Kabar Dari Dammaj: Ucapan Terima Kasih Syaikh Yahya Al Hajuri (Pengasuh Ma’had Darul Hadits Dammaj) Kepada Pihak-Pihak yang Memiliki Rasa Prihatin dan Membantu Dammaj Atas Serangan dan Blokade Raafidhi Syi’ah Al Hautsi

Asy Syaikh Yahya Al Hajuri

Bismillahirrahmanirrahiim
Bab. Perkataan Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam

لَا يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidak bersyukur Kepada Alloh orang yang tidak bersyukur kepada Manusia.”

Ucapan syukur kepada setiap orang yang merasa prihatin (sedih) terhadap kami, dan atas apa yang terjadi dari pengepungan, hantaman tank-tank, meriam, senjata berat, dan Senjata-senjata lainnya. Yang mana pemimpin (orang-orang) tersebut Fadhilatul al-Allamah asy-Syaikh al-Walid Robi’ bin Hadi al-Madkholi -hafidzhahulloh- dan Fadhilatul al-Allamah asy-Syaikh al-Walid Abdul Muhsin al-Abbad -hafidzhahulloh- dan Fadhilatul al-Allamah asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkholi -hafidzhahulloh-

Telah dikeluarkan (dikatakan) oleh Syaikh Muhammad bin Hadi perkataan yang baik, kita bersyukur padanya dan mengucapkan kebaikan dengan perkataannya tersebut. Kita dapat melihat dengan perkataan beliau tersebut benarnya manhaj beliau, dan wala’nya yang benar terhadap sunnah dan ahlinya (ahlussunnah), dan kecemburuannya terhadap sunnah, ilmu dan hadits. Demikian pula Syaikh Robi’ sebelumnya dan syaikh al-Abbad dan sejumlah (ulama) Ahlussunnah lainnya. Agama kita menganjurkan untuk bersyukur kepada mereka setelah syukur kita kepada Alloh Subhanahu wata’ala sebagaimana yang shahih dari sunnah dari Hadits Abu Hurairoh -rahdiyaAllohu ‘anhu- dan datang dari yang lainnya. Dan yang paling shahih pada bab ini adalah hadits Abu Hurairoh, berkata Rosululloh shallallahu ‘alayhi wasallam

لَا يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidak bersyukur Kepada Alloh orang yang tidak bersyukur kepada Manusia.” (Shahîh Sunan Abi Dâwud no. 4811)

Saya bersyukur kepada mereka semua atas kecemburuan mereka, dan nasehat-nasehat mereka dan kecintaan mereka dan wala mereka terhadap ahlussunnah, dan ta’awun mereka dan bimbingan-bimbingan mereka serta kesedihan mereka terhadap apa yang menimpa saudara-saudara mereka dari kalangan Ahlussunnah, Ahlul Hadits, Ahlul Tauhid ditempat yang penuh barokah ini (Dammaj) para penghafal qur’an dan penghafal hadits-hadits Rosululloh shallalahu ‘alayhi wa sallam yang shahih. JazakAllohu khoyron dan syukur atas mereka, dan keberkahan atas mereka, dan semua orang yang merasa sedih terhadap yang menimpa kami, yang menyampaikan wasiatnya untuk berbuat kebaikan, baik itu melalui telepon atau perkataan yang baik berupa nasehat-nasehat juga arahan-arahan.

Ini sebenarnya adalah hak antara seorang mukmin kepada mukmin yang lainnya, kami tidak melupakan diantara mereka adalah para ulama akan tetapi ini adalah Bab Hak antara seorang muslim dengan muslim lainnya, akan tetapi kita menyebutkan ini karena atas dasar agama. sebagaimana dalam hadits,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالْحُمَّى وَالسَّهَرِ

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam cinta dan berkasih sayang, mereka bagaikan satu jasad yang bila salah satu anggota badannya sakit, seluruh jasadnya merasakan sakit panas dan berjaga.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim no. 2586 dari sahabat An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Perumpamaan persaudaraan orang-orang yang beriman bagaikan sebuah bangunan yang sebagiannya menguatkan yang lain.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim no. 2585 dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu)

Alloh Subhanahu wata’ala berfirman,

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (Al Anfaal: 73)

Jika tidak terjadi ta’awun antara sesama muslim dan kerjas keras didalam ketaatan kepada Alloh Ta’ala, maka akan terjadi kerusakan dan kebinasaan dimuka bumi ini. dan kami memberi kabar gembira kepada saudara-saudara kami bahwa kami disini (dammaj) diatas tsabat (keteguhan) dan diatas aqidah yang benar dan tawakkal kepada Alloh subhanahu wa ta’ala dan tsiqoh (percaya) kepada Alloh Jalla wa’ala dengan kesabaran yang indah atas apa yang terjadi dari pengepungan dan tembakan-tembakan bahkan sampai saat ini.

Gempuran-gempuran terhadap kami di Masjid dalam keadaan kami melaksanakan sholat, dirumah-rumah, digunung-gunung dan pos-pos jaga dan tempat lainnya. Ini menunjukkan kebiadaban rofidhoh. Akan tetapi pejuang-pejuang tauhid dan sunnah melawannya. Tidak ketinggalan pula para pemberani negeri ini (orang-orang dammaj) dan yang lainnya dari Ahlussunnah -hafizhahullohu- ikut melawan mereka. -JazakAllohu khoyron-. Mereka melawannya dengan sabar, tawakkal, percaya terhadap Alloh subhanahu wa ta’ala.

Mereka melakukannya untuk membela Agama mereka, jiwa-jiwa mereka, harga diri mereka dan harta-harta mereka dan yang gugur diantara mereka kita berharap (kepada Alloh Ta’ala) mereka gugur sebagai syuhada dan yang (masih) hidup maka hidup diatas kemuliaan, hidayah dan taufiq dan kita memohon kepada Alloh subhanahu wa ta’ala keselamatan dan ampunan, taufiq dan hidayahnya. Inilah kabar gembira yang kami sampaikan kepada saudara-saudara kami dan bagi orang-orang yang mendengarkannya, bahwa kami diatas kebaikan -InsyaAlloh- sebagaimana sabda Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ لَهُ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkaranya adalah kebaikan baginya. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika mendapatkan kelapangan ia bersyukur, maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kemudaratan/kesusahan1 ia bersabar, maka yang demikian itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 7425)

Demi Alloh, kami telah mencurahkan kemampuan untuk membendung kezholiman rofidhoh dengan perundingan dan sedikit mengalah yang tidak memudhorotkan kami, akan tetapi rofidhoh adalah kaum yang menimbulkan fitnah (kasar, zholim, tidak memiliki rahmah) yang tidak mempunyai hati, tidak terhadap kami juga tidak terhadap selainnya yang tidak cocok dengan mereka. Dan jangan kalian menyangka bahwasanya keganasan mereka untuk Ahlussunnah saja, bahkan itu untuk semua yang tidak sejalan dengan mereka, baik dalam permasalahan aqidah ataupun yang lainnya. Walaupun orang-orang yang selain dari kalangan mereka berbuat baik kepada mereka hari ini, akan tetapi esok hari dia akan dihantam oleh mereka. Rofidhoh kerjaan mereka memotong mayat demi mayat (mutilasi) dan mereka mengusahakan untuk menghancurkan kabilah demi kabilah,individu-individu, dari negeri ke negeri, dan dari kelompok ke kelompok sampai mereka tidak menyisahkan bagi siapapun dan inilah kebiasan mereka.

Demi Alloh, kami telah mengenal mereka dengan jelas sekali. Alhamdulillah, Alloh telah menyelamatkan kami dari ketelantaran atau perkara-perkara yang parah. Disebutkan oleh sebagian Ulama diantaranya At-Tanukhi dalam kitabnya “al-Farj ba’da syiddah” diantara manfaat yang bisa diambil dari kegentingan tersebut, kita mengingat bahwa Alloh Subhanahu wata’ala telah menyelamatkan kita dari sebuah kegentingan yang besar dari apa yang kita rasakan. Dan Alloh Subhanahu wata’ala memberikan kelembutan-Nya kepada kita karena orang lain mungkin mengalami kegentingan yang lebih dari kita alami. Dan kita memohon kepada Alloh subhanahu wa ta’ala kelembutan-Nya dan kita memohon kepada Alloh dengan ke-Agungan-Nya dan ketinggian-Nya dengan Nama dan Sifat-Sifat-Nya agar Alloh Jalla wa’ala menjauhkan kita dari Fitnah apa yang nampak dan yang tersembunyi.

Dan Alloh Subhanahu wata’ala menyaksikan dan mengetahui dari atas langit dan Alloh Subhanahu wata’ala mengetahui segala isi hati manusia bahwasanya saya dan saudara-saudaraku tidaklah menginginkan melainkan ilmu (Kitab dan Sunnah), ilmu tauhid dan sunnah. Dan kami tidak menginginkan kecuali menolong agama Alloh, al-Qur’an, dan as-Sunnah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Dan bukanlah tujuan kami untuk mencari keserakahan dunia, tidak pula kursi-kursi kenegaraan dan kepemimpinan ataupun yang lainnya. Demi Alloh, majelisku (majelis ilmu) ini lebih saya cintai dari pada majelis-majelis kenegaraan. Karena dengan majelisku ini saya dapat menolong Agama dan mengajar saudara-saudaraku dan memahamkan diriku sendiri dan suadaraku terhadap agama Alloh.

Dan faedah ilmiah bagi kami lebih baik daripada dunia. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman,

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى وَلا تُظْلَمُونَ فَتِيلا

“Katakanlah (hai Muhammad): “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.” (An Nisaa’: 77)

Dan Alloh Subhanahu wata’ala berfirman,

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl: 96)

dan Alloh Subhanahu wata’ala berfirman,

وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأولَى

”Dan sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu dari permulaan (sekarang).” (Adh Dhuhaa: 4)

Tidaklah kehidupan dunia ini hanya perhiasan, sebagaimana firman Alloh subhanahu wa ta’ala,

يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (Al Mukmin: 39)

Saya diantara orang-orang yang terpengaruh dengan kebaikan, maksud saya (kata beliau) barang siapa berbuat kebaikan kepada kami, maka wajiblah bagi kami membalasnya dengan kebaikan serta menyebutnya dengan kebaikan dan barang siapa berbuat ihsan maka wajib bagi kami berbuat ihsan membalasnya lebih banyak. Dan ini adalah bagian dari agama kita, dakwah, akhlak dan aqidah islam. dan kami sekali lagi mengulangi syukur kami kepada orang-orang yang prihatin dan menolong kami, baik dengan perkataan ataupun yang lebih dari itu. diataranya orang-orang yang telah kami sebutkan diawal,demikian pula siapa saja yang berada dimuka bumi ini dari kalangan ummat islam yang punya kecemburuan terhadap agamanya dan merasakan apa yang kami rasakan. Semoga Alloh subhanahu wata’ala menjauhkan kita dari kejelekan dan hal-hal yang kita tidak senangi dan menjauhkan kita dari kejelekan kelompok ini (rofidhoh) orang fajir, orang-orang yang melampaui batas, yang zhalim dan mereka semua mengetahui bahwasanya rofidhoh tidak akan membiarkan dammaj tempat sunnah dan tempat belajar, ma’had yang kokoh bagi Islam di jaman ini, dan mereka ingin membinasakannya dan mengharamkan bagi kaum muslimin kebaikannya dan melemahkan dan menyia-nyiakan ilmu dan fiqhnya.

Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala menghancurkan mereka, membinasakan mereka, dan mematahkan kekuatan mereka. Dan Alloh Subhanahu wata’ala membalas mereka sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan dari ucapan syukur dan terimakasih, (dan sebagaimana disebutkan) jika tidak bisa diambil semua maka jangan ditinggalkan semua. Dan semoga Alloh Subhanahu wata’ala membalas mereka dengan kebaikan.

[Direkam perkataan Syaikh Yahya pada Malam Rabu 26 Muharram 1433H. Selesai diterjemahkan oleh: Abu Ibrohim (Samarinda) pada Rabu, 26 Muharram 1433H]

isnad

Iklan

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Qaeda, Bom, Bom Bunuh Diri, Dammaj, INFO SUNNIY, Jihad Fii Sabilillah, Kafir, Khawarij, Ma'had, Peledakan, Pengeboman, Pondok Pesantren, Syahid, Syi'ah, Teroris, Terorisme, Timur Tengah, Yaman
One comment on “Kabar Dari Dammaj: Ucapan Terima Kasih Syaikh Yahya Al Hajuri (Pengasuh Ma’had Darul Hadits Dammaj) Kepada Pihak-Pihak yang Memiliki Rasa Prihatin dan Membantu Dammaj Atas Serangan dan Blokade Raafidhi Syi’ah Al Hautsi
  1. 'Ism bintu rahmat berkata:

    walhamdulillah syaikh yahya …. semoga Allah membalas kebaikan antum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image