Inilah Kebijakan Pemerintah Saudi Untuk Petugas Sholat Tarawih Selama Bulan Ramadhan di Arab Saudi

Riyadh – Wizaratus syu’unil Islamiyyah wal auqaf wad da’wah wal irsyad al-Mamlakah al-’Arabiyyah as-Su’udiyyah (Kementrian Urusan Islam, Wakaf, dakwah dan Penyuluhan Saudi Arabia) menginstruksikan kepada imam-imam masjid di ibukota untuk memastikan bahwa tidak ada pengeras suara ke luar masjid yang digunakan untuk Tarawih dan qiyamallail (shalat malam) selama Ramadhan mendatang.

Pengawas dari kementrian melihat selama Ramadhan tahun lalu masih ada sejumlah imam tidak mengikuti instruksi menteri agar tidak menggunakan pengeras suara eksternal selama shalat malam, Al-Eqtisadiah melaporkan mengutip sumber yang dapat dipercaya.

Para imam masjid yang melanggar instruksi dipanggil ke kementerian cabang Riyadh dan meminta komitmen mereka bahwa mereka tidak akan menggunakan pengeras suara eksternal di Ramadhan tahun ini. Fa insyaallah bulan Ramadhan dimulai pada 20 Juli, tergantung pada penampakan hilal.

Masjid diijinkan untuk menggunakan pengeras suara hanya sebagaimana diatur dalam peraturan kementerian, kata sumber itu. Kementerian hanya mengizinkan speaker internal di masjid-masjid untuk shalat Tarawih. Adapun Masjid diijinkan menggunakan pengeras suara eksternal untuk salat berjamaah tetapi hanya dalam kondisi yang kira-kira tidak menganggu jamaah sholat di masjid-masjid terdekat, kata sumber itu mengutip Direktur Jenderal kementerian cabang Riyadh Abdullah Al-Hamid. Tidak lebih dari empat penjuru luar dapat digunakan. Masjid juga tidak diizinkan untuk menginstal perangkat untuk jam mobile phones.

“Para imam masjid juga diinstruksikan untuk tidak mendelegasikan tugas mereka memimpin sholat Tarawih kepada orang lain tanpa menginformasikan dan mendapatkan izin terlebih dahulu dari kementrian,” kata Al-Hamid. Para imam harus tetap di masjid masing-masing selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan dan tidak boleh meninggalkan masjid sekalipun untuk melakukan umrah atau menghabiskan hari-hari di Makkah, katanya.

Menurut instruksi kementerian, imam tidak diijinkan untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan dakwah kecuali mereka memiliki lisensi secara khusus untuk melakukannya. Imam dan muadzin juga harus memastikan bahwa tidak ada pengemis menerima sedekah di dalam atau di pintu-pintu masjid.

Al-Hamid mengatakan surat edaran dikirim ke semua imam bahwa mereka harus melaksanakan tugas mereka sebaik-baiknya dan tidak boleh ada kejadian tidak melaksanakan sholat wajib berjamaah di masjid masing-masing. Mereka harus berusaha menjaga kondisi dan suasana relijius di masjid. Pengurus masjid tidak diperkenankan cuti selama bulan Ramadhan kecuali dalam keadaan urgent dan dengan alasan yang meyakinkan, kata surat edaran itu.

Para imam hendaknya menjadikan masjid mereka terbuka pada siang hari sehingga jamaah mendapatkan kesempatan untuk itikaf dan sholat/dzikir di sana sampai akhir shalat malam.

Para imam hendaknya juga memastikan karpet dan lantai dibersihkan secara teratur dan benar. Mereka bisa melaporkan setiap kekurangan petugas kebersihan dan pemeliharaan sehingga bisa diambil tindakan secepatnya.

(arabNews)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Arab Saudi, Buka Puasa, I'tikaf, INFO SUNNIY, Puasa, Ramadhan, Sahur, Shaum, Tarawih, Timur Tengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image