Sahur dan Buka Puasa Bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Salam (Bagian 8)

Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin As-Sidawy

(Bagian 8)

XI. ANJURAN MENYEGERAKAN BERBUKA PUASA

Dua hadits yang saya bawakan di atas menunjukkan praktek Rosulullah shallallahu’aaihi wasallam dan para sahabatnya radhiallahu’anhum ajma’in dalam hal menyegerakan berbuka puasa.

Berikut ini saya bawakan beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan menyegerakan berbuka puasa :

1) Menyegerakan berbuka puasa membawa kebaikan bagi segenap umat manusia

Dalam Shohih Al-Bukhory no. 1957 dan Muslim no. 1098 dari jalan Abu Hazim Salamah bin Dinar dari Sahl bin Sa’d radhiallahu’anhu, bahwasanya Rosulullah shallallahu’aaihi wasallam bersabda :

لاَيَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الفِطْرَ

”Umat manusia ini akan senantiasa baik selama mereka menyegerakan buka puasa.“

Al-Imam An-Nawawy As-Syafi’iy rahimahullah menjelaskan :

“Dalam hadits ini ada anjuran untuk menyegerakan buka puasa setelah dipastikan tenggelamnya matahari, makna hadits ini adalah urusan umat ini akan senantiasa teratur rapi dalam kebaikan selama mereka menjaga Sunnah ini, bila mereka mengakhirkannya maka itu adalah tanda kerusakan yang bakal menimpa mereka.” (Syarah Sohih Muslim 7/181)

2) Menyegerakan berbuka puasa adalah Sunnah Rosulullah shallallahu’aaihi wasallam.

Dalam Shohih Ibnu Hibban no.891 dengan sanad yang dishohihkan oleh syekh Ali Hasan dan Syekh Salim Al-Hilaly dalam ‘ Sifat Shoum An-Nabi ‘ hal. 63. Dari hadits Sahl bin Sa’d bahwa Rosulullah shallallahu’aaihi wasallam bersabda :

لاَتَزَالُ أُمَّتِي عَلَى سُنَّتِي مَالَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النَّجُوْمَ

“uamatku akan senantiasa diatas Sunnahku selama mereka tidak menanti munculnya bintang dalam buka puasa.”

3) Menyegerakan berbuka puasa adalah tanda nampaknya syi’ar agama ini sekaligus menyelisihi sunnahnya Ahli kitab: Yahudi dan Nashroni.

Dalam Sunan Abu Dawud 2/305 dan Shohih Ibnu Hibban no.224 dengan sanad yang dihasankan oleh Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim Al-Hilaly dalam ‘Sifat Shoum An-Nabi ’ hal 64 dari hadits Abu huroiroh radhiallahu’anhu bahwa Rosulullah Azza wajalla bersabda :

لاَيَزَالُ الدِّيْنُ ظَاهِرًا مَاعَجَّلَ النَّاسُ الفِطْرَ لأَِنَّ اليَهُوْدَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُوْنَ

“Agama ini akan senantiasa nampak selama umat manusia itu menyegerakan buka puasa, sebab orang yahudi dan nashoro mengakhirkannya.”

Menyegerakan buka puasa adalah pendapat seluruh kaum muslimin semenjak zaman shahabat sampai sekarang dan hari Qiamat nanti, tidak ada yang menyelisihinya kecuali dua golongan aliran sesat :

1. Orang – orang Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nashroni.

Mereka inilah nenek moyang setiap orang yang mengakhirkan buka puasa.

2. Aliran Syi’ah Rofidloh kaum Munafiqin dari umat ini, bahkan banyak para ‘Ulama’ yang mengkafirkan aliran ini.

Mereka inilah perpanjangan tangan kaum Zionis–Salibis yang berupaya menghancurkan dan menjajah Islam dan kaum muslimin dalam program Imprialisme Internasional mereka.

Al–Imam Ibnu Daqiq Al‘Ied rahimahullah menjelaskan hadits Sahl bin Sa’d radhiallahu’anhu dalam Shohih Al-Bukhory dan Muslim di atas dengan ucapannya:

“Menyegerakan buka puasa setelah di yakini tenggelamnya Matahari adalah perkara yang dianjurkan dengan kesepakatan para ‘Ulama’, dalilnya adalah hadits ini. Dalam hadits ini ada dalil yang membantah aliran syi’ah yang mengakhirkan (buka puasa) hingga munculnya bintang. Mungkin inilah sebab keadaan umat ini senantiasa baik selama mereka menyegerakan berbuka puasa, karena bila mereka mengakhirkannya mereka akan terjatuh dalam pebuatan menyelisihi Sunnah dan mereka akan senantiasa dalam kebaikan sepanjang mereka menjalankan Sunnah (Ihkamul Ahkam, 2/179)

Dengan adanya kesepakatan yang dinukil oleh beliau ini maka atsar yang disandarkan kepada shohabat Abu Musa Al-Asy’ary dimana beliau mengakhirkan buka puasa hingga muncul bintang, sebagaimana : yang termaktub tanpa sanad dlm kitab Al-Muhalla(6/241) karya Ibnu Hazm. Perlu ditanyakan dan diperiksa kembali keshohihannya, kalaulah shohih, maka ini adalah semata-mata ijtihad beliau yang salah dan beliau mandapatkan satu pahala, pendapat ini tidak boleh di toleh sedikitpun karena sangat bertentangan dengan dalil-dalil di atas, bahkan Ibnu Hazm sendiri menolak pendapat ini wallahu a’lam.

(Bersambung… insyaallah)

 

Iklan

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Buka Puasa, Fiqih, Puasa, Ramadhan, RISALAH SUNNIY, Sahur, Shaum
KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image