Kumpulan Syair Penggugah Jiwa (Bagian 15)

Berikut kami tampilkan syair-syair penggugah jiwa yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

(Bagian 15)

71. TETAP BERUSAHA MEMPERBAIKI AKHLAK YANG BAIK

Seorang penyair berkata:

Jika perangai itu adalah perangai yang jelek
Maka tidak ada pendidikan maupun pendidik yang berguna
(Sebagian dinukil dari Nashihati lin Nisa`, hal.75-76, cet. Darul Haramain)

72. TETAPLAH ENGKAU TERUS BERUSAHA MESKIPUN ITU SULIT

Awalnya memang sulit, namun seperti kata seorang penyair Arab:

لَأَسْتَسْهِلَنَّ الصَّعْبَ أَوْ أُدْرِكَ الْمنَى
فَمَا انْقَادَتِ الآمَلُ إِلاَّ لِصَابِر

Sungguh-sungguh aku akan menganggap mudah kesulitan itu hingga diperoleh apa yang kuinginkan dan kuharapkan
Tak kan tunduk harapan itu kecuali kepada orang yang sabar.

73. KEMATIAN PASTI AKAN DATANG. TAKUTLAH KEPADA ALLAH

Ibarat ungkapan penyair:

Aku tahu aku kan mati namun aku tak takut
Hatiku keras bak sebongkah batu
Aku mencari dunia seakan-akan hidupku kekal
Seakan lupa kematian mengintai di belakang
Padahal ketika kematian telah datang
Tak ada seorangpun yang dapat mengelak dan menundanya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ

“Maka apabila telah tiba ajal mereka (waktu yang telah ditentukan), tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mereka dapat mendahulukannya.” (An-Nahl: 61)

74. YANG HARUS DIMILIKI OLEH PARA PENUNTUT ILMU

Akan tetapi ingatlah bahwa ilmu itu memerlukan ketekunan dan kesungguh-sungguhan sebagaimana dikatakan:
Berilah kepada ilmu semua yang ada padamu, maka ilmu itu akan memberimu sebagiannya.

Juga sebagaimana dikatakan oleh Imam Asy Syafi’i rahimahullahu dalam syairnya:

Wahai saudaraku, engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara.
Aku akan beritahukan kepadamu perinciannya.
Kepandaian, ketamakan (dalam mencari ilmu), kesungguhan dan memiliki bekal.
Berteman dengan guru dan masa yang panjang.

75. TIDAK GHULUW (BERLEBIHAN) DALAM MENGHORMATI SESEORANG

Dalam hal ini, alangkah indah apa yang disenandungkan oleh murid lbnu Baththah Al-Hambali, ia bersyair,

Jika benar nurani kita, cukuplah.
Kenapa harus badan berpayah-payah?
Jangan bebani saudaramu saat bertemu,
dengan menghalalkan apa yang haram untukmu.
Setiap kita percaya terhadap kecintaan murni saudaranya.
Maka karena dan atas dasar apa kita menjadi gelisah?

(Al Firqatun Najiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu)

76. HARTA BISA MERUBAH SEGALANYA (BAGI ORANG YANG BODOH)

Berapa banyak kelebihan rizki
Dapat melunakkan dan menunggangi leher-leher lelaki kuat

Bukankah seorang penyair pernah berkata :

Berapa banyak seorang lelaki yang gagah perkasa
Dapat ditaklukkan dan leher-leher mereka ditunggangi
Oleh kelebihan harta.

78. KEISTIMEWAAN AHLUL HADITS

Seorang penyair berkata,

Ahli hadits itu, mereka ahli (keluarga) Nabi.
sekalipun mereka tidak bergaul dengan Nabi, tetapi jiwa mereka bergaul dengannya.

79. ORANG YANG MENYURUH SESUATU TAPI IA SENDIRI TIDAK MELAKUKANNYA

Tepatlah apa yang dikatakan oleh seorang penyair:

Dia ditugaskan untuk memperbaiki manusia padahal dia sendiri yang menyimpang
Maka bagaimana mungkin bayangan bisa menjadi tegak lurus jikalau batangnya sudah bengkok?

80. JIKA LEBIH SUKA MENDENGARKAN NASYID DARIPADA AL QURAN

Alangkah indahnya apa yang diungkapkan oleh seorang penyair :

Ketika dibacakan Al Kitab (Al Qur’an), mereka terpaku, namun bukan karena takut.
Mereka terpaku seperti orang yang lupa dan lalai.
Ketika nyanyian menghampiri, mereka berteriak bagai keledai.
Demi Allah, tidaklah mereka menari karena Allah.

81. DI ANTARA SIFAT MULIA RASULULLAH SHALLALLAHU’ALAIHI WASALLAM

Dan betapa indahnya ucapan seorang penyair yang mensifati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan sya’irnya:

"Si Putih diminta memohon hujan dari awan dengan wajahnya. Si Pemberi makan anak-anak yatim dan pelindung para janda."

Sya’ir ini berasal dari kalamnya Abu Thalib yang disenandungkan oleh Ibnu Umar dan yang lain. Ketika itu kemarau melanda kaum muslimin, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memohon hujan untuk mereka dengan berdo’a: Allahummasqinaa (Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami), maka turunlah hujan. (HR. Bukhari)

Adapun makna dan sya’ir tersebut adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang disifati dengan Si Putih diminta untuk menghadapkan wajahnya yang mulia kepada Allah dan berdo’a supaya diturunkan hujan kepada mereka. Hal itu terjadi ketika beliau masih hidup, adapun setelah kematian beliau maka Khalifah Umar bin Al Khathab bertawasul dengan Al Abbas agar dia berdo’a meminta hujan dan mereka tidak bertawasul dengan beliau.

[Dari berbagai sumber]

Bersambung… insya Allah

 

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Kata-Kata Mutiara, Syair
KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image