Bersatu Dengan Kaum Muslimin dan Meninggalkan Firqoh-Firqoh Hizbiyah

Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Beliau Rahimahullah ditanya : Kami sering mendengar berbagai macam jama’ah-jama’ah pada jaman ini di seluruh penjuru dunia, apakah ini sesuai dengan syari’at ? Bolehkah pergi dan bergabung bersama mereka apabila di dalamnya tidak ada bid’ah?

Jawaban
Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan dan menjelaskan kepada kita bagaimana seharusnya beramal. Tidaklah beliau meninggalkan bagi umatnya sesuatu yang bisa mendekatkan kepada Allah melainkan beliau pasti jelaskan. Dan beliau tidaklah meninggalkan sesuatu yang bisa menjauhkan umatnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala melainkan telah beliau jelaskan pula.

Berkaitan dengan ini Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ، يَرَ اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang hidup dari kalian akan melihat perselisihan yang banyak”

Akan tetapi bagaimana jalan keluarnya ? Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

فَعَلَيْه بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذ

"Wajib atas kalian berpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafaur-Rasyidin yang mendapatkan petunjuk sesudahku. Pegang dan gigitlah dengan gigi geraham kuat-kuat. Hati-hatilah kalian dengan perkara-perkara yang baru. Karena setiap perkara yang baru (dalam dien) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat” [dikeluarkan oleh Abu Dawud 4607, At-Tirmidzi 2676.]

Jadi jama’ah-jama’ah ini, jika berada dalam petunjuk Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya, Khulafaur-Rasyidin dan generasi-generasi yang utama, maka kami bersama jama’ah ini.

Kami menisbatkan kepadanya dan beramal bersama mereka. Sedangkan jama’ah-jama’ah yang menyelisihi petunjuk Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam kami akan menjauhinya, walaupun dinamakan jama’ah Islam.

Ibrah bukan dengan nama semata, melainkan dengan hakikatnya. Ada nama-nama yang sering dibesar-besarkan, tetapi kenyataannya adalah kering tak ada manfaatnya, atau bahkan batil.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

اِفْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى أَوِ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوِ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً. وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً

“Umat Yahudi telah berpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, umat Nashara telah berpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umat ini akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya akan masuk neraka kecuali satu. Kami bertanya, ‘Siapakah dia wahai Rasulullah ? ‘Beliau menjawab, “Yang aku dan sahabatku ada padanya …”[dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi 2641]

Jadi jalan yang jelas…., jama’ah yang memiliki tanda-tanda ini, kami bersamanya, yaitu, “Yang mengikuti sunnahku dan sunnah sahabatku”. Maka itu jama’ah Islam yang sebenarnya.

Adapun yang menyelisihi manhaj ini dan berjalan di atas manhaj yang lain bukanlah bagian dari kami dan kami berlepas diri dari mereka. Demikian juga kami tidak menisbatkan kepada mereka, dan mereka tidaklah berhubungan dengan kami.

[Disalin dari buku Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah, Pengumpul Risalah Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi, Penerjemah Muhaimin, Penerbit Yayasan Al-Madinah]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Manhaj As Salafus Shalih, Firqah Hizbiyah, Ilmu dan Ulama
KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image