Alawiyyin Suriah, Sebuah Sekte Rahasia yang Berkuasa

Pemberontakan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad, terinspirasi oleh pemberontakan yang menggulingkan tiga pemimpin Arab pada tahun 1432H / 2011, telah mengambil suatu pandangan sektarian karena kebanyakan dari para pengunjuk rasa berusaha untuk menggulingkan presiden yang Sunni.

Assad adalah seorang Alawiyyin, sebuah sekte minoritas Suriah, dan kritikus mengatakan presiden telah mengisi posisi politik dan militer senior dengan Alawiyyin untuk memaksakan kekuasaannya melalui loyalitas sektarian.

Sekte Alawi

Sunni membentuk 74 persen dari 22 juta penduduk Suriah, Alawi 12 persen, Kristen 10 persen dan Druze 3 persen. Ismailiyah, Yezidis dan beberapa orang Yahudi membentuk sisanya.

Bersatu eratnya itu, kerahasiaan dan keuletan elite kekuasaan Suriah di sekitar Assad telah memperdalam kecurigaan Sunni tentang iman Alawiyyin yang misterius.

Sebuah minoritas tertindas untuk sebagian besar sejarah mereka, Alawiyyin tiba-tiba menyemai kendali mereka di Suriah pada tahun 1970 ketika ayahnya Assad yakni Hafez melakukan kudeta terhadap seorang Sunni. Dia membangun sebuah aparat keamanan ganas berdasarkan sesama perwira alawiyyin.

Bersekutu dengan kelas pedagang Sunni di Damaskus dan Aleppo, elit Alawi memperluas pengaruh mereka terhadap perekonomian serta aparat keamanan dan militer. Inti dari milisi pro-Assad ditakuti Shabiha adalah Alawiyyin.

Seperti negara-negara Arab, Suriah telah melihat penyebaran Islam konservatif dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini telah mempertajam perbedaan Sunni dengan Alawi, yang mengklaim menjadi arus utama Syiah dan kadang-kadang seorang alawi menyalin praktik sunni untuk mengecilkan perbedaan.

Pembunuhan sektarian telah memeras pusat kota Homs, dan Alawiyyin telah ditargetkan karena mereka adalah sekte yang sama sebagai presiden. Banyak Alawiyyin tinggal di sekitar atau di Homs dan Hama yang merupakan kota lain yang bergolak, dan pelabuhan Latakia.

Tidak semua Alawiyyin mendukung dinasti Assad dan hanya sedikit yang diuntungkan dari pemerintahan Assad, yang hidup dalam kemiskinan banyak di pegunungan tengah Suriah. Sekte meluas utara ke kota Antakya Turki, dekat kota kuno Antiokhia, di Turki di mana terdapat sampai 12 juta Alawiyyin.

Keyakinan:

Agama Alawi sering disebut “sebuah cabang dari Syi’ah,”

Alawi memisahkan diri dari Syi’ah lebih dari 1.000 tahun lalu namun tetap mempertahankan beberapa praktik syi’ah, termasuk penghormatan terhadap Ali (menantu dan sepupu Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam).

Arti Alawi secara harfiah adalah “mereka yang menganut ajaran Ali”.

Tapi beberapa keyakinan berbeda tajam dari ajaran Islam. Dinamakan setelah Ali, Alawi percaya dia adalah ilahi, salah satu dari banyak manifestasi Allah Ta’ala dalam garis dengan Adam, Yesus, Muhammad, Socrates, Plato dan beberapa pra-Islam bijak dari Persia kuno.

Padahal ini melanggar prinsip utama Islam bahwa “Tidak ada Ilah selain Allah.”

Alawiyyin menafsirkan Rukun Islam (lima perkara yang diwajibkan oleh setiap Muslim) hanya sebagai simbol daripada tugas. Mereka merayakan sekelompok liburan, beberapa dari Islam, beberapa dari Kristen, dan praktik Alawi banyak yang rahasia. Mereka menganggap diri mereka adalah syi’ah moderat.

Sejarah dan gaya hidup:

Tertindas selama periode Ottoman, Alawi telah memainkan peranan dalam keyakinan khas mereka dalam beberapa dekade terakhir untuk berargumen bahwa mereka bukan Syiah seperti di Iran. Hal ini sebagian untuk memenuhi aturan konstitusi bahwa presiden harus seorang Muslim.

Terisolasi di pegunungan dekat pantai Mediterania Suriah, Alawiyyin mengajarkan bahwa Quran itu untuk dibaca alegoris dan lebih memilih untuk berdoa di rumah daripada di masjid-masjid.

Mereka juga sangat rahasia, memulai hanya sebagian kecil orang percaya menjadi dogma inti mereka, termasuk reinkarnasi dan trinitas, dan menjadi ritual termasuk ritual minum anggur dikuduskan mirip dengan Misa Kristen

Pemerintah kolonial Perancis mencoba mengklasifikasikan Alawiyyin Suriah sebagai agama yang terpisah, namun ditentang oleh para pemimpin Alawi yang lebih tertarik menggolongkan alawi ke dalam Islam.

Seperti Druze di dekatnya, Alawiyyin mengadopsi praktek Syiah tentang taqiyyah, atau menyembunyikan keyakinan sesat mereka dengan berbohong untuk menghindari penganiayaan.

(alarabiya)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam INFO SUNNIY, Suriah, Syi'ah, Timur Tengah
One comment on “Alawiyyin Suriah, Sebuah Sekte Rahasia yang Berkuasa
  1. Agus Husni mengatakan:

    afwan, kalau artikel ini terjemahan, mohon untuk diperbaiki lagi tata bahasanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image