Dampak Negatif Terorisme (Bagian 2)

Al Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi

Lima : Hal tersebut adalah sikap khianat dan melanggar janji.

Dan telah berlalu berbagai dalil tentang bahaya dan besarnya siksaan terhadap orang-orang yang berkhianat dan melanggar janji. Dan kami ingatkan disini dengan firman Allah Jalla Sya’nuhu,

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لا يَتَّقُونَ

“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kalian telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).” (QS. Al-Anfal : 55-56)

Enam : Melanggar perjanjian kaum muslimin.

Menyimak pembahasan-pembahasan yang telah lalu, akan nampak dengan sangat jelas bahwa kebanyakan dari aksi-aksi terorisme yang terjadi di negeri-negeri kaum muslimin adalah membatalkan perjanjian yang telah dijalin oleh penguasa atau bagian dari negara, baik itu berupa jaminan keamanan, perdamaian dan sebagainya. Dan renungkanlah ancaman perbuatan tersebut dalam sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam,

ذِمَّةُ الْمُسْلِمِيْنَ وَاحِدَةٌ فَمَنْ أَخْفَرَ مُسْلِماً فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ لَا يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلَا عَدْلٌ

“Dzimmah (tanggung jawab, perjanjian) kaum muslimin adalah satu. Barangsiapa yang membatalkan perjanjian seorang muslim maka laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia atasnya, tidak diterima darinya sedikitpun.” [1]

Tujuh : Hal tersebut adalah perbuatan zholim dan melampaui batas.

Seorang muslim yang baik dan memahami agamanya dengan benar tidaklah ragu bahwa aksi-aksi terorisme dan yang semisalnya adalah perbuatan kezholiman dan melampaui batas. Dan telah berlalu sejumlah penjelasan tentang haramnya sikap zholim dan melampaui batas.

Berkata Masruq bin Al-Ajda’ Al-Wadi’iy rahimahullah, “Saya tidak pernah menzholimi seorang muslim pun dan tidak (pula) seorang kafir mu’ahad.” [2]

Dan berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Sesungguhnya orang yang dizholimi walaupun ia diizinkan untuk membalas kezholiman terhadap dirinya dalam firman-Nya,

وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُولَئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ

“Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah terzholimi, tidak ada suatu dosapun atas mereka.” (QS. Asy-Syura : 41)

namun hal tersebut disyaratkan padanya dua syarat, salah satunya adalah punya kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Dan yang kedua adalah tidak boleh melampaui batas. Adapun kalau dia tidak mampu atau pembelaan diri tersebut akan mengantar kepada penganiayaan yang lebih (berbahaya), maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Demikianlah asal larangan dari suatu fitnah.” [3]

Delapan : Menghambat jalan tersebarnya agama Allah.

Betapa banyak kegiatan-kegiatan dakwah Islam yang terhenti karena tindakan dan aksi terorisme yang nampak belakangan ini. Penyebaran Islam, ajakan masuk Islam, usaha mendidik kaum muslimin –khusus di negara yang kaum muslimin minoritas padanya-, pengadaan daurah atau studi ilmiyah, penyebaran buku-buku Islam, bantuan dan santunan untuk kaum muslimin, pembangunan masjid dan sekolah-sekolah Islamy dan lain-lainnya tidak terhingga dari aktifitas dakwah yang terhambat karena perbuatan-perbuatan tersebut. Maka mereka yang telah menghambat jalan Allah ini sungguh akan merugi kelak di kemudian hari.

فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ صَدَّ عَنْهُ وَكَفَى بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا

“Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya.” (QS. An-Nisa` : 55)

الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ زِدْنَاهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوا يُفْسِدُونَ

“Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.” (QS. An-Nahl : 88)

اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلا فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.” (QS. At-Taubah : 9)

Sembilan : Membuat takut kaum muslimin.

Aksi-aksi terorisme tersebut telah meruntuhkan suatu dasar pokok dalam agama kita, yaitu penegakan keamanan yang merupakan ciri syari’at kita. Dan telah diuraikan sejumlah dalil tentang dosa dan bahaya membuat ketakutan di tengah kaum muslimin.

Namun para teroris yang menganggap diri mereka di atas tuntunan Islam itu tidak pernah sadar betapa banyak musibah dan malapetaka yang menimpa kaum muslimin akibat perbuatan mereka, dan sama sekali mereka tidak ingin mengerti betapa dihinakannya kaum muslimin di berbagai negara dari kalangan pemerintah maupun rakyat, betapa banyak pemerintah yang ditekan oleh musuh-musuh Islam dengan alasan adanya sekelompok teroris di negara mereka, dan betapa banyak kaum muslimin yang disiksa, dipenjara dan…seterusnya dari hal-hal yang harusnya seorang muslim iba dan sedih karenanya. Wallahul Musta’an.

Bersambung… Insyaallah

[Dinukil dari Buku Meraih Kemuliaan Melalui Jihad, Bukan Kenistaan. Penulis Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi, Penerbit Pustaka As Sunnah, Hal. 255-258]

___________
Footnote:

[1] Telah berlalu takhrijnya.
[2] Dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad dalam Ath-Thabaqôt 6/83.
[3] Al-Istiqômah hal. 41.

 

Iklan

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Bom, Bom Bunuh Diri, Jihad Fii Sabilillah, Kafir, Khawarij, Peledakan, Pengeboman, Syahid, Teroris, Terorisme
KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image