Alhamdulillah Seorang Pemimpin Khawarij Al Qaeda Tewas dalam Serangan Yaman Kemarin

Aden: Seorang pemimpin Maroko militan tewas ketika tentara Yaman membom kota selatan Zinjibar, tempat gerilyawan telah mengambil kesempatan dari kerusuhan di negara itu untuk menantang militer, media melaporkan pada hari Selasa.

Addul-Ghaffour Hashem Al-Zayati, seorang pemimpin militan yang dikenal sebagai Abu Mughira, tewas bersama dengan beberapa teman pada hari Senin, harian Yaman AKHBAR AL YAUM melaporkan dengan mengutip kata penduduk.

Tentara juga menemukan mayat seorang dokter Pakistan dan seorang pria Yaman, baik yang tampaknya dibunuh oleh militan, ketika pindah ke daerah itu, kata surat kabar itu.

Khawarij yang dicurigai terkait dengan Al-Qaeda telah memerangi tentara Yaman di beberapa daerah selatan sejak pemberontakan rakyat terhadap Presiden Ali Abdullah Saleh mulai tahun ini.

Bulan protes terhadap 33 tahun kekuasaan Saleh telah memperlemah kontrol pemerintah pusat atas beberapa petak wilayah, mengkhawatirkan tetangga Arab Saudi dan negara-negara lain.

arabNews

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Qaeda, Bom, Bom Bunuh Diri, INFO SUNNIY, Jihad Fii Sabilillah, Kafir, Khawarij, Peledakan, Pengeboman, Syahid, Teroris, Terorisme, Timur Tengah, Yaman
60 comments on “Alhamdulillah Seorang Pemimpin Khawarij Al Qaeda Tewas dalam Serangan Yaman Kemarin
    • amir mengatakan:

      abu ukkasyah contoh kebodohan umat islam yang menjadi korban taqlid buta tanpa ada kajian ilmu dan tabayun informasi siapa itu khawarij siapa itu salafush sholeh kasian…na’udzu billah min dzalika

  1. alfaqir abdullah mengatakan:

    Merinding, daku. seorang muwahid, memerangi pemerintah yang murtad, dikatakan kwarij …

    Orang yang murtad dan mengganti dengan hukum butan manusia itu seperti Ali , ….

    Orang yang memerangi orang yang murtad, mempertahankan aqidah dikatakan kwarij,…

    oi, alangkah jauhnya …

    • Munief Abu Bakar Basalamah El'Bamar mengatakan:

      ASTAGFIRULLAH……….banyak-banyaklahlah Beristighfar saudaraku………atas dasar apa kita mengatakan mereka khawarij atau terorist, sudah sebatas mana ilmu kita untuk menentukan mereka adalah Khawarij???, hati-hati saudaraku, jangan sampai kita keluar dari aqidah kita hanya karena kita terpeleset dari kata-kata kita sendiri? ,pelajari Al-Qur’an dan sunah dengan benar dan amalkan secara benar,dari tingkah laku sampai ucapannya, kalau kita menuduh AL-Qaeda adalah kumpulan Khawarij lalu kita termasuk dari golongan mana yang mudah mengatakan AL Qaeda adalah Khawarij dan terorist??? Wallahu a’lam bisawab………….,

    • tulab mengatakan:

      astaghfirullah hiladhim…….sessungguhnya yg mengatakan khowrij bukanlah ana yg fakir ‘ilmi tapi haiah ulama khibar yg tentunya selalu ber sandar kepada Al qur’an @ sunah,maka jika antum adil dalam berpendapat dan berniat mencari kebenaran tentunya tdk sekedar membaca ataupun sekedar ber komentar,tentunya seorang yg cerdas akan meneliti dalil2 yg ada ataupun nas2 yg tercantum dan dari siapa kita menukil

  2. alfaqir abdullah mengatakan:

    Berikut ini adalah kumpulan fatwa yang kami nukil dari para masyayikh yang sangat dihormati dan dijadikan rujukan oleh kaum muslimin yang bermanhaj Salaf, lebih-lebih mereka yang mengaku sebagai SALAFY.

    1. SYAIKHUL ISLAM MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB

    2. Makna Thoghut menurut Syaikhul Islam Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah :

    “Segala sesuatu yang diibadahi selain Allah, diikuti dan ditaati dalam perkara-perkara yang bukan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya , sedang ia ridha dengan peribadatan tersebut”.

    Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab menjelaskan: “Thaghut itu sangat banyak, akan tetapi para pembesarnya ada lima, yaitu :

    · Setan yang mengajak untuk beribadah kepada selain Allah.

    · Penguasa dzalim yang merubah hukum-hukum Allah.

    · Orang-orang yang berhukum dengan selain hukum yang diturunkan Allah.

    · Sesuatu selain Allah yang mengaku mengetahui ilmu ghaib.

    · Sesuatu selain Allah yang diibadahi dan dia ridha dengan peribadatan tersebut.

    3. FATWA SYAIKH AL ALLAMAH IMAM MUHAMMAD AL AMIN ASY SYANQITI –RAHIMAHULLAH- , SYAIKH NYA PARA MASYAYIKH DAN MUFTI KERAJAAN SAUDI :

    وبهذه النصوص السماوية التي ذكرنا يظهر غاية الظهور أن الذين يتّبعون القوانين الوضعية التي شرعها الشيطان على لسان أوليائه مخالفة لما شرعه الله جل وعلا على ألسنة رسله [عليهم الصلاة والسلام] أنه لا يشك في كفرهم وشركهم إلاّ من طمس الله بصيرته وأعماه عن نور الوحي… فتحكيم هذا النظام في أنفس المجتمع وأموالهم وأعراضهم وأنسابهم وعقولهم وأديانهم، كفر بخالق السموات والأرض وتمرّد على نظام السماء الذي وضعه من خلق الخلائق كلها وهو أعلم بمصالحها سبحانه وتعالى (أضواء البيان جـ4 صـ 83- 84)

    “Berdasar nash-nash yang diwahyukan Allah dari langit yg telah kami sebutkan di atas, telah nyata senyata-nyatanya bahwasanya orang-orang yang mengikuti undang-undang buatan manusiayang disyari’atkan oleh setan melalui mulut para pengikutnya yang bertentangan dengan syari’ah Allah Azza Wa Jalla yang diturunkan melalui lisan para Rasul-Nya –alaihimus sholaatu wat tasliem- BAHWA SESUNGGUHNYA TIDAK DIRAGUKAN LAGI TENTANG TELAH KAFIR DAN SYIRIK NYA ORANG-ORANG ITU, kecuali bagi orang yang mata hatinya telah tertutup dan buta dari cahaya wahyu Allah.

    MAKA PENERAPAN UNDANG-UNDANG INI DALAM MENGATUR URUSAN JIWA, HARTA, KEHORMATAN KETURUNAN (NASAB), AKAL DAN AGAMA SUATU MASYARAKAT ADALAH KEKUFURAN TERHADAP SANG PENCIPTA LANGIT DAN BUMI dan pengkhianatan terhadap nizham (undang-undang/syari’ah) dari langit yang berasal dari Pencipta seluruh makhluk, dan Dia lah Yang Maha Mengetahui mashlahah bagi seluruh makhluk-Nya”. (Tafsir Adhwa’ul Bayan juz 4 hal 83 – 84)

    4. FATWA SYAIKH MUHAMMAD SHALIH IBN UTSAIMIN (KIBAR ULAMA SAUDI) TENTANG PENGUASA NEGARA-NEGARA DI DUNIA YANG TIDAK MENERAPKAN SYARI’AH ISLAM

    من لم يحكم بما أنزل الله استخفافاً به أو احتقاراً له أو اعتقاداً أن غيره أصلح منه وأنفع للخلق فهو كافرٌ كفراً مخرجاً من الملة، ومن هؤلاء من يصنعون للناس تشريعات تخالف التشريعات الإسلامية، لتكون منهاجاً يسير عليه الناس، فإنهم لم يصنعوا تلك التشريعات المخالفة للشريعة إلاّ وهم يعتقدون أنها أصلح وأنفع للخلق، إذ من المعلوم بالضرورة العقلية والجبلة الفطرية أن الإنسان لا يعدل عن منهاج إلى منهاج يخالفه إلاّ وهو يعتقد فضل ما عدل إليه ونقص ما عدل عنه

    “Barangsiapa yang tidak menetapkan hukum dengan syari’ah Allah, disebabkan meremehkan, menganggap enteng, atau berkeyakinan bahwa undang-undang lain lebih baik dibanding syari’at Islam maka orang itu TELAH KAFIR KELUAR DARI ISLAM. Dan di antara mereka itu adalah orang-orang yang menyusun dan membuat undang-undang yang bertentangan dengan syari’at Islam, undang-undangitu mereka buat agar menjadi aturan dan tata nilai dalam kehidupan manusia. Mereka itu tidak membuat menyusun undang-undang dan aturan hukum yang adalah mereka yang menyusun dan membuat undang-undang yang bertentangan dengan syari’at Islam kecuali karena mereka berkeyakinan bahwa undang-undang itu lebih baik dan lebih bermanfaat bagi manusia. Dengan demikian sudah menjadi sesuatu yang diketahui secara pasti baik oleh logika maupun naluri akal manusia bahwa manakala seseorang berpaling dari sebuah manhaj lalu pindah ke manhaj yang lain kecuali karena dia meyakini bahwa manhaj barunya itu lebih baik dibanding manhaj yang lama” (Majmu’atul Fatwa wa Rosail Syaikh Utsaimin juz 2 hal 143)

    5. FATWA SYAIKH ABDUL AZIZ BIN BAZ

    ولا إيمان لمن اعتقد أن أحكام الناس وآراءهم خير من حكم الله تعالى ورسوله أو تماثلها وتشابهها أو تَرَكَهَا وأحلّ محلّها الأحكام الوضعية والأنظمة البشرية وإن كان معتقداً أن أحكام الله خيرٌ وأكمل وأعدل

    “Dan tidak ada lagi iman bagi orang yang berkeyakinan bahwa hukum-hukum buatan manusia dan pendapat mereka lebih baik dibanding hukum allah, atau menganggap sama, atau menyerupainya, atau meninggalkan hukum Allah dan Rasul-Nya tu kemudian menggantinya dengan undang-undang buatan manusia walaupun ia meyakini bahwa hukum allah lebih baik dan lebih adil” (Risalah Ibn Baz “Wujub Tahkim Syari’a Allah wa nabdzi ma khaalafahu, Syaikh Bin Baz)

    6. FATWA SYAIKH ABU BAKAR JABIR AL JAZAIRY (PENULIS KITAB MINHAJUL MUSLIM)

    من مظاهر الشرك في الربوبيّة : الخنوع للحكّام غير المسلمين، والخضوع التامّ لهم، وطاعتهم بدون إكراه منهم لهم، حيث حكموهم بالباطل، وساسوهم بقانون الكفر والكافرين فأحلّوا لهم الحرام وحرّموا عليهم الحلال.

    “Di antara tanda-tanda kemusyrikan yang nampak jelas adalah ketundukan kepada para pemimpin yang bukan dari golongan kaum muslimin serta kepatuhan yg mutlak kepada mereka dan ketaatan sepenuhnya kepada mereka tanpa adanya unsur paksaan di saat mana mereka menerapkan hukum yang bathil serta mengatur negara mereka dengan undang-undang kufur, mereka menghalalkan bagi rakyat mereka apa-apa yg diharamkan Allah dan mengharamkan yg dihalalkan Allah” (Minhajul Muslim)

    7. FATWA SYAIKH SHALIH FAUZAN AL FAUZAN :

    فمن احتكم إلى غير شرع الله من سائر الأنظمة والقوانين البشرية فقد اتخذ واضعي تلك القوانين والحاكمين بها شركاء لله في تشريعه قال تعالى

    “Barangsiapa yang menetapkan hukum dengan selain syari’at Allah, yaitu dengan Undang-undang dan aturan manusia maka mereka telah menjadikan para pembuat hukum itu sebagai Ilah tandingan selain allah dalam tasyri’ (Wafaqat ma’a Asy Syaikh Al Albany 46)

    8. FATWA SYAIKH AL ALLAMAH ABDULLAH AL JIBRIN :

    وقال تعالى {ما فرّطنا في الكتاب من شيء}… فنقول: معلومٌ أن القوانين الوضعية التي فيها مخالفةٌ للشريعة أن اعتقادها والديانة بها خروجٌ عن الملة ونبذٌ للشريعة وحكمٌ بحكم الجاهلية، وقد قال الله تعالى {أَفَحُكْمَ الجاهليّةِ يبغون ومن أحسنُ من الله حُكماً لقومٍ يُوقنونَ} فحكم الله أحسنُ الأحكام وأولاها، وليس لأحدٍ تغييره وتبديله، فإذا جاء الإسلام بإيجاب عبادةٍ من العبادات فليس لأحدٍ أن يغيرها كائناً من كان، أميراً أو وزيراً أو ملكاً أو قائداً… فإذا حَكَمَ الله في أمرٍ من الأمور فليس لأحدٍ أن يتعدى حكم الله تعالى{ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون} كما أخبر بذلك

    Allah Ta’ala Berfirman : “Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab” (QS Al An’am 38)

    (Beliau menjelaskan ayat ini ) : “Maka kami katakan : “Sudah diketahui secara pasti bahwasanya undang-undang buatan manusia yang di dalamnya terdapat (aturan-aturan hukum) yang bertentangan dengan Syari’ah Allah, BAHWASANYA MEYAKININYA DAN MENJADIKANNYA ATURAN HIDUP ADALAH PERBUATAN YG MENGELUARKAN PELAKUNYA DARI ISLAM, SERTA MENGHANCURKAN SYARI’AH ALLAH SERTA BERHUKUM DENGAN HUKUM JAHILIYYAH”.

    “Allah Ta’ala Berfirman :

    Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (QS Al Maidah 50)

    Hukum Allah adalah sebaik-baik hukum serta yang paling utama dan tidak ada seorang pun yang diperbolehkan untuk merubah atau menggantinya. Maka tatkala Islam datang dengan mewajibkan suatu ibadah, tidak ada seorang pun yang merubahnya, siapa pun dia. Baik dia seorang Amir (pemimpin), menteri, raja atau panglima. Manakla Allah telah menetapkan sebuah aturan hukum dalam suatu masalah di antara masalah-masalah kehidupan manusia, maka tidak ada satu pun yang boleh menentang aturan Allah itu : “Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir[1].” (Ceramah Syaikh Jibrin tentang Hukum masuk dalam Parlemen side B)

    9. FATWA SYAIKH ABDURRAHMAN AS SA’DY

    قال في تفسير قوله تعالى {ألم تر إلى الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل إليك} أن: (الرد إلى الكتاب والسنة شرط في الإيمان، فدل ذلك على أن من لم يرد إليهما مسائلَ النزاع فليس بمؤمن حقيقة، بل مؤمن بالطاغوت … فإن الإيمان يقتضي الإنقياد لشرع الله وتحكيمه، في كل أمر من الأمور، فمن زعم أنه مؤمن، واختار حكم الطاغوت على حكم الله فهو كاذب في ذلك

    Beliau menafsirkan ayat :

    “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya”. (QS An Nisa’ 60)

    “Bahwasanya mengembalikan semua urusan kepada Al Qur’an dan Sunnah adalah syarat keimanan. Ini menunujukkan bahwa barangsiapa yg menolak untuk mengembalikan urusan yang dipertentangkan kepada Al Qur’an dan Sunnah ia tidak beriman secara sungguh-sungguh, BAHKAN IA TELAH BERIMAN KEPADA THOGHUT. Karena sesungguhnya iman menuntut adanya ketundukan kepada Syari’ah Allahdan bertahkim kepadanya dalam setiap urusan MAKA BARANGSIAPA YG MENGAKU MUKMIN, TETAPI IA MEMILIH HUKUM THOGHUT DIBANDING HUKUM ALLAH SUNGGUH IA TELAH DUSTA DALAM IMANNYA” (Tafsir As Sa’dy hal 148)

    10. FATWA SYAIKH HAMUD AT TUWAIJRY

    قال: «من أعظمها شراً [أي من أعظم المكفرات شراً] وأسوأها عاقبة ما ابتلي به كثيرون من اطراح الأحكام الشرعية والاعتياض عنها بحكم الطاغوت من القوانين والنظامات الإفرنجية أو الشبيهة بالإفرنجية المخالف كلٌ منها للشريعة المحمدية» ثمّ أورد بعض الآيات القرآنيّة وتابع: «وقد انحرف عن الدين بسبب هذه المشابهة فئاتٌ من الناس، فمستقل من الانحراف ومستكثر، وآل الأمر بكثير منهم إلى الردة والخروج من دين الإسلام بالكلية ولا حول ولا قوة إلاّ بالله العلي العظيم. والتحاكم إلى غير الشريعة المحمدية من الضلال البعيد والنفاق الأكبر… وما أكثرُ المعرضين عن أحكام الشريعة المحمدية من أهل زماننا… من الطواغيت الذين ينتسبون إلى الإسلام وهم عنه بمعزل

    “Di antara yang paling besar kekufurannya, yang paling buruk azab yang akan diterima oleh banyak orang di akhirat kelak adalah menentang hukum-hukum Syari’ah Allah serta menggantinya dengan undang-undang Thaghut berupa undang-undang yang mereka adopsi dari Barat atau yang mirip dengannya yang bertentangan dengan syari’ah yang dibawa oleh Rasulullah Muhhamad Shollallohu ‘alaihi wasallam.

    Kemudian beliau mengutip beberapa ayat Al Qur’an lalu melanjutkan :

    Disebabkan tindakan mengadopsi dan meniru undang-undang seperti inilah, banyak sekali kalangan umat Islam yang tersesat dari Dienullah, ada yang kesesatannya hanya sedikit namun ada pula yang banyak. Dan puncak dari kesesatan yang terjadi pada sebagian besar dari mereka adalah MURTAD dan keluar dari Islam secara keseluruhan, walaa hawla walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil azhim.

    “Menetapkan hukum dengan aturan yang bukan Syari’ah Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam adalah salah satu di antara kesesatan yang amat jauh, dan nifaq Akbar (Murtad keluar dari Islam). Dan mayoritas dari mereka yang menentang Syari’ah Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam di zaman ini adalah para penguasa Thaghut yang mengaku dirinya muslim serta mengatasnamakan tindakan mereka dengan Islam padahal sesungguhnya mereka telah membuang jauh-jauh Islam dari diri mereka”.

    (Al Idhah wat Tabyiin Limaa Waqo’a Fiehi Al Aktsaruun Min Musyabahat Al Musyrikin Hal 28 – 29 : Syaikh Hamud At Tuwaijry)

    11. FATWA AL ALLAMAH SYAIKH MUHAMMAD BIN IBRAHIM ALU SYAIKH (MUFTI KERAJAAN SAUDI SEBELUM SYAIKH BIN BAZ)

    Berikut adalah Fatwa Al Allamah Muhammad Bin Ibrahim Alu Syaikh (Mufti Saudi sebelum Syaikh Bin Baz). Beliau membagi beberapa kelompok orang-orang yang berhukum dengan hukum selain syari’ah Allah,SEMUANYA KAFIR MURTAD

    أن يجحد الحاكمُ بغير ما أنزل الله تعالى أحقيَّةَ حُكمِ الله تعالى وحكم رسوله

    Barangsiapa yang berhukum dengan hukum selain syari’ah Allah dan ia juhud (menentang) akan kewajiban menerapkan syari’ah itu maka ia telah KAFIR MURTAD.

    أن لا يجحد الحاكم بغير ما أنزل الله تعالى كونَ حكم الله ورسوله حقاً، لكن اعتقد أن حكمَ غير الرسول أحسنُ من حكمه وأتم وأشمل

    Barangsiapa yang berhukum dengan hukum selain syari’ah Allah dan ia tidak juhud (tidak menentang) akan kewajiban menerapkan syari’ah itu, TETAPI IA BERKEYAKINAN BAHWA HUKUM BUATAN MANUSIA LEBIH BAIK, LEBIH TEPAT, RELEVAN DAN LEBIH SEMPURNA DIBANDING SYARI’AH ALLAH, MAKA IA KAFIR MURTAD.

    أن لا يعتقد كونَه أحسنَ من حكم الله تعالى ورسوله لكن اعتقد أنه مثله

    Jika ia tidak berkeyakinan bahwa hukum selain Syari’ah Allah lebih baik TETAPI MENYATAKAN BAHWA HUKUM BUATAN MANUSIA SAMA BAIKNYA DENGAN SYARI’AH ALLAH, MAKA IA KAFIR MURTAD.

    أن لا يعتقد كونَ حُكمِ الحاكم بغير ما أنزل الله تعالى مماثلاً لحكم الله تعالى ورسوله لكن اعتقد جواز الحُكم بما يُخالف حُكمَ الله تعالى ورسوله

    Ia tidak berkeyakinan bahwa hukum selain Syari’ah Allah sama atau lebih baik dibanding hukum buatan manusia, TETAPI IA BERKEYAKINAN BAHWA DIBOLEHKAN MENERAPKAN UNDANG-UNDANG SELAIN SYARI’AH ALLAH, MAKA IA KAFIR MURTAD.

    وهو أعظمها وأشملها وأظهرها معاندة للشرع، ومكابرة لأحكامه، ومشاقة لله تعالى ولرسوله ومضاهاة بالمحاكم الشرعية، إعداداً وإمداداً وإرصاداً وتأصيلاً وتفريعاً وتشكيلاً وتنويعاً وحكماً وإلزاماً… فهذه المحاكم في كثير من أمصار الإسلام مهيّأة مكملة، مفتوحةُ الأبواب، والناسُ إليها أسرابٌ إثر أسراب، يحكم حكّامها بينهم بما يخالف حُكم السنة والكتاب، من أحكام ذلك القانون، وتلزمهم به وتقرّهم عليه، وتُحتِّمُهُ عليهم، فأيُّ كُفرٍ فوق هذا الكفر، وأي مناقضة للشهادة بأن محمداً رسولُ الله بعد هذه المناقضة…. فيجب على العقلاء أن يربأوا بنفوسهم عنه لما فيه من الاستعباد لهم، والتحكم فيهم بالأهواء والأغراض، والأغلاط، والأخطاء، فضلاً عن كونه كفراً بنص قوله تعالى: {ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون}.

    Ini adalah yang paling jelas-jelas kekafirannya, paling nyata penentangannya terhadap Syari’ah Allah, paling besar kesombongannya terhadap hukum Allah dan paling keras penentangan dan penolakannya terhadap lembaga-lembaga (mahkamah) hukum Syari’ah.

    Semua itu dilakukan dengan terecana, sistematis didukung dana yang besar, diterapkan dengan pengawasan penuh, dengan penanaman dan indoktrinasi kepada rakyatnya, yang pada akhirnya akan membuat umat Islam terpecah belah dan terkotak-kotak, lalu menanamkan keragu-raguan dalam diri terhadap Syari’ah Allah dan mereka juga mewajibkan umat Islam untuk mematuhi hukum buatan mereka itu serta menerapkan sanksi hukum bagi yang melanggarnya.

    Berbagai bentuk lembaga hukum dan perundang-undangan ini dalam kurun waktu yang amat panjang telah dipersiapkan melalui perencanaan yang matang dan dengan pintu terbuka siap menangani berbagai masalah hukum umat Islam. Umat Islam pun berbondong-bondong mendatangi lembaga-lembaga ini, sedangkan para penegak hukumnya menetapkan hukum terhadap permasalahan mereka itu dengan keputusan-keputusan yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasul Shollallohu ‘alaihi wasallam dengan merujuk kepada hukum-hukum yang berasal dari aturan dan undang-undang yang mereka buat itu seraya mewajibkan rakyatnya untuk melaksanakan hukum-hukum itu, mematuhi keputusan mereka itu dan tidak memberi celah sedikit pun untuk memilih hukum selain undang-undang mereka itu.

    KEKAFIRAN MANALAGI YANG LEBIH BESAR DIBANDINGKAN KEKUFURAN INI, PENENTANGAN TERHADAP PERSAKSIAN “WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULULLAH” MANALAGI YANG LEBIH BESAR YANG DIBANDINGKAN PENENTANGAN INI ?

    Sehingga bagi mereka yang menggunakan akalnya semestinya mereka menolak aturan hukum itu dengan penuh kesadaran dan ketundukan hati mengingat di dalam Undang-undang itu terdapat penghambaan kepada para penguasa pembuat undang-undang itu, serta hanya memperturutkan hawa nafsu, kepentingan duniawi dan kerancuan-kerancuan berpikir dan bertindak. Penolakan ini harus mereka lakukan atau mereka jatuh pada kekufuran sebagaimana disebutkan dalam firman Allah (artinya) :

    “Barangsiapa yang tidak menetapkan hukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. (QS Al Maidah 44)

    ما يحكم به كثيرٌ من رؤساء العشائر والقبائل من البوادي ونحوهم، من حكايات آبائهم وأجدادهم وعاداتهم التي يسمونها “سلومهم” يتوارثون ذلك منهم، ويحكمون به ويحضون على التحاكم إليه عند النزاع، بقاءً على أحكام الجاهلية، وإعراضاً ورغبةً عن حكم الله تعالى ورسوله r فلا حول ولا قوة إلاّ بالله تعالى

    Aturan hukum yang biasa diterapkan oleh sebagian besar kepala suku dan kabilah pada masyakat dan suku-suku pedalaman atau yang semisal dengan itu. Yang berupa hukum peninggalan nenek moyang mereka dan adat istiadat yang diterapkan secara turun temurun, yang dalam istilah Arab biasa disebut : “Tanyakan kepada nenek moyang”. Mereka mewariska hukum adat ini kepada anak cucu mereka sekaligus mewajibkan mereka untuk mematuhi hukum adat itu serta menjadikannya sebagai rjukan dan pedoman saat terjadi perselisihan di antara mereka. Ini semua mereka lakukan sebagai upaya melestarikan adat istiadan dan aturan aturan jahiliyyah dengan disertai ketidaksukaan dan keengganan untuk menerima hukum Allah dan Rasul-Nya Shollallohu ‘alaihi wasallam. Maka sungguh tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali hanya dengan bersandar kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

    (Tahkiem Al Qawaaniin karangan Al Allamah Muhammad Bin Ibrahim Alu Syaikh hal 14 – 20 Terbitan Daar Al Muslim)

    CATATAN

    Semua Syaikh yang kami nukil fatwanya di atas adalah para masyayikh yang sangat dihormati dan dijadikan rujukan oleh kaum muslimin yang bermanhaj Salaf, lebih-lebih mereka yang mengaku sebagai SALAFY.

    Fakta telah kami buka lebar-lebar, yang semuanya kami sertakan sumber nukilan kami, baik kaset, video maupun kitab karangan mereka. Jika anda masih belum yakin, silahkan anda buka kitab mereka.

    Pertanyaannya adalah :

    “Mungkinkah dari sekian banyak fatwa ini, tidak ada satu pun orang yang terkena fatwa dari para ulama ini dengan alasan : “MEREKA MASIH SHOLAT ?”

    Apakah masih kurang jelas fatwa Syaikh Hamud At Tuwaijry berikut ini ?

    “Menetapkan hukum dengan aturan yang bukan Syari’ah Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam adalah salah satu di antara kesesatan yang amat jauh, Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam di zaman ini adalah para penguasa Thaghut yang mengaku dirinya muslim serta mengatasnamakan tindakan mereka dengan Islam padahal sesungguhnya mereka telah membuang jauh-jauh Islam dari diri mereka”. ?

    Apalah artinya Sholat bagi mereka yang telah MURTAD sebagaimana fatwa Syaikh Shalih Fauzan ini :

    “Barangsiapa yang menetapkan hukum dengan selain syari’at Allah, yaitu dengan Undang-undang dan aturan buatan manusia maka mereka telah menjadikan para pembuat hukum itu sebagai Ilah tandingan selain Allah dalam tasyri’ (Wafaqat ma’a Asy Syaikh Al Albany 46)

    Atau Fatwa Syaikh Utsaimin ini ;

    “Barangsiapa yang tidak menetapkan hukum dengan syari’ah Allah, disebabkan meremehkan, menganggap enteng, atau berkeyakinan bahwa undang-undang lain lebih baik dibanding syari’at Islam maka orang itu TELAH KAFIR KELUAR DARI ISLAM”.

    Atau masih kah kurang jelas Fatwa Al Allamah Syaikh Muhammad Bin Ibrahim Alu Syaikh di atas yang lebih terang benderang dibanding matahari di siang hari ?

    Wallohu A’lam Bish Showab

    Al Faqir Ilaa Maghfirati Rabbihil Qadir

    Abu Izzuddin Al Hazimi

    [1] Nawaqidhul Iman Al Qauliyyah wal Amaliyyah. Dr Abdul Aziz Al-Abdul Lathif hlm. 52-53.

    [2] Majmu’ Fatawa jil. III hlm. 267.

    • tulab mengatakan:

      @abu ukasyah anda tdk jujur menukil fatwa hanya dari satu sisi yg sesuai dgn nafsu anda padahal banyak fatwa dan hadhis lain yg memberi batasan2 dan syarat2 fatwa dan hadhist diatas
      anda juga sama persis dengan khowarij dijaman Ali bin abu tholib Rodiallohuanhu , bahwasanya kaum Khawarij suka membawa dalil dari Alquran dan hadis, namun dipahami dengan pemahaman sendiri, tidak sesuai dengan apa yang dipahami oleh para ulama salafusshalih, walaupun mereka membawakan perkataan ulama, mereka bawakan yang sesuai dengan keinginan mereka saja, atau mengeditnya sedemikian rupa agar terlihat cocok dengan selera mereka sehingga mengelabui orang-orang awam. Tujuan mereka adalah agar pengafiran mereka kepada kaum muslimin menjadi suatu perkara yang dianggap pasti dan meyakinkan, padahal ia hanyalah berdasarkan dugaan dan sangkaan belaka.

      Di antara contoh kedangkalan pemahaman mereka adalah sebuah kisah dialog Ibnu Abbas dengan kaum Khawarij, dikeluarkan oleh Al Hakim dalam Mustadraknya (2:164 no.2656) dengan sanad yang shahih sesuai dengan syarat Muslim, Ibnu Abbas berkata,
      ANDA SIMAK KISAHNYA ………….
      Ketika kaum Haruriyah (Khawarij) keluar dan berkumpul di suatu tempat, jumlah mereka sekitar enam ribu. Aku mendatangi Ali seraya berkata, “Wahai Amirul Mukminin, akhirkanlah shalat zuhur, barangkali aku dapat berbicara dengan mereka.” Ali berkata, “Aku mengkhawatirkan keselamatanmu.” Aku berkata, “Tidak perlu khawatir.” Aku pun pergi menemui mereka dan aku memakai pakaian Yaman yang paling bagus kemudian aku mengucapkan salam kepada mereka.

      Mereka berkata, “Selamat datang wahai Ibnu Abbas, pakaian apa yang engkau pakai?!! Aku menjawab, “Apa yang kalian cerca dariku, padahal aku pernah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memakai pakaian yang paling bagus, dan telah turun ayat,

      قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللهِ الَّتِى أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

      “Katakan (Muhammad), siapakah yang berani mengharamkan perhiasan dari Allah dan rezeki yang baik yang Allah keluarkan untuk hamba-hambaNya ?” (QS. Al-A’raaf: 32).

      Mereka berkata, “Lalu ada apa engkau datang kemari?”

      Aku menjawab, “Aku mendatangi kamu dari sisi para shahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan Muhajirin dan Anshar untuk menyampaikan apa yang mereka katakan dan apa yang mereka kabarkan, kepada mereka Alquran diturunkan, dan merekalah yang paling memahaminya, dan tidak ada di antara kalian yang menjadi shahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.“

      Sebagian mereka berkata, “Jangan berdialog dengan kaum Quraisy, karena Allah Ta’ala berfirman,

      بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ

      “Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (QS. Az-Zukhruf: 58)[2]

      Ibnu Abbas berkata, “Aku belum pernah melihat suatu kaum yang sangat bersungguh-sungguh beribadah dari mereka, wajah-wajahnya mereka pucat karena begadang malam (untuk shalat), dan tangan serta lutut mereka menjadi hitam (kapalan).”

      Sebagian mereka berkata, “Demi Allah, kami akan berbicara dengannya dan mendengarkan apa yang ia katakan.”

      Ibnu Abbas berkata, “Kabarkan kepadaku, apa alasan kalian memerangi anak paman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (Ali bin Abi Thalib), serta kaum Muhajirin dan Anshar?”

      Mereka berkata, “Tiga perkara.”

      Ibnu Abbas berkata, “Apa itu?”

      Mereka berkata, “Ia telah berhukum kepada manusia dalam urusan Allah[3], padahal Allah berfirman,

      إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ للهِ

      “Sesungguhnya hukum itu hanyalah milik Allah.” (QS. Al An’am: 57).

      Ibnu Abbas berkata, “Ini yang pertama.”

      Mereka berkata, “Ia telah memerangi[4] namun tidak menawan tidak juga mengambil ghanimah (harta rampasan perang), jika yang ia perangi itu orang-orang kafir, maka mereka halal ditawan dan dirampas hartanya. Dan jika yang ia perangi adalah kaum mukminin, maka tidak halal memerangi mereka.”

      Ibnu Abbas berkata, “Ini yang kedua, lalu apa yang ketiga?”

      Mereka berkata, “Ia telah menghapus nama amirul mukiminin dari dirinya, jika dia bukan amirul mukminin berarti ia adalah amirul kafirin.”

      Ibnu Abbas berkata, “Apa ada alasan lain?”

      Mereka berkata, “Cukup itu saja”

      Ibnu Abbas berkata, “Bagaimana pendapat kalian, jika aku membacakan kitabullah dan sunah nabi-Nya yang dapat meluruskan pemahaman kalian, apakah kalian ridha?”

      Mereka berkata, “Ya”

      Ibnu Abbas berkata, “Adapun perkataan kalian bahwa Ali berhukum kepada manusia dalam urusan Allah, bukankah Allah menyuruh mengembalikan kepada hukum manusia dalam seperdelapan seperempat dirham, tentang masalah kelinci dan hewan buruan lainnya?” Allah berfirman,

      يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنتُمْ حُرُمٌ وَمَن قَتَلَهُ مِنكُمْ مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآءٌ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ

      “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh hewan buruan dalam keadaan berihram. Barang siapa yang membunuhnya diantara kamu secara sengaja, maka dendanya adalah mengantinya dengan hewan yang seimbang dengannya, menurut putusan hukum dua orang yang adil diantara kamu..” (QS. Al-Maidah: 95).

      Maka saya bertanya kepada kalian dengan nama Allah, apakah hukum manusia untuk kelinci dan binatang buruan lainnya lebih utama, ataukah hukum manusia untuk menjaga darah dan perdamaian di antara mereka?”

      Dalam ayat lain, Allah menyuruh mengembalikan hukum kepada manusia mengenai pertikaian suami istri, Allah berfirman,

      وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآإِن يُرِيدَآإِصْلاَحًا يُوَفِّقِ اللهُ بَيْنَهُمَآإِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

      “Dan bila kamu mengkhawatirkan perceraian antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (orang yang akan menghukumi) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga wanita. Jika kedua orang hakam ini bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri itu.” (QS. An Nisaa: 35)

      Allah menjadikan manusia sebagai hukum yang dipercaya. Apakah aku telah selesai menjawab alasan pertama ini?

      Mereka berkata, “Ya”

      Ibnu Abbas berkata, “Adapun perkataan kalian bahwa Ali memerangi namun tidak menawan dan tidak mengambil ghanimah, apakah kamu mau menawan ibumu Aisyah kemudian halal disetubuhi sebagaimana tawanan lainnya?? Jika kamu melakukan itu, maka kamu telah kafir. Dan jika kamu berkata bahwa Aisyah bukan ibu kita (kaum muslimin), maka kamu pun telah kafir, jadi kamu berada diantara dua kesesatan, mana saja yang kamu pilih, maka kamu tetap sesat.”

      Maka sebagian mereka melihat kepada sebagian lainnya. Lalu aku berkata, “Apakah aku telah selesai menjawab alasan ini?

      Mereka menjawab, “Ya”

      Ibnu Abbas berkata, “Adapun perkataan kalian bahwa Ali menghapus nama amirul muminin darinya, maka aku akan bawakan apa yang kalian ridhai. Bukankah kalian telah mendengar bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pada hari perdamaian Hudaibiyah, menulis surat kepada Suhail bin Amru dan Abu Sufyan bin Harb, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ali bin Abi Thalib, “Tulislah hai Ali, ini adalah isi perdamaian yang dinyatakan oleh Muhammad Rasulullah.”

      Namun kaum Musyrikin berkata, “Tidak! Demi Allah kami tidak meyakinimu sebagai rasulullah, jika kami meyakinimu sebagai rasulullah, tentu kami tidak akan memerangimu.” Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, Engkau yang mengetahui bahwa aku adalah rasul-Mu. Tulislah hai Ali, Ini adalah isi perdamaian yang dinyatakan oleh Muhammad bin Abdillah.”

      Demi Allah, bukankah Rasulullah lebih baik dari Ali ketika menghapus nama rasul darinya?” Ibnu Abbas berkata, “Maka bertaubatlah sekitar dua ribu orang di antara mereka, dan sisanya terbunuh di atas kesesatan.”
      Mungkin ABU UKASYAH bisa meniru dua ribu khowarij yg ber tobat,barokallohufikum

    • tulab mengatakan:

      Allah Subhaanahu wata’aala, telah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk taat kepada penguasanya betapa pun jelek dan zalimnya mereka. Tentunya dengan syarat, selama para penguasa tersebut tidak menampakkan kekafiran yang nyata. Allah Subhaanahu wata’aala juga memerintahkan agar kita bersabar menghadapi kezaliman mereka dan tetap berjalan di atas As-Sunnah.
      Karena barang siapa yang memisahkan diri dari jamaah dan memberontak kepada penguasanya maka matinya mati jahiliah. Yakni mati dalam keadaan bermaksiat kepada Allah Subhaanahu wata’aala, seperti keadaan orang-orang jahiliah.1 (Lihat ucapan al-Imam an-Nawawi rahimahulloh dalam Syarah Shahih Muslim)

      Dari Ibnu Abbas radiallohu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallohu ‘alahi wasallam, bersabda:

      مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ فَمِيتَةٌ جَاهِلِيَّةٌ

      “Barang siapa melihat sesuatu yang tidak dia sukai dari penguasanya, maka bersabarlah! Karena barang siapa yang memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja, maka ia akan mati dalam keadaan mati jahiliah.” (Sahih, HR. al-Bukhari dan Muslim)

      Diriwayatkan dari Junadah bin Abu Umayyah radiallohu anhu, dia berkata, “Kami masuk ke rumah Ubadah bin ash-Shamit radiallohu anhu ketika beliau dalam keadaan sakit dan kami berkata kepadanya, ‘Sampaikanlah hadits kepada kami—aslahakallah (semoga Allah Subhaanahu wata’aala memperbaiki keadaanmu)—dengan hadits yang kau dengar dari Rasulullah shallallohu ‘alahi wasallam yang dengannya Allah Subhaanahu wata’aala, akan memberikan manfaat bagi kami!’ Maka ia pun berkata,

      دَعَانَا رَسُوْلُ اللهِ فَبَايَعَنَاَ، فَكَاَنَ فِيْمَا أَخَذَ عَلَيْنَا أَنْ بَايَعْنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطاَّعَةِ، فِيْ مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا، وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا، وَأَثَرَةٍ عَلَيْنَا، وَأَنْ لاَ نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ، قَالَ: إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْرَا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللهِ فِيْهِ بُرْهَانٌ

      “Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, memanggil kami kemudian membai’at kami. Dan di antara bai’atnya adalah agar kami bersumpah setia untuk mendengar dan taat ketika kami semangat ataupun tidak suka, ketika dalam kemudahan ataupun dalam kesusahan, ataupun ketika kami diperlakukan secara tidak adil. Dan hendaklah kami tidak merebut urusan kepemimpinan dari orang yang berhak—beliau berkata—kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata, yang kalian memiliki bukti di sisi Allah Subhaanahu wata’aala.”
      (HR. al-Bukhari dalam Shahih-nya juz 13 hlm.192, cet. Maktabatur Riyadh al-Haditsah, Riyadh. HR. Muslim dalam Shahih-nya, 3/1470, cet. Daru Ihya’ut Turats al-Arabi, Beirut, cet. 1)

  3. gamal mengatakan:

    dan kalian ditlikung pemerintah yang kalian bela, sehingga kalian menjadi makanan empuk orang kafir walhamdulillah

    • tulab mengatakan:

      Kewajiban taat kepada pemerintah ini, sebagaimana dijelaskan Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, adalah terhadap setiap penguasa, meskipun jahat, zalim, atau melakukan banyak kejelekan dan kemaksiatan. Kita tetap bersabar mengharapkan pahala dari Allah Subhaanahu wata’aala dengan memberikan hak mereka, yaitu ketaatan walaupun mereka tidak memberikan hak kita.

      Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radiallohu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallohu alaihi wasallam, bersabda:
      إِنَّهَا سَتَكُونُ بَعْدِي أَثَرَةٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ تَأْمُرُنَا؟
      “Akan muncul setelahku atsarah (orang-orang yang mengutamakan diri mereka sendiri dan tidak memberikan hak kepada orang yang berhak, red.) dan perkara-perkara yang kalian ingkari.” Mereka (para sahabat, red.) bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami, wahai Rasulullah?” Beliau shallallohu ‘alahi wasallam berkata,

      تُؤَدُّوْنَ الْحَقَّ الَّذِيْ عَلَيْكُمْ وَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الَّذِيْ لَكُمْ
      “Tunaikanlah kewajiban kalian kepada mereka dan mintalah hak kalian kepada Allah.” (Sahih, HR. al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya)

      Diriwayatkan pula dari ‘Adi bin Hatim radiallohu anhu, dia berkata, “Kami mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, kami tidak bertanya tentang ketaatan kepada orang-orang yang takwa, tetapi orang yang berbuat begini dan begitu… (disebutkan kejelekan-kejelekan).’ Maka Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda:

      وَاتَّقُوا اللهََ وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا
      ‘Bertakwalah kepada Allah ! Dengar dan taatlah !’.” (Hasan lighairihi, diriwayatkan oleh Ibnu Abu ‘Ashim dalam as-Sunnah dan lain-lain. Lihat al-Wardul Maqthuf, hlm. 32)

  4. sakala mengatakan:

    kasihan sekali ya alkhamdulillah ya

  5. abdullah mengatakan:

    @ Abu Izzudin dan gamal
    Dalih yg antum ajukan penuh dengan pengkaburan dan talbis, tafadhol di cek link berikut ya… Hilangkan fanatisme hizbiyyah, utamakan dalil rojih ok

    http://nasihatonline.wordpress.com/2011/04/29/mengkafirkan-penguasa-muslim-adalah-akar-kesesatan-teroris-khawarij/

    • saputra mengatakan:

      akhil karim fatwa diatas sudah ana tanyakan ke admin blog nasihatonline.wordpress.com tapi tidak ada jawaban dan pertanyaan ana dihapus. ana juga tanyakan langsung lewat email ust abul jauza, tapi sampai sekarang ana belum mendapatkan balasannya.

  6. penjilat mengatakan:

    alhamdulillah sekte sesat salafy di dammaj dibantai syiah kafir.. walakin baru tewas 24 salafy… sisanya menyusul

    Astaghfirullaah al a’zhiiim.

  7. Anto Islamto mengatakan:

    Allohu Akbar.

    Turunkan Penguasa Murtad.
    Laknat Alloh bagi Fir’aun2 Modern abad ini.
    Dan Adzab Alloh bagi para pemFitnah Mujahidin.

    Kita buktikan siapa yang HAQ dan BATHIL diantara kita nantinya.

    semoga Alloh memberi Hidayah kepada ana dan antum semua.

    • tulab mengatakan:

      Dari Ibnu Abbas radiallohu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallohu ‘alahi wasallam, bersabda:
      مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ فَمِيتَةٌ جَاهِلِيَّةٌ
      “Barang siapa melihat sesuatu yang tidak dia sukai dari penguasanya, maka bersabarlah! Karena barang siapa yang memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja, maka ia akan mati dalam keadaan mati jahiliah.”
      (Sahih, HR. al-Bukhari dan Muslim)

      Diriwayatkan dari Junadah bin Abu Umayyah radiallohu anhu, dia berkata, “Kami masuk ke rumah Ubadah bin ash-Shamit radiallohu anhu ketika beliau dalam keadaan sakit dan kami berkata kepadanya, ‘Sampaikanlah hadits kepada kami—aslahakallah (semoga Allah Subhaanahu wata’aala memperbaiki keadaanmu)—dengan hadits yang kau dengar dari Rasulullah shallallohu ‘alahi wasallam yang dengannya Allah Subhaanahu wata’aala, akan memberikan manfaat bagi kami!’ Maka ia pun berkata,
      دَعَانَا رَسُوْلُ اللهِ فَبَايَعَنَاَ، فَكَاَنَ فِيْمَا أَخَذَ عَلَيْنَا أَنْ بَايَعْنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطاَّعَةِ، فِيْ مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا، وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا، وَأَثَرَةٍ عَلَيْنَا، وَأَنْ لاَ نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ، قَالَ: إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْرَا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللهِ فِيْهِ بُرْهَانٌ
      “Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, memanggil kami kemudian membai’at kami. Dan di antara bai’atnya adalah agar kami bersumpah setia untuk mendengar dan taat ketika kami semangat ataupun tidak suka, ketika dalam kemudahan ataupun dalam kesusahan, ataupun ketika kami diperlakukan secara tidak adil. Dan hendaklah kami tidak merebut urusan kepemimpinan dari orang yang berhak—beliau berkata—kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata, yang kalian memiliki bukti di sisi Allah Subhaanahu wata’aala.”
      (HR. al-Bukhari dalam Shahih-nya juz 13 hlm.192, cet. Maktabatur Riyadh al-Haditsah, Riyadh. HR. Muslim dalam Shahih-nya, 3/1470, cet. Daru Ihya’ut Turats al-Arabi, Beirut, cet. 1)

  8. kok bisa mengatakan:

    Selama mereka mengakui Allah dan Muhammad Rasulullah …mencintai para sahabat Nabi tapi tidak berlebihan…bertakwa kepada Allah dan mengangkat senjata untuk melawan mereka yang memerangi islam itu bukan khawarij…

    saya rasa pembuat blog ini belum tau apa penyebab munculnya Al-Qaida dan tujuan mereka….

    apa mereka yang bekerja sama dengan Amerika dan Syiah serta israel itu yang benar dan yang menegakkan kalimat Allah itu khawarij…

    Al-qaidah dan taliban bukan khawarij….jangan berbicara kalau belum mengerti dan mendegar hanya dari kabar burung….

    bertaubatlah….

    islam cinta damai dan rahmat buat seluruh alam…tapi kalau diganggu dan dimusuhi….islam bisa membalas….apa yang membalas ini dikatakan khawarij…

    banyak ulama yang tidak setuju dengan Al-qaida mengatakan al-qaida khawarij….aneh lalu bagaimana dengan mereka sendiri yang berpeluk-pelukan dengan orang2 kafir yang memerangi islam…..

    ingat ulama yang berfikiran dan bertindak tidak sesuai dengan quran dan sunnah …itu bukan ulama tapi para pendusta (dajjal)

  9. kok bisa mengatakan:

    ketahuilah saudaraku…

    siapakah salafy itu dan orang salafy itu…

    mereka adalah orang2 terdahulu atau mereka adalah generasi pertama seperti Rasulullah, sahabat dan tabiin…

    dan orang yang beramal saleh mengikuti jejak orang2 terdahulu, seperti Rasulullah, sahabat dan tabiin mereka dikatakan orang2 salaf…tapi mereka tidak pernah memproklamirkan dirinya salafy…salafy di ketahui dan dinilai dari amal ibadahnya…

    meskipun dia tidak mengaku orang salafy…tapi amalan ibadahnya mencontoh Rasulullah, sahabat dan tabiin…yah mereka termasuk orang salafy…

    jadi bukan sebutan dan pengakuan….

    jadi jangan salah sangka…percuma mengaku salaf…membentuk golongan salaf tapi amal ibadah jauh dari Rasulullah, sahabat dan tabiin …mereka ini bukan orang salaf ….

    hanya mengaku golongan salaf tapi ibadahnya jauh dari orang salaf…

  10. kok bisa mengatakan:

    kita sebagai umat islam…hanya pandai berdebat…menyalahkan dan tidak pernah bertabayun jika mendengar sebuah berita…

    kita lebih percaya kelompok,

    kita lebih percaya golongan kita,

    kita lebih fanatik kepada ulama kita meskipun mereka hanyalah manusia biasa penyampai risalah Nabi dan terkadang bisa juga salah karena tidak ada jaminan dari Allah dan surga jika mereka mati,

    saudara2ku jadikanlah Al-quran dan hadis sebagai petunjuk karena apa…

    al-quran nyata dari Allah dan dijamin oleh Allah

    hadis dari Rasulullah dan nyata beliau dijamin oleh Allah perkataannya, perbuatannya dan matinya nyata Masuk surga

    tapi bukan berarti tidak boleh mengikuti ulama…karena selama ulama tersebut seiring dengan Alquran dan hadis nabi baik dari perkataan, perbuatan dan pemikirannya kita harus mengikutinya

    tapi jika perkataan, perbuatan dan pemikirannya menyimpang jauh dari Al-Quran dan Hadis, mereka jangan kita ikuti…meskipun ulama terkenal dan kharismatik…banyak pengikutnya dan sorbanya panjangnya sampai 10 meter…

    kita dalam menyikapi fatwa ulama harus kritis, dalam artian selalu menyaringnya dengan Alquran dan hadis Nabi…kalau sesuai ikuti kalau tidak jauhi…kita fanatik bukan bukan pada ulamanya tapi kebenaran yang dibawanya…

    ingat sampai kapanpun kebenaran itu pasti menang karena kebenaran milik Allah swt.

    Al-quran dan hadis tidak pernah salah

    ulama bisa salah, ia punya nafsu, punya kekurangan, bisa terkena bujuk rayu iblis…

    sekali lagi kita ikut Allah atau Ulama…dunia ini punya Allah atau ulama, dan akherat nanti punya Allah atau ulama…???

    berfikirlah wahai saudara2ku !!!

    • pencari ilmu mengatakan:

      @kok bisa,….. :) :)
      akh…opini antum panjang dan lebar…. akan menjadi ilmiah kalau setiap opini didasari oleh dasar yang rojih ya minimal dari Alquran dan Sunnah lah :) :) … silakan disampaikan….

  11. abyancorp mengatakan:

    siapa yg membebaskan ikhwan salafi di damaj atas kepungan syiah?? mereka adalh orang iklas, mujahidin dr abyan yg berafiliasi dg alqoida, layakkah anda menggangp dia khowarij? pdhl Alloh tlh menolong syaikh anda dan darul hadis lwt bantuan mujahidin abyan… mana kawan2 anda? mana bntuan dr arab saudi, mana bantuan dr salafi??

  12. heran mengatakan:

    @abyancorp : anda terlalu berlebihan menganggap ikhwan salafi di damaj dibebaskan oleh Al-Qaeda dari Syi’ah. jelas terlihat, bahwa para santri dengan ikhlas berjuang membela dammaj dari serbuan syi’ah. memang ada bantuan dari luar. tapi sekali lagi, anda terlalu berlebihan kalau bantuan tersebut hanya dari Al-Qaeda. bantuan tersebut berasal dari suku-suku sunny di yaman dan mujahidin dari luar Yaman (ingat, tdk semua dari mereka dari Al-qaeda). perlu anda ketahui, bahwasanya ada sebagian dari anggota Al-qaeda di Yaman yang tadinya murid Syaikh Muqbil yang kemudian terpengaruh dengan Al-Qaeda. masih ada satu ikatan yg tdk bisa dilukiskan diantara murid syaikh Muqbil ketika melihat darul hadits diserang Syi’ah, selain itu juga memerangi Syi’ah yang kufur juga merupakan Jihad. sekali lagi anda terlalu berlebihan menyanjung Al-Qaeda tanpa melihat akidah dan keyakinan mereka. adapun bantuan dana, salafy indonesia tdk ketinggalan dalam membantu mereka, terlebih lagi Salafy di Saudi yang berbatasan dengan Yaman dan punya kepentingan untuk menghancurkan makar Syi’ah. sekali lagi, anda terlalu berlebihan menyanjung Al-Qaeda.sebagia referensi lain coba baca ;http://basweidan.com/nasehat-untuk-al-qaeda-1/.
    http://www.syiahindonesia.com/index.php/akhbar-syiah/syiah-yaman/651-ratusan-mujahidin-ln-mulai-masuk-ke-saada-bantu-salafi-lawan-syiah-houthi

  13. heran mengatakan:

    Ada kesalahan Manhaj yg dilakukan oleh Al-Qaeda dalam konsep penghukuman negeri-negeri kaum muslimin dan konsep Jihad secara Umum, sebagiannya mereka mengikuti Manhaj dan Sunnahnya kaum khawarij.Diatas sudah kita baca riwayat mengenai dialog kaum khawarij, bagaimana mereka memutlakkan siapa yg berhukum dengan hukum Allah adalah kafir. hal inilah yg terjadi dengan Al-Qaeda dan pengikutnya yang menghukumi negera-negara kaum muslimin dengan negara kafir sehingga layak diperangi, tanpa mereka perinci.Ulama mengatakan bahwa khawarij adalah kaum yg mengkafirkan para pelaku Dosa besar. jangankan negara Indonesia yg mereka anggap kafir, negara Saudi yg notabene menerapkan Syari’ah islam saja dikatakan kafir hanya karena bekerjasama dengan kafir AS. kalau toh kerjasama tersebut salah, itupun tdk mengakibatkan pelakunya keluar dari islam. terlebih, kita mengetahui bahwa kerjasama dengan orang kafir dibolehkan sebagaimana riwayat yg mengatakan bahwa Rosulullah pernah meminta bantuan orang kafir dalam peperangan. Demikian ghuluw (berlebihan) manhaj dari Al-Qaeda dan pengikutnya ini.
    Fatwa dari para ulama diatas sangat mungkin benar diucapkan oleh para Ulama yg mengkafirkan negeri yg tidak menggunakan syri’at islam, TAPI perlu dicatat bagi para penuntut ilmu bahwa TIDAK BOLEH menggunakan fatwa umum kepada hal yg terperinci.MISAL, Apakah kalian menanyakan kepada para Ulama tersebut secara terperinci bagaimana negeri Indonesia ini, apakah negeri kafir atau negeri muslim?tentunya ketika menanyakan tersebut diberikan secara terperinci keadaan Indonesia sehingga Ulama bisa menjawab secara terperinci pula dan tidak pernah ada fatwa Ulama-Ulama Kibar tersebut yg mengatakan Indonesia adlh negara kafir. Demikian pula dinegeri-negeri muslim lain yg para Ulama tidak menyebutkan bahwa negara tersebut sebagai negera kafir yg layak diperangi. Karena Manhaj Al-Qaeda yg rusak inilah, banyak kaum muslimin terpengaruh dengan mereka dan membuat fitnah dimuka bumi dengan pengeboman sana sini, pembunuhan aparat dll termasuk di Indonesia. Manhaj yg rusak ini harus dijelaskan kerusakannya dan telah berhujjah da’i-da’i salafiyyin menjelaskan kerusakan manhaj khawarij ini.
    JIHAD adalah perkara yang Agung dan mulia, tiap muslim yg hanif pasti menginginkan terbunuh dalam medan jihad karena janji surga dari Allah SWT sebagi pahalanya. TAPI, seperti Jihad Al-Qaedahkah yg diingnkan Allah dan Rosulnya??yang mana Al-Qaeda melakukan pengeboman kedutaan AS baik dinegeri-negeri kafir atau negeri-negeri muslim dan pengeboman lain2nya seperti WTC (wallahu a’alam apakh benar Al-Qaeda atau konspirasi kafirin, tapi yg jelas Al-Qaeda bersorak-sorai atas tindakan peruntuhan gedung WTC ini. tapi harga yg dibayar sangatlah mahal, yaitu hancurnya negeri Afghanistan dan terbunuhnya ribuan kaum muslimin.seperti inikah jihad yg diinginkan oleh Al-Qaeda???. innalilahi wainnailahi roji’un). sedangkan di Indonesia akibat pelaku jama’ah takfiri ini mengakibatkan terhambatnya dakwah sunnah krn dianggap teroris, terintimadasinya kaum muslimin yg mengamalkan sunnah dan akibat-akibat lainnya yg menghambat dakwah. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua.

  14. heran mengatakan:

    ana setuju dengan anta bahwa Aqidah Al Wala Wal Baro‘ kita terhadap kaum kuffar yang memerangi kaum muslimin haruslah jelas. Kita harus membantu saudara kita yg terdzalimi tersebut dengan jiwa, harta, maupun do’a yg kita panjatkan kepada Allah SWT. keyakinan ana insyaAllah sama dengan keyakinan antum bahwa kaum kafirin memerangi negara-negara islam tdk cuma sekedar mencari gembong teroris, tapi juga ada agenda terselip untuk menghancurkan islam dan kaum muslimin. kedzoliman AS dan sekutunya jelas dan tdk terbantahkan. Yang harus dicatat disini adalah Manhaj rusak yg dianut oleh Al-Qaeda yang menjadi alasan kaum kafirin ini melakukan penyerangan di Afghanistan. Pada keadaan kebanyakan kaum muslimin jauh dari agama mereka dan tercerai berainya kaum muslimin. Maka yg membenci Al-Qaeda tdk cuma AS, tapi juga pemimpin dzolim kaum muslimin karena sebagaimana yg kita ketahui, Al-Qaeda dan pengikutnya melakukan serangkaian teror di negeri-negeri kaum muslimin. Jujur, kadang saya berpikir apa yg dilakukan oleh pengikut Al-Qaeda dan pengikutnya seperti peledakan bom, tak lebih dari sebuah konspirasi orang kafirin untuk menekan dakwah islam yg nyunnah dan melabeli orang yg nyunnah sebagai teroris sehingga orang awam enggan untuk belajar islam yg nyunnah. kadang saya tidak percaya, sebegitu bodohnyakah Imam Samudra misalnya dengan melakukan pengeboman di Bali dan serangkaian Bom yg lain. Tapi, ketika melihat kayakinan takfiri mereka, sayapun menjadi maklum. orang-orang seperti inilah yg mudah disusupi agar kaum kafirin selalu punya alasan untuk memadamkan dakwah. semoga Allah SWT memberikan keistiqomahan kepada kita diatas Sunnnah dan semoga Allah SWT menolong kaum muslimin yg terdzolimin.amiin

  15. heran mengatakan:

    Kita cukupkan pada rusaknya manhaj Al-Qaedah yang mengkafirkan pemimpin kaum muslimin. bukan Manhaj ahlussunnah Waljama’ah yg mudah mengakafirkan kaum muslimin terlebih pemimpin-pemimpin mereka, krn aqidah ini adlh aqidahnya para khawarij. tidak berlebihan jika Al-Qaeda dan pengikutnya disebut sebagai khawarij dan kita harus menjauhi serta memperingatkan umat agar menjauhi manhaj mereka. Adapun ahlusunnah waljama’ah yg rojih adalah menganggap orang yg perpaham khawarij masih sebagai muslim walaupun kaum muslimin diperintahkan untuk memerangi mereka karena kerusakan yg mereka timbulkan. Sebagai seorang muslim maka terdapatlah diantara mereka kebaikan-kebaikan seperti pembelaan terhadap kaum muslimin dll, semoga Allah SWt menerima amal-amal kebaikan mereka dan mengampuni dosa-dosa mereka seperti pengkafiran kaum muslimin dan pemimpin-pemimpin mereka, pemberontakan, dan huru-hara di negeri-negeri kaum muslimin serta semoga Allah SWT memberi hidayah kepada mereka ke jalan yg lurus dan menyadari keburukan yang mereka lakukan. Adapun mengenai kepemimpinan, ahlussunnah waljama’ah menganggap bahwa kebaikan pemimpin adalah kebaikan kaum muslimin sehingga ahlussunnah waljama’ah adalah yang selalu mendo’akan pemimpin mereka agar menjalankan kepemimpinannya dengan adil dan sesuai dengan perintah Allah SWT, memberikan nasehat kepada pemimpin kaum muslimin secara diam-diam sesuai dengan sunnah Rosulullah SAW. Demikian sedikit mengenai manhaj ahlussunnah, semoga bisa dipahami.

  16. heran mengatakan:

    Bangunan selalu bergantung pada pondasinya, begitu pondasi rusak maka rusak pulalah bangunan tersebut. Demikianlah yang terjadi pada manhaj khawarij, mereka memahami ayat-ayat Allah SWT atas pemahaman yg rusak dan tdk merujuk pada salafushsholih. Diatas telah dijelaskan bahwa pangkal pengkafiran yg dilakukan oleh khawarij adalah dengan memahami ayat “Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. (QS Al Maidah:44). Sehingga atas dasar ayat inilah mereka mengkafirkan semua penguasa muslim yang tidak/sebagian berhukum dengan hukum Allah SWT. inilah titik pangkal perbedaan ahlusunnah salafiyyin dengan khawarij. Ahlussunnah salafiyyin selalu merujuk penafsiran ayat berdasarkan pemahaman para sahabat, terlebih ayat ini yang telah ditafsirkan oleh Habrul Ummah dan turjumanul Al Qur’an Abdullah bin Abbas yang telah disepakati oleh umat sebagai imam tiada tandingannya dalam ilmu tafsir.Seakan ketika itu, beliau mendengar apa yang kita dengar sekarang ini. Bahwa ada sebagian orang yang memahami ayat ini dengan pemahaman yang dangkal tanpa perincian. Beliau berkata,’Bukan ke-kufuran yang kalian maksudkan itu!’, ‘Bukan kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam’, ‘Yakni kufur duna kufur!(kufur yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam).Pondasi pemikiran takfir khawarijsekarang ini merupakan pemahaman yang dangkal dalam memahami ayat di atas. Tidak merujuk kepada pemahaman Salaf dalam menafsirkannya.inilah perbedaaan antara khawarij dan ahlussunnah, khawarij memutlakkan semua yg tdk berhukum dengan hukum Allah pasti kafir. berbeda dengan ahlussunnah yang menafsiri ayat ini berdasarkan penafsiran sahabat bahwa ada tdk semua yg berhukum dengan hukum Allah adalah kafir. Ahlussunnah membedakan antara kufur amali dengan kufur i’tiqaadi. kufur i’tiqaadi inilah yg mengeluarkan seseorang dari islam. Untuk menentukan seseorang sudah masuk kufur i’tiqaadi pun tidak mudah sebagaimana yg khawarij lakukan, harus ada hujjah dan hilangnya penghalang-penghalang kekafiran serta harus jelas apa yang diucapkan oleh orang yg dihukumi kafir tersebut.
    Dari sini saya nasehatkan agar menjauhi pemikiran khawarij tersebut. Semoga Allah SWt memberi hidayah kepada kaum muslimin untuk kembali kepada agama mereka.

  17. heran mengatakan:

    Ana membahas sesuai dengan topik berita diatas dan tidak berusaha melenceng dari pemberitaan diatas serta mencoba menasehati agar tidak melakukan sunnahnya para khawarij seperti yg dilakukan oleh al-qaeda dengan pokok-pokok pemikirannya. pembahasan anta yg cukup lumayan panjang mengenai Al Wala Wal Bara’ tidak menjadikan halal apa yg dilakukan oleh al-qaeda dan pengikutnya dalam memerangi pemimpin kaum muslimin dan membuat onar negeri-negeri kaum muslimin. ana rasa cukup komentar yg sedikit ini, ana juga tidak setiap harinya “mantengin” internet untuk membalas komentar anta. Nasehat ana, seperti halnya komentar Sahabat Ali ra ketika mengetahui kaum khawarij mengkafirkannya dengan ayat QS Al Maidah:44 yaitu Ali berkata : kalimat yang haq tapi digunakan untuk kebatilan”. Jangan menggunakan dalil-dalil yang haq ini untuk menggiring kaum muslimin mengkafirkan pemimpin-pemimpin kaum muslimin dan mengkafirkan kaum muslimin yang lain. Semoga ana dan anta serta pemimpin dan kaum muslimin dimanapun berada mendapat hidayah dari Allah azza wa jalla.

  18. andi mengatakan:

    abdullah,…
    ternyata antum tidak faham,…
    mana yang musuh mana yang kawan.
    kalau ahmadinejad itu dia memang syi’ah, penentangan thdp negeri2 kuffar yang mereka lakukan itu hanya sebagai rekayasa politik untuk mendapat dukungan besar dari umat islam dunia, karena mereka adalah sebuah negara yang dilindungi oleh negara adikuasa kafir Amerika,…
    antum jangan mudah percaya dengan kabar berita yang tersebar melalui media yang ada karena sebahagian besar medi tersebut telah dikuasai oleh kaum kafir yang ingin mengadu domba umat ini.
    maka AD DMIA tidak bisa disamakan dengan Iran

    buka mata, pikiran dan hati antum sebelum komentar begini., kalau antum tidak bisa mengerti juga,… jangan jangan antum ini adalah sama dengan Ahmadinejad,… nimbrung berpura-pura da’wah tapi ternyata memecah belah umat alias intelejen kafir / syaiton la’natullah.

    ????

  19. fitra mengatakan:

    heran ana melihat judul dari blok ini. astagfirullah…
    kasihannya kalian yang mengaku2 salaf,… apabedanya kalian dengan khawarij. masa’ saudara kalian yang telah berjuang menegakkan daulah islamiyah dineggrinya kalian sukuri kematiannya…. na’uzubillahiminzalik….

    ternyata kita ulama-ulama kita sekarang sudah banyak yang tertipu dengan tipudaya kaum kafir dalam informasi yang memecah belah dan mengadudomba umat ini.

    ya Allah lindungilah kami semua dari tipudaya syaitan, baik syaitan yang nyata maupun tidak nyata. Amien,….

  20. abdullah mengatakan:

    @ andi…

    Dalam hal memandang syi’ah, alhamdulillah kita sama, sama-sama memandang bahwa syi’ah adalah agama selain islam.
    Perbedaan kita adalah bagaimana memandang peran/kondisi seorang pemimpin muslim yang berkuasa di negara muslim.
    Yang jelas, pekerjaan menebar teror seperti yg dilakukan oleh beberapa kaum muslimin di negara Indonesia yang berujung pada kematiannya, bukanlah sebuah pemahaman keislaman yang dapat dibenarkan.
    Kalau mau bersatu, bukan dengan suatu hizbiyyah plus prinsip ‘bathil’ muwazanah. Marilah kita bersatu diatas qur’an dan sunnah dengan pemahaman salafushsholeh
    Baarokallohu fiikum

    • andi mengatakan:

      @abdullah
      apakah belum cukup bagi antum rupanya melihat saudara-saudara antum di tangkap, disandra, dihaniaya, serta dibunuh dengan timah panas mereka,…. apakah sebaliknya antum malah senang dan bergemberia mendengar berita tsb.”Na’uzubillahiminzalik”
      coba antum renungkan
      siapakah yang diteror,… dan siapakah yang meneror,…

      ana heran dengan sebagian salaf diindonesia yg senang melihat saudara muslimnya ditembaki oleh orang-orang kafir, sifat ini tak ubah seperti kaum khawarij dan syiah, sementara banyak sebahagian salaf dinegri ini turut prihatin kalau orang kafir dan munafik itu mati dan malah mencela orang2 muslim yang memeranginya,…sungguh mengherankan. ketahuilah densus 88 itu nasrani dan yahudi 88 % didalamnya. apalahi pasukan inggris & amerika, antum pasti tau

      jangan antum anggap dakwah salaf yang benar itu aman dalam memperjuangkannya…, jangan antum anggap pemimpin kita senang dengan sunnah yang kita dakwahi,…

      kita lihat aja nanti…sampai kapan kah orang-rang munafik tersebut akan bertahan terhadap dakwah salaf ini….
      karena sudah menjadi sunatullah dari zaman nabi2 terdahulu, dimana saja dakwah tauhid pasti akan terjadi perlawanan dari para penguasa.
      namun jika dakwah yang kita serukan ini hanya aman-aman aja dibawah aturan dan naungan toghud,… ana masi ragu… atas kebenaranya. bisa jadi ada sifat murji’ah alias penjilat dalam siasah dakwah ini.

      hanya al-quran dan sunah yang bisa jadi pegangan,… bukan pendapat para ulama yang ada dinegri ini.

      afwan

  21. heran mengatakan:

    @fitra&andi : saya coba ulang apa yg telah saya sampaikan.Bangunan selalu bergantung pada pondasinya, begitu pondasi rusak maka rusak pulalah bangunan tersebut. Demikianlah yang terjadi pada manhaj khawarij, mereka memahami ayat-ayat Allah SWT atas pemahaman yg rusak dan tdk merujuk pada salafushsholih. Diatas telah dijelaskan bahwa pangkal pengkafiran yg dilakukan oleh khawarij adalah dengan memahami ayat “Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. (QS Al Maidah:44). Sehingga atas dasar ayat inilah mereka mengkafirkan semua penguasa muslim yang tidak/sebagian berhukum dengan hukum Allah SWT. inilah titik pangkal perbedaan ahlusunnah salafiyyin dengan khawarij. Harusnya orang-orang khawarij itu sadar bahwa kedzolimin yg dilakukan oleh penguasa adalah karena kedzolimin yg dilakukan oleh diri-diri mereka sendiri dalam bentuk teror terhadap negeri-negeri kaum muslimin (kalau mereka menganggap negeri ini negeri kaum muslimin). Sungguh aneh, ketika pemerintah memberangus para pelaku terorisme agar tercipta ketenangan dan para da’i penyeru sunnah membantah syubhat khawarij pembuat onar. Maka para pendukung jama’ah takfiri (pengkafiran thd kaum muslimin) memberikan gelar-gelar dakwah sunnah dengan gelar-gelar yg buruk. wahai saudara kaum muslimin yg tergelincir dengan pemikiran takfiri, ingatlah dengan sabda Rosulullah SAW bahwa bila seorang mengkafirkan sudaranya dan tuduhan itu salah, maka tuduhan itu akan berbalik pada dirinya. Dakwah Rosulullah SAW adalah dakwah menegakkan tauhid, bukan dakwah pengkafiran terhadap kaum muslimin yg secara dzohir adalah islam sebagaimana para jama’ah takfiri lakukan. Para jama’ah takfiri ini seolah buta walau punya mata, dan seolah-olah tuli walau punya telinga, bahwa mayoritas kaum muslimin saat ini dan pemimpin-pemimpin mereka adalah jauh dari agama dan jahil terhadap agamannya. Dakwah yang paling tepat kepada mereka adalah menyeru kepada tauhid dan kembali kepada sunnah. Dakwah yang dilakukan oleh khawarij dengan jama’ah takfirinya saat ini adalah dakwah yang sangat buruk. Apakah dengan ini kalian ingin menjauhkan kaum muslimin dari agamanya???. bgaimana tdk menjauhkan kaum muslimin dri agamanya, dzohir kalian menampakkan sunnah tapi mulut kalian berisi pengkafiran dan perbuatan kalian pembuat keonaran. Tidak ada hikmah dari ilmu yg kalian dapat, tidak ada nasehat baik kepada kaum muslimin maupun pemimpinnya. Ajakan dakwahnya hanya mengajak kaum muslimin mengkafirkan negaranya, memberi gelar yg buruk da’i yg membantahnya, mengkafirkan negara-negara kaum muslimin lain yg sedang memberangus hizb/golongan yg sepaham dengannya seperti al-qaeda dll.bertaubatlah wahai orang-orang yg tergelincir..
    @andi:sunnatullah dakwah tauhid dan assunnah adalah mendapat perlawanan dari para pelaku kemusyrikan dan kebid’ahan, tdk selalu mendapat perlawanan dari penguasa karena boleh jadi penguasa tersebut mendapat hidayah dan membela tauhid dan sunnahnya. adapun kita sepakat bahwa sunnatullah bahwa dakwah khawarij akan mendapat perlawanan dari para penguasa karena pemberontakan dan keonaran yg mereka lakukan dari Jaman Sahabat Ali ra sampai akhir jaman.

  22. andi mengatakan:

    maaf akhina @heran
    ana cuma berpiki secara realistis bukan secara teoritis
    ana pun bukan ahlul ilmi dalam hal ini,
    semua hadist dan ayat yang ada diatas tepatnya hanya untuk negri yang diberlakukannya syariat islam,… meskipun penguasanya jahil, akan syariat tsb. tetapi berbeda dengan negri kita yang sudah nyata-nyata pemimpinya menolak akan tegaknya syariat islam dan membuat statement “barang siapa yang ingin menegaknya syariat islam maka mereka adalah musuh negara dan kami akan memeranginya sampai titik darah penghabisan”. ini pernah ana dengan pada pernyataan pemimpin kita di HPK di TV.one, dan penyataan tersebut tidak sekedar omongan atau siasyah politik, tapi benar-benar sudah dibuktikannya dengan penangkapan dan pembunuhan kamum muslimin diberbagai tempat.

    coba antum jelaskan,… apakah pernyataan dan sikap ini tidak termasuk kedalam syirik besar,… yang menyebabkan orang tsb kafir.
    berdasarkan dari ayat alqur’an, hadist-hadist, dan fatwa para ulama yang telah antum semua tulis diatas. !!!!!

    coba juga antum jawab sekiranya pemimpin kita orang nasrani,… atau yahudi seperti josbus atau obama sekarang ini dia membantai umat islam dinegri antum,… bagaimana sikap antum….!!!!

    ana hanya merasa dan berpandangan,… bahawa mereka yang berjuang itu tidak pernah mentakfir orang-orang islam pada umunya. yang ana tangkap dakwah mereka hanya memperjelas makna tauhid itu tadi,… kalau sekiranya siapapun saja yang terkena pada ayat alqur’an, hadist dan fatwa para ulama diatas tadi maka dia telah kafir hanya menurut al-quran dan hadist tsb,…. alias pemaham tsb,…

    tolong diingat,… kalau yang melakukan pengeboman, pembunuhan yg tidak sesuai dengan konsep jihat rasul tsb,… ana yakin itu adalah ulah intelejen asing yang ingin melahirkan fitnah di kalanangan umat ini.
    kita jangan terlalu percaya dengan media-media asing yang mengobarkan fitnah terhadap umat ini.

    bisa saja suatu sa’at antum ditangkap oleh densus,… lalu ditemukan senjata atau bom dirumah dan kamar antum,… yang mana senjata tersebut sudah direkayasa mereka berada ditempat pencarian tersebut. meskipun antum tidak pernah memiliki senjata. lalu antum disiksa dan dipakasa untuk mengaku,… karena tidak tahan siksaan maka antum mengaku sesuai akuan yang mereka inginkan…

    itulah realita yang pernah ana jumpai….
    cobalah antum mentabayun lebih dalam lagi….
    teori yang antum sampaikan 100% ana terima, tetapi bukan pada tempatnya.

    wallahua’lam

  23. fitra mengatakan:

    dalam memahami Al-quran dan Hadist kita mestilah menurut pemahaman para salafusalih,… tetapi dalam hal pemahaman tersebut para salafussaleh pun berbeda-beda pandangan, karena mereka berada pada tempat dan kondisi yang berbeda.

    nah begitu juga kita menyikapi pemahaman para salafussalih yang sesuai dg versi sekarang ini,… jadi jangan antum samakan cara dakwah dan jihadnya para sahabat dan ulama yang hidup di mendan perang atau negri yang terjajah dengan sahabat dan para ulama yang hidup dinegri yang berdaulahkan islam, meskipun pemimpinnya jahil.

    sekian terima kasih
    wassalam

  24. abdullah mengatakan:

    @ Fitra
    Jadi menurut antum yg benar jihadnya versi Imam Samudra alias Kudama alias Hambali yang katanya jihad tetapi bersembunyi dari kejaran polisi?

    Allahul musta’an

  25. heran mengatakan:

    @andi : kedudukan ana sama dengan antum yaitu sbatas tholabul ‘ilmu, jadi tidk usah sungkan dlm masalah ini. antum harus pahami bahwa negara islam bukan hanya sebatas penerapan syari’at islam dlm ketataan negaranya. itu hanya bagian dari penerapan syari’ahnya. antum mungkin pernah mengetahui bahwa Rosulullah SAW ketika akan menyerang suatu negeri maka beliau menunggu waktu sholat berkumandang. Bila negeri tersebut terdengar adzan maka urunglah Rosulullah SAW menyerangnya. Demikianlah negara islam. negara dimana umat ini bebas melaksanakan syari’at agamanya. Adzan dimana-mana, sholat, zakat, puasa, Haji dilaksanakan dengan tentram dan aman. Dari syari’at terbesar sampai syari’at terkecil bisa dilaksanakan di negeri ini, bahkan sebagaiannya diatur dan ditetapkan oleh pemerintah kita seperti haji, pernikahan dll. Orang-orang yang berada dipemerintahannyapun sebagian besmarnya adalah kaum muslimin dari penampakan dzohir mereka dari menegakkan sholat, zakat, puasa dll. maka tidak salah para Ulama dan ustadz Ahlussunnah yang menyebut negeri ini atau yang seperti ini sebagai negari muslim yang para pemimpinnya melakukan kedzoliman dengan tidak menerapkan syari’at islam di perundang-perundangannya. Mengenai tokoh negara ini yg menolak syari’at maka anta harus perinci, apakh dia muslim atau tidak?. Bila dia muslim maka anta harus perinci lagi apakh orang ini memiliki penghalang-penghalang kekafiran atau tidak. Ingat saudara seislam, salah satu penghalang kekafiran adalah Jahil atau kebodohan. Tidak usah jauh-jauh saya mencontohkan, lihat saudara kita, teman kita, tetangga, dan lingkungan kita. Berapa banyak mereka melakukan amalan dan perkataan yg jatuh pada kesyirikan seperti ramalan, sesajen, nglarung ke laut,dan lain-lain. Apakah dengan keadaan masyarakat yang seperti itu anta katakan bahwa mereka kafirun??. bila antum memutlakan keadaan kaum muslimin tersebut sebagai seorang kafir, maka sungguh saya katakan bahwa antum telah jatuh pada pemahaman khawarij. begitulah khawarij yg memutlakan kekafiran pada seseorang/masyarakat/negara tanpa perincian dan tanpa melihat penghalang-penghalang kekafiran pada orang/masyarakat/negara tersebut. Demikian juga dengan keadaan pemimpin-pemimpin negeri, maka sebagian dari mereka adalah jahil terhadap agama ini. Kejahilan merekalah yang kadang mengakibatkan ucapan mereka jatuh pada kekufuran. Untuk mengkafirkan mereka, anta harus mengangkat kejahilan tersebut dengan ilmu. Apakah antum sudah melakukan hal tersebut wahai saudaraku?. Maka dakwah yang paling utama ketika negeri dalam keadaan aman adalh dengan menyebarkan ilmu, menyebarkan tauhid, menyebarkan sunnah, membantah kemusyrikan, membantah kebid’ahan dll. Bukan dakwah seperti yg dilakukan oleh jama’ah takfiri,2 kata yg selalu didengungkan oleh jama’ah ini baik di timur, barat, utara, maupun selatan yaitu kafir dan thogut. kesana-sini cuma bisa mengkafirkan dan menthogutkan pemerintah tanpa berniat mentarbiyah dan mentashfiyah kaum muslimin baik awamnya maupun pemimpinnya dengan cahaya tauhid dan cahaya sunnah nabawiyyah. Pandangan anta bahwa seluruh pengeboman yg terjadi di negeri ini dilakukan oleh kafirun maka sungguh itu suatu kesalahan. Jelas sekali bahwa pelaku pengeboman tersebut merasa bangga dengan aksi mereka bahkan Imam Samudra membuat buku untuk membenarkan pemikiran tersebut. tindakan dan pemikiran imam samudra tersebut juga dibenarkan oleh tokoh-tokoh jama’ah takfiri ini. Jelasnya pemikiran takfiri tersebut memang ada dan pengeboman berdasarkan pemikiran tersebut juga ada. Kalau saya malah berpandangan ideologi menyimpang jama’ah takfiri ini dimanfaatkan oleh orang-orang kufar untuk menghentikan laju dakwah dan melabeli orang-orang yg kembali kepada Al-qur’an dan assunnah dengan teroris serta menawarkan islam moderat dan liberal kepada negeri-negeri kaum muslimin. Sungguh Dahsyat bukan akibat pemikiran takfiri ini.banyak proyek-proyek dana dakwah dari timur tengah tidak bisa masuk ke indonesia karena dikhawatirkan digunakan untuk pendanaan teroris. Konspirasi bisa saja terjadi, tapi anta harus mempelajari akar akidah khawarij ini. Jihad secara global terhadap pemerintahan yg mereka anggap tidak berhukum dengan hukum Allah SWT atau pemerintahan yang bekerjasama dengan Amerika adalah resolusi Jihad Global yg diberikan oleh Al-Qaeda terhadap pengikutnya. Jadi anta tidak usah heran jika ternyata para pengikut Al-Qaeda di negeri ini melakukan pengeboman dan teror. kalau anta baca : http://arrahmah.com/read/2012/03/14/18760-syaikh-abu-sufyan-wakil-amir-aqap-umat-islam-wajib-memerangi-rezim-saudi-karena-mereka-telah-keluar-dari-islam.html. anta akan melihat, demikianlah Manhaj Al-Qaeda, termasuk pengikutnya di Indonesia. Mereka mudah mengkafirkan dan memurtadkan, jangankan negeri Indonesia yg campur aduk. negeri Arab Saudi yg menegakkan syri’at islam saja dan disana ditegakkan tauhid serta dilarang kemusyrikan saja mereka kafirkan dan murtadkan. hanya gara-gara Arab saudi menangkap para anggota Al-Qaeda dan bekerjasama dengan Amerika. Saya berdo’a semoga anta dijauhkan dari pemikiran khawarij tersebut dan kembali kepada Al-Qur’an dan Assunnah dengan pemhaman salafushsholih. untuk contoh ana ditangkap oleh densus 88, ana juga harus mengingatkan anta juga agar lebih berhati-hati. bisa jadi contoh tersebut mengenai antum bukan?. Tapi, selama manhaj dan akidah kita lurus dan tidak menyimpang seperti mereka insyaAllah Allah akan menolong kita. Kalau tidak didunia, insyaAllah di akhirat akan jelas mana yg lurus dan mana yg menyimpang.

  26. tulab mengatakan:

    astaghfirullah…….sessungguhnya yg mengatakan khowrij bukanlah ana yg fakir ‘ilmi tapi haiah ulama khibar yg tentunya seorang selalu ber sandar kepada Al qur’an @ sunah,maka jika antum adil dalam berpendapat dan berniat mencari kebenaran tentunya tdk sekedar membaca ataupun sekedar ber komentar,tentunya seorang yg cerdas akan meneliti dalil2 yg ada ataupun nas2 yg tercantum dan dari siapa kita menukil

    • kasanpaidi mengatakan:

      apa alasan para mujahidin di sebut khowarij ya akhi ?
      kenapa para yang mengaku ahlu sunah sering mudah mengatakan mujahidi sebagai khowarij ?

  27. Costwa mengatakan:

    berarti semua orang (rakyat) harus taat kepada pemimpinnya, sekalipun pemimpin yang Dzolim,menindas secara langsung maupun tidak, dan kalau melawan berarti mereka termasuk golongan Khawarij, coba tolong saya dikasih penjelasan kita harus bersikap bagaimana?? dan bukankah orang Kafir,Murtad,Fasik sudah dikatakan ciri2nya oleh Allah dalam Al-Qur’an dan Rasulnya, lalu siapa yang boleh mengatakan Kafir dan kepada siapa boleh mengatakan Kafir, atau memang kita tidak boleh mengatakannya sama sekali????tolong saya diberi penjelasan saya jadi semakin bingung????

  28. pengharap syafaat mengatakan:

    buka mata buka hati buka telinga buka pikiran niscaya kamu akan mentup matamu ,

  29. pengharap syafaat mengatakan:

    buka mata buka hati buka telinga buka pikiran niscaya kamu akan menutup mulutmumu…..
    saya yang bodoh mau nanya tad…
    1.seandainya terjadi perang di inonesia melawan orang kafir , sedangkan orang kafir menerbangkan pesawat dari kapal induk yang bersandar di australia boleh boleh ndak ya ngebom di australia padahal australia negara damai

  30. pengharap syafaat mengatakan:

    pemberontak itukan sama dengan khawarij apa ketika terjadi revolusi di mesir ,tunisia , libya hingga terjadi peperangan apakah saudara saudara salafy disana berada di satu barisan dengan penguasa mengangkat senjata melawan para khawarij…?

  31. pengharap syafaat mengatakan:

    tanya lagi tadz…..
    filipina itu kan sudah jelas jelas sebagai negara kafir apakah membantu mujahidin disana itu khawarij atau bukan…., di internet para pemberontak filipina meminta bantuan al qaeda apakah alqaeda disana juga tetap khawarij tad

  32. pengharap syafaat mengatakan:

    tad katanya salafy indonesia itu beda ya dengan salafy luar negeri ,saya baca di internet salafy tunisia demo menuntut penerapan syariah islam khawarij belum, waktu demo mesir salafy ikut demo itu aqidah termasuk aqidah salaf ndak tad,

  33. pengharap syafaat mengatakan:

    yang terakhirtad , jika taqdir allah para khawarij menang dan jadi penguasa apakah saudara saudara salafy harus berbaiat dan mengakui sebagai ulil amri….,mohon dijawab dan mohon maaf bahasa tidak bagus karena saya baru pemula menggunakan internet terimakasih

  34. pengharap syafaat mengatakan:

    itu saya lakukan saya juga belajr pertanyan saya adalah juga belajar ……., tad kalau ada orang yang menagkui bahwa semua agama adalah sama hukum nya apa ya tad….., kalau itu seorang presiden gimana ya ..atau seorang presiden mengatakn negara kita adalah bukan negara islam maka apa kita harus memaksakan bahwa negara i9ni adalah negara islam….

  35. pengharap syafaat mengatakan:

    tad coba buka isnad.net ustad ustad yang ustad paparkan banyak yang kena tahdzir dari darul dammaj yaman bagaimana
    tanggapan ustad

  36. sugiyanto mengatakan:

    @ Akhi abdullah

    syaikh yahiya alhajjouri telah memanggil salah satu komandan al qaida di abbyan dan meminta untuk membawa pasukan sebanyak banyak ,dan sang syaikh memarahi para muridnya yang memanggil khawarij terhadap al qaida karena sedang menghadapi musuh yang nyata yaitu syiah houti gbagaiman paendapat akhi abdullah

  37. sugiyanto mengatakan:

    @ akhi abdullah
    semoga kebahagian antum dengan terbunuhnya seoprang alqaida diiringi dengan kesedihan atas terbunuhnya muslim di palestina atau afghanistan

  38. Abu Harun mengatakan:

    Bismillah,

    Mau ikutan diskusi.

    Satu perkara mendasar yang menjadikan khawarij memerangi pemerintah, baik di indonesia maupun negara lain adl karena menganggap pemerintahnya telah kafir. Hanya ini.

    Ketika pemerintah berhukum dengan selain hukum Allah atau bekerja sama dengan orang kafir, maka mereka semua dihukumi kafir. Ini aqidah mereka.

    Adapun aqidah ahlussunnah, bahwa sesiapa yang melakukan perkara2 yang bisa mengeluarkan seseorang dari keislaman, belum tentu mereka dihukumi kafir. Inilah perbedaan antara ahlussunnah dengan khawarij.

    Mereka belum dihukumi kafir sampai adanya 4 perkara:
    1. Ditegakkan hujjah pada mereka. (berilah mereka nasihat bahwa mereka melakukan perbuatan kekufuran)
    2. Mereka dalam keadaan sadar (berakal, bukan ngelindur)
    3. Melakukan dengan kemaua mereka, bukan terpaksa/dipaksa

    Jika itu semua telah lewat, maka barula kita menghukumi mereka kafir dan memerangi mereka jika kita siap dan memiliki kekuatan untuk melawan mereka.

  39. Abu Harun mengatakan:

    Ikutan diskusi lagi:

    Yaa salaam…. nas’alullaha salamatan ‘afiyah. Maka seharusnya khawarij membaca risalah ini, penjelasan dari ulama mereka, Syaikh Abu Abdirrahman ‘Athiyatullah Al-Libiy –hafizhohulloh- bahwa mereka jangan mengkafirkan begitu saja pemerintah dan rakyat Indonesia, yaman, afghanistan, dll…..

    Kenapa mereka menyerang negara2 tsb, bahkan antum nda tahu masalahnya dan alasan mereka. namun kenapa antum masih membela mereka.

    na’am ana dan antum, kita semua, sama-sama ndak mengetahui alasan khawarij tersebut. Maka seharusnya jika demikian kita melihat secara zhahir dari perbuatan mereka karena hanya Allah Ta’ala yang mengetahui isi hati mereka, akhi.

    Ini hanya sekedar pengulangan dari apa yang pernah ana sampaikan ke antum di mushalla PT. SNS Cikarang.

    Adapun secara zhahir, yang nampak adl mereka menarih kebencian terhadap orang-orang kafir dan yang bersama mereka. Jika yg bersama org kafir tsb adl muslim maka akan mereka bantai juga. Kafir mu’ayyan mereka terapkan, akhi.

    Oia, tgl 8 besok main ke rumah ana. Informasi majelis sudah ana pasang tuh di paling atas, scroll dah ke atas.

  40. Abu Harun mengatakan:

    Afwan kalau ana menyebut mereka khawarij. Rupanya ana salah.

    Mujahidin Al Qaeda memiliki ijtihad bahwa pemerintah Yaman, Afghanistan, Saudi Adl pemerintah yang kafir. Demikian pula mujahidin di Indonenesia memiliki ijtihad beranggapan pemerintah Indonesia kafir.

    Begitu bukan?

    • abu azzam mengatakan:

      systemya pemerintah bathil/kufur/tapi orangnya tidak bisa langsung dihukumi kafir mungkin begitu juragan juragan semua>>>tapi kalau ridlho bisa juga menjuadi pembatal keislaman>>>githu kali ya

  41. abdulloh bin ibnu jufri mengatakan:

    assalamualikum, wr.

    takfir.. takfir.. khowarij.. khowarij.. forum ini seperti forum debat antara yg merasa bermanhaj salafus sholleh dan antara yang dibilang khowarij.. ente semua pada debat sementara muslim di abuja nigeria tidak dibolehkan memakai jilbab. kita disini enak bisa debat, makan roti, daging, minum teh, tidur nyenyak, datang taklim, dan debat lagi sementara saudara saudara kita pada dibantai di palestin, di yaman drone amerika asik bantai muslim disana,, di checnya muslimah diperkosa ramai ramai tentara rusia dan kita hanya bisa membaca lalu debat dan berkata, kamu khowarij, kamu murjiah. ente semua kan tau bahwa ente semua aka dimintai pertanggungan jawaban didepan Alloh atas terpenggalnya tiap – tiap leher kaum muslilin maka takutlah kalian, dan untuk para orang orang yang katanta alim dan peduli dengan ummat, yang dekat dengan penguasa saudi, tolong sampaikan, kenbapa mereka diam saja selama 54 tahun muslim palestina dibantai dan diperkosa, mereka diam saja ketika orang muslim di iraq dibvantai, padahal mereka melihat dan mendengar. wahai yg berkata tuhan kami hanyalah Alloh, takutlah kalian akan hisab Alloh pada diri kalian masing masing. dan jangan kita merasa diri kita suci, Alloh lah yang maha tau sedang kalian tidak tau. bukankah kalian sehat dan kuat, kenapa kalian tidak berani datang dan berjihad membela saudar saudara kalian, apakah kalian lebih buta dari umi maktum yg syahid insya Alloh di perang qodisiyah.

    maka apakah kalian tidak berpikir, bahwa dihari itu tiap tiap diri sibuk dengan urusannya masing masing.

    hamba Alloh yang faqir dan fajir.

    Abdulloh bin ibnu jufri

  42. abdullah mengatakan:

    @ abdulloh bin ibnu jufri

    Bukan debat kang, kita berusaha mencari kebenaran. Apakah akang tahu kondisi hati-hati kami yg antum tuduhkan sebagai ‘diam saja’??
    Masalah Saudi, coba cek contoh beberapa kebaikan KSA bagi kaum muslimin disini

    http://haulasyiah.wordpress.com/2009/01/19/antara-saudi-dan-iran/

    Yang harus antum ingat, TUJUAN YG BAIK tidak menuntut untuk MENGHALALKAN SEGALA CARA untuk meraihnya. Kabeh onok ilmune kang. Jgn kayak Kudama abis ngebom kabur dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan kaum muslimin.
    Antum gak usah jauh-jauh lihat palestina, tuh di daerah CIlacap sana banyak pemurtadan. Kelompok antum ada gak yg berdakwah kesana?? Jgn kayak orang main layangan pakai sarung, yg dilihat yg diatas, namun sarung terbuka dan aurat nampak tdk diperhatikan.

    Allahul Musta’an

  43. erik mengatakan:

    yg mmbenci mujahid itu hanya org2 kafir dan muanafik!!
    mereka mninggi kan kalimat allah,jd apa yg salah dr mereka?
    antum harus nya ngaca diri dulu ap yg udh antum korbanin utk membela hak2 kaum muslimin yg d injak2 oleh kafir
    sblum antum mnghina org..

  44. tauhid mengatakan:

    bedakan antara mujahidin dengan khowarij!
    jika mujahidin berjihad dengan alasan yg jelas dan fatwa dari para ulama khibar ,sedangkan khowarij ber “jihad” dgn menggunakan hawa nafsu dan tidak memakai ilmu,korbanya pun dari semua kalangan(anak2,orang tua,kafir dzimi,kafir msta’man)yg dilarang dibunuh oleh rosululoh………..bertobatlah dari mendukung KGB (khowarij gaya baru)

    • ansharusunnah mengatakan:

      apakah para pendukung “mujahid” itu mendengarkan fatwa ulama kibar? bahkan mereka membagi ulama menjadi ulama penguasa dan ulama mereka. allahul musta’an. mengatakan bhw saudi bukan negara islam. Padahal syi’ar islam dan hukumm islam tegak di sana yg tdk ada negara lain yang menegakkan spt di sana. kita harus merinci mujahid mana yang benar2 tegak dan pantas dikatakan mujahid dengan yang tidak. karena banyak para mujahid yang akhirnya aqidahnya menyimpang karena terlalu lama meninggalkan majelis ‘ilm. inilah kenapa asy syaikh jamilurrahman rahimahullah dulu setelah ikhwan2 berperang lalu kembali bermajelis yang langsung diadakan oleh panglima perangnya(tentu asy syaikh rahimahullah yang dimaksud). jangan sampai kita mengambil dalil umum untuk diletakkan pd yang khusus.

      sudah menjadi hal yang ma’ruf kalau KGB itu merujuk pada “pemikir2 islam” spt sayyid qutb dll sbg rujukan mereka. yang kita sudah mengethaui kesesatan aqidah sayyid qutb spt meyakini wihdatul wujud(bersatunya allah dg makhluq), menghina beberapa sahabat radhiyallahu’anhuma dll.kita bs lihat, yusuf qordhawi sbg pengikut qutb dengan sangat jelas mengatakan bahwa iran adalah negara percontohan bagi negara lain. allahul musta’an. orang seerti itukah dijadikan rujukan? bagaimana bisa syi’ah yanag jelas2 dibalik konflik di hampir semua negara islam. masuknya tentara kuffar ke negri irak dll adalah buah hasil kerja syi’ah? bisa dibuka di http://haulasyiah.wordpress.com/2012/01/19/pembataian-sadis-ahlussunnah-oleh-syiah-rafidhah/

      jika kebenaran sudah tampak di depan mata maka rujuklah dan tinggalkan pemahamann dan orang2 yang menyimpang

      wallahua’alam

    • ansharusunnah mengatakan:

      Insyaa allah cukuplah artikel di bawah ini menjawab semua .barokallahu fiyk.
      http://atsarsunnah.wordpress.com/2013/08/20/agar-kekuasaan-tetap-jaya-dan-langgeng/#more-1099

  45. ansharusunnah mengatakan:

    tugas kita adalah mempeljari ‘ilm syar’i dan duduk dengan sabar di dpn para ‘ulama. bukanlah kapasitas kita sebagai thalib untuk membantah. wallahua’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image