Wawancara Metro TV dengan Syaikh Al Imam di Ma’had Darul Hadits Ma’bar Yaman (Bagian 2)

Bagian 2

Johan: Tadikan disini kita tahu, di dammaj itu kita buka di internet dan buku, itu ada di serang al-hutsi, dammaj itu memang betul diserang mereka mempertahankan diri, terus penjagaan, saya lihat masuk tadikan banyak sekali didepan disini disini, apakah ini juga, apa ancamannya, apakah al-hutsi juga akan menyerang, kok ketat sekali gitu loh? Terus satu lagi, di shanaa ada kampus al-iman, mereka itu bagaimana pendapat Syaikh tentang al-iman itu, karena kalau kita kemarin kesana itu, dengan pemerintah mereka sepertinya itu tidak cocok, karena mereka tidak dikasih ijin -santri itu- oleh pemerintah Yaman, tidak ada dikasih ijin disitu mereka disana, apa betul seperti itu?

Syaikh: Terkait adanya penjagaan yang lumayan ketat di tempat kita ini, maka ini dikarenakan kondisi dan peristiwa yang ada, juga karena kelakuan kaum hutsi untuk menyalakan api keributan, berupa pengeboman dan peledakan, dan semisal semua ini. Maka penjagaan itu diadakan dari segi ini. Kami memohon kepada Allah Subhanahu wata’ala kelembutan.

Kondisi berubah-ubah, seakan urusan menjadi lebih parah dengan tidak tegaknya pemerintah saat-saat ini sesuai yang diinginkan. Maka merupakan hak setiap orang untuk waspada dan hati-hati pada semua kondisi ini. Kami memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Adapun terkait Jami’ah Al-Iman. Kenapa pemerintah melarang kalian ke sana. Maka hal ini dikarenakan sesuatu yang timbul berkembang dalam diri mereka sendiri. Padahal awal-awalnya tidak ada yang seperti ini.

Adapun kita, antara kami dengan partai-partai yang ada, bahkan antara kami dengan pemerintah, kami berusaha untuk menyampaikan nasehat kepada mereka. Kami berkeyakinan untuk memberikan nasehat yang lurus, baik kepada partai politik ataupun kepada pemerintah, untuk menjauhi hal-hal yang menyebabkan Allah Subhanahu wata’ala murka, akibat adanya berbagai perselisihan.

Maka kami menasehatkan kepada pengurus Jami’ah Al-Iman agar menjauhi perkara perpartaian ini yang memecah belah kaum muslimin, dan melemahkan kaum muslimin, sehingga timbullah kerusakan persaudaran kaum muslimin. Hanya kepada Allah Subhanahu wata’ala kita memohon kelembutan.

Dan kami juga nasehatkan kepada kaum muslimin dari dulu dan mendatang agar mereka menjaga hak-hak sesama manusia, menjaga negara. Ini yang kami jalani dari dulu dan mendatang.

Pertanyaan: Apa keyakinan yang dianut oleh kaum hutsi (Syi’ah Rafidhah)? Dan apa yang menjadikan hutsi menyerang Dammaj?

Syaikh: Rafidhah secara umum adalah orang-orang yang berkeyakinan untuk mengedepankan ‘Ali bin Abi Thalib dibanding Abu Bakr dan ‘Umar dalam hal kepemimpinan dan keutamaan. Maka inilah orang Rafidhah.

Jika dia berkeyakinan untuk mencaci Abu Bakr dan ‘Umar dalam kepemimpinan mereka, maka ini disebut Rafidhah Fanatik (dedengkot tertinggi).

Rafidah berkeyakinan mengkafirkan banyak dari shahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Maka hal ini merupakan bentuk pendustaan terhadap Al-Qur’an Al-Karim, karena Allah Subhanahu wata’ala telah memuji merekomendasi para shahabat dan ridha kepada mereka, dan juga Allah Subhanahu wata’ala menyatakan bahwa mereka itu orang-orang yang jujur dan orang-orang yang beruntung dan selain dari itu.

Demikian juga Rafidhah memiliki sikap yang melewati batas terhadap keluarga Nabi shallallahu’alaihi wasallam, terhadap ‘Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan, Al-Husain, Fathimah, dan orang-orang yang mereka sebut dengan para imam. Maka mereka berlebih-lebihan pada mereka. Mereka mengatakan: para imam ini ma’shum. Sedangkan tidak ada seorang pun yang ma’shum kecuali para Nabi dan para Rasul ‘Alaihimussalam. Sifat ma’shum ini tidak dimiliki oleh seorangpun dari pengikut mereka, baik khalifahnya atau yang lain.

Bahkan Rafidhah lebih parah sikap melampui batasnya dari hal ini. Telah terjadi ada masa pemerintahan ‘Ali bin Abi Thalib dan ini terkenal secara sejarah bagi semua kelompok dan sekte.

Diberitakan dengan benar bahwa Abdullah bin Saba’ (orang Yahudi yang menampakkan keislaman pemrakarsa sekte Rafidah) dan pengikutnya berkata kepada ‘Ali: “Kamu adalah Allah Subhanahu wata’ala”. Maka ‘Ali mengatakan pada mereka: “Wahai kaum, aku ini manusia seperti kalian, aku makan seperti kalian makan, aku minum seperti kalian minum, dan aku juga menikahi wanita.” Mereka tetap berkata: “Tidak, kamu adalah Dia (Allah Subhanahu wata’ala).” Maka ketika mereka tetap mengatakan bahwa ‘Ali adalah Allah Subhanahu wata’ala, maka ‘Ali menyatakan mereka telah murtad keluar dari islam, dan menyalakan api membara lalu melemparkan mereka dalam api dan membakar mereka (karena tidak mau bertaubat).

Inilah tonggak benih kerusakan di kalangan kaum muslimin, melalui jalan Abdullah bin Saba’ dan pengikutnya. Maka mereka meletakkan dua pondasi:

1.Celaan kepada para shahabat, terkhusus Abu Bakr dan ‘Umar.
2.Sikap berlebihan terhadap keluarga Nabi shallallahu’alaihi wasallam, menganggap mereka ma’shum, dan sebagian mereka mengatakan: kenabian itu hanya milik mereka, dan sebagian lagi lebih melewati batas sampai pada batasan menjadikan salah seorang mereka sebagai Allah Subhanahu wata’ala.
Hal tadi adalah keyakinan mereka pada zaman dulu.

Demikian juga diantara keyakinan mereka belakangan ini adalah keyakinan bahwa Al-Qur’an telah diubah, keyakinan bahwa mereka memiliki Al-Qur’an yang disebut dengan Al-Qur’an Fathimah, dan itulah Al-Qur’an yang terjaga, itulah Al-Qur’an yang akan dijadikan patokan hukum oleh Imam Mahdi mereka jika keluar, yaitu Mahdi dari Lorong Sirdab.

Mahdi model ini hakikat sebenarnya dalah khurafat (takhayul). Hanya saja keyakinan mereka, bahwa mahdi ini akan keluar dan akan berhukum dengan Al-Qur’an Fathimah secara benar. Dia akan mengeluarkan Al-Qur’an ini, dan akan membebaskan Makkah dan Madinah. Dan selain itu dari keyakinan mereka.

Demikian juga keyakinan mengkafirkan orang lain. Contohnya mereka mengkafirkan shahabat Rasulullah, mereka mengkafirkan kum muslimin yang memiliki loyalitas dengan shahabat, setiap orang yang mereka temukan mengucapkan “Radhiyallahu ‘anhu” pada shahabat maka mereka anggap dia kafir, sehingga mereka menganggap darah mereka halal untuk ditumpahkan, harta mereka halal untuk dirampas, kehormatan mereka halal untuk dihinakan. Hanya saja mereka menyembunyikan keyakinan ini sampai mereka kuat memiliki pengaruh. Jika mereka telah memiliki pengaruh dan merasa kuat maka mereka tampakkan hal itu.

Di antara pokok penyimpangan dan kesesatan mereka adalah taqiyah. Maknanya adalah: Mereka menampakkan di hadapan kaum muslimin yang mereka takuti hal-hal yang seakan sesuai dengan kaum muslimin, sehingga kaum muslimin menyangka bahwa mereka bukan orang yang menyimpang. Dan hakikatnya mereka tetap pada penyimpangan mereka, akan tetapi melakukan taqiyah ini pada saat mereka lemah di hadapan orang-orang yang mereka takuti akan mengingkari mereka dan menjelaskan hakikat mereka. Maka mereka berusaha untuk menampakkan bahwa rafidhah tidaklah memiliki kejelekan ini tidak pula penyimpangan ini, dan selain itu berupa keyakinan-keyakinan seperti pengakuan bahwa merekalah yang paling berhak terhadap khilafah dan kepemimpinan, dan khlafah itu adalah anugerah Allah Subhanahu wata’ala yang khusus untuk mereka tidak pantas untuk selain mereka. Dan mereka berkeyakinan jika yang menjadi khalifah dan pemimpin adalah orang selain mereka maka orang tersebut kafir dan halal darahnya ditumpahkan, hartanya dirampas dan kehormatannya dihinakan. (Dan inilah yang menjadikan Syi’ah Rafidhah kalau sudah memiliki kekuatan mereka menggulingkan pemerintah yang ada). Dan selain dari itu dari yang mereka miliki berupa penyimpangan an kesesatan.

Dan yang menjadikan hutsi menyerang kaum muslimin di Dammaj dan tempat lainnya adalah keyakinan mereka di atas. Yang mana sebagaimana kalian dengar.

Kalau saja mereka berani mengkafirkan banyak shahabat itu kafir, maka lebih akan berani lagi dan lancang untuk mengkafirkan kaum muslimin selain shahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Padahal para shahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam itu telah dipuji dan direkomendasi oleh Allah Subhanahu wata’ala, dan tidak tersisa lagi hal yang tidak mereka cela. Lebih dari itu mereka melampaui batas dan zhalim dengan mengkafirkan para shahabat.

Maka orang-orang Rafidhah seperti hutsi ini akan menyerang, sama saja di Dammaj atau tempat lainnya (di dunia ini). Mereka akan menyerang kaum muslimin secara umum, terkhusus lagi mereka akan menyerang ahlus sunnah. Karena mereka mengkafirkan ahlus sunnah dan menghalalkan darahnya, hartanya dan kehormatannya.

Akan tetapi Rafidhah akan berusaha untuk menyembunyikan hakikat ini. Di saat mereka memiliki aqidah yang membolehkan segala hal, maka mereka hanya menunggu waktu yang tepat dan kesempatan yang tepat untuk melancarkan misi keyakinan mereka itu.

Allah Subhanahu wata’ala yang lebih tahu semua ini.

Johan: Syukron Syaikh.

Syaikh: Semoga Allah Subhanahu wata’ala mengampunimu.

Seperti biasanya Syaikh ketika kedatangan tamu dari orang Indonesia (entah tamu dari KBRI atau para ustadz dari Indonesia, atau rombongan dari Indonesia yang lain) maka beliau langsung menyediakan waktu, meninggalkan rutinitas beliau yang sangat padat.

Setelah itu pada saat makan siang beliau menyediakan jamuan spesial lalu makan bersama tamu dengan penuh pemuliaan. Sebagaimana hal itu bisa ditanyakan kepada siapa saja yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Betapa Syaikh mencontohkan kepada umat dan terkhusus kepada muridnya bagaimana memperlakukan orang dengan baik. Sama saja itu dari kalangan ahlus sunnah sendiri, ataupun dari selain ahlus sunnah.

Tidak sedikit orang-orang dari kalangan awam yang mencintai beliau karena sikap beliau ini. Tidak sedikit beberapa pejabat hormat pada beliau karena sikap beliau.

Padahal penampilan beliau bukanlah perlente kayak kebanyakan orang, badannya kecil kurus, namun Allah Subhanahu wata’ala menjadikannya berwibawa dengan ilmunya dan sikapnya terhadap semua orang dengan baik.

Inilah contoh dari ulama kita, ulama kaum muslimin.

Semoga Allah subhanahu wata’ala menjadikan apa yang kami sampaikan ini bermanfaat, membawa pencerahan kepada orang yang hendak mencari hakikatnya.

Semua anugerah dan kenikmatan adalah pemberian Allah Subhanahu wata’ala semata tiada sekutu bagi-Nya.

Pelajar Indonesia

Di Darul Hadits

Ma’bar – Yaman

[Sumber:

http://thalibmakbar.wordpress.com/2012/03/15/asy-syaikh-muhammad-al-imam-dikunjugi-metro-tv-02/

Judul asli: Syaikh Muhammad Al-Imam Dikunjungi Metro TV 02]

Download transkrip arabnya: Metro TiPi (format PDF):

http://thalibmakbar.files.wordpress.com/2012/03/metro-tipi.pdf

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Dammaj, INFO SUNNIY, Ma'bar, Ma'had, Madrasah, Metro TV, Pondok Pesantren, Syi'ah, Timur Tengah, Yaman
One comment on “Wawancara Metro TV dengan Syaikh Al Imam di Ma’had Darul Hadits Ma’bar Yaman (Bagian 2)
  1. herman mengatakan:

    Syukron jazaakallahu khiron katsiiro
    Mohon informasi selanjutnya kapan metro tv akan menayangkannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image