Berbagai Cerita Legenda Rakyat di Dunia Tentang Gerhana Bulan

Bismillah

Mitos seputar terjadinya gerhana sudah berkembang sejak ratusan tahun di berbagai penjuru dunia. Hal ini disebabkan oleh ketidak tahuan mereka dalam menyikapi peristiwa fenome alam yang terjadi.

Sebenarnya agama Islam dengan diutusnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah menjelaskan segala perkara yang masyarakat tidak mengetahuinya, termasuk fenomena gerhana. Terjadinya gerhana tidaklah ada hubungannya dengan segala hal yang berbau mistis atau diluar jangkauan akal, tidak ada hubungannya dengan kematian atau kehidupan seseorang.

Empat belas Abad yang silam hal ini telah disebutkan dari lisan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bahwa gerhana merupakan tanda-tanda di antara tanda kebesaran Allah Tabaroka wata’ala.

Dari Abu Bakrah radyiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُم

“Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040)

Dari Aisyah radhiallahu’anha bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak terjadi gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat dan bersedekahlah.” (HR. Al-Bukhari no. 1044 dan Muslim no. 1499)

Mitos yang beredar ketika terjadinya gerhana

Berikut adalah berbagai mitos atau legenda yang berbedar di penjuru dunia tentang perkara yang menyebabkan gerhana bulan.

Bali. jika terjadi Gerhana Bulan, maka orang-orang sibuk membuyikan kentongan atau benda apa saja yang bisa di pukul. Tujuannya adalah untuk mengusir Kala Rahu yang menelan Bulan. Mitos ini tertuang dalam sebuah Purana yang kemudian menjadi sebuah dongeng dan sangat populer di Negeri Nusantara. Kisah ini terjadi ketika para raksasa dan para Dewa bekerja sama mengaduk lautan susu untuk mencari “Tirtha Amertha” atau Tirtha Kamandalu. Konon siapa saja yang meminum tirtha itu maka dia akan abadi (tidak bisa mati). Maka setelah tirtha itu didapatkan kemudian dibagi rata. Tugas membagi tirtha adalah Dewa Wisnu yang menyamar menjadi gadis cantik, lemah gemulai. Dalam kesepakatan diatur bahwa para Dewa duduk dibarisan depan sedangkan para Raksasa dibarisan belakang.Syahdan ada Raksasa bernama “Kala Rahu” yang menyusup dibarisan para Dewa, dengan cara merubah wujudnya menjadi Dewa. Namun penyamarannya ini segera diketahui oleh Dewa Candra atau Dewa Bulan. Maka ketika tiba giliran Raksasa Kala Rahu mendapatkan “Tirtha Keabadian”, disitulah Dewa Candra berteriak. “Dia itu bukan Dewa, dia adalah Raksasa Kala Rahu”. Namun sayang tirtha itu sudah terlanjur diminum. Maka tak ayal lagi Cakra Dewa Wisnu menebas leher Sang Kala Rahu. Maka demikianlah, karena lehernya sudah tersentuh oleh Tirtha Keabadian, sehingga tidak bersentuh oleh kematian. Wajahnya tetap hidup dan melayang-layang diangkasa. Sedangkan tubuhnya mati, karena belum sempat tersentuh oleh tirtha kamandalu. Sejak saat itu dendamnya terhadap Dewa Bulan tak pernah putus-putus, dia selalu mengincar dan menelan Dewa Bulan pada waktu Purnama. Tapi karena tubuhnya tidak ada maka sang rembulan muncul kembali kepermukaan. Begitulah setiap Sang Kala Rahu menelan Dewa Bulan terjadilah Gerhana.

Jawa. Mungkin kita sudah banyak yang tahu bahwa penduduk jawa dahulu saat gerhana tiba berbondong-bondong menyembunyikan balita mereka di dalam tempayan, kolong tempat tidur dan tempat aman lain demi menghindarkan bocah-bocah itu dari shang Batara Kala, raksasa dalam cerita pewayangan. Sementara itu kaum laki-laki beranjak memukul kentongan beramai ramai untuk mengusir sang kala sesegera mungkin.

China. Kebudayaan kuno China meyakini bahwa gerhana bulan terjadi karena seekor naga raksasa murka dan memangsa bulan. Fenomena ini mereka sebut ” CHIH ” yang artinya memangsa. Untuk mengusir naga, mereka membuat keributan dengan cara membunyikan petasan agar sang naga pergi. Hingga kini, meski sudah tidak diyakini lagi, guna melestarikan kebudayaan, pembunyian petasan saat gerhana kadangkala masih diadakan

Jepang. orang percaya bahwa waktu gerhana ada racun yang disebarkan ke bumi. Dan untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka menutupi sumur-sumur mereka.

Prancis. Diceritakan bahwa Raja Louis akhirnya meninggal dalam histeria dan ketakutan yang amat sangat menyadari suatu malam dunia begitu gelap ketika terjadi gerhana bulan pada tahun 840. Menurutnya setan sebentar lagi turun ke dunia.

Cerita Columbus. Columbus dalam pelayaran terakhirnya ke Amerika, 1503. Ia berlabuh di Jamaica lebih dari setahun karena kapalnya rusak parah. Penduduk asli setempat lama-lama kesal karena harus menyuplai makanan untuk kru kapal. Columbus tahu bahwa tidak lama lagi akan terjadi gerhana bulan. Dia dengan akal bulusnya mengatakan bahwa Tuhan marah terhadap mereka karena tidak memberi makan, dan karena itu bulan akan lenyap. Ketika gerhana terjadi, mereka lalu memohon Columbus untuk menyampaikan kepada Tuhan agar memaafkan mereka dan mengembalikan bulan. Setelah gerhana, Columbus mengatakan kepada mereka bahwa Tuhan sudah memaafkan dan bulan akan kembali.

Itulah mitos yang beredar, dan sebagian manusia masih saja ada yang meyakini cerita tersebut. Akal manusia yang jauh dari ilmu syar’i adalah akal yang buruk dan rusak. Walaupun demikian cerdas seseorang ketika ia tidak beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala maka dia dikatakan sebagai orang yang paling bodoh. Orang yang membenci tauhid, memusuhi dakwah tauhid, selalu berbuat kesyirikan dan kebid’ahan walaupun dia memilki berbagai macam gelar tetap ia adalah orang yang paling bodoh. Kebodohan dan kepintaran diukur dengan seberapa kuatnya kita mentaati perintah Allah Azza wajalla walaupun kita tidak punya gelar, bukan seorang sarjana. tetapi tatkala kita siap tunduk, taat, patuh kepada syariat Allah Subhanahu wata’ala maka kita termasuk orang-orang yang pintar dan cerdas.

Wallahu a’lam

Iklan

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Gerhana, Gerhana Bulan, Legenda
2 comments on “Berbagai Cerita Legenda Rakyat di Dunia Tentang Gerhana Bulan
  1. […] Detail Dongeng: Berbagai Cerita Legenda Rakyat di Dunia Tentang Gerhana Bulan … Pulsa Paling Murah Article Directory Free […]

  2. […] Berbagai Cerita Legenda Rakyat di Dunia Tentang Gerhana Bulan […]

Komentar ditutup.

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image