Hanya Ilmu dan Iman yang Dapat Menghidupkan Qalbu dan Memancarkan Cahayanya

Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ. لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ

“Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan, supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. “ (Yaasiin: 69-70)

Allah Jalla wa’ala mengabarkan bahwasanya mengambil manfaat dari Al Quran berikut peringatannya hanyalah diperoleh bagi sesiapa yang qalbunya hidup, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam ayat yang lain,

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Qaaf: 37)

Dan Allah Ta’ala berfirman,

وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لا يَسْمَعُونَ

“dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata: “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.” (Al Anfaal: 21)

Allah Subhanahu wata’ala mengabarkan bahwasanya qalbu yang hidup hanyalah dengan memenuhi apa yang diserukan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam berupa ilmu dan iman. Maka diketahui bahwasanya mati dan binasanya qalbu adalah dengan hilangnya hal tersebut (yakni hilangnya ilmu dan iman dari qalbu).

Dan sesiapa yang tidak memenuhi seruan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam, maka Allah Jalla wa’ala menyerupakan mereka dengan para penghuni kubur dan inilah sebaik-baik perumpamaan karena badan-badan mereka menjadi kuburan bagi qalbu-qalbu mereka. Qalbu-qalbu mereka telah mati dan dikuburkan di badan mereka.

Maka Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا يَسْتَوِي الأحْيَاءُ وَلا الأمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ

“dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (Faathir: 22)

Maka sungguh tepat ucapan syair:

وَفِيْ الْجَهْلِ قَبْلَ الْمَوْتِ مَوْتُ لِأَهِلِهِ, وَأَجْسَامُهُمْ قَبْلَ الْقُبُوْرِ قُبُوْرُ
وَأَرْوَاحُهُمْ فِيْ وَحْشَةٍ مِنْ جُسُوْمِهِمْ, وَلَيْسَ لَهُمْ حَتَّى النُّشُوْرِ نُشُوْرُ

“Dan dalam kebodohan sebelum kematian adalah kematian bagi pemiliknya. Jasad-jasad mereka sebelum kuburan adalah kuburan.
Ruh-ruh mereka berada dalam kengerian terhadap tubuh-tubuh mereka. Dan tiada bagi mereka kebangkitan sampai Hari Kebangkitan.”

Karena inilah Allah Subhanahu wata’ala menjadikan Al Quran dan As Sunnah yang Dia sampaikan kepada para nabi-Nya ‘Alaihimussalam sebagai ruh (jiwa), sebagaimana firman-Nya dalam dua tempat dalam Al Quran [1],

رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ

“(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai Arasy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya,” (Al Mukmin: 15)
Dan Allah Ta’ala juga berfirman,

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلا الإيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.” (Asy Syuura: 52)

Karena kehidupan ruh-ruh dan qalbu-qalbu adalah dengannya (yaitu dengan Al Quran dan As Sunnah) dan kehidupan yang baik inilah kehidupan yang diberikan Allah Ta’ala secara khusus kepada sesiapa yang mau menerima wahyu-Nya dan mengamalkannya, dan Dia berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl: 97)

Maka Allah Azza wajalla mengkhususkan mereka dengan kehidupan yg baik di 2 negeri (dunia dan akhirat).

Seperti firman Allah Ta’ala,

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ

“dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (Huud: 3)

Dan seperti firman Allah Ta’ala,

وَقِيلَ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ قَالُوا خَيْرًا لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَلَدَارُ الآخِرَةِ خَيْرٌ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ

“Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,” (An Nahl: 30)

Dan seperti firman Allah Ta’ala,

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az Zumar: 10)

Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan bahwa kebaikan yang dilakukan orang yang berbuat baik itu sungguh akan membahagiakannya, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana juga mengabarkan bahwa orang yang berbuat jahat akan celaka dengan kejahatannya, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah ta’ala berfirman,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (Thaahaa: 124)

Dan Allah Subhanahu wata’ala menghimpun keduanya dalam firman-Nya,

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ

“Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.” (Al An’aam: 125)

Maka orang yang mendapat petunjuk dan beriman bagi mereka dada yang lapang, luas, dan longgar. Sementara ahlul dholal (orang yang sesat) bagi mereka dada yang sempit dan sesak.

Allah ta’ala berfirman,

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (Az Zumar: 22)

Maka orang yang beriman berada dalam cahaya dan lapang dadanya, sementara ahlul dholal berada dalam kegelapan dan dada yang sempit.

Maksud dalam pembahasan ini adalah: Bahwasanya hidupnya qalbu dan sinarnya adalah unsur yang menentukan segala kebaikan padanya, sedangkan matinya qalbu dan gelapnya merupakan unsur yang menentukan segala kejelekan padanya.

[Disalin dari kitab Ighatsatul Lahafan min Mashaidisy Syaithan, Karya Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah]
__________
Footnote:
[1] Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman,

يُنَزِّلُ الْمَلائِكَةَ بِالرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ أَنْذِرُوا أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاتَّقُونِ

“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”.” (An Nahl: 2)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Ighatsatul Lahafan, Renungan Salaf, TAZKIYATUN NUFUS
2 comments on “Hanya Ilmu dan Iman yang Dapat Menghidupkan Qalbu dan Memancarkan Cahayanya
  1. hakim manan mengatakan:

    Assalamualaikum… izin ya akh…

  2. aprinaelia mengatakan:

    cahaya iman dan ilmu pengetahuan, ayat ayat firman Nya sangat memperkuat akan makna terkandung dalam pembahasan ini tentang iman dan ilmu. :) ;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image