Bolehkah Menyembelih Qurban di Tempat Lain yang Bukan Tempat Dia Berdomisili? (Bagian 4 – Tammat)

Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawy

(Bagian 4 – Tammat)

Fatwa Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi hafidzahullah. Beliau pernah ditanya:

Tidak samar atas anda apa yang sedang dialami oleh kaum Muslimin pada hari hari ini seperti: Kelaparan dan keadaan serba kurang, sementara itu Haiah Ighotsah Islamiyah memiliki proyek "Hewan Sembelihan Qurban" yang bertujuan menyerahkan qurban–qurban tersebut kepada kaum Muslimin yang membutuhkan di seluruh dunia Islam dengan cara: Yang ingin berqurban menyerahkan uang 250 riyal harga hewan qurban dan Haiah yang membelikannya, menyembelihnya pada waktu penyembelihan yang ditentukan dan membagikannya kepada pihak yang membutuhkan dari kalangan fuqara dan orang yang kesusahan. Kami mengharapkan anda menjelaskan hukumnya, jazakumullah khairan".

Ketua Maktab Haiah
Di Shomithoh

Jawaban Beliau:

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam (semoga) tercurah pada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, keluarga dan shahabatnya, adapun setelah itu:

Termasuk perkara yang telah dimaklumi bahwa udhiyah, disyariatkan supaya yang berqurban sekeluarga dapat memakan (sebagian) nya, Allah Ta’ala berfirman":

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka" (Al-Hajj: 34)

Sampai pada firman-Nya:

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Dan Telah kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, Maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan Telah terikat). Kemudian apabila Telah roboh (mati), Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah kami Telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur." (Al Hajj: 36)

Dari dasar ini dan lainnya menjadi jelas, bahwa qurban disyariatkan agar pelaku sekeluarga dapat memakan (sebagian) nya.

Allah maha menyaksikan bahwa aku sangat prihatin tatkala aku mendengar berita tentang apa yang dialami oleh kaum Muslimin baik itu di Bosnia Herzegovina, Afghanistan atau Afrika ataupun di negara–negara lain, namun hukum–hukum syar’í wajib dilaksanakan sesuai dengan asal (persyariatan) nya.

Bila ada seseorang yang lebih mengutamakan orang–orang yang butuh tersebut atas dirinya setelah bermusyawarah dengan keluarga yang punya hak (memakan) qurban tersebut, maka dia telah meraih kesempurnaan iman, dan dengan amalan ini dia termasuk pihak yang masuk dalam firman Allah Ta’ala :

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

"Dan mereka (orang–orang Anshor) mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan." (Al Hasyr: 9)

Demikian pula orang yang mampu menjadikan qurbannya di sini untuk keluarganya dan dia juga mengirim nilai qurbannya sebagai shadaqoh, ini merupakan amal kebajikan yang mana seorang hamba menyimpan pahalanya di sisi Allah ‘Azza wa jalla untuk (nanti) pada hari (di saat dia) membutuhkannya, diapun dengan amalan tadi mendapat amalan yang baik di dunia dan pahala besar di sisi Allah ‘Azza wa jalla nanti pada hari kiamat.

Semoga Allah Ta’ala memberi taufiq kepada semua pihak untuk (mengamalkan) apa yang dicintai dan diridloi-Nya.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمً تَسْلِيْمَا كَثِيْرَا

(Fathu Rabbil Wadud Fil Fatawa war Rosail War Rudud 1/372-373 cet : maktabah Al Furqan . ‘Ajman – Uni Emirat Arab Cetakan I th 1423 H – 2002 M)

Masalah inipun pernah penulis tanyakan langsung via telpon kepada guru kami Abu Abdillah Abdurrahman bin Mar’ie Al Adany, jawaban beliaupun sama dengan fatwa ulama besar di atas dan beliau meminta penulis untuk meruju’ kepada fatwa syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin yang telah dimuat di atas.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan diamalkan oleh kaum muslimin dimanapun mereka berada.

Tammat

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينْ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمً تَسْلِيْمَا كَثِيْرَا

Abu Abdillah
Muhammad Afiffuddin As sidawy
Sidayu , Rabu 13 Des 2006

Sumber: darussalaf.or.id

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Fiqih, Fiqih Qurban, Hidupkan Sunnah, Idul Adha
KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image