Inilah Fatwa Ulama NU Bahwa Wanita Muslimah Harus Memakai Cadar, Sarung Tangan, dan Menutupi Seluruh Tubuhnya

MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA
Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 Tentang
HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA

Pertanyaan :
Bagaimana hukumnya keluarnya wanita akan bekerja dengan terbuka muka dan kedua tangannya? Apakah HARAM atau Makruh? Kalau dihukumkan HARAM, apakah ada pendapat yang menghalalkan? Karena demikian itu telah menjadi Dharurat, ataukah tidak? (Surabaya)

Jawaban :
Hukumnya wanita keluar yang demikian itu haram, menurut pendapat yang Mu’tamad ( yang kuat dan dipegangi – penj ).

Menurut pendapat yang lain, boleh wanita keluar untuk jual-beli dengan terbuka muka dan kedua tapak tangannya, dan menurut Mazhab Hanafi, demikian itu boleh, bahkan dengan terbuka kakinya, apabila tidak ada fitnah.

Keterangan :

(a) Kitab Maraqhil-Falah Syarh Nurul-Idlah (yang membolehkan):

(وَجَمِيْعُ بَدَنِ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ إلاَّ وَجْهَهَا وَكَفََّّيْهَا). بَاطِنَهُمَا وَظَاهِرَهُمَا فِيْ اْلأَصَحِّ وَهُوَ الْمُخْتَارُ. وَ ذِرَاعُ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ فِيْ ظَاهِرِ الرِّوَايَةِ وَهِيَ اْلأَصَحُّ. وَعَنْ أَبِيْ حَنِيْفَةَ لَيْسَ بِعَوْرَةٍ (وَ) إِلاَّ (قَدَمَيْهَا) فِيْ أَصَحِّ الرِّوَايَتَيْنِ بَاطِنِهِمَا وَظَاهِرِهِمَا الْعُمُوْمِ لِضَرُوْرَةِ لَيْسَا مِنَ الْعَوْرَةِ فَشَعْرُ الْحُرَّةِ حَتىَّ الْمُسْتَرْسَلِ عَوْرَةٌ فِيْ اْلأَصَحِّ وَعَلَيْهِ الْفَتَوَي

Seluruh anggota badan wanita merdeka itu aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya, baik bagian dalam maupun luarnya, menurut pendapat yang tersahih dan dipilih. Demikian pula lengannya termasuk aurat. Berbeda dengan pendapat Abu Hanifah yang tidak menganggap lengan tersebut sebagai aurat. Menurut salah satu riwayat yang sahih, kedua telapak kaki wanita itu tidak termasuk aurat baik bagian dalam maupun bagian luarnya. Sedangkan rambutnya sampai bagian yang menjurai sekalipun, termasuk aurat, demikian fatwa atasnya.

(b) Kitab Bajuri Hasyiah Fatchul-Qarib Jilid. II Bab Nikah (yang mengharamkan) :

(قَوْلُهُ إِلىَ أَجْنَـبِّيَةِ) أَي إِلىَ شَيْءٍ مِنْ اِمْرَأَةٍ أَجْنَـبِّيَّةٍ أَي غَيْرِ مَحْرَمَةٍ وَلَوْ أَمَةً وَشَمِلَ ذَلِكَ وَجْهَهَا وَكَفََّّيْهَا فَيَحْرُمُ النَّظَرُ إِلَيْهَا وَلَوْ مِنْ غَيْرِ شَهْوَةٍ أَوْ خَوْفٍ فِتْنَةٍ عَلىَ الصَّحِيْحِ كَمَا فِيْ الْمِنْحَاجِ وَغَيْرِهِ إِلىَ أَنْ قَالَ وَقِيْلَ لاَ يَحْرُمُ لِقَوْلِهِ تَعَالَى ” وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا” وَهُوَ مُفَسَّرٌ بِالْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ وَالْمُعْتَمَدُ اْلأَوَّلُ. وَلاَ بِتَقْلِيْدِ الْـثَانِيْ لاَسِيَّمَا فِيْ هَذَا الزَّمَانِ الَّذِيْ كَثُرَ فِيْهِ خُوْرُجُ النِّسَاءِ فِيْ الطُّرُقِ وَاْلأَسْوَاقِ وَشَمِلَ ذَلِكَ أَيْضًا شَعْرَهَا وَظَفْرَهَا.

(Pendapat pertama) (Perkataannya atas yang bukan mahram) yakni, pada segala sesuatu pada diri wanita yang bukan mahramnya walaupun budak termasuk wajah dan kedua telapak tangannya, maka haram melihat semua itu walaupun tidak disertai syahwat ataupun kekhawatiran timbulnya adanya fitnah sesuai pendapat yang sahih sebagaimana yang tertera dalam kitab al-Minhaj dan lainnya. Pendapat lain (Kedua) menyatakan atau dikatakan (qila) tidak haram sesuai dengan firman Allah Ta’ala,

وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya” (QS.An-Nuur : 31).
Istilah “qila” (dikatakan) dinyatakan dengan bentuk kalimat pasif biasa digunakan oleh para ulama ahli hadits untuk menunjukkan bahwa riwayat dan pendapat itu lemah.

Pendapat pertama (yang mengharamkan) lebih shahih, dan tidak perlu mengikuti pendapat kedua (yang tidak mengharamkan) terutama pada masa kita sekarang ini di mana banyak wanita keluar di jalan-jalan dan pasar-pasar. Keharaman ini juga mencakup rambut dan kuku.

SUMBER :
Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), halaman123-124, Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh; Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jatim dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007.

Iklan

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Fatwa, Hidupkan Sunnah, INFO SUNNIY, NU
14 comments on “Inilah Fatwa Ulama NU Bahwa Wanita Muslimah Harus Memakai Cadar, Sarung Tangan, dan Menutupi Seluruh Tubuhnya
  1. haydar alhi ambon berkata:

    wah bagus tuh kalo NU bisa menerapkan hal tersebut di masa sekarang.. I LIKE this

  2. Nina berkata:

    Bagus sekali…trims

  3. ate supriatna berkata:

    mudah2an kedepannya wanita islam d indonesia menutup aurat

  4. Abu Ishaq berkata:

    Subhanallah…….
    Ternyata masyarakat NU selama ini menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya mereka ketahui dan tidak mau mengamalkannya.
    Semoga Allah membukakan hati-hati kita dan mereka untuk mengikuti jalan petunjuk…………..

  5. Nina berkata:

    Trims infonya pak ustad

  6. ronnie berkata:

    apakah akan di laksnakan oleh orang nu tuh? apa cuma keputusan…????

  7. pujianto berkata:

    akh beritanya shahih pa gak? Ana minta sumbernya. Kalau gitu sbnrya orang nu dulu paham tentang hal cadar, tapi sayang nu skrng gak ngerti ditambah ketuanya said agil siradj berpaham syiah. Artikel yang bagus. Syukron

    Beritnya shahih, dan sumbernya ana cantumin di alinea paling bawah artikel.

  8. Pakne Zahro berkata:

    Banyak orang berilmu tapi tidak mengamalkan Ilmunya,banyak pula orang yang beramal tanpa Ilmu,& yang berat adalah orang yang berilmu yang mengamalkan Ilmunya

  9. alfadhl87 berkata:

    Ana share :)

    Syukran…

  10. bryan berkata:

    kalau aku che takkan berkomentar salah apa benar artikel ini, karena dalam membaca sebuah keputusan kita ngak bisa mengambil kesimpulan ketika kita cuma membaca satu atau dua halaman saja. setahu aku seperti dalam membuat surat perjanjian kerja sama kadang ada hal yang membatalkan suatu hal karena ada hal lain yang itu kadang malah dicantumkan dalam halaman yang paling belakang. maklum aku bukan orang yang tahu baget dalam agama jadi aku umpamakan pada surat perjanjian kerja sama

  11. org nu berkata:

    itu kan termasuk salah satu keputusan dari organisasi nu.. tp qoul itu kan banyak.. kami org nu yg mengakui adanya ijma’ qiyas dan bermahzab. jd jangan kalian pandang bahwasanya anda baru pintar langsung menyalahkan…. tp cobalah kalian untuk belajar menghargai… yg dipermasalahkan itu sekarang adalah laki2nya juga.. knp perempuan sring dituntut bercadar tp laki2 nya jarang dituntut untuk tdk melihat wanita ajnabiy…. aneh….?? coba kalau laki2 tdk mata keranjang maka aman2 aja wanita yg tdk bercadar.. karna aurat wanita jaman skrg yg lebih ditekan aktifitasnya seperti dosen wanitamu,guru wanitamu,pembantu wanitamu, wanitamu lain2. itu adalah yg tidak bisa menimbulkan fitnah. fitnah itu banyak silahkan pikir sendiri terutama laki2 yg punya otomatiser..

    refensi: zawajir an iqtirafil kabair jus 2 hal. 329 tafsir ayatul ahkam jus. 2 hal.114. fatawi fiqih kubra jus. 1 hal. 201.

    silahkan pilih qaul yg keras seperti post diatas. atau qaul yg ringan kayak yg di coment ini.. tp ingat tidak menimbulkan fitnah…

  12. muslimah jember berkata:

    jilbab yg sesungguhnya adalah plus cadar (bs lhat di al qur’an oleh2 utk haji, surah al ahzab ayat 59 catatan kaki dr “jilbab).menutup aurat sempurna yg pada hakekatnya allah menjaga lbh memuliakan wanita demi kemashlahatan. laki2 lbh trjaga hatinya terkhusus wanita tsb. mengamalkan nya mk ibadah teramat besar di sisi allah..

  13. abdullah abu abdillah berkata:

    Bismillah. Pengikut hawa nafsu dengan sombongnya mencari pembenaran terhadap pendapatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image