MUI Jatim: Pasca Pembakaran Pesantren Sesat Syi’ah Sebaiknya Penganut Syiah Dilokalisir Saja Karena Menimbulkan Keresahan

Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, KH Abdusshomad Buchori menyebut peristiwa pembakaran musala dan rumah penganut Syiah di Dusun Nangkrenang, Sampang, Madura, Jawa Timur sebagai bom waktu yang telah meledak.

Pihaknya menyarankan agar pengikut kelompok itu dilokalisir atau dipindahkan ke tempat khusus. Selain untuk menghindari konflik berkepanjangan, juga karena kelompok itu mempunyai keyakinan berbeda yang mudah menyulut kemarahan warga.

“Konflik itu akan terus terjadi, jalan keluarnya kelompok itu harus dipindah,” kata KH Abdusshomad Buchori saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis (04 Shafar 1433H | 29 Des’11).

Menurutnya, sudah sejak lama warga Madura menginginkan agar penganut Syiah hijrah, tidak berdiam di sana. “Mengembangkan Syiah di Madura memang berat dibandingkan dengan daerah lain. Sebab, mayoritas warga tidak menyetujuinya,” katanya.

Selama Syiah masih ada di Sampang, kata Abdusshomad, maka akan terus menimbulkan masalah. “Sebaiknya, Syiah yang tahu diri,” imbuhnya.

Abdusshomad menuturkan, paham Syiah di Indonesia tidak berkembang besar. Sebab, katanya, kalau Syiah kuat ada kemungkinan akan merebut kekuasaan. Kekuasaan, ditambahkannya, memang menjadi program dan paham Syiah di seluruh dunia.

“Seperti yang terjadi di Iran. Disana Syiah dan Sunni sama-sama besar sehingga sering terjadi konflik,” urainya.

Sebelumnya, MUI Jatim telah mengeluarkan saran kepada pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai keberadaan Syiah.

“Sebaiknya penganut Syiah dilokalisir saja. Tidak bermasyarakat dengan warga lain yang berpaham beda. Dan ini menjadi tugas pemerintah,” tegasnya.

Terhadap aksi pembakaran, MUI Jatim menginstruksikan MUI Sampang turun ke lokasi peristiwa mengupayakan suasana kondusif. Perwakilan MUI Jatim yang rumahnya di Madura juga diperintahkan meninjau lokasi guna ikut meredam provokasi yang mungkin akan muncul kembali.

Disinggung mengenai, adanya perbedaan paham. Seperti diantaranya, sistem ibadah yang berbeda, penerimaan nikah mut’ah (kontrak), dan adzan yang ditambah. “Adzan mereka itu ditambahi dengan kalimat ‘hayya ala khoiril amal’ dan ‘ashanu an aliyyan waliyullah’. Bagi masyarakat non Syiah, sudah tentu ini melenceng,” ujar Shomad.

Aliran Syiah juga ada bermacam-macam. Mulai yang ekstrim, sampai yang hampir menyerupai Sunni. Di Jatim, mereka tersebar di Bangil, Pasuruan, Bondowoso, Madura, dan beberapa di daerah timur Jatim.

Apakah MUI Jatim mengeluarkan fatwa sesat untuk Syiah? Shomad menandaskan, selama ini MUI belum pernah mengeluarkan fatwa tersebut.

“Yang berwenang pemerintah pusat. Kami di Jatim hanya sekedar menyampaikan pertimbangan. Ya seperti nasehat sebaiknya mewaspadai Syiah ini,” ujar dia

• VIVAnews

Bacalah:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Aliran Sesat, INFO SUNNIY, MUI, Syi'ah, Yahudi
2 comments on “MUI Jatim: Pasca Pembakaran Pesantren Sesat Syi’ah Sebaiknya Penganut Syiah Dilokalisir Saja Karena Menimbulkan Keresahan
  1. sopan mengatakan:

    sok tahu KH SHOMAD Tuh! kayaknya dikasih duit sama SAUDI (negara Pemerkosa) buat bikin pesantren hapus nama Kyai nya. kok Kyai ketakutan kehabisan jamaah. ngga laku luu….

  2. toni mengatakan:

    orang yang belain syiah cuma ada tiga golongan, 1. fanatik buta alias taqlid buta, 2. takut kena bantai karena beda pendapat syiah kuat sedikit aja main libas golongan lain, 3. emang asli paten aktenya yahudi, memakai nama syiah untuk kepentingan pribadi(berlindung dibalik peristiwa karbala, sok jadi penganut setia Sayidina Ali, tapi bahkan jadi musuh dalam selimut para penganut setia Ali lainnya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image