Wahai Jamaah Haji, Hindari Hal-Hal yang Tidak Dianjurkan Alquran dan Hadits yang Dapat Menjurus Kepada Kemusyikan Selama Ibadah Haji

JEDDAH- Peringatan bagi calon jamaah haji Indonesia. Jangan melakukan hal-hal yang tidak dianjurkan dan tidak memiliki dasar Alquran dan hadist di dalam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Imbauan tersebut disampaikan Utusan Kementerian Urusan Agama Islam, Wakaf, Dakwah, dan bimbingan Agama Arab Saudi Syekh Muhammad Nazfan Attuwajiri dalam menyambut calon jamaah haji Indonesia di bandara King Abdul Azis, Jeddah, Rabu (19/10/2011)

Nafzan menyampaikan imbauan tersebut dalam bahasa Arab dan diterjemahkan Farid Hamidi, petugas pendamping dan penerjemah dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. “Atas nama Kerajaan Arab Saudi saya mengucapkan selamat datang para calon haji, semoga Anda semua menjadi haji yang mabrur,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Syekh juga menganjurkan agar jamaah memperbanyak ibadah salat wajib dan sunnah di Masjidil Haram karena memiliki pahala 100 ribu ketimbang salat di masjid biasa. Hindari hal-hal yang tidak dianjurkan Alquran dan Hadist yang dapat menjurus kepada kemusyikan.

Imbauan ini tidak hanya disampaikan kepada calon jamaah Indonesia, tapi juga disampaikan ke calon jamaah dari negara lain dengan diterjemahkan oleh penerjemah dari negara bersangkutan.

Farid Hamidi yang ditemui wartawan menjelaskan, banyak jamaah Indonesia yang melakukan perbuatan yang tidak dianjurkan dan bisa menjurus kepada kemusyrikan. Di antaranya adalah mendekat ke Kakbah kemudian mengusap-usapkan cincin ke kiswah Kakbah, dengan harapan cincin itu bisa menjadi jimat. Ada juga yang dengan sengaja memotong kiswah Kakbah untuk dibawa pulang.

Karenanya saat ini Kerajaan Arab Saudi sudah menaikkah kiswah Kakbah sedikit ke atas, agar calon jamaah haji yang kini memadati masjidil haram tidak memotong atau menyobek dengan sengaja kiswah Kakbah tersebut.

“Itu bisa menjurus kepada musyrik. Karena Kakbah tidak memiliki keistimewaah apa-apa. Melakukan kegiatan tersebut bisa ditangkap polisi Arab Saudi,” ungkapnya.

Ada lagi, perbuatan yang boleh dilakukan di Indonesia tapi dilarang di Arab Saudi. Misalnya, melakukan tahlil atau istigotsah di kuburan di kuburan Mala (Makkah) atau kuburan Baqi di Madinah. “Kalau sekedar doa tidak apa-apa, kalau istigostah jika ketahuan bisa ditangkap. Berdoa menghadap kuburan Nabi Muhammad di Masjid Nabawi saja dilarang, harus menghadap Kiblat. Hanya diperbolehkan mengucap salam,” katanya.

Karenanya di jaman Rasulullah hingga kini, kuburan di Arab Saudi tidak memiliki nama hanya gundukan tanah dan batu. Hal ini untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak dianjurkan Nabi Muhammad SAW dan menjurus kepada kemusyrikan.

(ugo) | okeZone

Iklan

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Arab Saudi, Haji, INFO SUNNIY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image