaja dan sadar serta tanpa terpaksa. Karena tidak akan pernah bersatu antara tauhid dengan syirik/kufur akbar. Adapun masalah hati kami serahkan pada Allah, karena manusia tidak pernah mampu menghukumi hati seseorang…
    Siapapun yang dzahirnya muslim maka dia kami hukumi seorang muslim tanpa perlu mengorek-ngorek keyakinan mereka…

    Yang terpenting pula adalah istitabah (perintah taubat) yang kita lakukan bila memang ada seseorang didepan kita yang melakukan pembatal karena jahil…

    Adapun masalah memberontak kepada penguasa NKRI saat ini adalah perkara yang berkaitan maslahat dan madharat…

    Apabila ada kekuatan kita akan melakukannya…

    Selama belum ada maka kita mengusahakan dakwah tauhid, menyebarkan sunnah dan menasehati ini dengan cara yang baik serta i’dad…

    Wallahua’alam. Kalau ada salah itu dari saya sebagai manusia.

    Akhi

    Tolong dibaca dahulu sebelum ditanggapi nanti kalau ada yang dipermasalahkan bisa kita diskusikan lagi…

    Barakallahufiik…

  15. abdullah mengatakan:

    @ Abu Yahya

    Tolong dong dikasi link nya sesuai info yang antum posting diatas, terkait Raja Abdullah untuk menguji seberapa layak antum dapat dipercaya atau ahli fitan..
    Oya siapa saja nama ulama yg lurus menurut antum yang dipenjara pada masa beliau ini?

    wallahul musta’an

  16. Abu Yahya mengatakan:

    Untuk video no 1-3
    Antum bisa di forum jihad at-tawbah di youtube nggak ada
    Judulnya “Serangan Sang Muadzin Makkah”
    antum coba download di sini mudah-mudahan bisa :

    http://archive.org/details/Jundmadn_06

    Durasinya lumayan panjang akhi
    Jadi antum nonton sampai habis dulu..

    Kalau no 4&5 coba cari di youtube insya Allah ada judulnya :
    a. Madrid Pluralism Conference (4 Jilid)
    b. Bush dancing with saudis
    c. Clinton meets Saudi king after tough talk on Iran
    d.Obama Receives Gold Necklace From Saudi King Abdullah
    e.Brokeback Bush thetruth7pcom

    Ulama-ulama yang lurus di penjara Saudi banyak, ana sebutkan tiga di antaranya :
    1. Syaikh Nashir ibnu Hamd Al-Fahd Hafidzhahulloh ana punya risalah beliau judulnya “Daulah Turki Usmani dalam Pandangan Tauhid” beliau menjelaskan pendapat dan kutipan Aimmah dakwah najed “Syaikh Muhammad ibnu Abdul Wahhab dan lainnya tentang Turki Usmani. Kesimpulannya adalah Khilafah Turki Usmani yang biasa didengungkan para hizbut tahrir ternyata adalah darul harbi sejak awal berdiri hingga runtuhnya. Wallahua’lam…
    2. Syaikh Sulaiman bin Nashir bin ‘Abdullah al-‘Ulwan Hafidzhahulloh
    Ulama yang disegani masyayikh saudi. Ana punya rislah beliau juga judulnya “BIARKAN KAMI MATI HINGGA KAMI MERAIH SYUHADA” selain itu beliau juga punya syarah Nawaqidul Islam “At-Tibyan fi Syarh Nawaqidh al-Iman”.
    3. Syaikh Ali bin Khudloir Al-Khudloir Hafidzahullah ana punya kitab beliau Hakikat Islam dan Hakikat Syirik (Al Haqaiq) dan siapakah Ahlul Kiblat ?. Beliaumerupakan murid dari Syaikh Hamud Uqla’ Asy-Su’aibi dan masih banyak juga kitab beliau yang lain.

    Masih ada yang lainnya akhi
    Tapi ana ragu apa beliau sudah bebas/meninggal atau belum jadinya tidak ana cantumkan…
    Seperti
    Syaikh Muhammad Al-Muhaisaniy
    Syaikh Adil ibnu Salil Al-Kalbani
    Syaikh Yusuf bin Sholih Al-Uyairi (katanya sudah meninggal)

    wallahua’lam

    Nanti kalau ada tanggapan kita diskusikan lagi

    Oh Iya Akhi…

    Untuk Artikel ana yang sebelumnya apa antum sepakat kalau pemerintah Indonesia itu pemerintah kufur bahkan menyebarkan kekufurannya ??

    Karena kita juga sejak sekolah SD diwajibkan hafal pancasila
    Nyanyi lagu pancasila, bagimu negeri dan lain-lain…?

    Bahkan waktu kecil ana punya keyakinan bahwa semua agama itu baiaik, “kita tidak boleh mengatakan agama kita yang paling benar” karena ana di ajari guru PPKN?? Alhamdulillah ana sudah taubat.

    Bagaimana pula tanggapan antum tentang Pancasila dan UUD 45 serta KUHP…?

    Apakah ana salah kalau pemerintah ini dikatakan thaghut dari berbagai macam sisinya ?

    Antum sendiri bukannya mencela JIL yang kafir itu. Tapi apa antum mengkafirkan JIL?Apa justru antum lebih masih mengangggap mereka saudara seagama dengan ucapan-2 terlaknatnya ?

    Antum tahu nggak Ulil Abshar Abdalla yang terlaknat itu bergabung dengan Partai Demokrat…(Partainya presiden SBY)?

    Apa antum juga membai’at presiden SBY ?

    Saya harap ada tanggapan balik tentang pertanyaan ana…

    Barakallahufiik

  17. Abu syamil mengatakan:

    Assalamu ‘alaykum akhi

    KOmentar ana didelete semua ya akhi ?
    Gimana kabar antum dan keluarga

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 401 pengikut lainnya.