Keterangan tentang Keutamaan Lailatul Qadr dan Ayat-Ayat yang Menerangkannya

Asy Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah bin Al Fauzan

Tanya:

Bagaimana keterangan tentang keutamaan lailatul qadr dan ayat-ayat yang menerangkannya!

Jawab:

Allah subhanahu wata’ala memuliakan keadaan malam itu dan menamakannya lailatul qadr karena pada malam itu ditentukan ajal, rezki seorang makhluk dan apa-apa yang akan terjadi dalam satu tahun.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (Ad-Dukhan: 4).

Disebut juga lailatul qadr karena dia adalah malam yang ditentukan dan dimuliakan di sisi-Nya. Juga disebut malam lailatul mubarak (malam yang diberkahi). Allah  subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

"Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam penuh barakah." (Ad-Dukhan: 3).

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Dan tahukah kamu apakah malam lailatul qadr itu. Lailatul qadr lebih baik daripada 1000 bulan." (Al-Qadr: 2-3).

Artinya beramal pada malam yang penuh berkah itu dilipatgandakan pahalanya semisal 1000 bulan beramal pada malam-malam selain bulan ini. Seribu bulan lebih kurang 83 tahun. Ayat ini menunjukkan tentang keutamaannya. Oleh karena itu nabi shallallahu’alaihi wasallam selalu menunggu-nunggu datangnya malam itu. Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ

Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam lailatul qadr dengan mempercayai adanya malam itu dan mengharap pahalanya maka akan diampuni dosanya yang telah lewat dan yang akan datang. (HR. Bukhari Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu).

Hal lain yang juga menunjukkan keutamaan dan kebesarannya ialah pada malam itu turun para malaikat dan Jibril (pemimpin para malaikat) untuk mengatur segala urusan. Malaikat-malaikat Allah tidak turun ke bumi kecuali untuk menyelesaikan urusan besar. Kemudian Allah subhanahu wata’ala mensifati malam tersebut dengan malam yang penuh kesejahteraan sampai fajar. Maka barangsiapa tidak mendapatkan kebaikan pada malam itu, sungguh Allah tidak memberinya kebaikan yang banyak.

Allah subhanahu wata’ala dengan hikmah-Nya yang maha luas merahasiakan malam itu pada bulan Ramadlan agar kaum muslimin bersungguh-sungguh mencarinya pada tiap malam. Sehingga mereka mempunyai banyak amal dan terkumpullah amal-amal pada semua malam bulan itu dengan malam lailatul qadr.

(Nur ‘ala Darbi Fatawa)

[Dikutip dari Majalah Salafy edisi XXIII/Ramadhan/1418 H/1998 M, penerjemah Al Ustadz Ahmad Hamdani, judul asli Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadhan]

 

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Fiqih, Hidupkan Sunnah
KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image