Astaghfirullah!! Ribuan Orang Gelar Ritual Syawalan di Makam Wali Setiap Tahun di Kendal

KENDAL – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kompleks pemakaman wali di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Kehadiran mereka merupakan bagian dari tradisi Syawalan yakni memanjatkan doa kepada leluhur.

Tradisi ziarah ke makam wali turin dilakukan setiap tahun yakni enam hari setelah Idul Fitri.

Untuk sampai ke lokasi, peziarah rela berjalan kaki hingga 5 kilometer menaiki bukit menuju kompleks Makam Aulia (para wali) Kaliwungu. Di kompleks tersebut, terdapat makam Kiai Asyhari, pendiri Masjid Besar Kaliwungu. Selain itu juga terdapat makam Sunan Katong, Pangeran Juminah, dan Kiai Musyafa.

Ribuan peziarah rela berdesakan menunggu giliran masuk ke kompleks makam. Mereka yang tidak kuat berdesakan memilih duduk di luar kompleks sambil memanjatkan doa.

Tradisi ziarah ini sudah berjalan puluhan tahun. Puncak keramaian biasanya terjadi saat Malam Midodareni atau malam Lebaran Syawal.

Salah seorang peziarah, Mahsun, mengaku setiap tahun datang ke Kaliwungu bersama keluarga hari keenam setelah Idul Fitri.

Mahsun berziarah ke Makam Kiai Asyhari dan Sunan Katong karena kontribusi mereka dalam penyebaran Islam.

Peziarah masih memadati kompleks makam hingga Rabu (7/9/2011) dini hari. Makam sudah didatangi peziarah sejak Selasa sore kemarin.

(ton) | okeZone

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam INFO SUNNIY, Kendal, Syawal, Syirik, Tauhid Prioritas Utama
21 comments on “Astaghfirullah!! Ribuan Orang Gelar Ritual Syawalan di Makam Wali Setiap Tahun di Kendal
  1. Abu Harun mengatakan:

    Memang beginilah fenomena kaum Muslimin di sekitar kita. Masih banyak yang belum memahami tauhid. Padahal apa- yang mereka lakukan ini sebuah bentk kesyirikan dan bid’ah di bulan Syawal

    Mari kita baca sejenak:


  2. Hukum Beribadah di Makam Para Wali

  3. Tabarruk (Mengais Berkah) Para Wali dalam Tinjauan Islam

  4. Hakikat Karomah Wali Allah dan Wali Syaithan

  5. Apakah Para Wali Dengan Karomahnya Mampu Mengatur Alam Raya dan Memberikan
    Syafaat ?

  6. Meluruskan Makna Wali Allah dan Mengenal Wali Syaithan

  7. Penyimpangan Kaum Sufi Dalam Perkara Wali dan Karamah

  8. Pertolongan Tidak Akan Didapatkan Oleh Orang-Orang yang Sujud di Kuburan
  • kuswanto mengatakan:

    yang mas abu harun katakan bentuk kesiyirikan Oke………..! Mas…….! tapi ya ngak boleh memvaonis seperti itu dong……..! semua tergantung niat awalnya kan…….! Jika awalnya niat baik…………! khan bukan bentuk kesyirikan ……? contoh dengan cara menghormati atau penghormatan kepada para wali yang telah membuat Islam jadi sebesar di seluruh nusatara ini. Kalau gitu…….! Khan boleh Kang Harun……….! Bagaimana…. ………? yach Boleh katakanlah Rekreasi.

  • mohammed mengatakan:

    yang namanya syirik dan musyrik harus dibasmi bukannya kasih toleransi!! kembalilah ke jalan Allah yang benar wahai kaum nahdiyin dan penyembah kuburan, kalau tidak rasakan murka Allah Ta’ala!

    • Nugraha mengatakan:

      hemmmm……. umat islam ko begini … saling menuduh… saling serang dengan kata-kata yang tak pantas… bukanyya saling menasehati dengan kebaikan dan kesabaran…itulah yang diajarkan al-quran……

  • gemala mengatakan:

    yang saya tau, syirik itu kalo menyekutukan Alloh, tapi kalau hanya sekedar berziarah, itu boleh kan.. bahkan di sunnah oleh Rasululloh, supaya kita ingat mati, lebih bertaqwa kepada Alloh. mendoakan orang mati terlebih orang tesebut telah berjasa dan banyak kontribusinya dalam menyebarkan agama Islam itu juga boleh bukan? kalau tidak boleh atau syirik, berarti mendoakan rosululloh juga ga boleh dong? masalah berziarah ke makam pada saat syawal, itu karena ada alasan tertentu, mungkin karena pas punya uangnya itu pas syawal, keluarga ngumpul pas syawal, jadi berangkat ziarah bareng2 pas syawal itu kan boleh..ASAL TIDAK MENYEMBAH DAN MINTA PERTOLONGAN PADA YANG MATI. begitu bukan?

    • Nugraha mengatakan:

      Astgfirullloh…. kok gini umat islam ngeri aku dengan komentar-komentarnya. bukan karena beritanya

    • hend mengatakan:

      Ya…inilah keadaan yang sebenarnya tentang umat ISLAM, banyak muslim2 baru yang merasa sudah “sangat memahami & merasa kelompoknya sudah sempurna…..saking yakinya mereka akan aliranya sampai, ada yang mengHARAMkan orang tua kandung mereka, karena tidak masuk dalam Aliran mereka….banyak…..dan sangat banyak…hal ini terjadi di lingkungan kita. padahal org tua mrk pun muslim bagimana kalau org tua mereka non muslim…!!

  • mohammed mengatakan:

    beliau shalallahu ‘alahi wassalam bersabda:
    أُولَئِكَ قَوْمٌ إِذَا مَاتَ فِيْهِمُ الْعَبْدُ الصَّالِحُ أَوِ الرَّجُلُ الصَّالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا وَصَوَّرُوْا فِيْهِ تِلْكَ الصُّوَرَ، أُوْلَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
    “Mereka itu adalah suatu kaum, apabila ada seorang hamba yang shalih atau seorang yang shalih meninggal di antara mereka, mereka bangun di atas kuburannya sebuah tempat ibadah dan mereka buat di dalam tempat itu rupaka-rupaka. Mereka itulah makhluk yang paling buruk di hadapan Allah pada hari Kiamat.”
    HR. Al-Bukhari (no. 427, 434, 1341) dan Muslim (no. 528) bab an-Nahyu ‘an Binaa-il Masaajid ‘alal Qubuuri wa Ittikhadzish Shuwari fiiha wan Nahyu ‘an Ittikhadzil Qubuuri Masaajid (Larangan Membangun Masjid di Atas Kuburan dan Larangan Memasang di Dalamnya Gambar-Gambar Serta Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid) dan Abu ‘Awanah (I/401)

  • mohammed mengatakan:

    beliau Muhammad shalallahu ‘alahi wassalam pernah bersabda:
    إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى اللهِ أَنْ يَكُوْنَ لِي مِنْكُمْ خَلِيْلٌ، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدِ اتَّخَذَنِي خَلِيْلاً، كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلاً، وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيْلاً لاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيْلاً، أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيْهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ.
    ‘Sungguh aku menyatakan kesetiaanku kepada Allah dengan menolak bahwa aku mempunyai seorang khalil (kekasih mulia) di antara kamu, karena sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai khalil, seandainya aku boleh menjadikan seorang khalil dari umatku, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai khalil. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka dan orang-orang shalih mereka sebagai tempat ibadah. Ingatlah, janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu melakukan perbuatan itu.’” HR. Muslim (no. 532 (23)) bab: An-Nahyu ‘an Binaa-il Masaajid ‘alal Qubuuri wa Ittikhadzis Shuwari fiiha wan Nahyu ‘an Ittikhadzil Qubuuri Masaajid (Larangan Membangun Masjid di Atas Kuburan dan Larangan Membuat Patung-Patung serta Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid)

  • rezakulasi mengatakan:

    biasa gan… dikasih tau tidak boleh.
    di sodori ayat Al-Qur’an sebagai pembuktian.. malah kita yang dikatakan mereka sok tau. ga ngerti tafsir.
    sudah taklid buta kayanya ama guru-guru yang di puja mereka

    • darmawan abdullah mengatakan:

      betul sekali gan…yang Rasulullah ajarkan,begitu di kasih tahu kebenaran yang datangnya dari ALLAH dan RASULNYA jawabanya “kami dengar dan kami taat ” eeee ini malah sebaliknya ditambah lagi ilmu ngeyelnya keluar…boleh kita mentaklid pendapat ulama,tapi seuai apa tidak dengan Al Quran & Hadits???kalau tidak sesuai ya tinggal saja….karena manusia sepintar apapun pasti ada khilafnya….

  • faliq hamzah mengatakan:

    itu jawaban yang benar-benar ilmiah akhi…….barakallahu fiikum

  • abdullah mengatakan:

    berziarah itu karena mengamalkan sunnah rosul agar kita selalu ingat sabar akhi…islam itu indah, perbedaan itu karomah..selesaikan dengan sunnah bukan dengan fitnah…..gimana kalo bernguznuzon ajah, yg mati..kebetulan yg diziarahi adalah orang baek amalanya dulu (walopun ziarah kesiapa aja jg tidak ada bedanya..sama2 untuk mengingat mati)…yg mnenetukan syirik biar alloh saja kalo kita melihat tanda kesyirikan kewajiban kita menasehati kq biar sadar dan kembali ke jalan yang benar bukan menvonis yang justru akan semakin menjauhkan dari kebenaran..ingat bro, tawwas soubilhaq tawwas sobisshobr dilakukan denga bilhikmah…

    • abuerzha mengatakan:

      hehe..fakta dilapangan gimanaaa..??jgn menutup mata dan telinga..org2 yg berzirah kemakam2 wali itu minta-minta berkah kpd siapaaa??Alloh Ta’ala kah??atau kpd wali-wali yg sudah mati??coba antum lihat makam gus dur yg diambili tanah kuburannya oleh para peziarahnya??apakah ini bukan kesyirikan??meminta2 kpd selain Alloh Jalla wa Alla..Allohulmusta’an..

    • darmawan abdullah mengatakan:

      kalau boleh saya tanya sampean kang…bolehkah kaum wanita ziarah kubur???setahu saya tidak boleh,kenapa yang ziarah ke makam2 wali,ibu2 juga banyak kesana???apa pak Ustadznya nggak tahu masalah ini???kemudian…nampak sekali dimata saya mereka memaksakan untuk ziarah walaupun hidupnya pas2an,dengan alasan kalau berziarah akan mendapat berkah. Apakah benar makam wali2 itu dapat mendatangkan berkah..???karena menurut para peziarah begitu….

    • fendi mengatakan:

      perbedaan itu karomah,” yg benar aja gan…. ente menukil perkataan itu dari siapa? ente tau ngga apa arti perbedaan dan apa arti karomah

  • fendi mengatakan:

    ente…. ente

  • satria mengatakan:

    hanya u. ,mengingat akan kematian,,,trims

  • abu zahra mengatakan:

    memang mengherankan, akan tetapi luar bisa sekali, takjub, sekaligus ini menunjukkan apa2 yg diberitakan pada nash ayat-ayat maupun hadits2 tentang sifat2 manusia dan sebagainya dan semuanya tepat sekali, padahal ayat2 diturunkan belasan abad lalu, dan peristiwa termasuk perdebatan ini terjadinya diabad ini

  • miftahuddin mengatakan:

    muryrik atau tidak, itu amat tergantung niatan kita. Oleh karena itu untuk kehati hatian, jika pergi ziarah, kita ajak imam yg memandu kegiatan itu.

  • saifurroyya mengatakan:

    Sabda Nabi saw. “Perbedaan pendapat ulama adalah rahmat”. Jika dikaji lebih dalam, Nabi saw. seolah menjelaskan, bahwa perbedaan pendapat di antara umat dan ulama akan menjadi rahmat apabila perbedaan tersebut tidak dijadikan senjata untuk memvonis kaum tertentu sebagai kafir atau musyrik, karena Nabi saw. pernah bersabda “Barangsiapa menuduh saudaranya (seiman) kafir, maka si penuduh telah kafir”.

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    KALENDER HIJRIAH

    "Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

    :: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

    Radio Sunniy Salafy

    Kategori
    Permata Salaf

    image