Teluk Persia ‘Hilang’, Negeri Syi’ah Iran Ancam Gugat Google

Jakarta: Negeri Syi’ah Iran mengancam akan menuntut perusahaan raksasa asal negeri kafir Amerika Serikat, Google. Hal ini terkait salah satu fitur di fasilitas ‘Google Map’ yang tidak memberikan nama pada perairan yang memisahkan dataran Syi’ah Iran dan Semenanjung Arab. Perairan tersebut selama ini dikenal Syi’ah Iran sebagai Teluk Persia, namun oleh sebagian kalangan di Semenanjung Arab disebut Teluk Arab.

“Aksi Google ini menujukkan ada usaha-usaha untuk tidak mengakui eksistensi negara kami,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Syi’ah Iran, Ramin Mehmanparast, seperti dikutip dari AFP, Kamis (26 Jumadal Tsaniyah / 17 Mei 2012).

Ia menambahkan pihaknya akan melakukan sebuah langkah hukum secara resmi apabila Google tidak memperbaiki kesalahan mereka. Selain itu menurutnya bukti sejarah menunjukkan perairan tersebut merupakan sebuah bagian tak terpisahkan dari Iran, sehingga wajar apabila disebut Teluk Persia.

“Jika Google tidak memperbaiki maka kami akan menuntut Google secara resmi,” imbuhnya.

Sebelumnya Pemerintah negeri Syi’ah Iran juga pernah melakukan protes terhadap beberapa negara yang memilih menggunakan sebutan Teluk Arab daripada Teluk Persia.

Malah, pada 1431H / 2010, Iran pernah memberikan peringatan kepada pilot pesawat udara yang melintas di wilayah udara negeri Syi’ah Iran karena menggunakan sebutan Teluk Arab, saat melintas di wilayah udara negeri Syi’ah Iran.

(detikNews)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam INFO SUNNIY, Iran, Syi'ah, Timur Tengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image