Pemberontakan Tidak Akan Membawa Dampak Positif

Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Hadits-hadits yang telah dijelaskan sebelumnya mengingatkan kaum muslimin, jika mengharapkan munculnya penguasa yang baik dan shalih, maka kita harus menjadi rakyat yang baik dan shalih. Jalanilah apa yang Allah perintahkan, ikutilah apa yang Rasulullah sunnahkan, sebarkanlah ilmu, dan anjurkanlah agar manusia beramal dengannya apakah mereka sebagai penguasa ataupun sebagai rakyat jelata. Niscaya dengan ini, Allah akan memberikan apa yang kita harapkan, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan bahwa urusannya sangat dekat.

Emosi dan pemberontakan hanya akan melahirkan dampak negatif. Selain itu, pemberontakan hanya akan menghasilkan kekacauan, penjarahan dan pertumpahan darah. Bahkan yang diperintahkan kepada kaum muslimin adalah bersabar atas kezhaliman penguasa dan menghadapi gangguan mereka dengan tabah. Karena yang demikian dapat mencegah timbulnya kerusakan yang lebih besar baik kerusakan pada agama maupun kerusakan materi, yang terjadi akibat ketidaksabaran dan pemberontakan.

Berkata Ibnu Abil ‘Izzi Al-Hanafi rahimahullah: “Adapun keharusan taat pada mereka walaupun jahat adalah karena dengan memberontak kepada mereka akan mengakibatkan kerusakan yang berlipat-lipat lebih daripada kejahatan mereka. Bahkan dalam kesabaran (terhadap kejahatan mereka), ada penghapusan terhadap dosa-dosa dan pahala yang berlipat-lipat karena sesungguhnya Allah menguasakan mereka (yang jahat, pent.) atas kita karena amalan-amalan kita yang jelek. Sedangkan suatu balasan adalah sesuai dengan bentuk amalannya. Maka wajib atas kita untuk bersungguh-sungguh dalam meminta ampun kepada Allah dan bertaubat serta memperbaiki amalan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan tidaklah menimpa kalian suatu musibah kecuali disebabkan perbuatan kalian sendiri, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memaafkan banyak (yang lainnya).” (Asy-Syura: 30)

Abu Bakar Al-Marwadzi berkata: “Aku mendengar Abu Abdillah (Al-Imam Ahmad) memerintahkan untuk menahan tertumpahnya darah dan mengingkari pemberontakan dengan pengingkaran yang keras.” (Riwayat Al-Khallal dalam As-Sunnah dengan sanad yang shahih, hal. 131, cet. Darur Rayyah Ar-Riyadh)

[Diambil dari majalah Asy Syariah no. 05/I/Dzulqa’dah 1424 H/Februari 2004, hal. 16]

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Bom, Bom Bunuh Diri, Jihad Fii Sabilillah, Kafir, Khawarij, Peledakan, Penegakan Khilafah, Pengeboman, Syahid, Teroris, Terorisme
KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image