Kumpulan Syair Penggugah Jiwa (Bagian 1)

Berikut kami tampilkan syair-syair penggugah jiwa yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

(Bagian 1)

1. KEAIBAN PADA DIRI KITA

Kita kerap meyalahkan zaman ini, sedang keaiban sebenarnya adalah pada diri kita, tiada satupun aib pada zaman kita, kecuali diri kita sendiri.
Kita kerap mencerca zaman ini tanpa usaha dilakukannya. kalau zaman tahu mengatur kata, tentulah ia mencaci kita kembali.
Dunia kita adalah lakonan dan menunjuk-nunjuk. sebenarnya kita memperdaya Yang Maha melihat kita.
Si serigala tiadalah pernah memakan daging temannya. Sedangkan kita kerapkali makan daging teman sendiri.

2. JAGA SUARA

Jagalah suara bila bertutur di malam hari, lihat sekeliling sebelum berkata di siang hari.

3. KUTUKAN TERHADAPKU

Sekiranya datang padamu kutukan terhadapku dari orang yang kurang (akhlaknya dan ilmunya), itulah buktinya bahwa aku ini sebenarnya sempurna tiada kekurangan.

4. TIADA INSAN MENGUSAI SEMUA ILMU

Tiada seorangpun yang mengetahui semua ilmu, tiada ! Sekalipun dia pelajarinya 2 ribu tahun.
Ilmu itu ibarat lautan saujana luas terbentang, ambillah daripada setiap perkara itu apa yang terbaik.

5. TANAM BENIH PERMUSUHAN

Bila anda memungkiri seseorang, awasilah permusuhannya (terhadapmu). Sesiapa menanam pohon duri tiada dapat menuai anggur.

6. ANTARA KEKAYAAN & KECERDIKAN

Kalau (kemewahan) dunia diperolehi dengan kecerdikan semata-mata, dan juga akan, sudah tentu akan menduduki pangkat teratas.
Tapi rezeki itu adalah pembagian dan nasib, karunia Rabb dan bukan karena usaha semata-mata orang yang mendapatnya.

7. AKAL DAN PENGAJARAN

Bilamana seseorang ada akal fikiran, dalam semua perkara baginya pengajaran.

8. MENGETAHUI SEJARAH

Bukanlah insan bukan juga alim, orang yang dirinya jahil sejarah
Sesiapa yang arif sejarah orang-orang terdahulu, sesungguhnya ia telah menambah umur-umur mereka kepada umurnya.

Maka marilah kita lihat keadaan mereka, mengikuti petunjuk mereka, dan berjalan di atas langkah-langkah mereka. Berkata salah seorang penyair,

Maka engkau telah memberitakan aku tentang kisah mereka, wahai Sa’ad.
Maka engkau menambah lagi kisah tersebut
Aku semakin rindu dengan mereka
Sehingga tambahkanlah cerita-cerita tersebut kepadaku, wahai Sa’ad (Uluwul Himmah)

Berkata seorang penyair lainnya,

Ulang-ulangilah cerita-cerita tentang mereka, wahai Hadi
Maka sesungguhnya cerita mereka semakin menerangi hati yang dalam keadaan gundah gulana ini (Uluwul Himmah)

9. BUKU ITU SEBAIK TEMAN

Sebaik-baik teman berbual dan lepak-lepak itu ialah buku. Kau bersendirian bersamanya ketika sahabat-sahabatmu menjemuimu.
Buku tidak membocorkan rahasia bila kau amanahkannya, bahkan diperolehi darinya hikmah dan kebenaran

10. BERSATU TEGUH

Tombak-tombak kalau bersama tidak akan dapat dipatahkan. Apabila terpisah antara satu sama lain, ia akan patah satu demi satu.

11. PAPA DI BUMI SENDIRI

Kemiskinan di bumi sendiri adalah keasingan (umpama orang asing). Berharta di negara asing itulah sebenarnya anak watan (negara itu).
Bumi ini (di mana-manapun) hanya satu, manusia semuanya adik beradik dan berjiran.

12. NILAI ILMU DAN KEDUDUKAN GURU

Ilmu adalah sebaik apa yang dicapai tangan, begitu besar tangan (jasa) guru ku ke atasku.
Nyawaku taruhan bagi guruku, karena dialah jernihnya kehidupanku.
Dialah merawatku daripada penyakit jahil yang tiada dapat dilakukan oleh dokter yang agung.
Ilmu ibarat rumah dan guru umpama tangga, dari mana lagi ingi ke rumah kalau tidak melalui tangganya ?
Maka ketahuilah hak seorang guru karena dengan bantuannya dikau mengenali kebenaran ketika remaja.
Ilmu itu kalau engkau insafi, engkau tiada dapat menyamakannya dengan barangan dunia yang hilang dan lesap.

13. TIADA YANG DILAHIRKAN TERUS BERILMU

Tidak ada kebanggaan kecuali bagi ahlul ilmi (orang-orang yang berilmu).
Karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk bagi orang yang meminta dalil-dalilnya.
Dan derajat setiap orang itu sesuai dengan kebaikannya (dalam masalah ilmu).
Sedangkan orang-orang yang bodoh adalah musuh bagi ahlul ilmi.

Dan sya’irnya Al-Imam Asy-Syafi’i:

تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ
وَإِنَّ كَبِيْرَ الْقَوْمِ لاَ عِلْمَ عِنْدَهُ صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الْجَحَافِلُ
وَإِنَّ صَغِيْرَ الْقَوْمِ إِنْ كَانَ عَالِمًا كَبِيْرٌ إِذَا رُدَّتْ إِلَيْهِ الْمَحَافِلُ

Belajarlah karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh.
Sesungguhnya suatu kaum yang besar tetapi tidak memiliki ilmu maka sebenarnya kaum itu adalah kecil apabila terluput darinya keagungan (ilmu).
Dan sesungguhnya kaum yang kecil jika memiliki ilmu maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang besar apabila perkumpulan mereka selalu dengan ilmu.

14. BUKAN SEMUA SAMA

Bukan semua yang putih itu lemak, dan bukan segala yang hitam itu arang !

15. HASIL TANGANKU

Tanganku akan hancur di dalam tanah,
Yang kekal hanya tulisanku di atas buku,
Mujurlah sesiapa yang membaca tulisan aku,
Doakan keselamatan aku dari azab.

Bersambung… insya Allah

[Dari berbagai sumber]

 

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Kata-Kata Mutiara, Syair
KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image