Teluk Arab Memiliki Rencana Terhadap Kemungkinan Penutupan Hormuz oleh Syi’ah Iran

Penjaga pantai dan angkatan laut dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC) kelompok negara-negara Arab memiliki rencana cadangan terhadap kemungkinan syi’ah Iran untuk menutup Selat Hormuz, demikian dikatakan seorang pejabat maritim Kuwait, Senin.

Lima dari enam anggota GCC -Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Kuwait- merupakan tempat bergantung terpenting di dunia pada jalur pengiriman energi dengan membuka ekspor sebagian besar minyak dan gas mereka.

Teheran telah mengancam akan menutup jalur pelayaran sempit antara Oman -satu-satunya anggota GCC yang tidak tergantung pada Hormuz- dan Iran jika sanksi-sanksi Barat diberlakukan untuk menghentikan program nuklir syi’ah Iran, yang dengan sanksi itu syi’ah Iran tidak mendapatkan dana karena tidak ada yang membeli minyak dari Iran.

Para anggota GCC, yang juga bergantung pada saluran selebar empat mil (6,4 kilometer) ini juga membuka channel terhadap impor makanan untuk rakyat mereka yang kian berkembang, kini telah menyusun rencana cadangan dalam kasus aksi Iran pada ancamannya.

“Mengekspor minyak atau mengimpor barang dan kargo melalui Hormuz merupakan keprihatinan utama bagi GCC,” Demikian dikatakan Komandan Mubarak Ali Al-Sabah selaku kepala operasi maritim di Kuwait Coast Guard kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

“GCC memiliki rencana sebagai sebuah badan -bukan hanya Kuwait secara terpisah atau Bahrain atau Arab Saudi- kami memiliki rencana. Kita hanya berharap bahwa segala sesuatu tetap aman,” kata Al-Sabah, tanpa memberikan rincian dari rencana.

“Kesadaran dan pemahaman tentang konsekuensi itu telah meningkat,” katanya.

“Kami memiliki rencana bagaimana menangani hal ini tetapi tidak melakukan latihan lapangan di atasnya.”

Al-Sabah mengatakan perencanaan termasuk koordinasi baik antara penjaga pantai dan angkatan laut negara-negara GCC dan dengan pasukan angkatan laut negara barat yang berpatroli di daerah itu – termasuk kafir AS, angkatan laut Australia dan Prancis.

Kuwait dan Iran mengadakan pertemuan rutin penjaga pantai tentang bagaimana mengelola perbatasan maritim bersama mereka, berikutnya dijadwalkan bulan depan, ia menambahkan.

Kapal tanker minyak mengalir melalui Selat Hormuz diperkirakan sekitar 16 juta barel per hari (bph), atau hanya di bawah seperlima dari pasokan minyak global.

Sebuah pipa baru dari ladang minyak UEA ke Teluk Oman bisa membawa sebagian besar ekspor produsen minyak OPEC Teluk jika Hormuz itu harus diblokir.

Tetapi bahkan gangguan singkat untuk pengiriman bisa menghentikan sebagian besar minyak yang diekspor dari Arab Saudi, Iran, Kuwait dan Irak dari meninggalkan Teluk, bersama dengan gas alam cair (LNG) dari pemasok terkemuka Qatar.

(alarabiya)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam INFO SUNNIY, Iran, Timur Tengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image