Inilah Tiga Perkara yang Berhubungan dengan Kesehatan Qalbu

Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Perputaran Kesehatan akan diperoleh dengan beberapa hal:
1. Dengan hifzhul quwwati (menjaga kekuatan)
2. Dengan himyatu ‘anil mu’dzi (melindungi dari perkara yang bisa menyakiti)
3. Dengan istifraghul mawadil fasidah (menghilangkan unsur-unsur yang rusak)

Apabila ini telah diketahui, maka qalbu membutuhkan kepada perkara yang bisa menjaga kekuatannya, yaitu keimanan dan perbuatan ketaatan. Dan qalbu juga membutuhkan perlindungan dari perkara-perkara yang bisa menyakiti dan membahayakannya, yaitu menjauhkan diri dari dosa-dosa dan maksiat-maksiat serta menjauhkan diri dari berbagai penyimpangan. Dan dihilangkan pula dari qalbu segala unsur yang rusak daripadanya, yaitu dengan taubat nashuha dan memohon ampun kepada Dzat Yang Maha Mengampuni dosa-dosa.

Sakitnya qalbu adalah dengan sebuah jenis kerusakan yang menimpanya padanya, sehingga merusak qalbu yakni merusak pandangannya dan keinginannya terhadap al haq (kebenaran). Maka ia tidak bisa melihat kebenaran sebagai kebenaran, atau yang ia lihat berbeda dengan yang sebenarnya, atau ia kurang bisa menangkap al haq (kebenaran), dan rusaklah keinginannya terhada al haq. Maka ia akan membenci al haq yang sebenarnya bermanfaat atau ia akan mencintai kebathilan yang justru sebenarnya membahayakan atau bahkan keduanya (yakni membenci al haq dan mencintai kebathilan) akan berkumpul padanya. Dan inilah dampak yg paling dominan.

Oleh karena inilah penyakit yang menimpa qalbu terkadang ditafsirkan dengan keraguan dan kebimbangan sebagaimana dikatakan oleh Mujahid dan qatadah tentang firman Allah Ta’ala,

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Al Baqarah: 10)
Makna “Dalam hati mereka ada penyakit,” yakni keraguan.

Dan terkadang penyakit yang menimpa qalbu ditafsirkan dengan syahwat zina sebagaimana ditafsrikan dari firman Allah Ta’ala,

فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ

“Sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Al Ahzab: 32)

Maka jenis penyakit yang menimpa qalbu: Pertama adalah penyakit syubhat (kerancuan dalam agama), Kedua adalah penyakit Syahwat (nafsu).

[Disalin dari kitab Ighatsatul Lahafan min Mashaidisy Syaithan, Karya Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah]

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Ighatsatul Lahafan, Renungan Salaf, TAZKIYATUN NUFUS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image