Ancaman Kekafiran bagi Orang yang Mengolok-Olok Syariat Islam, Ayat al-Quran, dan Rasul-Nya (Bagian 1)

Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi

Bagian 1

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ. لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka bertaubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (at-Taubah: 65-66)

Penjelasan per-kata

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu): Yakni jika kamu tanyakan kepada mereka tentang perkataan mereka mengolok-olok agama dan mencela orang-orang Mukmin.

Tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”: Yakni mereka meminta udzur bahwa mereka tidak bermaksud mengolok-olok dan mendustakan, tetapi mereka sekedar bersenda gurau dalam perkataan dan bermain-main saja.

Tastahzi-un: Yakni mereka mengolok-olok agama dan mencela orang-orang Mukmin.

Laa ta’tadziru: Secara bahasa artinya tidak usah kamu minta maaf. Adapun secara makna artinya jangan bermudah-mudahan dengan banyak meminta maaf secara bathil, karena maafmu tidak akan diterima.

Karena kamu kafir sesudah beriman: yakni apa yang kamu lakukan adalah kekafiran dengan mengolok-olok dien sesudah kamu beriman.

Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu: Yakni mereka yang memurnikan ibadah kepada-Nya dalam keimanan, meninggalkan sifat munafiq, dan bertaubat dari perbuatan munafiq.

Niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa: Yakni niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa dengan terus menerus menjadi orang yang munafiq dan tidak bertaubat darinya.

Penjelasan global

Allah Subhanahu wata’ala mengabarkan dalam dua ayat ini sepenggal dari kisah orang-orang munafiq yang mereka menyusup ke dalam barisan jamaah kaum Muslimin dalam peristiwa perang Tabuk. Mereka melakukan tindakan memperolok-olok agama dan mencela orang-orang yang beriman. Kemudian Allah Subhanahu wata’ala memberitahu Nabi-Nya Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam sekiranya bertanya kepada mereka tentang perbuatan mereka, niscaya mereka akan meminta maaf secara bathil dan pemaafan dusta untuk pencitraan baik apa-apa yang keluar dari mulut mereka dan kedustaan dari hak-hak kaum Muslimin. Allah Subhanahu wata’ala juga memberitahu Nabi-Nya Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam sesungguhnya yang mereka lakukan itu adalah perbuatan mengolok-olok agama, mencela Allah Ta’ala, Rasululullah Shallallahu’alaihi wasallam, dan al-Quran.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengumumkan melalui Lisan beliau, bahwa mereka telah murtad, tidak diterima permintaan maaf mereka, tidak nampak penyesalan di wajah mereka. Bahkan Allah Ta’ala menjanjikan pintu maaf bagi mereka yang meninggalkan kemunafikan dan mengikhlaskan taubat, dan ancaman keras bagi mereka yang terus menerus dalam keingkaran dan kemunafikan.

Faidah Ayat ini

1. Mengolok-olok syariat Islam dan pemeluknya adalah tindakan kekafiran.
2. Tidak diterima taubatnya di dunia bagi orang yang mengolok-olok syariat Islam dan pemeluknya menurut sebagian madzhab Hanabilah, sebagian lainnya diterima taubatnya. Wallahu a’lam.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi]

About these ads

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 394 pengikut lainnya.